Mau cerita apa hari ini?

Mau cerita apa hari ini?
satu sekolah?


"BICARA APA TADI KAMU KAYLA!!! BICARA DEPAN KU SEKARANG DENGAN LANTANG" ucapan nya dengan menjambak kembali rambut ku.hingga kepala ku mendongak mengarah kepadanya.


aku sudah tidak kuat dengan jambakan yang diberi ayah, aku pun hanya bisa menggeleng sebagai jawaban.


"sekarang ikut saya keruangan kerja saya tanpa ada bantahan!" ucap nya menekan setiap perkataan nya secara mutlak.


aku pun hanya menuruti nya saja, toh aku juga sudah terbiasa. tapi ya sakit walaupun sudah terbiasa.


sampai di depan pintu kerja nya, aku segera masuk dan berdiri di depan nya.


"sepertinya kamu terlalu dimanja ya sampai-sampai seperti ini"ucap nya, sambil melepaskan ikat pinggang yang semula melingkar di pinggang nya sekarang berada di genggamannya.


"ANGKAT BAJU MU SEKARANG, TIDAK USAH PAKAI BAJU!!"


mau nggak mau aku harus membuka nya, ini mungkin akan sangat perih karena ini langsung bersentuhan dengan kulit tanpa ada penghalang sama sekali.


1




10 cambukan telah selesai, jangan di tanya sakit atau tidak?, jelas sakit lah.


"bagaimana masih ingin bermain-main dengan saya Kayla?"


aku hanya menggeleng, karna sudah tidak kuat dengan rasa sakit sekujur tubuh ku, tidak hanya di punggung, area kaki Ku pun juga terkena cambuk.


"Pakai kembali baju mu, dan kembali ke kamar!"


aku pun memakai kembali baju ku dan segera pergi ke kamar, rasa nya sangat amat sakit ketika di paksa jalan.


setetes darah turun mengotori lantai, aku segera membuka bajuku, dan benar saja, luka itu sudah dipenuhi oleh darah. aku mengambil kotak p3k dan berdiri membelakangi kaca, segera ku bersihkan darah darah itu dan kotoran yang menempel pada luka itu.


suara ketukan pintu terdengar aku langsung membukanya.


"ohh bibi ada apa?"


bibi langsung masuk kedalam kamarku tanpa ada persetujuan dari ku.


" sini non bibi bantuin bersihin, ini pasti sakit ya non?"


"iya lah bi, soal nya tadi langsung kena kulit gak ada pembatas baju nya lagi"


"sabar ya non, pasti Non menemukan kebahagiaan, tapi mungkin itu tidak di dalam rumah ini" ucap bibi meyakinkan


"iya Bi, tapi mau sampai kapan Kayla seperti ini, Kayla juga mau seperti teman-teman yang punya keluarga bahagia, tidak di beda-bedakan, kenapa ya bi mereka kok benci banget kayak nya sama aku, padahal kan aku anak kandungnya, tapi kenapa ayah selalu membela mereka sedangkan aku? dia terus menghakimi ku hanya karna nilai 9?,sangat aneh."


"non, kalau menurut bibi mah ya sebenarnya ayah non itu sayanggg banget sama non tapi dia sudah terhipnotis dengan keluarga mama baru non jadi seolah-olah ayah mereka memulai hidup baru tanpa menyadari ada kehadiran no Kayla."


"andai saja dulu bunda tidak meninggal mungkin hidup ku saat ini tidak seperti ini"


"hustt non jangan gitu dong kasian nanti bunda nya non gak tenang disana kalo non masih menginginkan kehadiran nya ya, sekarang kan juga non ada bibi, anggap aja bibi ini bunda nya non, yang selalu ada waktu non membutuhkan nya ya?"


"iya Bi"


"udah sekarang tidur, sudah malam besok sekolah kan?"


"iya"


bibi pun keluar kamar ku dan mematikan lampu nya.


'ternyata masih ada ya orang yang peduli kepada ku'


...----------------...


matahari sudah terbit, cahaya yang masuk ke kamar melewati celah jendela yang tidak tertutup.aku terbangun karna sinar yang memenuhi area mata ku.


aku segera membersihkan diri untuk berangkat sekolah, setelah semua telah siap aku segera keluar dari kamar dan ingin berpamitan kepada ayah dan Mama


pandangan pertama kali yang aku lihat saat menuruni anak tangga ialah 1 keluarga yang sedang sarapan bersama, jika kalian tanya aku ingin tidak ya jelas ingin anak mana yang tida mau mendapatkan kan kasih sayang orangtuanya.


aku menghampiri mereka aku berniat untuk pamit pergi ke sekolah Namun saat mendekat, aku langsung didorong dengan mama ku hingga aku tersungkur di lantai.


"ngapain kamu kesini, mengganggu kami makan saja, pergi sana!!"


"aku hanya ingin pamit ke kalian saja"


"tidak usah pamit-pamitan memang kamu siapa di sini!"


karna suasana tambah memburuk dan hari ini juga hari Senin yang mengharuskan untuk mengikuti upacara bendera akhirnya aku mengalah saja dan langsung berangkat kesekolah, ini masih pagi tidak mungkin aku harus berdebat sepagi ini.


...----------------...


"lagian kamu ladenin"sahut Adrian


"lagian juga ngapain sih pa anak itu masih disini usir aja lah, biar ga ada Benalu dalam rumah ini." tanya Devan kakak tiri Kayla


"gak bisa lah nak ini juga rumah Kayla dari ibu kandung nya"


"ya elah pah ngapain sih orang ibu nya juga dah mati, usir aja lah pengganggu dia itu di keluarga kita!"


"sudah-sudah cepat habiskan setelah itu berangkat


...----------------...


Sampai di sekolah Kayla segera masuk ke kelas nya untung mengistirahatkan diri, apalagi dia kesekolah hanya jalan kaki, luka semalam pun juga belum kering rasanya perih ketika terkena keringat luka nya.


"WOIII KAYLA!!"


aku yang menyadari nama ku dipanggil pun menoleh kearah sumber suara


"apa?"


"nggak ada hehehe cuman manggil doang"


"kebiasaan"


*suara bel upacara


"ayo ke lapangan"


'semoga aja darah yang di kaki tidak keluar lagi ya Allah'


upacara pun dilaksanakan dengan tanpa ada kendala semua lancar-lancar saja, mungkin ada beberapa siswi yang tumbang karna tidak kuat dengan panas nya matahari.


Ya Allah perih banget' keluh Kayla bagaimana tidak jelas saja luka yang semalam belum kering dan ditambah sekarang berada dibawa matahari langsung.


...----------------...


ada salah satu siswa yang sedari tadi hanya memandang Kayla, seperti seseorang yang sudah tidak kuat untuk mengikuti upacara.


'ada apa dengan anak itu, terlihat seperti menahan sakit' ucap nya membatin, dia tetap memandangi Kayla sampai sampai Kayla tumbang.dia berlari kearah mana Kayla baris itu, dan langsung menggendong nya menuju UKS


...----------------...


'ya Allah perih banget' keluh Kayla sedari tadi, dan disaat itu lah Kayla sudah tidak bisa menahan rasa sakit nya akhirnya dia pingsan tak sadar nga diri.


"Kayla!! Kay, woi"ucap sila


"PMR! PMR!"


"udah sini gue aja yang gotong!" ucap lelaki itu langsung menggendong Kayla pergi ke UKS, sedangkan sila? dia tidak ikut karena hanya boleh satu orang saja.


sampai di UKS lelaki itu langsung merebahkan tubuh Kayla di atas brankar dan melepas kan sepatu yang Kayla pakai.


...----------------...


Sampai Kayla tumbang.dia berlari kearah mana Kayla baris itu, dan langsung menggendong nya menuju UKS


saat dia ingin membuka sepatu nya, tidak sengaja dia melihat bercak merah yang menempel pada kaos kaki putih Kayla, saat dia buka ternyata banyak sekali bekas cambuk yang disana sangat amat jelas jika itu bekas cambuk.


'astagfirullah, ada apa dengan dia apa dia baik baik saja?"


lelaki itu segera membersihkan luka yang berada di kaki Kayla dengan teliti


...----------------...


"awshhh, perih"


lelaki itu yang mendengar suara Kayla itu pun akhirnya menghentikan kegiatan nya yang sedang mengobati luka yang ada di kaki Kayla


Kayla meneliti wajah yang berada di depan nya ini, seperti kenal


"Ken?"


......................


haiij guyss jangan lupa vote dan komen


terimakasih selamat membaca


selama kenal dari Banyuwangi