
Setelah mengambil keputusan menerima ajakan Aries untuk tinggal di Jerman, Venus langsung membicarakan hal tersebut kepada keluarga besarnya, dan ia berharap seluruh keluarganya mau menghormati keputusannya.
"Sayang apa kau yakin ingin menetap di Jerman?" Dila menggenggam tangan putrinya dengan tatapan yang sangat intens.
"Venus yakin Mom, karena tidak mungkin kami tinggal terpisah sementara aku sedang mengandung." Venus menatap mom nya lalu menatap pada Dad Aiden dan juga Mars. "Aku mohon ijinkan aku mengikuti Aries."
Aiden dan Mars hanya diam dengan sorot mata yang tak terbaca, mereka lebih memilih untuk tidak memberikan jawaban dan juga tidak menghalangi kepergian Venus, Karena mereka menghargai keputusan Venus meskipun di sudut hati kecil mereka tidak mengijinkannya.
"Bagaimana menurutmu sayang?" Dila menatap suaminya.
"Aku tidak akan menghalangi dan juga tidak mengijinkannya." Ucap Aiden dengan sangat tegas.
"Dad ...." Venus menatap sendu pada Daddy nya.
"Dad Aiden tidak perlu khawatir dengan keadaan Venus, aku berjanji akan menjaganya." Aries menatap Ayah mertuanya.
Aiden membalas tatapan menantunya tanpa berkata apa pun, ia lebih memilih untuk pergi dari ruang keluarga untuk menyembunyikan rasa sedih di hatinya. Entah mengapa ia merasa keputusan Venus kali ini adalah salah, dan sebagai orang tua Aiden ingin sekali melarang putrinya itu untuk ikut bersama dengan suaminya, namun Aiden tahu ia sudah tidak berhak lagi atas putrinya yang sudah menikah.
"Mom ...."
Venus menatap sendu saat melihat Dad Aiden pergi begitu saja tanpa mau mengatakan apa pun padanya.
"Biar mom yang bicara pada Daddy mu." Dila mengusap punggung Venus lalu beranjak untuk menemui suaminya.
Dan saat ini di dalam ruang keluarga tersebut hanya tersisa Venus, Aries, Mars, dan Kejora. Mars yang sejak tadi diam hanya menatap adik iparnya dengan sorot mata yang tajam.
"Kakak ipar aku harap setelah Baby Galaxy lahir kalian mau datang untuk mengunjungi kami." Pinta Venus pada Kejora.
"Tentu saja Ve, aku dan—" Kejora terdiam saat suaminya mencengkram lengannya dengan sangat erat. "Mars ...." bisik Kejora pada suaminya.
"Maaf aku tidak sengaja sayang."
"Kejora aku tunggu kedatangan mu di mansion kami." Ucap Aries dengan senyum dibibirnya.
Deg
Venus dan Mars langsung menatap pada Aries, dan Aries yang baru menyadari perkataannya itu bisa di salah artikan oleh Venus dan juga Mars hanya bisa menelan salivanya dengan susah.
"Kalian jangan salah paham, aku tidak hanya menunggu kedatangan Kejora tapi aku juga menunggu kedatangan kalian semua ke mansion ku yang ada di Munich."
"Kau lihat Ve, di depan kita saja dia masih berani mengharapkan Kejora. Apalagi jika kau tinggal jauh dari kami, jangan-jangan dia akan berselingkuh dengan wanita lain." Cibir Mars.
"Mars ...." Kejora merasa tidak enak saat lagi-lagi dirinya dikaitkan dengan Aries.
"Mars aku kan tadi sudah mengatakan kalau—" ucapan Aries terpotong.
"Kak kau jangan khawatir tentang hal itu, karena aku percaya Aries tidak akan mengecewakan aku dan bayi kami."
Venus tersenyum pada Aries sambil mengusap perutnya, sementara Aries yang terkejut karena perkataan Venus yang percaya padanya, hanya bisa membalas senyuman itu dengan perasaan yang tak menentu.
"Kakak ipar, kak Mars aku masuk kamar dulu."
Venus segera berjalan menuju kamarnya, begitu pun dengan Aries yang langsung mengikuti Venus. Meninggalkan Mars dan Kejora yang masih terdiam dengan tatapan tak percaya dengan perkataan Venus.
"Ve tunggu!" Aries menahan lengan istrinya yang hendak masuk ke dalam bathroom. "Apa kau sungguh-sungguh percaya padaku?"
"Dan apa kau percaya dengan yang aku katakan tadi?" Venus tersenyum sinis.
"Maksudmu?" Aries yang tidak mengerti sampai mengerutkan keningnya.