Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Gebius Bryan 29


"Tolong lepaskan saya pak" pekik Agatha sembari mencoba melepaskan pelukan Pak Samsul dari pinggangnya


"Diamlah Agatha" tekan Pak Samsul


"Pak tolong lepaskan saya atau saya akan berteriak" tekan Agatha berusaha mencari ancaman lain agar tua bangka itu mau melepaskannya


Dengan pergerakan yang cepat Pak Samsul langsung memutar tubuh Agatha sehingga kini Agatha dapat menatap dengan tajam laki laki yang berani berniat melecehkannya tersebut. Tidak...Agatha baru sempat menatap tajam wajah laki laki itu selama beberapa detik saja, karena dengan gerakan cepat pula Pak Samsul menarik tangan Agatha dengan sangat kuat


"Pak lepaskan saya" berontak Agatha


"Diam" bentak Pak Samsul yang terus menarik tangan Agatha menuju satu satunya ruangan berpintu yang ada diwarung tersebut


Entah sejak kapan pintu kamar itu bisa terbuka, padahal sebelum sebelumnya pintu itu selalu tertutup rapat saat Agatha berniat untuk membuka pintu tersebut, namun Agatha juga tak ambil pusing dengan hal itu karena Agatha berfikir mungkin itu adalah ruangan sejenis gudang hingga harus dikunci pintunya dan Agatha pun tak pernah menanyakannya pada Pak Samsul karena dirasa itu bukan urusannya.


Dan sial....ruangan yang Agatha pikir sebagai gudang tersebut ternyata adalah sebuah kamar. Ck...sejak kapan sebuah warung yang tak terlalu besar memiliki kamar didalamnya, saat Agatha ditarik menuju arah kamar ini, ia tadi sempat melihat jika warung tersebut telah ditutup pintunya ...bukan pintu melainkan seperti tarikan bagian depan seperti toko toko yang bagian depannya terbuka lebar yang Agatha sendiri tak tau apa itu namanya


"Brakkk" dengan kekasarannya Pak Samsul mendorong tubuh Agatha hingga tubuh berperawakan mungil tersebut terjerembab di ranjang kayu namun memiliki kasur yang agak keras diatasnya


"Awwww" rintih Agatha saat punggungnya terbentur pinggiran kayu ranjang tersebut


Pak Samsul menatap tubuh wanita di depannya tersebut dengan seringaian yang mengerikan, yah....siapa yang dapat menolak pesona Agatha, wanita berperawakan tubuh mungil namun cantik tersebut telah berhasil menggelapkan mata Pak Samsul


Pak Samsul mendekat kearah Agatha yang masih terjerembab akibat dorongannya yang terlalu kuat tersebut dan hendak menindih tubuh kecil Agatha, namun belum sampai tubuhnya benar benar menindih tubuh Agatha, Agatha lebih dulu menendang perut Pak Samsul


"Akhhh" rintih Pak Samsul dengan suara yang tercekat dengan tubuh yang mundur beberapa centi dari posisi awalnya. Agatha pun bergegas untuk bangkit dari ranjang, saat hendak membuka pintu tubuh Agatha ditarik lagi kebelakang dan langsung didorong lagi oleh Pak Samsul ke atas ranjang. Namun kali ini Pak Samsul langsung memposisikan tubuhnya diatas Agatha


"Lep...lepas sialan" teriak Agatha tepat didepan wajah Pak Samsul


"Kau cantik sekali Agatha" puji Pak Samsul tanpa menimpali ucapan Agatha


"Tua bangka sialannnn" maki Agatha. Eh...apa laki laki tua ini tak takut jika aku terus berteriak hingga orang orang akan datang? Pikir Agatha


"Sssstttt.....diamlah sayang" ucap Pak Samsul membelai lembut pipi Agatha, padahal Agatha sendiri telah meronta ronta dibawahnya. Kakinya pun menendang nendang dengan asalnya hingga menendang kaki Pak Samsul karena posisi Pak Samsul yang diatasnya, sehingga Agatha tidak bisa menendang bagian penting tubuh Pak Samsul


"Brengsekkkk" teriak Agatha kini ia telah menambah oktaf suaranya, dengan harapan sebentar lagi akan ada orang yang menolongnya karena mendengar suara teriakannya


"Semakin kau berteriak, Kau semakin membuatku bergairah Agatha" puji Pak Samsul lahi, tidak...itu bukan lah suatu pujian bagi Agatha melainkan seperti sebuah ancaman yang mengerikan


"Kumohon turutilah keinginanku Agatha" ucap Pak Samsul dengan senyuman lebarnya. Akhh...dimata Agatha Pak Samsul saat ini bagaikan joker.


Entah mengapa Agatha merasakan jika Pak Samsul termasuk orang yang lelet dalam bertindak, bukan berarti Agatha ingin Pak Samsul segera menyentuhnya melainkan Agatha seperti ingat ucapan Pak Samsul jika ia menyukai wajah Agatha saat berteriak...berarti Pak Samsul menyukai wajah garangnya dong? Cuihhh...tak sudi rasanya Agatha membiarkan wajah cantiknya dipandangi dari atas oleh pria bau tanah seperti Pak Samsul


Dengan tiba tiba Pak Samsul mengecup bibir Agatha, bukan hanya kecupan tetapi proses menuju ciuman dan tentu saja Agatha menutup bibirnya rapat rapat. Dan entah sejak kapan pula kedua tangan Agatha telah ditahan diatas kepalanya hanya dengan cekalan satu tangan pria tersebut


Agatha terus meronta ronta dibawah kungkungan Pak Samsul. Agatha terus menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan untuk menghindari ciuman Pak Samsul yang dirasa menjijikan bagi Agatha


"Diamalah" pekik Pak Samsul langsung mencengkeram rahang Agatha dengan tangan yang satunya lagi dengan posisi Pak Samsul duduk dipaha Agatha hingga tubuh Pak Samsul condong kedepan


"Lepaskan ....cuihhh" Agatha tak pernah berfikir selama hidupnya untuk meludahi seseorang apa lagi orang yang lebih tua darinya, namun keadaan ini mendesak bagi Agatha hingga ia harus melakukan tindakan tersebut


"Sialan kau" marah Pak Samsul langsung mencium bibir Agatha yang terbuka karena cengkeramannya dengan brutal dan kasar sepertinya Pak Samsul tengah meluapkan emosinya karena tadi Agatha berani meludahinya


"Auuuuhhh" kaget Pak Samsul karena bibirnya digigit dengan kuat oleh Agatha hingga mengeluarkan darah. Entah karena Pak Samsul sudah benar benar mengontrol tubuhnya atau apa sehingga ia bahkan sama sekali tak melepaskan kedua tangannya dari tangan dan rahang Agatha


"Kau....setannnn" teriak Agatha


Padahal sejak tadi Agatha telah berteriak teriak tapi kenapa tak ada orang yang datang dan menolongnya, padahal di sekitar warung ini merupakan temapat yang ramai lalu lalang orang orang. Akhh....apa jangan jangan ruangan ini kedap udara...batin Agatha


"Aku tak akan membiarkanmu lepas Agatha" tekan Pak Samsul berniat ingin mencumbu Agatha lagi, namun sebelum itu


Tukkkk....siapa yang menyangka jika tiba tiba Agatha langsung membenturkan kepalanya pada kepala Pak Samsul dengan keras bahkan kiri kepala Agatha terasa sakit dan Agatha merasa jika jidatnya mengeluarkan darah.


"Akhhh" jerit Pak Samsul karena kepalanya pun berdarah akibat benturan Agatha yang sangat keras hingga kedua tangannya terlepas begitu saja dari tubuh Agatha


Dengan cepat Agatha mendorong tubuh Pak Samsul hingga terjerebab meskipun masih diatas kasur, bukan dilantai namun Agatha dapat meloloskan diri dari kungkungan Pak Samsul


Dengan cepat Agatha turun dari ranjang, saat mendekati pintu tangan kiri Agatha tiba tiba dicekal oleh Pak Samsul yang entah sejak kapan telah berdiri


Agatha tak akan membiarkan dirinya masuk dalam perangkap Pak Samsul lagi. Dengan kuat kuat Agatha menendang bagian inti dari Pak Samsul


"Akhhh" teriak kesakitan Pak Samsul bagaikan bom yang menimbulkan polusi suara