
Setelah menguji dan mengasah kekuatannya di dalam gua rahasia, Ardi merasa semakin percaya diri dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Dengan langkah mantap, dia memutuskan untuk kembali ke Guild Petualang untuk melaporkan perkembangan dan mencari tahu tentang misi-misi baru yang mungkin ada.
Ketika Ardi memasuki Guild Petualang, suasana riuh rendah dan semarak segera menyambutnya. Para petualang sibuk berbicara, berdiskusi, dan berlatih di berbagai sudut guild. Ardi merasa hangat melihat kebersamaan dan semangat di antara sesama petualang.
Esa, resepsionis cantik di guild, melihat Ardi dan tersenyum ramah. "Selamat datang kembali, Ardi! Bagaimana perkembanganmu?"
Ardi dengan senang hati memberikan laporan tentang perjalanannya dan peningkatan kekuatannya. Esa mendengarkan dengan antusias, mengakui tekad dan usaha Ardi.
"Kau benar-benar telah tumbuh sebagai petualang yang tangguh. Aku senang melihat semangatmu yang tak tergoyahkan," kata Esa dengan penuh semangat.
Sementara itu, beberapa petualang lain yang mendengar laporan Ardi juga mendekat dan mengajukan pertanyaan tentang pengalamannya. Ardi bercerita dengan antusias, berbagi kisahnya tentang pertarungan dengan penjaga malam dan pengujian di dalam gua rahasia.
Ketika ceritanya selesai, ada sorakan dan tepuk tangan dari para petualang yang mendengarkan. Mereka memberikan penghormatan atas prestasi Ardi dan memberi semangat untuk perjalanannya yang belum selesai.
Ardi merasa hangat dan bersyukur atas dukungan dan persahabatan dari rekan-rekannya. Dia merasa bahwa dia telah menemukan keluarga baru di dunia isekai ini, di antara para petualang yang berbagi tujuan dan semangat yang sama.
Setelah beberapa saat berbincang dan berbagi cerita, Ardi bertemu dengan Suriansyah, salah satu teman sekelasnya dan anggota party pahlawan. Suriansyah tersenyum dan memberikan jabatan tangan pada Ardi.
"Aku mendengar tentang prestasimu, Ardi. Aku harus mengakui bahwa aku salah tentangmu. Kau adalah seorang petualang yang hebat," kata Suriansyah dengan tulus.
Suriansyah mengangguk mengerti. "Kita semua memiliki peran kita masing-masing dalam misi ini. Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan itu."
Mereka berdua mengobrol lebih lanjut tentang rencana dan misi di masa depan. Ardi merasa senang bahwa dia telah mendapatkan pengakuan dan dukungan dari teman sekelasnya.
Sementara itu, Esa memanggil Ardi dan memberinya sebuah pesan dari Kerajaan Bugis. Pesan tersebut meminta bantuan dari para petualang untuk mengatasi ancaman monster yang semakin mengganggu wilayah kerajaan. Para petualang akan diberikan tugas untuk membasmi monster-monster tersebut dan melindungi kerajaan.
Ardi merasa antusias mendengar berita tersebut. Ini adalah kesempatan bagi dia dan rekan-rekannya untuk membuktikan nilai dan kemampuan mereka dalam melindungi dunia isekai. Dengan tekad yang bulat, Ardi siap menghadapi misi baru yang menantang ini.
Tapi, ketika Ardi hendak pergi untuk mempersiapkan diri, tiba-tiba suasana menjadi tegang. Seorang petualang datang dengan wajah pucat dan cemas.
"Ada masalah, Esa. Beberapa petualang yang sedang menjalankan misi terjebak dalam bahaya di dalam hutan terlarang," ujar petualang itu dengan napas terengah-engah.
Esa langsung merespon dengan serius. "Kita harus segera membantu mereka! Siapkan dirimu, Ardi, dan teman-teman lainnya. Tugas baru telah datang."
Ardi merasa adrenalin berdenyut dalam dirinya. Tantangan baru sudah menanti, dan dia bersiap untuk menghadapinya bersama rekan-rekannya. Dengan hati yang penuh semangat, Ardi bersiap untuk berangkat menuju hutan terlarang, di mana bahaya dan petualangan baru menanti mereka.
Dan begitulah, Ardi kembali ke Guild Petualang dengan semangat yang menyala-nyala, siap untuk menjalani petualangan baru dan mengukir namanya sebagai pahlawan sejati di dunia isekai yang penuh dengan misteri dan bahaya.