
Disisi lain Elisha sedang kesusahan karena Nereid tidak berhenti untuk menyerang nya , saat ada celah Elisha langsung menyerang Nereid dengan pedang cahaya bulan namun dengan mudahnya Nereid menghindari serangan Elisha
"Dia benar benar musuh yang menyusahkan." keluh Elisha
Tidak sampai disana saja , saat Elisha sedang memulihkan diri dia diserang oleh serangan yang berbentuk puluhan cincin dan bewarna gelap namun Elisha dengan cepat menghindari serangan yang mengarah ke arah nya
"Naiad , sudah kubilang akulah yang akan melawan Elisha."
"Tapi aku ingin membantu anda."
"Tidak usah." Nereid menolak mentah mentah tawaran Naiad
Elisha lalu menanyakan serangan apa yang tadi dikeluarkan Naiad , Naiad lalu menjelaskan kalau serangan itu merupakan salah satu tehnik yang dimilikinya yaitu , serangan ini berasal dari seluruh tentakel nya dan lingkaran ini memiliki racun yang cukup mematikan karena dapat membunuh 20 orang dewasa
"Mari kita lanjutkan pertarungan nya."
Nereid lalu memutar sabitnya dengan sangat cepat dan mengarahkannya ke arah Elisha , serangan sabit itu sangat cepat hingga Elisha tidak dapat menghindarinya dan terpaksa menahan menggunakan pedangnya
"Jangan kira sabit ini dapat mengalahkan diriku."
Elisha lalu mengarahkan sabit Nereid ke atas yang membuat Nereid hanya dapat menggunakan satu sabit , Nereid berkata walaupun satu sabit tapi dia masih dapat mengalahkan Elisha
Nereid dengan cepat langsung menghantamkan sabitnya yang telah dipakai sihir cahaya ke pedang Elisha namun Elisha dengan sangat mudah menahan serangan Nereid dan langsung mendorong nya namun serangan yang dilancarkan Nereid tidak hanya itu
Sabit yang Elisha arahkan ke atas seketika muncul kembali dan menghantam Elisha , Elisha sempat menghindar dan langsung menembakan peluru peledak ke arah Nereid yang membuat ledakan besar di danau
Saat asap dari ledakan menghilang Nereid langsung menyadari kalau Elisha telah kabur , Elisha kabur dikarenakan dia merasa kalau dia tidak akan bisa menang melawan Nereid dan Nereid meminta kepada Naiad agar melaporkan kejadian ini kepada Nyonya Thetis
Disisi lain Elisha telah sampai ke markas Malice , Aposte menanyakan apakah Elisha telah mengalahkan Efrina namun Elisha menjelaskan kalau saat itu dia bekerja sama dengan Efrina untuk mengalahkan 2 musuh namun Efrina mengkhianati dirinya dan langsung melarikan diri sendiri
"Elisha , sudah kubilang jangan percaya perkataan musuh karena perkataan musuh sama saja dengan kebohongan." Malice mengeur Elisha
"Maafkan diriku."
Karena salah satu rencana mereka telah gagal mereka langsung membuat rencana baru untuk membalaskan dendam teman teman nya , disisi lain Ariel sedang bertarung dengan Bifrost dan 3 lainnya menghadang Amy agar tidak mengganggu pertempuran Ariel
Amy menembakan bola api ke arah Pan namun dengan kecepatannya Pan menghindari bola api sambil menggendong pengikutnya , Pan lalu meminta kepadaku agar menjaga pengikutnya
Gifiya lalu menyerang Amy menggunakan sihir es namun aura Amy dapat melelehkan es yang mengarah kepadanya , Amy berkata kalau dia sudah lebih kuat dari sebelumnya
"Walaupun seperti itu kau tetap tidak dapat mengalahkan diriku dan Pan." ujar Gifiya dengan sombong
"Kesombongan dirimu membuat ku muak."
Pan dengan cepat menendang wajah Amy namun Amy dapat dengan mudah menahan tendangan Pan dan membalasnya menggunakan tinju yang dilapisi sihir api namun Pan dengan sangat mudah menghindarinya
"Kau itu memang seperti kambing , suka sekali menghidari serangan ku."
Pan lalu menyerang Amy menggunakan sihir angin namun Amy langsung membalas menggunakan sihir api , tanpa disadari Amy sudah berada dibelakang diriku dengan tatapan yang mengerikan dan yang dilawan Pan ialah clon dari Amy
"Mau apa kau." tanya diriku
Nafas Amy sudah cukup membuat jiwa dan tubuhku ketakutan , Gifiya tidak dapat berbuat apa apa karena Amy telah mengeluarkan yaitu lingkaran api kepunahan yang akan membakar siapapun yang melewati nya
"Kematian mu akan semakin dekat."
Saat Amy bersiap siap menyerang Helia sebuah serangan tebasan cahaya mengarah ke arah Amy sehingga Amy langsung menghindar dan gagal membunuh Helia , serangan itu berasal dari Alan yang datang menggunakan serangan teleportasi
"Nona , sudah aku bilang kalau jangan pergi ketempat yang sangat berbahaya." kata Alan didepan ku
Amy langsung kaget karena ada yang berhasil melewati sihir lingkaran api kepunahan miliknya , Alan lalu menjelaskan kalau salah satu kemampuan dari pedang Eclipse mode Moon yaitu dapat membuat penghalang yang dapat menahan segala serangan bahkan serangan dewa sekalipun
Amy pun tertawa karena mustahil ada pedang yang seperti itu namun Pan langsung berkata jika 3 tahun sebelumnya dewa senja Eclipse telah menghilang dan tidak Diketahui keberadaan nya oleh dewa lainnya dan bukan hanya dewa Eclipse namun Dewa langit Quetzalcoatl juga menghilang
"Apakah kau yang mengubah mereka menjadi senjata." tanya Pan sambil menunjuk ke arah Alan
Alan lalu menjelaskan kalau pedang ini miliki tuannya yaitu Helia dan yang membuat Quetzalcoatl menghilang juga disebabkan tuannya , aku lalu menatap Alan agar dia berhenti berkata dan langsung mengalihkan pembicaraan
"Sudah , lebih baik kita kalahkan dulu Amy." kata Alan
Sebelum Alan mengalihkan pembicaraan aku sempat mendengar jika Pan berkata kalau ramalan itu benar , aku cukup bingung namun aku pendam perasaan itu agar tidak menghalangi diriku bertarung
Disisi lain Ariel sedang bertarung melawan Bifrons , Bifrons tidak diuntungkan karena serangannya dengan sangat mudah dihindari Ariel , Bifrons lalu menyerang Ariel menggunakan sihir terkuatnya yang dapat mengeluarkan asap beracun yang bahkan dapat melelehkan besi namun serangan itu dengan sangat mudah lenyap dikarenakan kepakan sayap Ariel
"Sungguh , kau selemah ini."
Bifrons hanya bisa melarikan diri namun Ariel langsung menebas kakinya agar tidak bisa kabur , Ariel ingin langsung membunuhnya namun Bifrons tertawa karena dia lah akan membunuh Ariel
"Maksud perkataan mu apa."
Bifrons lalu berkata kalau di dalam tubuh Helia terdapat kutukan yang berasal dari skill Vireas yang akan mengubah energi Helia menjadi energi Bifrons , saat Bifrons mengaktifkan kutukan ini tubuh Bifrons mengeluarkan kekuatan yang besar yang bahkan kekuatan ini melebihi kekuata dewa
"Ada apa ini." Bifrons mengatakan dikarenakan tidak percaya kekuatan yang dia dapatkan
Saking besarnya kekuatan Helia membuat tubuh Bifrons tidak bisa menampung kekuatan Helia sehingga tubuhnya semakin membesar dan kalau dibiarkan seperti itu maka dia akan meledak dengan ledakan yanh setara dengan ledakan gunung berapi
"Aku harus cepat membunuhnya."
Ariel lalu meminta kepada Gifiya dan yang lain untuk segera keluar dari tempat ini , Pan dan Alan dengan cepat menyudahi pertarungan nya dengan Amy , Alan menggendong diriku dan kami keluar dari tempat ini sedangkan Ariel langsung menebas Bifrons untuk mempercepat ledakan
Bifrons pun meledak sehingga menghancurkan daerah sekitarnya , aku mengira Ariel tidak selamat namun dia muncul dengan sayapnya yang sudah kotor
"Ariel , kenapa kau bisa selamat."
"Aku melindungi diriku menggunakan sayap ku."
Kami mengira Amy telah mati bersama Bifrons namun dengan tubuh yang penuh luka , dia berkata dia tidak akan mati sebelum dapat membunuh mereka semua dengan tatapan yang menakutkan
~Bersambung