Menjerat Hati Perjaka Tua

Menjerat Hati Perjaka Tua
415. Ikut bersamaku


Sebetulnya kepala bayi itu adalah kepalanya Vano. Hanya saja kemunculannya yang secara tiba-tiba membuat Ayahnya sendiri kaget.


"Ayok kita pergi, Dhik! Sepertinya memang rumah ini rumah kosong!" Steven langsung menarik tangan Dhika, tapi asistennya itu justru menahan kakinya.


"Bapak ini gimana? Pencarian kita 'kan sudah berhasil, masa mau pergi?"


"Ya itu si kembar, Pak. Tapi entah Dek Vano atau Dek Varo." Dhika menunjuk ke arah jendela. Alasan dia mengatakan hal itu sebab wajah Vano kini terlihat, tidak seperti tadi yang hanya p...