PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
149. Elden Si Psycopath 21+ (S1)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Ampun. Ampun. Maafkan aku. Ampuni aku." Runtuhnya memohon ampun. Kakinya berdenyut sakit berkali-kali lipat. Namun sayang, permohonan ampun yang ia lakukan tidak berarti apa-apa untuk Elden. "Kira-kira apa selanjutnya yang harus aku potong?" Dengan tersenyum puas Elden bertanya. Tanpa memperdulikan keadaan korban yang tengah ketakutan.


Jeff menggeleng kuat. Dirinya juga merasa mual dengan darah yang membasahi lantai. Kakinya benar-benar terputus. Hal itu semakin membuatnya mual. "Hoek! Hoek!" Akhirnya Jeff memuntahkan isi perutnya. Bau anyir darah dicampur dengan bau makanan yang baru saja ia muntah kan membuat bau tidak sedap tercium di dalam ruangan.


"Sialan kau!" Umpat Elden ketika muntahan Jeff mengenai sepatu yang ia gunakan. Amarah semakin menguasainya. Rasa kesal dan benci membuatnya kalap. Dengan kasar dipukulnya kepala itu dengan menggunakan kapak yang ada di tangannya.


"Arghhh!!!" Jeritan terdengar sebelum kepala Jeff terputus dari tubuhnya. Kedua bola matanya terpejam. Kepalanya jatuh dan menggelinding ke lantai. Tubuh yang semula duduk langsung jatuh mengenaskan tanpa kepala.


"Hahahaha.." Tawa kepuasan terdengar. Elden menatap puas tubuh tanpa kepala itu. "Kau salah telah memilih lawan Jeff." Ujar Elden tenang seperti tidak terjadi apapun. Setelah itu pandangan nya beralih ke arah jendela kamar yang sedikit terbuka. Angin mulai masuk melalui celah-celah jendela. Terlintas bayangan sosok Mita yang sedang berdiri dan menangis di ujung sana.


"Jangan seperti itu El."


Terlihat seperti ilusi namun terlihat begitu nyata. Bahkan ucapan tanpa suara mampu ia dengar. "Aku hanya ingin membalasnya Mita. Aku hanya membalas apa yang telah mereka lakukan pada mu. Mereka telah berani memperkosa dan membunuh mu dengan sadis." Ujarnya sambil menatap sosok Mita disana. "Bagaimana? Aku sudah pintar bukan Mita?" Tanyanya dengan suara yang lirih. Kedua bola mata Elden mulai berkaca-kaca. Diusapnya wajah Elden dengan menggunakan punggung tangannya. "Kau adalah perempuan yang sudah ku anggap sebagai bagian dari keluarga ku sendiri Mita. Jadi itulah kenapa, apapun yang kamu Mita aku selalu menurutinya."


Dari kejauhan, terlihat sosok laki-laki lain yang sedang menjaga dan mengawasi Elden dari jauh. Sementara di bagian CCTV terlihat sosok laki-laki berbaju serba hitam tengah menghapus keberadaan Elden yang tertangkap kamera. Mereka berdua adalah orang suruhan dari Chayden, Ayah dari Elden Crishtian.


Sementara itu Rafael sudah berhasil membawa kepala sekolah nya dengan bantuan beberapa anak buahnya ke markas Geng Mafia Crowned Eagle. "Cepat kalian letakkan pria tua di kursi itu. Ikat tubuhnya dengan kuat. Jangan sampai pria itu kabur. Jika sampai itu terjadi, maka kalian akan berurusan dengan Elden." Titah Rafael dengan tegas yang langsung disanggupi oleh anak buahnya.


"Baik tuan." Jawab mereka serempak. Setelan itu mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh Rafael. Walaupun usia mereka lebih tua dari Rafael, mereka tidak ingin mencari gara-gara ataupun bersikap yang mampu memancing tuannya. Apalagi Elden, mereka sama sekali tidak ingin berurusan dengan tuannya itu.


Rafael membuang nafas nya pelan. Dilihatnya jam yang berada di pergelangan tangannya. "Sudah jam 12 malam. Kenapa Elden tidak kunjung kembali juga?" Ujar Rafael bertanya-tanya pada dirinya sendiri. "Lebih baik aku menghubunginya." Kemudian Rafael segera menelfon Elden.


Tut... Tut.. Tut..


Panggilan terhubung. Sekarang Rafael tinggal menunggu telfonnya diangkat oleh Elden.


"Ada apa Raf?"


Suara dingin terdengar disebrang sana. Rafael tersenyum lega. "Aku kira kau gugur di Medan pertempuran El." Kata Rafael sambil tersenyum senang.


Elden dengan santainya memainkan kapak yang ada ditangannya. Keda bola matanya menatap kapak yang telah berlumuran darah. "Aku tidak akan mati sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan Raf." Ujarnya menanggapi perkataan sahabatnya. "Apa kau berhasil membawa pria tua itu ke gudang bawah tanah?" Tanya Elden dengan seringai tipis tersungging di bibirnya.


Rafael menatap pria tak sadarkan diri. "Aku sudah berhasil membawanya El." Jawab Rafael. "Sudah ku bilang bukan, jika aku bisa diandalkan bukan?" Ujar Rafael bangga.


Elden tersenyum tipis. "Ya Raf. Kau memang bisa diandalkan. Kau memang cocok berteman dengan ku."


"Aku akan ke markas sesegera mungkin." Setelah itu Elden langsung mematikan sambungan telfonnya.


"Sungguh miris sekali. Harusnya kau bisa menghabiskan waktumu bersama istri dan anak mu. Tapi karena perbuatan mu sendiri, kau harus mati seperti ini." Ucapnya sambil menatap jasad Jeff yang sangat mengenaskan.


Tanpa melihat kebelakang, lantas Elden berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan sepatu miliknya yang kotor. Tidak lupa juga Elden membersihkan kedua tangannya yang terdapat darah dari Jeff tadi. Dibersihkan nya dengan air yang mengalir hingga bersih dan tidak meninggalkan jejak apapun.


Setelah dirasa bersih, Elden dengan santainya berjalan keluar dengan tenang. "Furthermore you will die in my hands. Hahaha, just imagining it already makes me impatient to torture you to death begging for mercy."


Artinya : Selanjutnya kau akan mati di tangan ku. Hahaha, membayangkannya saja, sudah membuat ku jadi tidak sabar untuk menyiksa mu hingga mati memohon ampun.


Sementara orang yang sudah mengawasi Elden dari jauh langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera membersihkan kamar itu.."Cepat kalian bersihkan. Jangan sampai meninggal kan jejak apapun yang membuat orang lain curiga. Dan untuk perempuan tadi yang berada di hotel, cepat kalian bunuh dan habisi dia malam ini juga." Titahnya dengan tegas.


"Baik."


Sementara itu disisi lain, Bram sedang melakukan perjalanan menuju markas Geng Mafia Crowned Eagle. Bram ingin mengecek sesuatu hal yang penting.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Bram akan tau jika Rafael dan Elden sedang menghabisi nyawa kepala sekolah?


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..