
Pertarungan Berjalan , Aku memerintah Laba laba agar tidak terlalu Menggunakan kekuatannya Karena dapat Menimbulkan Kerusakan
"Kenapa dia bisa masuk Ke Dunia ini , Bukankah Dunia Ini telah dilapisi Sihir." Ujar salah Satu murid
"Halah Banyak Bacot , Biar Aku saja yang Mengurusi Itu Monster." Ujar Doulud
Doulus lalu mengeluarkan Sihir Dan Sebuah Api Dengan Panas Diatas 1000 C⁰ membakar Monster laba laba , Api itu terus melahap Laba laba
"Apakah Cuman Segitu Kemampuan Monster." Ujar Doulud
Dari Kejauhan Aku Mengatakan
"Jika Dia Terus Sombong , Dia mungkin Akan Merasakan Kalah." Aku Mengatakan
Laba laba Itu Mengeluarkan Jaring Yang Memadamkan Semua api Yang dikerahkan Oleh Doulud , Seorang Wanita Berambut Merah Muncul
"Doulud , Biar Aku Membantumu." Ujar Wanita Itu
"Kakak." Doulud Berkata
Semua Murid Akademi Mulai Bersatu Untuk Melawan Monster laba laba , Kakak Doulud Mengeluarkan Sihir Sebuah Sihir Api Biru Yang digunakan Untuk Menghancurkan Musuh
Luka Yang dialami Monster Cukup Fatal Yang Bisa membuat Monster itu Tidak Akan bertahan Lama , Semua murid Akademi Lalu Melancarkan Seluruh Sihirnya Ke arah monster itu
"Aku ingin membuktikan Kebenaran Pepatah Bersatu Kita teguh Bercerai Kita runtuh." Aku berkata
Veter datang Dan Menemaniku , Dia Pelayan Yang Baik Karena sudah Membuatkan Teh untukku
"Ini tehnya Tuan." Veter Memberikan Teh kepadaku dengan Lembut
Saat Aku menoleh ke Petempuran Mereka Kalah Karena Monster itu Mengeluarkan Jaring Yang Sangat Lengket
Sampai Seorang Wanita Datang Menggunakan Sihir Teleportasi Yang tidak Biasa Dan Aku Melihat Dia Membawa Buku
"Veter Apakah Kau Mengenalnya." Aku Bertanya
"Dia Adalah Guru Disini , Dia Juga Dikenal Di seluruh alam Semesta sebagai Pemilik Kitab Oracle..."
Sebuah Keberuntungan Untuk Melihatnya Dan Keberuntungan Itu Jangan Terganggu Oleh Apapun
"Veter Aku Punya tugasmu , Tolong Bersihkan Shin." Aku Mengatakan
"Sesuai Perintahmu , Nyonya." Veter menjawab
Veter Lalu Pergi Dan Aku Lanjut Menonton Pertarungan
"Sensei , Kenapa Kau Datang Kesini." Doulud
"Diamlah." Perempuan Itu Menjawab
Kitab Oracle Terbuka , Cahaya Menyinari Dan Perempuan Itu Membaca Lembar Ke 19 Yang Ada Dikitab Oracle
"Wahai Tuhan , Sucikan Dia Dengan Mantra Illahi Dan Terimalah Doaku Karena Tuhan Telah Berfirman Agar Memusnakan Iblis." Ujar Perempuan itu
Setelah Membaca Kitab Perempuan Itu Menembakan Sihir Ke arah Monster , Sebuah Sihir Illahi yang dapat melenyapkan Seluruh mahluk
Sihir Tercipta Karena Sudah Membaca Dan Memanjatkan Doa Ke tuhan , Sihir itu Memusnahkan Monster ataupun Iblis
Dan Yaa Laba laba Mati Dan Perempuan itu berkata
"Murid-Murid Silahkan Kembali Ke asrama Kalian." Ujar Perempuan itu Dengan Halus
"Baik sensei."
"Cuman Segitu Kah Pertunjukannya Kalau Gitu Aku pulang." Aku Berkata
Yang Penting Aku telah Melihat Berapa kuatnya kitab Oracle Dan Semakin Bersemangat Untuk Mencari 13 Kitab
Akupun pulang ke asrama dan saat aku sampai aku melihat hal yang tidak terduga , pohon tumbuh di dinding kamar dan shin terikat oleh akar akar pohon yang membuat diriku menatap ke arah Veter
"Veter , apakah kau yang melakukan ini."
"Iya nona."
"Aku ingin menanyakan apa alasan mu melakukan ini."
"Aku merasa nona lebih suka pohon jadi aku memunculkan nya."
"Veter Kau Boleh istirahat." Aku berkata
"Baik Nona." Veter Menjawab
Veter pergi menggunakan sihir teleportasi dan akhirnya tinggal aku dan Shin , aku lalu menawarkan kepada Shin untuk melepas ikatan yang telah dibuat Veter
"Shin apakah kau mau aku lepaskan."
"Baiklah."
Akupun melepaskan akar yang mengikat Shin , karena aku kelelahan akupun tertidur sehabis melepaskan ikatan Shin Malam Berlalu Aku terbangun Disebelah Shin , Aku yang Kaget Lalu Menendangnya Dari Kasur
"Kenapa Kau Ada disini." Aku Bertanya
"aaaaa Maaf , Aku Hanya Ingin Menemanimu." Ujar Shin
"Cepatlah Mandi , Aku Sudah Mendaftarkan mu jadi Murid disini." Aku Mengatakan
"Baik."
Aku Menghela Nafas Dan Veter Datang Untuk mempersiapkan Sarapan , Selagi Shin Mandi Aku Meminum Teh Buatan Veter
"Teh Ini Sungguh Enak , Kau Sungguh Pelayan Yang Baik." Aku Memujinya
"Terima Kasih Atas Pujiannya Tuan." Veter Menjawab
"Apakah Aku Boleh Menanyakan Sesuatu." Aku mengatakan
"Silahkan." Veter Menjawab
Aku Sudah Lama Merasakan Ke Ganjilan Saat Bertemu Veter , Dia Seperti Menyembunyikan Kekuatan Besarnya Dan Akhirnya Aku Bisa menanyakan
"Aku Ingin Tau Siapa Kau Sebenarnya." Aku Bertanya
"Sepertinya Tuan Harus benar Benar Tau Yaa , Sebarnya Aku Bukan Lah Roh Tapi Mahluk Empusa." Veter Menjawab
Veter Mengeluarkan Wujud Aslinya Yang Berupa Perempuan Berambut Merah , Veter Lalu Berlutut
"Aku Adalah Empusa , Salah Satu Dari 3 Anak Buah Dari Seorang Dewi." Veter Menjelaskan
"Aku Ingin Tau Kenapa Kau Yang ditugaskan Menjadi Pelayanku." Aku Bertanya
"Itu Adalah Perintah Tuan Ku , Dia Meminta Diriku Untuk Melindungin Helia." Veter Menjawab
Aku Tidak Membutuhkan Siapa Nama Dewi Empusa Tapi Sepertinya Dewinya sangat Kuat
Shin Telah Keluar Dari Kamar Mandi Dan Sekarang Dia Memakai Baju Sekolah
"Bagaimana , Aku Ganteng Gak." Ujar Shin
"Gak Biasa Saja." Aku Menjawab Dengat Lembut
"Ehhh."
Akupun Lamgsung Bergegas Mandi Karena Jarum jam Menunjuk Angka 7 Dan Kelas Dimulai Jam 8 Selesai Mandi Dan Berpakaian Aku Melihat Sebuah Gerbang Yang Mengeluarkan Sesosok Wanita
"Kau Murid Baru disekolahan Ini Ya." Ujar perempuan Dengan Nada santai
"Ahhh Iya." Aku Menjawab
"Perkenalkan Nama Diriku Adalah Kirke Guru Yang Mengajari Tentang Sihir."
"Senang Bertemu Dengan Mu Kirke."
Kirke Meminta Diriku dan Shin Untuk Memasuki Gerbang ini Dan Kirke Lalu Menteleportasi Di Luar Sekolah Yang Dikelilingi Sihir Penghalang
"Kirke , Aku Ingin Menanyakan Ini Sihir Apa." Aku Menanyakan
"Ohhh , Ini Sihir Yang Melindungi Sekolah Yang Bernama ." Kirke Menjawab
Bel Berbunyi Menandakan Kelas Dimulai , Kali Ini Bukan Kirke Yang Mengantarku Tapi Seorang Wanita Yang Cantik Bernama Marie Dia Adalah Guru Yang Mengajar Sekolah Ini
"Mari Ku Antar Kalian Ke Kelas." Marie Berkata
"Disini Guru Banyak Yang Cantik , Shin Jaga Pandangan." Aku Berkata Sambil Menutup Mata shin
"Ya Baiklah." Shin berkata
"Kalian Seperti Pasangan Ya." Marie Berkata
Aku Membantah Dengan Mengatakan Aku Tidak Menganggap Shin Pasangan Namun Sepertinya Shin Mencintaiku Dari Wajahnya Yang Memerah
"Wajahnya Memerah , Positif thingking Saja mungkin Dia Juga Kesal Dibilang Begitu." Aku Mengatakan Dalam Hati
Akhirnya Kami diteleportasikan Ke Kelas , Seisi Kelas Melihat Kami Berdua Seperti Kami Melakukan Sesuatu
"Apakah Mereka Pasangan." Itu Yang Aku dengar
Kami Berdua Langsung Memperkenalkan diri Dan Memulai Kehidupan Di Akademi Lemaini , Suasana Sunyi Kembali Meriah Karena Kehadiran Murid Baru