
Gerald mendekatkan wajahnya kearah Celine dan membisikkannya sesuatu, "Malam pertama"
Celine tertegun mendengar perkataannya, sebaliknya Marchel tampaknya marah akan perkataan Gerald.
"Setelah kau membuangnya selama 2 tahun sekarang kau baru ingin melakukan malam pertama?" tanya Marchel tidak percaya.
Gerald tertawa mendengar perkataan Marchel.
"Tuan! Anda tidak perlu sejauh ini bukan? Saat ini Ulangtahun saya," jelas Vania yang menghampiri Gerald dan merangkul tangannya.
"Sebelum Nyonya Celine bersama dengan Anda, dia adalah tunangan saya," ucap Marchel sambil menarik pinggang Celine menjauh dari Gerald.
"Sejak dia menikah dengan Anda, Saya tidak pernah bisa melirik wanita lain," tambah Marchel lagi.
'Siapa pria tampan ini? Mira tidak menceritakannya,' batin Celine bingung sambil menatap Marchel.
"Sekarang dia Istri Saya, jadi lepaskan tangan Anda darinya!" Kali ini keduanya telah terbakar emosi dan sepertinya tidak ada yang bisa memenangkannya.
Vania berusaha menenangkan Gerald, dan berkata, "Tuan seharusnya Anda tidak begini! Saya ingin Anda bisa mengontrol emosi Anda"
Sedangkan Celine berusaha menenangkan Marchel, "Tuan, seharusnya Anda bisa menenangkan diri Anda"
"Kenapa kau berbicara formal kepadaku? Celine, aku tidak bisa melupakanmu!" Jelas Marchel dan dibalas gebukan oleh Gerald.
Celine berteriak saking terkejutnya dan berusaha melerai dan tanpa sengaja...
Bukkk
Gerald melukai Celine.
"Celine!" Teriak Marchel.
"Elyne!" Teriak Gerald.
Semua mata memandang Gerald karena tidak percaya dengan nama yang keluar dari mulutnya. Elyne, mantan tunangan Gerald yang sudah tiada dan saudara kembar Celine.
"Aku tidak percaya!" Ucap Marchel menatap Gerald kemudian meraih Celine yang jatuh pingsan.
"Celine!? Hey! Kau mendengar ku?" tanya Marchel namun tidak ada sahutan dari Celine.
"Hans!!!" Seru Marchel memanggil Bodyguard pribadinya sambil menggendong Celine dengan kedua tangannya.
"Ya Tuan!" Jawab Hans
"Siapkan mobil aku akan membawanya ke rumah sakit!" Jelas Marchel. Tentu saja Gerald tidak setuju akan hal itu.
"Kau gila??" Teriak Gerald.
"Kau sedang sibuk kan? Aku akan mengurusnya," jelas Marchel lalu pergi membawa Celine dan meninggalkan Gerald.
'Pestaku hancur karena wanita itu! DIA HARUS MATI!!!' batin Vania.
***
Celine membuka matanya perlahan dan mendapati kamar yang sangat asing baginya.
'Kamar asing ke 2. Apa aku bertransmigrasi lagi?' Batin Celine seraya mendudukkan badannya.
"Awhhh!" Celine meringis sambil memegang kepalanya. Mira yang menyadari hal itu langsung menghampiri Celine.
"Nyonya tidak apa-apa? Saya akan memanggil Tuan Marchel," ucap Mira dan saat dia ingin pergi dia ditahan oleh Celine.
"Tunggu!" Ucap Celine.
"Kau jelaskan dulu siapa itu Marchel!" Ucap Celine meminta penjelasan.
Mira lupa memberi tahu tentang hal itu karena dia juga tidak menyangka Marchel akan datang ke acara itu.
Celine terdiam sejenak tak sanggup lagi mengeluarkan suaranya. Kebingungan mulai menguasainya pikirannya. Tiba-tiba sosok laki-laki bermain piano terlintas dipikirannya.
Kepalanya sakit!
"Aduh!!" Celine meringis sambil memegang kepalanya.
Mira yang mendengar hal itu semakin khawatir akan keadaan Celine. Mira berkata, "Nyonya baik-baik saja? Apa perlu saya panggilkan Tuan Marchel?"
Celine hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan menandakan dirinya tidak setuju.
'Ingatan apa ini? Apa ini ingatan wanita yang memiliki tubuh ini?' batin Celine bingung.
"Jadi mengapa Saya pada akhirnya menikah dengan Tuan Gerald?" tanya Celine lagi.
Mira terdiam. Banyak hal yang tidak sanggup untuk Mira jelaskan.
"Saat Nyonya pingsan Tuan Gerald menyebutkan nama Nyonya Elyne," jelas Mira. Celine bingung apa hubungannya jawaban itu dengan pertanyaan Celine barusan.
"Seharusnya Tuan Gerald menikah dengan Nyonya Elyne. Namun, Nyonya Elyne kecelakaan dan mengakibatkan Nyonya Elyne meninggal dunia," tambahnya lagi.
Celine mengangguk menandakan dirinya sedikit paham dengan jalan cerita yang Mira sampaikan.
"Nyonya Elyne adalah Saudara kembar Anda Nyonya. Nyonya Elyne Kakak kandung Anda! Karena Nyonya Elyne meninggal, Anda terpaksa menggantikan Nyonya Elyne. Pada dasarnya pernikahan keluarga Aihara dengan keluarga Vallencio bukanlah tentang bisnis namun tentang perasaan. Tuan Gerald hanya membuat alasan perusahaan untuk dapat menikahi Nyonya Elyne," jelas Mira panjang.
Celine tidak sanggup lagi berkata-kata. Dirinya ternyata hanyalah pengganti selama ini. Lebih baik dirinya menikah karena alasan perusahaan seperti Vania daripada menikah karena menjadi pengganti kakaknya.
"Apakah pernikahan Tuan Gerald dan Elyne tidak bisa dibatalkan?" Tanya Celine. Celine berfikir sangat simpel, kalau memang pengantin wanita meninggal kenapa harus digantikan.
"Seperti yang saya katakan Nyonya, Tuan Gerald sudah membuat banyak alasan tentang perusahaan. Banyak uang yang telah keluarga Vallencio keluarkan untuk menjalankan bisnis dengan perusahaan yang tidak berpengaruh besar seperti keluarga Aihara. Walaupun Nyonya Elyne meninggal, Tuan Gerald tetap harus menjalankan pernikahan karena alasan yang Tuan ucapkan itu hanyalah untuk perusahaan," jelas Mira.
Celine mengangguk paham. Kali ini dirinya paham situasinya. Gerald sudah terlanjur menggunakan alasan perusahaan untuk mengikat Elyne. Namun, saat Elyne meninggal itu seharusnya tidak ada sangkut pautnya terhadap pernikahan karena keluarga Aihara juga memiliki seorang putri yang tersisa untuk dinikahkan.
"Jadi Saya menyetujuinya saja? Kan saya juga sudah bertunangan?" Tanya Celine lagi. Jujur Celine juga merasa geram dengan dirinya yang sangat suka bertanya.
"Perusahaan Tuan Gerald jauh lebih berpengaruh untuk perusahaan Aihara dari pada perusahaan Tuan Marchel. Sepertinya Ayah Anda memaksa Anda, namun saya tidak tahu pastinya karena Anda juga tidak menceritakan hal tersebut kepada orang lain.
Celine lagi lagi mengangguk dan mulai melamun memikirkan sesuatu. Namun, lamunannya tiba tiba disadarkan oleh ketukan pintu.
Tok tok tok!
"Celine, aku masuk ya!" ucap Marchel lalu membuka pintu dan memperlihatkan dirinya sedang membawa napan yang berisi sarapan untuk Celine.
Mira yang melihat kedatangan Marchel menundukkan badannya menghadap Marchel. Celine juga begitu namun karena dia duduk di ranjang dia hanya menundukkan kepalanya.
"Jangan begitu, Celine! Kau menjadi canggung kepadaku setelah 2 tahun tidak bertemu?" Tanya Marchel sambil menyiapkan meja kecil diatas ranjang untuk meletakkan napan berisi sarapan untuk Celine.
"Tuan tidak perlu repot-repot!" ucap Celine canggung. Karena dia bukan pemilik asli tubuh ini dia tidak merasakan perasaan rindu walaupun tidak bertemu setelah 2 tahun dengan mantannya.
"Kau dari dulu selalu merepotkan ku! Jadi jangan merasa canggung!" Tegas Marchel lalu tertawa kecil melihat Celine yang mengangguk.
"Kau seperti orang lain saja! Tapi aku tetap suka," tambah Marchel lagi sambil mendudukkan dirinya di pinggir ranjang dan menatap Celine.
"SAYA SUDAH MENIKAH TUAN!" ucap Celine sedikit keras karena dirinya sangat malu ditatap seperti itu oleh Marchel.
"Belum sah! Karena kau belum malam pertama dengannya!" tegas Marchel dengan nada sedikit keras. Celine hanya bisa diam mendengar hal itu.
Mira menyadari situasinya langsung angkat bicara, "Bagaimana kalau Anda makan dulu Nyonya?"
Celine mengangguk lalu menegang sendok yang ada di depannya namun dihentikan oleh Marchel.
"Kau sedang sakit! Jadi biarkan aku melayani mu, Nyonya!" Ucap Marchel lalu mengambil sendok yang Celine pegang.
'Aku suka Pria Act of Service,' batin Celine sambil memandangi wajah Marchel.