Pengembaraan Kekuatan Tulang

Pengembaraan Kekuatan Tulang
Bab 7: Penemuan Harta Karun Tulang Naga


Meskipun Ardi telah diusir dari party pahlawan, tekadnya untuk melindungi dunia isekai tidak pernah pudar. Ketika misi berbahaya di dalam makam Raja Naga muncul, Ardi merasa dorongan kuat untuk ikut berpartisipasi, meskipun itu berarti ia akan menjalani misi itu sendirian.


Dengan perasaan campur aduk, Ardi meninggalkan Guild Petualang untuk menyusuri jalan menuju makam Raja Naga. Hatinya dipenuhi dengan rasa gelisah dan tekad yang tak tergoyahkan. Dia tahu bahwa misi ini sangat berbahaya, tetapi dia merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan nilai dan kemampuannya sebagai petualang yang sejati.


Dalam perjalanan menuju makam Raja Naga, Ardi merasa kacau. Tekadnya yang kuat sedikit demi sedikit terguncang oleh rasa ketidakpastian dan kekhawatiran tentang kesendirian yang akan dihadapinya. Namun, dia tetap berjalan maju, memikirkan misi ini sebagai kesempatan untuk membuktikan nilai dan kemampuannya sebagai petualang yang sejati.


Saat Ardi memasuki makam yang gelap dan angker, dia merasa dingin mengguncang tulang belulangnya. Cahaya gemerlap dari batu permata menyinari lorong-lorong gelap di depannya. Suara gemuruh dan desiran angin menyampaikan pesan tentang bahaya yang mengintai di setiap sudut.


"Dalam gelap ini, aku harus mengandalkan kemampuan manipulasi tulangku untuk bertahan hidup," pikir Ardi dengan mantap. Dia memfokuskan pikirannya dan mengaktifkan kekuatan yang dimilikinya.


"Ketika tiba di makam yang gelap, Ardi berhati-hati menghindari perangkap dan mengatasi rintangan yang ada. Namun, meskipun telah bersiap dengan baik, dia dihadapkan pada makhluk jahat yang lebih kuat daripada yang dihadapinya sebelumnya. Pertarungan ini berakhir dengan kekalahan untuk Ardi.


Terhempas oleh serangan musuh, Ardi tak sengaja jatuh ke dalam tumpukan tulang yang tersembunyi di salah satu sudut ruangan. Tiba-tiba tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa. Dia merasa kekuatan dalam dirinya tumbuh tanpa terkendali, dan energi magis memancar dari tubuhnya. Saat itulah dia menyadari bahwa dia sedang menyerap tumpukan tulang monster di sekitarnya.


Tubuhnya seakan-akan menjadi lubang tanpa dasar yang terus menerus menghisap tulang di sekitarnya itu.


Ardi terus mencoba menahan rasa sakit yang ia miliki.


Saat proses penggabungan selesai tanpa diduga, level Ardi benar-benar meningkat menjadi level 100.


"Bukannya ini kekuatan raja iblis yang pernah dikatakan Hapsah? Sepertinya kekuatanku benar-benar berasal dari ras iblis, tapi mau bagaimana pun aku tetaplah manusia."


Kekuatan baru ini membuat tubuh Ardi terasa kuat dan penuh semangat. Dia merasa terhubung dengan tulang-tulang itu yang mengelilinginya, seolah menjadi bagian dari dirinya sendiri. Dalam momen itu, dia menyadari bahwa kekuatan manipulasi tulangnya telah menjadi lebih kuat dan lebih maju.


Akhirnya, Ardi mencapai ruangan utama makam. Di sana, dia menemukan tulang naga yang besar dan berkilauan, mengandung kekuatan magis yang tak tertandingi. Dengan keyakinan dan semangat yang baru ditemukannya, dia mengambil tulang naga itu dengan penuh hormat.


"Diam di sini, manusia lemah! Kekuatan tulang naga ini adalah milik Raja Naga, dan tak seorang pun berhak mengambilnya!" teriak penjaga malam dengan suara yang menggema di ruangan.


Ardi menatap penjaga malam dengan tegas. Dia tahu bahwa pertarungan ini tidak akan mudah, tetapi dia memiliki kepercayaan diri yang baru ditemukannya dari kekuatan baru yang dimilikinya. Dengan mantap, dia berdiri tegak dan siap menghadapi penjaga malam tersebut.


Pertarungan yang dahsyat pun dimulai. Ardi menggunakan kemampuan manipulasi tulangnya dengan kecerdikan. Dia menggerakkan tulang-tulang yang ada di sekitarnya untuk menyerang penjaga malam dari berbagai arah. Serangan-serangan ini menimbulkan luka-luka kecil, namun penjaga malam tersebut tetap teguh berdiri.


Penjaga malam mengambil inisiatif dan melancarkan serangan balasan dengan kekuatan magisnya. Serangan-serangan gelap yang mengancam kehidupan diledakkannya. Ardi harus melompat, berguling, dan bergerak dengan lincah untuk menghindari serangan tersebut.


Saat perang semakin sengit, Ardi menyadari bahwa dia harus menggunakan kekuatan tulang miliknya dengan bijaksana. Dia meresapi kekuatan itu dan mengarahkannya ke arah penjaga malam. Energi magis memancar dari tubuh Ardi dan menghantam penjaga malam dengan hebat.


Kemudian Ardi menggunakan kekuatan baru yang dimilikinya, tubuhnya tiba-tiba diselimuti oleh tulang yang keluar dari tubuhnya membentuk sebuah wujud manusia raksasa.


Seketika itu juga, penjaga malam terhempas ke belakang dan terluka parah. Dia terkejut dengan kekuatan baru yang dimiliki oleh Ardi. Kini, kepercayaan diri dan kemampuan Ardi telah tumbuh dengan pesat.


Tetapi penjaga malam itu tidak mudah untuk dikalahkan. Dia bangkit kembali dan melancarkan serangan yang lebih kuat lagi. Pertempuran berlanjut dengan hebat, dengan Ardi terus berusaha mengalahkan penjaga malam itu.


Akhirnya, dengan kemauan dan kekuatan yang bulat, Ardi berhasil mengatasi penjaga malam tersebut. Dia menyerang dengan pedang tulang raksasa, kemudian mengikat penjaga malam itu dengan tulang-tulang yang tak terhitung jumlahnya. Penjaga malam tersebut akhirnya menyerah dan tidak mampu melawan lagi.


Dengan perjuangan yang gigih, Ardi berhasil memenangkan pertarungan dan mendapatkan hak atas harta karun tulang naga yang berharga. Penjaga malam itu mengakui keberanian dan keteguhan hati Ardi, dan menyerahkan harta karun itu dengan hormat.