
"Totalnya 30ribu ingin bayar cash atau debit?" ucap Celine dengan senyuman.
Yah, beginilah kehidupannya menjadi kasir di minimarket tidak bisa membuatnya kaya namun hanya berusaha untuk tetap hidup saja sudah syukur.
"Sudah sore Lin kau boleh pulang. Aku hari ini sift malam huhuuhu," ucap temannya, Clara.
Celine tidak sadar hari sudah mulai gelap.
"Akhirnya!!! Kau lihat Clar wajahku sudah penuh kerutan karena satu harian tersenyum. Aku terlihat seperti umur 35 tahun padahal. Masih 25," ucap Celine sambil memegang wajahnya.
"Kalau menurutku tidak sih," ucap Clara.
Celine yang mendengar hal itu langsung tersenyum lebar karena sepertinya sahabatnya itu ingin menghibur dirinya.
"Seperti umur 45. Berhenti tersenyum atau kau ingin terlihat lebih tua lagi," tentu saja itu bohong karena Celine tidak mungkin terlihat tua itu hanyalah candaan mereka berdua.
"Aku harus menghitung uang dulu dan aku berharap tidak minus untuk kali ini," ucap Celine berharap dirinya tidak minus namun kenyataannya dia minus 20ribu. Benar benar hari yang sial.
***
"Huh hari yang melelahkan," keluh Celine sambil berjalan di jembatan kayu menuju rumahnya. Dia berhenti sejenak menatap air yang mengalir deras dibawah membuatnya sedikit merinding
'Sejak kapan aku takut sungai' batinnya.
Saat berjalan tiba tiba...
"Minggir!!!" Ucap salah satu pengendara sepeda motor yang mengarah kepadanya.
Celine cepat cepat mundur dan berpegang pada tali yang dibuat sebagai pegangan jembatan, namun tak sengaja tangan orang itu mengenai bahu Celine yang membuatnya terdorong kebelakang.
Byurrr
***
"HAHHHH!!!" Teriak Celine seperti seseorang yang sedang mengambil nafas.
"Nyonya Anda baik baik saja?" Ucap Maid yang tadinya sedikit jauh sekarang mendekat kearahnya.
"Nyonya tenggelam beberapa hari yang lalu di kolam dekat taman dan ditemukan oleh penjaga kebun," jelas Maid itu.
Celine tidak mengerti bagaiman bisa dia berada di kolam milik orang lain padahal dia terjatuh di sungai yang keruh.
"Nyonya Dokter sudah datang," ucap salah satu penjaga yang berada di depan pintu dan mempersilahkan dokter tersebut untuk masuk.
"Izinkan saya mengecek tubuh Anda terlebih dahulu, Nyonya" ucap dokter tersebut sambil melaksanakan tugasnya.
"Kondisi Anda sepertinya baik baik saja, namun Kepala Anda sedikit terbentur. Untuk saat ini kondisi Anda baik baik saja Nyonya," jelas Dokter tersebut kepada Celine. Terlihat saat Dokter tersebut memeriksa Celine seperti tangannya bergetar ketakutan namun Celine lebih heran lagi bahwa mereka tidak menganggapnya orang lain.
'Apa mereka mengenalku? Ada yang tidak beres,' batin Celine.
"Keluarlah!" Perintah Celine kepada Dokter tersebut.
"Izinkan saya undur diri Nyonya," ucapnya lalu pergi meninggalkan Celine dan Maidnya.
Celine menatap Maid yang ada di sampinya. Maid tersebut yang ditatap langsung merasa merinding dan semakin menunuduk.
"Siapa kau?" Tanya Celine yang dibalas tatapan heran dari Maid tersebut.
"Bukan! Dimana ini? aku sepertinya tersesat," ucap Celine dengan nada kebingungan seraya memegang kepalanya menatap sekitar ruang kamar dimana tempat dia berada.
"Nyonya apa perlu saya panggilkan Dokter kembali? Sepertinya Beliau belum jauh," saran Maid tersebut namun dibalas gelengan oleh Celine menandakan dirinya tidak setuju dengan saran tersebut.
"Baik Nyonya"
Maid tersebut berjalan menuju pintu dan membukanya memperlihatkan ada dua Bodyguard yang berjaga-jaga disana.
"Nyonya ingin sendiri kalian boleh pergi. Jika dibutuhkan kalian akan saya panggil kembali!" Ucap Maid tersebut sopan namun para Bodyguard itu sepertinya tidak ingin menurutinya.
"Kami disini atas perintah Tuan maka Tuanlah yang bisa mengusir kami!" Ucap salah satu bodyguard tersebut.
Celine yang mendengar hal tersebut tidak bisa menahan emosinya. Dia beranjak dari ranjang dan berjalan menghampiri dua Bodyguard dan Maid tersebut yang sedang beradu mulut.
"Lancang sekali kalian!!! Aku tidak perlu dijaga kalian pergilah. Jika itu perintah Tuan kalian maka aku akan bertanggung jawab," tegas Celine.
Kedua Bodyguard tersebut menatap satu sama lain lalu beberapa detik kemudian mengangguk menandakan kalau mereka setuju.
"Baiklah Nyonya kami undur diri!" Ucap mereka lalu pergi setelah memberi hormat.
Celine mengajak Maid tersebut masuk kedalam dan memastikan tidak ada yang mendengar.
Didudukkannya dirinya di salah satu sofa di kamar tersebut lalu berkata, "Sejak kapan kau menjadi Maid pribadiku?"
"Ke- kenapa Nyonya bertanya seperti itu?" tanya Maid tersebut sedikit terbata bata. Dirinya tidak percaya akan pertanyaan itu seperti dia merasa Nyonyanya sedang amnesia.
"Aku sepertinya mengalami Amnesia. Jadi apakah kau bisa kupercaya?" tanyanya memastikan karena tidak ada satupun yang bisa Celine percaya di dalam dunia ini selain dirinya sendiri.
'Kenapa aku harus berada disini sih? Kenapa harus isekai?' Batinnya .
"Nyonya bisa mempercayai saya. Saya mulai bekerja bersama Nyonya semenjak Anda menjadi Istri ke tiga Tuan Gerald Vallencio. Nyonya berbaik hati mengizinkan saya menjadi Maid Anda saya ingin membalas budi," jelas Maid tersebut.
'setidaknya ini sudah cukup," batin Celine.
Celine berpikir sejenak mencerna perkataan Maid tersebut. Karena kepalanya sedikit pusing, Celine membutuhkan waktu untuk berpikir.
"Tunggu!!! Maksudnya Istri ketiga apa???" tanya Celine heran. Karena yang dia tahu jika di dunianya sangat jarang orang melakukan poligami.
'Apakah aku istri dari kakek tua?' Batin Celine.
"Benar Nyonya, mungkin karena Nyonya Amnesia Nyonya melupakan itu ya?" tanya Maid utu sedikit canggung. Karena Nyonya yang biasanya dia kenal sangatlah dingin dan cuek. Kalau suasana hatinya tidak baik dia tidak akan segan segan melakukan kekerasan. Sama seperti Istri istri Gerald yang lain.
"Apakah disini melakukan poligami itu biasa?" tanya Celine.
"Untuk mempererat hubungan perusahaan itu diperlukan Nyonya," jelas Maid itu.
Celine mengangguk paham. Ternyata dunia yang dia tempati dulu berbeda dengan dunia yang dia tempati sekarang. Jika Celine berpindah waktu ke tahun 193an mungkin masih bisa ditoleransi. Namun sepertinya dunia yang ditempatinya sekarang ini itu dunia modern.
"Lalu berapa umur suamiku? Apakah dia tampan? Dimana dia sekarang?" ucap Celine melemparkan banyak pertanyaan sampai Maid tersebut bingung menjawab pertanyaan manakah yang harus dia jawab terlebih dahulu.
"Tuan berumur 36 tahun Nyonya, Nyonya menikahinya saat Tuan berusia 34 tahun dan anda 25 tahun pada saat itu. Menurut saya Tuan itu tampan namun saya tidak tertarik kepada Tuan sedikitpun. Jika saya berbohong Anda boleh menghukum saya," jelas Maid tersebut dan di akhir perkataannya dia berlutut dihadapan Celine.
'Untunglah bukan aki aki. Ini sudah cukup,' batinnya.
"Berdirilah! Lalu dimana dia sekarang?" tanya Celine santai sambil menatap Maid tersebut yang perlahan lahan berdiri kembali.
"Be- begini Nyonya, sa- saya kurang-," ucap Maid tersebut terbata bata dan langsung dihentikan oleh Celine.
"Jelaskanlah aku tidak akan marah!" Tegasnya.
"Baiklah Nyonya jadi begini..."