Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 19


"Mbak Agatha?" gumam Ratih yang terkejut begitu membaca nama kontak yang tertera dilayar ponselnya.


"Aduh, gimana ini? gue angkat nggak ya?" gumam Ratih.


"Calmdown Ratih, lo harus tenang dan lo nggak boleh panik." ucap Ratih menenangkan dirinya sendiri, untuk beberapa saat Ratih pun langsung menarik nafasnya dan mengeluarkannya berlahan lahan supaya emosinya lekas stabil.


"Oke, kita angkat." ucap Ratih yang kemudian langsung menggeser tombol berwarna hijau tersebut.


"Assalamu'alaikum Halo Mbak." sapa Ratih.


"Waalaikumsalam tih ini Mbak." ucap Agatha dari seberang sana.


"Iya mbak, ada apa ya mbak ya?" tanya Ratih berbasa basi.


"Emmm jadi gini tih, sekarang tuh Mbak lagi ada dikos kosan kamu. Tapi kamunya nggak ada, Rissa bilang kamu lagi keluar makanya Mbak tungguin tapi kok lama banget kamu keluarnya." kata Agatha dari seberang sana.


"Oh mbak lagi ada dikos kosan aku, aduh gimana ya mbak ya. Emmm soalnya aku itu emm aku baru aja ketemu sama temen temen aku terus mereka ngajakin aku jalan, ya udah aku iyain dan ini lagi ada dijalan. Aduhh gimana ya Mbak ya." jawab Ratih yang melancarkan aksi bohongnya.


"Oh ya udah kalau gitu, emm nanti mbak kirim ke kamu aja ya Mbak nginep dimana. Nanti kamu sama Rissa harus main main lo ketempat mbak." ucap Agatha pada akhirnya.


"Oh iya mbak, oke oke. Aduhh maaf banget ya mbak, mbak jadi udah nungguin lama tadi." ucap Ratih seakan akan sangat menyesal.


"Oh nggak papa kok, lagi pula mbak tadi juga nggak bilang bilang kamu dulu jadi nggak tau deh kalau kamu keluar." balas Agatha dari seberang sana.


"Hehe iya mbak." jawab Ratih yang sangat senang karena rencananya berhasil.


"Oke kalau gitu udah dulu ya, mbak juga mau balik kehotel kasihan Naylanya udah ngantuk juga." kata Agatha.


"Oh oke mbak, titip salam juga ya buat Nayla." balas Ratih.


"Oke, daahh." ucap Agatha sebelum pada akhirnya mengakhiri panggilannya.


Tulp...


"Rissa jangan lupa nanti main main ketempat mbak sama Ratih juga." ucap Agatha yang kembali mengingatkan Rissa.


"Oke, tenang aja mbak." balas Rissa sembari mengacungkan jari jempolnya.


Tak berselang lama mobil yang dikendarai Agatha itu pun berlahan lahan kian menjauh meninggalkan area kos kosan ini, merasa keadaan sudah cukup aman Ratih pun langsung keluar dari area persembunyiannya.


Pak...pak...pak...pak


"Hah...hah...hah...hahh."


"Astaga," terkejut Rissa yang tak menyadari kehadiran Ratih.


"Lo ngagetin aja sih anjir." kesal Rissa sembari memindai penampilan Ratih dari atas hingga bawah. Sepatu yang ditenteng, pakaian yang sudah lusuh dan...


"Ini apa?" tanya Rissa sembari memegang kemeja milik Dimas yang digunakan Ratih untuk menutuli area depan bawah miliknya.


"Ahhh sialan." kesal Ratih yang langsung menghempaskan tangan Rissa dan langsung masuk kedalam begitu saja.


Tap...tap...tap...tap


"Lo tau tadi ada Mbak Agatha?" tanya Rissa sembari membuntuti Ratih dari belakang.


"He eum." jawab Ratih sembari mengangguk anggukkan kepalanya pelan.


"Lo ngumpet?" tanya Rissa lagi yang dijawabi dengan anggukan kepala oleh Ratih.


Tringgggg


"Aaaaaa." terkejut Ratih yang secara otomatis tanpa sengaja langsung melemparkan ponsel yang tengah digenggamnya.