Putri Luarbiasa

Putri Luarbiasa
tentang jastine


saat tengah malam, disaat semua orang tidur rany berusaha curhat cuhat dengan aliana agar meminta solusi padanya.


''jadi begini ceritanya, Steven kemarin minta maaf ke aku dan minta balikan, apa aku boleh menerima permintaan balikannya. di satu sisi aku sangat masih mencintai Steven dan si sisi lain aku masih sangat kecewa pada Steven. apa aku putusin hubungan ku saja yah dengan jastine, pasti jastine juga menjalin hubungan ku sekedar untuk pemuas nafsu ''


''kata siapa?, jastine menjadi kan kamu pemuas nafsu! kalau tidak, gmn?''


''saat itu jastine menjadi kekasih aku hanya karena ingin berhubungan intim dengan ku! , mungkin tidak apa apa kan aku menerima ajakan balikan Steven. dan mengakhiri hubungan ku dng jastine''


'' jastine punya perasaan ke kamu rany'' ucap aliana tiba tiba


''apa? nggak mungkin😕, tau dari mana kamu! '' tak percaya rany


''apa kamu mau dengar cerita aku dulu! ''


''yaudah cerita ajah''


(flashback aliana)


dua tahun lalu saat aliana masih menjadi murid baru di Academy, diam diam aliana selalu melihat jastine memerhatikan rany, dan saat rany selalu nempel nempel pada Steven, aliana tahu, walau wajah jastine selalu terlihat datar seperti papan triplek di matanya terdapat kilatan cemburu yg hanya terlihat oleh aliana.


suatu ketika saat tim aliana melakukan suatu pesta di bar karna alasan merayakan keberhasilan mereka dalam misi yg cukup besar, saat semua orang di ruangan telah tumbang karna meminum banyak arak, namuna tidak dengan aliana dan jastine yg terlihat tidak terlalu menyukai meminum arak.


terlihat aliana dan jastine yg masih menikmati araknya pelan pelan di sebuah ruang bar yg telah di sewa.


''emm, jastine! '' ucap aliana tiba tiba


''yah? ''


''tak perlu kau sembunyikan lagi, aku akan bertanya. kau pasti memiliki perasaan pada rany bukan''


''apa maksudmu'' sedikit tersentak ekspedisi nya pun seram dan wajah sedikit memerah.


''hahaha..., kau tidak dapat menyembunyikan nya, aku selalu kebetulan melihatmu memerhatikan rany, dan ada tatapan cinta di matamu''


''sial, apakah sangat terlihat'' tanya jastine dengan wajah semerah tomat.


''hahahaha....,kenapa kau bisa menyukai rany, pasti ada alasannya bukan'' tawa aliana


''dia imut, kalau marah seperti kucing, manja seperti anak kecil, pokonya aku telah menyukainya saat pertama kali melihat nya. saat itu pada awal masuk ke academy tidak sengaja aku melihatnya tertawa dengan kucing kecil di taman sendirian, melihat tawanya saat itu aku telah jatuh hati padanya''


''apalagi saat pembagian anggota tim kami satu kelompok, aku sangat senang mengira kami adalah takdir, namun mengetahui rany mencintai Steven membuat ku pelan pelan mundur dan menyembunyikan perasaan ini''


setelah percakapan itu jastine pun akhirnya mengaku dan meminta aliana agar menyembunyikan fakta tersebut.


hal tersebut terus di rahasiakan hingga insiden rany yg mengorbankan nyawa nya untuk Steven dan Steven mulai menerima perasaan tulus rany. hingga mereka berakhir menjalin hubungan. saat mendengar hal tersebut alina melihat raut kecewaan diwajah jastine,


dan tak lama malam harinya rany, curhat dengan aliana mengenai kegelisahan nya yg masih perawan. ia takut cara mainnya di ranjang tidak dapat memuaskan Steven, ia bahkan mengaku selama ia pergi ke bar bersama Yulia itu bukan karna kesenangan nya di sana.


ia kesana hanya untuk memata matai Steven di sana dan sudah berapa kali rany melihat Steven bercumbu dan berakhir memesan kamar dengan berbagai wanita berkali-kali dan rany meminta aliana untuk mencari kannya lelaki penghibur yg telah berpengalaman dalam hubungan ranjang agar rany dapat belajar memuaskan Steven, ia masih perawan dan tidak memiliki pengalaman, ia takut Steven memutuskan hubungan mereka karena rany tidak memuaskan dan membosankan.


mendengar itu aliana binggung mencarikan seorang penghibur itu bukan lah hal biasa, aliana bahkan sangat jarang ke bar, biasanya ia kesana karna di paksa rany saja, ia juga takutnya malah Menyewakan pria cabul pada rany, rany pun juga takut malah menyewa pria cabul tanpa tau asal usulnya yg jelas, bagaimana jika setelah mereka melakukan hubungan tersebut rany malahan akan di ganggunya, itulah yg rany takutkan.


keesokan harinya aliana menemui jastine dan ternyata aliana malah meminta jastine untuk menyamar sebagai lelaki penghibur untuk rany untuk nanti malam.


"apa maksud mu aliana!, rany telah menjadi kekasih Steven aku bukan lah lelaki sebejad itu berani melakukannya deng kekasih orang" kaget + marah jastine pada aliana.


"baiklah, sepertinya aku akan menyewa orang lain saja" pikir pura pura aliana dengan suara lumayan keras.


"sial, oke aku akan terima'' ''tapi aku juga masih perjaka''


mendengar nya aliana menjadi tersentak karna sangat jarang di dimensi ini ada laki laki yg masih perjaka.


''kalau begitu percuma dong, rany meminta ku mencari kan laki laki yg sudah mahir dalam bermain di ranjang''


''tak perlu khawatir, aku juga dapat belajar dibuku buku bergambar tentang macan macam gaya berhubungan badan'' dengan wajah memerah ''lagian laki laki yg masih perjaka atau tidak, tidak dapat di ketahui seperti wanita yg mengeluarkan darah saat masih perawan''


mendengarnya aliana merona malu, ia baru mengerti jika perempuan perawan akan mengeluarkannya darah saat pertama kali. aliana masih terbilang polos, walau sering tak sengaja melihat orang yg melakukan hubungan intim di bar.


setelahnya itu pun jastine menjalankan aksinya dengan baik tanpa ada ke curigaan pada rany mengenai penyamaran nya.


(flashback off)


setelah menceritakan hal tersebut, aliana langsung menundukkan kepalanya. ia takut rany marah karena malah menyuruh jastine yg mengambil keperawanannya.


"jangan marah yah! aku menyuruh jastine yg melakukannya karna tidak percaya laki laki lain untuk di sewa, karna tidak mudah lepas dari satu orang setelah menghabisi malam bersama. bisa saja orang lain itu menghampiri mu lagi dan mengganggu ketenangan mu"


melihat respon rany yg hanya terdiam kaku dengan ekspresi kosong di matanya membuat aliana menjadi sangat khawatir, namun tiba-tiba wajah rany menjadi bersemu merah malu.


"sialll, aku sangat malu pada jastine!, pokonya kamu tidak boleh memberi tahu jastine kalau kamu telah bercerita rahasia nya padaku"


mendengar nya aliana hangat mengangguk kaku 'apakah ini keputusan yg benar yah! untuk memberitahukan rahasia jastine' batin aliana gelisah.


keesokan harinya


semuanya berjalan seperti biasa, namun saat ini sedikit berbeda karna rany mulai sering mengajak jastine berbicara bicara hal sepele dan memberikan perhatian nya pada jastine, membuat hati aliana senang karna keputusan nya memberitahu kan rahasia jastine adalah keputusan yg benar. apa lagi melihat Steven yg terlihat cemburu karna keromantisan rany dan jastine.


''jadi kau menolak ajakan balikan Steven'' tanya aliana saat mereka mandi bersama di danau


''emm, kurasa aku lebih nyaman dengan jastine ketimbang Steven ''


mendengar nya aliana tersenyum ''bolehkah aku tau alasannya?''


pipi rany langsung merona ''jastine itu sangat tampan dan perhatian!, walau sedikit kaku. ia bahkan menyukaiku diam diam bukanlah itu sangat imutt!''ucap rany terus terang.


mendengar nya aliana hanya dapat tersenyum kaku 'rany semudah ini melupakan Steven dan jatuh cinta pada jastine, aku juga ingin mudah mencintai dan melupakan seperti rany' batin aliana kagum.


dan hal tersebut pun berlanjut sampai hari akhir pada turnamen hidup dan mati di hutan kematian, dan seperti dugaan. tim aliana masuk babak selanjutnya yaitu pertarungan antara kelompok di sebuah aula pertarungan.


jadi pertarungan itu akan di tonton semua perserta lain dan para petinggi sekaligus guru di berbagai academy, bahkan para raja dan ratu dari berbagai kerajaan lainya ikut menonton. para keluarga yg tau anak anak mereka yg masuk babak selanjutnya sangat bangga kepada mereka, karna hal tersebut termasuk sebagai anak yg berbakat. apalagi jika menang di babak selanjutnya.