
farah dan rita baru saja pulang, dan farah melihat vino sedang bermain ponsel di ruang tamu.
" eh vino, barang barang mama udah kamu pindahkan?? " tanya rita
" udah dong ma " jawab vino tanpa melihat ke arah orang yang bertanya padanya, ia hanya fokus pada ponselnya.rita mamanya yang melihat itu pun merasa kesal dan langsung merampas ponsel vino.lalu rita menjewer kuping vino, farah yang melihat itu pun terkekeh.
" ih apaan sih ma---
" diam kamu, makanya kalo bicara liat orang yang mengajakmu bicara. mama tidak pernah mengajarkanmu seperti itu ya vino " ucap rita kesal. ia pun melepaskan jewerannya.farah baru kali ini melihat vino yang bersikap lucu, biasanya vino bersikap arogant pada siapapun.tapi lain halnya dengan mamanya, ia bahkan tak berani melawan.
" mmh, farah permisi ke dapur dulu ya ma. mau masak buat makan malam " ucap farah
" yaudah mama juga ikut bantuin ya " seru rita, farah pun menganggukan kepalanya. lalu kedua wanita itu pun pergi ke dapur, meninggalkan vino yang kesakitan akibat ulah mamanya.
" sial!! sakit sekali telingaku. seperti mau lepas saja " umpat vino dalam hati. ia pun memilih untuk duduk dan bermain kembali dengan ponselnya. sesekali ia memegangi kupingnya yang masih ia rasa sakit itu.
*************
setelah selesai masak, farah pun menyajikannya di meja makan lalu mereka pun makan bersama. rita tak henti hentinya memuji masakan khas inggris yang di buatkan oleh menantunya itu. farah sedikit malu, karena mama mertuanya menurutnya sedikit berlebihan memujinya. tapi ia senang akan hal itu. sedangkan vino?? ia mengakui masakan farah memang enak. tapi ia terlalu gengsi untuk mengakuinya pada farah. jadi ia hanya diam sambil menikmati makanan western yang ia sukai itu.
***********
setelah selesai makan malam.mereka pun sedikit bercengkrama dan selalu saja ada adu mulut antara mama dan anak itu. farah tidak terlalu pandai untuk berbasa basi, jadi ia lebih banyak diam dan berbicara seperlunya. begitulah sikap farah, bukannya sombong. tapi ia masih sedikit asing dengan ini semua. apalagi mamanya vino, mertuanya. ia seperti baru saja mengenal mama dari suaminya itu tapi seperti dalam hitungan detik ia sudah menjadi bagian dari keluarga atmadja.
" mama...vino, farah ke kamar dulu ya "
" ah iya sayang. kamu pasti capek, yaudah sana istirahat ya " ucap rita. farah pun tersenyum.
lalu farah segera meninggalkan meja makan menuju kamarnya. saat ia akan membuka pintunya, tiba tiba suara mama mertuanya itu menghentikannya.
" farah...kok kamu ke kamar itu sih?? bukannya kamar kalian di atas ya?? " ucap rita dengan sedikit berteriak. farah pun membulatkan matanya. ia baru teringat kalau vino sudah memindahkan barang barangnya agar mamanya tak tau kalau mereka tak sekamar.
" dasar gadis bodoh, sial sekali sih. gimana kalau mama tau?? bisa berabe nih semuanya" umpat vino dalam hati.
" aduh ****** aku. sekarang harus jawab apa?? " ucap farah dalam hati. farah pun melirik ke arah vino. yang benar saja vino sedang menatapnya dengan tatapan membunuh. farah pun semakin takut dan bingung harus apa.
" lah kok diam sih?? kalian menyembunyikan sesuatu ya dari mama ?? "
" mana mungkin ma. farah mau masuk cuma mau mastiin aja. kamar mama udah beres atau belum. soalnyakan itu kamar gk pernah di pakai. walau sering di bersihkan bi mina " jawab farah cepat.
" namanya sering di bersihin pasti udah beres dong sayang. gimana sih " ucap rita seraya terkekeh.
" ah iya ya ma. farah cuma mau tau, seprai mama udah di pasang belum "
" udah kamu ke kamar aja, pasti udah di pasang kok. kalau belum, biar mama aja yang beresin "
" ya ma, kalau gitu farah ke kamar dulu ya " farah pun segera menaiki anak tangga. ia merasa lega karena mamanya percaya. coba saja kalau tidak, mungkin vino akan membunuhnya.
" kamu gk ke kamar vin ?? mama juga mau masuk kamar nih " ucap rita
" nggak mah, vino masih ada urusan. mau keruang kerja dulu. mama duluan aja "
" kerjaaa mulu, padahal dulu papa kamu gk kayak gitu loh. ingat kamu itu udah punya
istri " seru rita
" ya mah, tapi aku harus mengechek beberapa dokumen dan memeriksa laporan perusahaan. hanya sebentar kok gk akan lama "
" yaudah, tapi jangan sampai tengah malam. awas aja kamu "
" ya mama, cerewat amat sih "
" apa kamu bilang ?! "
" halah kamu gk usah sok muji. kamu pikir tadi mama gk dengar. mau kena jewer lagi kamu haa?! "
" eh jangan dong ma. sakit loh ma, ntar kalo putus gimana ??"
" ya gantilah sama kuping monyet, gitu aja susah "
" sabar vin, gini gini ini mak lu " ucap vino dalam hati. ia menghembuskan nafasnya pelan untuk meredam emosinya.
" yaudah ma, vino mau ke ruang kerja dulu. ngeladeni mama ngomong gk akan ada ujungnya " vino pun segera beranjak pergi meninggalkan mamanya.
" eh beneran kurang ajar kamu ya!! awas saja kamu nanti vin !! "
vino tak memperdulikan omelan mamanya itu dan terus saja berjalan menuju ruang kerjanya.
************
saat ini farah sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang ia rasa begitu lengket. karena sedari saat pulang dari rumah sakit ia tak bisa membersihkan tubuhnya, karena harus berbelanja agar vino bisa memindahkan barang barangnya.
setelah 15 menit farah pun keluar dengan menggunakan piyama tidurnya. ia mengeringkan rambutnya dengan handuk, setelah itu ia membuka kopernya untuk mengambil sisir. farah pun menyisir rambutnya yang panjang dan lebat itu. setelah selesai ia duduk di pinggir ranjang. tapi tak sengaja ia melihat foto yang ada di nakas samping tempat tidur vino.
foto seorang wanita??
farah merasa tak asing dengan wanita itu. ia pun mengingat ngingat kembali.
" sepertinya aku tak pernah bertemu tapi mengapa wajahnya tak asing " ucap farah. lalu ia membulatkan matanya, ia baru mengingat satu hal. lalu farah pun tersenyum kecut.
" ternyata wanita ini alika. vino begitu mencintainya. bahkan ia meletakkan foto nona alika di sini " ucap farah sedih. dada farah sekarang menjadi sesak,matanya serasa perih dan jantungnya seakan berhenti berdetak. begitu menyakitkan.....
" berani sekali kau menyentuh barang barangku!! " farah pun tersentak kaget. ia segera meletakkan foto itu kembali ke tempatnya.
" maaf...." ucap farah lirih.
vino pun mendekat ke arah farah lalu ia mengambil bingkai foto yang tadi di pegang oleh farah. lalu ia letakkan di laci yang ada di dalam lemarinya. setelah itu ia menatap farah dengan tajam. farah yang di tatap seperti itu pun ketakutan dan meremas pakaiannya.
" awas saja kalau sampai kau menyentuh barang barangku lagi. ingatlah posisimu disini, jangan seenaknya saja " sarkas vino. ia pun segera masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras sehingga menimbulkan suara yang membuat farah sedikit terkejut.
kata kata vino seperti petir yang menyambar di malam hari, begitu menyakitkan. air mata farah lolos begitu saja. ia pun segera membaringkan tubuhnya dan membekap mulutnya agar tak menimbulkan suara yang akan terdengar oleh vino. vino tak boleh tau kalau ia sedang menangis. tapi kata kata vino itu semacam penghinaan, vino seakan merendahkannya dan menganggap farah bukan apa apa.
tak butuh waktu lama farah pun memejamkan matanya dan akhirnya tertidur, berharap hari esok akan tiba dan perasaannya membaik.
.
.
.
.
.
.
.
.
holla i'm back, maaf ya akunya gk up lama banget😠soalnya aku banyak kerjaan, karena pandemi ini jadi #dirumahaja jadi aku pun gk ngapa ngapain😂cuma rebahan aja, tapi kayak bangke kan kalo rebahan mulu. makanya waktu luang ini, aku bakal sesering mungkin untuk up ya😊
kalo suka, jangan lupa like, comment and vote ya. supaya author tambah semangat up nya🔥