Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
kenyataan


siang itu, hujan turun dengan deras nya, mengguyur sebagian wilayah pinggiran ibu kota. queen sudah turun dari angkot pertama dan akan menyambung angkot lagi untuk sampai pada depan pagar pintu kontrakannya.


aska menghampiri queen yang tengah berdiri meneduh di depan ruko yang sedang tutup. dengan pakaian yang sudah basah kuyup, aska menjaga jarak agar queen tidak ikut basah karenanya.


"ira,.. saya mau bicara sama kamu. sebentar.." pinta aska.


"emang masih mau ngomong sama aku?" jawab queen sinis.


"iya saya salah ira, saya ngaku salah.. kemaren nggak sempet kasih kabar kamu.." aska hendak menjelaskan, tapi terhenti ketika angkot yang akan queen naiki sudah datang.


queen segera berlari masuk kedalam mobil angkot, mengingat hujan yang masih mengguyur deras nya.


"ira tunggu dulu.. ira. ira..." teriak aska di tengah guyuran hujan. aska tau, queen memang gadis keras kepala. dan entah kenapa itu malah membuatnya semakin menarik.


dalam hati queen, dirinya sedikit merasa bersalah melihat aska begitu gigih nya mencoba untuk memberi penjelasan. bahkan hujan pun tidak menjadi penghalang nya.


melihat aska *** rambut nya kasar dengan tubuh yang basah kuyup, membuat hati queen merasa terenyuh.. untuk apa semua ini, kalo nantinya penjelasan yang dia berikan malah membuat queen lebih sakit dari sebelumnya.


queen menolak mendengarkan aska, hanya karena takut kebenaran yang akan aska berikan. sungguh hatinya tidak siap untuk mendengar bahwa ia akan kehilangan aska selamanya ..


***


queen sampai di depan pintu gerbang nya, segera berlari masuk kedalam halaman lingkungan tempat nya menyewa kamar. karena ia harus melewati halaman kosong tanpa atap, membuat tubuh queen mulai basah. sampai pada akhir nya queen di kejutkan dengan kehadiran motor yang melewati nya dengan cepat.


queen segera memutar kunci, dan membuka handle pintu kamar nya. sebelum queen sempat menutup pintu kembali, tubuh aska memaksa masuk ke dalam kamar queen, mencabut kunci nya dari luar dan menutup pintu kamar queen. tidak lupa aska menguncinya. dirinya tidak ingin membiarkan masalah kesalahpahaman ini berlarut larut.


"mas... kamu ngapain sih?" queen yang terkejut, bertanya dengan nada mulai meninggi.


"kamu dengerin saya dulu ra.. tolong.. banyak yang harus kamu tau. " suara aska terdengar gelisah. rasanya dirinya sudah mulai putus asa menghadapi queen saat ini.


"tapi mas basah gini... "


"iya, saya minta maaf, nanti saya beresin, yang penting kamu dengerin saya dulu. bisa?" tanya aska menekan.


"ngapain sih mas... aku males" queen berbalik meninggalkan aska. tapi aska menarik tangan queen, membuatnya masuk kedalam pelukan aska yang masih basah karena kehujanan.


queen meronta . hendak menjauh. tapi aska semakin mendekapnya kuat. tidak ingin melepaskan queen begitu saja.


"kamu yang tenang ira, dengerin saya dulu, cuma sekali ini, habis itu terserah kamu bagaimana sikap kamu sama saya, saya terima." aska memberi penawaran.


queen diam. dirinya mulai tenang. tidak lagi melawan. mencoba mendengarkan aska. gadis itu mulai pasrah, menghadapi kemungkinan yang akan ia dengar.


merasakan queen mulai tenang aska mulai menceritakan.


"saya bingung ra, harus mulai darimana. bagian mana yang paling berpengaruh sama kamu." queen hanya diam. tanpa melepaskan pelukannya. aska membiarkan tubuh gadis ini ikut basah karenanya.


"apa yang mau kamu tanyain sama saya. saya jamin saya bisa ceritain semua nya jujur. nggak akan ada yang saya tutupi." tutur nya lagi.


dalam pelukan aska, queen mengernyitkan dahi nya. tidak percaya dengan apa yang tadi cowok itu katakan.


"jujur ya mas?" tanya queen memastikan.


"iya ra.. nggak akan ada kebohongan yang akan kamu dengar."


"siapa cewek yang foto bareng kamu?" tanya queen langsung pada sasaran, yang membuat aska mengendurkan pelukannya sesaat. sedetik kemudian pelukannya terasa lebih erat dari sebelumnya.


"tapi kamu janji ya, kamu harus dengerin saya sampai selesai."


"heem.."


dengan jeda sesaat aska mulai bicara.


"namanya nisya. dia gadis spesial ra buat saya". hati queen melengos seketika mendengarnya. aska yang merasakan gerakan dari queen, segera mengeratkan pelukannya kembali. tidak ingin memberi celah bagi queen untuk melepaskannya.


"dia itu adiknya abang is, cowok yang kemarin kamu temui. dulu keluarga kami menjodohkan saya dengan nisya."


sesaat aska terdiam. merasakan kegetiran dalam hatinya. dirinya benar benar takut queen akan meninggalkannya.


begitupun dengan gadis di pelukannya itu. sedikit demi sedikit air mata queen mulai menetes.. merasakan ngilu dalam hatinya.


"kita sempat menjalin hubungan selama dua tahun. tapi saya sadar ra.. perasaan saya cuma sebatas adik kakak. tapi saya nggak bisa mutusin hubungan sepihak. saya takut nyakitin dia dan keluarga kami." queen mengusap air mata yang mulai meluncur tanpa permisi. merasakan itu, aska melepaskan pelukannya.


menatap gadis itu lekat, dengan kedua tangan di pipi kiri kanannya.


"terus, kemaren itu pernikahan mas sama dia?"


manik mata mereka beradu. dengan aska yang mulai tersenyum.


"engga sayang.. saya kan udah bilang, saya sayang sama kamu. nggak mungkin saya kasih harapan palsu buat kamu."


queen diam tidak mengerti.


aska kembali mendekapnya. kali ini dengan lembut. mengusap bagian kepalanya, berulang..


"kemaren itu, dia nikah sama pacar pilihannya sendiri."


"tapi, kenapa kemaren abang is bilang kalo mas sebagai bintang utama?" queen masih tidak mengerti.


"nisya nggak pernah tau bagaimana perasaan saya. saya cuma pendam sendiri selama kami pacaran.


sampai pada akhirnya, dia ketemu sama cowok nya yang sekarang. nisya pikir, dia yang udah mengkhianati saya. makanya, saya harus hadir saat acara pernikahan nya. " jelas aska, yang membuat hati queen merasa tenang.


senyumnya mulai mengembang. queen melepaskan pelukan cowok itu. meminta manik matanya agar saling menatap.


dengan senyum yang begitu manis, hati aska terasa sangat hangat hingga meleleh berserakan.


tapi sesaat kemudian, senyumnya kembali hilang, berganti dengan wajah masam nya karena cemberut.


aska bingung, mencari penjelasan atas perubahan sikapnya.


"kenapa?" ibu jari tangan aska mengusap lembut pipi kanan queen. satu tangannya masih menggenggam tangan kiri queen.


"kenapa mas nggak nyempetin kasih kabar ke aku" di balas dengan cengiran aska, yang memperlihatkan barisan gigi putih nya.


"yang itu, saya minta maaf ya sayang... saya terlalu sibuk. tapi kamu harus tau. kamu selalu ada dalam barisan do'a saya." tutur aska.


queen tersenyum senang mendengarnya. hatinya serasa melayang saat ini. ternyata apa yang selama ini dia takutkan, hanya dalam pikirannya semata.


"mas.. pulang gih.. ganti baju. basah gini, bikin nafsu aku nya aja" goda queen, melirik aska dari atas ke bawah.


aska tersipu malu. menyadari pakaiannya yang tiba tiba mengetat karena basah. memperlihatkan bentuk tubuh milik nya.


"mas... aku mau tanya boleh nggak?"


"anything honey.." jawab nya mesra.


"kenapa kamu niat banget sih jelasin ini semua ke aku. aku kan bukan siapa siapa nya kamu.?" dengan tawa yang seperti meledek.


aska nampak bingung. gelagapan mencari jawaban atas pertanyaan queen yang tidak ia duga.


queen melihat kegugupan itu. dan tersenyum puas atas pertanyaannya.


*maaf ya, episode kali ini panjaaaaang banget. ga mau kasih jeda. biar clear urusannya aska. kasian kalo keujanan kelamaan.*


❣️❣️❣️