
Setelah selesai memasak dan pelayan selesai menata makanan. Farah dan Reina pun duduk di pinggir kolam berdua. Kedua wanita itu sibuk bercengkrama. Sedangkan Mami Desi pergi membersihkan diri.
" Eh Far, sebelum lu datang tadi pagi gue nanya sama mami lo, lo mau bulan madu ya ?? " Tanya Reina. Farah pun seketika membeku dan menatap Reina yang kini juga sedang menatapnya.
" I-iya, tapi itu mmmh belum tau sih jadi atau nggaknya " Ujar Farah dan menundukkan kepalanya.
" Kenapa ?? Vino gk mau bulan madu sama lo terus dia ngomong kasar gitu ?? ih emang itu siluman cumi suka banget ya nyakitin perasaan lo. Gue jadi pengen deh lu cepat cepat cerai sama dia, kesel gue " Ucap Reina jengkel. Farah pun menghembuskan nafasnya kasar. menatap Reina jengkel.
" Lu mah sok tau Rei, bukan gitu. Vino malah maksa tapi gue nya yang gk mau " Ucap Farah. Reina pun langsung membulatkan matanya dan menghadapkan badannya ke arah Farah.
" Haa serius?! jadi kali ini lu nolak dia ?? bagus Far, ini baru sahabat gue " Ucap Reina senang. Reina tau dari dulu Farah yang selalu inisiatif terhadap Vino tapi sekarang malah Vino yang berinisiatif tetapi Farah menolaknya. Ia ingin Vino merasakan rasanya di tolak.
" Apaan sih Rei, lebay banget. Gue ada tugas yang harus gue kerjakan dan gk bisa di tinggal. Kayaknya bulan madu tetap jadi tapi ya ke tunda. Soalnya mertua gue udah ngotot banget biar gue sama Vino bulan madu " Ucap Farah menjelaskan. Reina pun mengangguk saja, toh mereka bulan madu bukan juga seperti pasangan biasa yang akan memadu kasih. Bulan madu antara Farah dan Vino pasti hanya formalitas saja, itulah yang di pikirkan Reina.
" Bulan madu kalian hanya untuk formalitas untuk nyenengin mamanya Vino. Ya bagus deh, jangan sampe lu berikan mahkota yang udah lu jaga bertahun tahun kepada Vino. " Ucap Reina. Farah hanya diam saja. Jika Vino menceraikannya ia akan menjadi janda rasa perawan ?? memang sudah takdir sepertinya.
" Farah... "
Panggilan suara seorang lelaki yang familiar langsung membuat Farah menoleh ke belakang, ternyata itu Vino. " Ya, ada apa ?? " tanya Farah.
Reina yang saat itu bersama Farah menatap tajam ke arah Vino, Vino tak mau memperdulikannya walau ia tau.
" Mami nyuruh kamu ke depan tuh. Ferli dan Alex sudah pulang, ada orang tua Alex juga di sana " Ucap Vino. Farah pun langsung berdiri dan berlari meninggalkan Reina dan Vino. Vino pun mengikuti Farah begitu juga Reina.
**********
Ruang tamu sekarang tampak ricuh karena orang yang sedari tadi mereka tunggu telah tiba. Semua keluarga dan ada Fero juga, sahabat Vino disana, mereka duduk di ruang tamu dan bercerita dengan ria.
" Farah kemana sih mi?? " Tanya Ferli yang sedari tadi tak melihat adiknya itu.
" Tadi mami udah nyuruh Vino untuk panggil Farah " Jawan Desi.
" Aduh Fer, mama udah gak sabar banget nunggu Alex junior. Mama udah pengen banget nimang cucu " ucap Jessi mamanya Alex dengan sangat antusias, Ferli pun tersenyum menanggapinya.
" Iya, aku juga gk sabar Jess " Sahut Desi.
" Kak Ferli.... "
Ya itu Farah, Ferli yang mendengar panggilan adiknya itu langsung menoleh dan mendekati adiknya itu.
" Ya ampun Far, kamu makin cantik aja "
" Jangan bercanda kak " ucap Farah. Mereka pun tertawa bersama dan saling memeluk. Para orang yang ada disana hanya tersenyum melihat kedua kakak beradik itu, termasuk Vino yang sudah ada disana.
Ferli pernah hadir dalam kehidupan Vino dan dulu ia sangat mencintai Ferli. Saat bertemu kembali ketika Vino akan di jodohkan dengan Farah, Vino akui hatinya masih bergetar untuk Ferli. Tetapi sekarang ?? getaran itu hilang dan seakan lenyap tergantikan sesuatu yang Vino belum sadar itu apa. Namun saat ini matanya hanya tertuju pada satu orang, Farah.
" Geser dong Far, gue kan juga mau peluk kak Ferli " ucap Reina sebal. Farah pun hanya mendengus kesal saja ia pun membiarkan Reina memeluk Ferli.
" Kau memang tak pernah berubah ya Rei " ucap Ferli seraya melepaskan pelukannya begitu juga Reina.
" Iya kak, kalau tidak bawel bukan Reina namanya " Sahut Farah.
" Pintar " Ucap Reina terkikik geli.
" Kak Alex " Farah Mendekati kakak iparnya yang sedari tadi memandang mereka dengan tersenyum, ia pun juga memeluk Alex sebentar. Farah sudah menganggap Alex seperti kakaknya Sendiri.
" Pasti segera dong Far, Kamu kapan mau kasih mami cucu juga " ucap Desi yang membuat Farah seketika membeku. Semua kini menatap Farah lalu beralih menatap Vino.
" Kami sedang berusaha mi " Ucap Vino membantu untuk menjawab. Farah pun menatap Vino dengan pandangan yang sulit di artikan, Reina hanya memutar bola matanya malas.
" Bagaimana mau punya anak kalau gk pernah melakukan, sedang berusaha bagaimana ?? " ucap Reina sebal dalam hatinya.
Vino yang dari tadi berdiri akhirnya duduk di sebelah sahabatnya, Fero. Alex juga duduk bersama mereka.
" Semoga ya Des, Farah sama Ferli hamilnya barengan " Ucap Jessi mamanya Alex kepada Desi. John dan Gani selaku suami hanya menggeleng gelengkan kepala.
" Ayo kita makan siang " Ucap Desi dan di angguki oleh semua orang. Kini mereka sama berjalan menuju ruang makan.
" Farah, kamu sama Vino memang merencanakan anak ?? kapan ?? " bisik Ferli bertanya pada adiknya karena ia penasaran.
" Issh itu cuma biar tante Desi gk curiga dong kalau hubungan Farah dengan Vino gk baik baik aja. Melakukannya aja gk pernah gimana mau punya anak ?? " Ucap Reina yang mendapat geplakan dari Farah. memang sahabatnya ini tak bisa bicara pelan sedikit, untung mereka berjalan paling belakang dan semoga tak ada yang mendengarnya.
" Kau bisa tidak bicara pelan sedikit. Kalau ada yang mendengar bagaimana. Lagian aku dan Vino dalam hubungan baik " Ucap Farah pelan, Reina hanya menggerutu.
"Baik bagaimana ?? " Tanya Ferli penasaran.
" Maksudnya, seperti sahabat. ya sahabat " jawab Farah terburu buru.
" Semoga bulan madu kalian menyenangkan nanti ya " Ucap Reina dan langsung melesat pergi. Memang teman yang menyebalkan.
" Kau ingin bulan madu juga Far ?? "
" Ya mau bagaimana lagi kak kalau mertuaku dan mami memaksa "
Ferli pun hanya menangguk angguk saja karena ia mengerti keadaan adiknya saat ini.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komennya ya sebagai dukungan dan semangat untuk author❤️