
ke esokan harinya farah tidak melakukan kegiatan apapun.hal itu membuat farah sangat bosan.farah pun mengambil ponselnya dan ingin menghubungi seseorang.
~halo, ada apa farah ??~ ucap orang yang sedang menjadi lawan bicara farah.
~reina ayo kita pergi jalan jalan.aku sangatlah suntuk di rumah~
~hahaha aku tau.ya sudah ayolah ~
~ apa kau ingin merekomendasikan suatu tempat untuk kita kunjungi ??~
~hmmm?? apa ya ?? ayo kita pergi ke cafe yang dekat dengan sma kita.aku dengar dengar cafe itu masih buka ~
~ kedengarannya seru, ya sudah kau tunggulah di rumah.aku akan menjemputmu~
~baiklah ~ farah pun menyudahi obrolannya dengan reina dan bergegas mengambil tas jinjing miliknya dan turun ke bawah.
" mau ke mana farah siang siang begini ?? " tanya desi yang melihat anaknya ingin keluar rumah
" farah mau pergi dengan reina mi, dan bakal pulang sore " jawab farah, desi pun berdiri.
" pergilah nak, dan hati hati di jalan " ucap desi.farah pun tersenyum lalu menyalami tangan mami kesayangannya itu.saat ia sudah di ambang pintu ia teringat akan satu hal, farah pun berbalik.
" mi...kak ferli mana ?? kok gk keliatan.udah pulang ya ?? " tanya farah.
" iya sayang, baru saja pulang.saat dia ingin menemuimu kau di kamar mandi jadi dia hanya menitipkan salam saja " jawab desi.farah pun mengangguk nganggukan kepalanya.
" ya sudah farah pergi dulu " farah pun dengan cepat pergi dari rumah.desi hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah anak kesayangannya.
saat farah di depan gerbang, ia di kejutkan dengan sebuah mobil sport yang tak asing baginya.mobil sport itu berhenti di depan gerbang rumahnya.tak berapa lama kemudian, turunlah seorang laki laki tampan yang familiar bagi farah, siapa lagi kalau bukan vino.
" untuk apa dia kemari ? " tanya farah dalam hati.
" mengapa kau menatapku seperti itu ?? " tanya farah.vino pun menatap mata farah dengan tatapan tajam.
" mau kemana kau ?? " tanya vino balik.farah pun menyerngit heran akan pertanyaan yang di lontarkan vino.
" sejak kapan kau ingin tau urusanku.minggirlah aku ingin pergi " farah pun beranjak pergi tapi tangannya di tahan oleh vino.
" lepaskan aku, mengapa kau tidak jelas seperti ini. " farah pun meronta agar vino melepaskannya tapi, hasilnya nihil.tenaganya tak sebanding dengan tenaga vino.vino menarik farah menuju mobilnya dan memasukan farah disana.farah pun heran di buatnya.vino pun bergegas meninggalkan kediaman halbert dan membawa farah bersamanya.
" vino !! kau ingin membawaku kemana " ucap farah geram.ia sangat kesal dengan vino yang membawanya tanpa memberi tahu apa yang ingin ia lakukan.
" nanti juga kau akan tau. jangan berisik atau aku akan menurunkanmu di jalan raya nantinya " ucap vino.farah pun membungkam seketika.vino hanya fokus pada jalanan.
15 menit kemudian mereka pun sampai di sebuah perusahaan yang besar.farah pun bertanya tanya dalam hati untuk apa vino membawanya kesini.vino pun membawa farah masuk ke perusahaan itu dan berjalan menuju ruangannya.ya perusahaan itu adalah perusahaan vino.seluruh pekerja kantor memerhatikan vino yang membawa seorang wanita tapi mereka tak mungkin berani untuk bertanya.saat sampai di ruangan vino yang begitu besar, vino mendudukan farah di sofa yang ada di ruangannya
" aku kesal padamu, sebenarnya kau mau apa ?? mengapa tidak bicara saja !! mengapa membawaku kesini ?? " ucap farah dengan setengah berteriak
*********
hayy readers 😘makasih ya atas support kalian dan apresiasinta.semoga kalian suka ya dengan cerita ini.maaf kalo ada typo ya guys😅 bagi kalian yang mau kasih masukan silahkan tulis di kolom komentar ya
.
.
.
.
kalau udah baca jangan lupa like nya biar author tambah semangat buat novel ini dan juga kalo bisa jangan lupa vote ya 🙏gk maksa kok😅