
...🌸🌸🌸🌸...
Kakashi yang sudah sampai di apartemen minus Genma yang sudah kembali ke kantor Hatake untuk kembali berkerja, Kakashi kini membersihkan seluruh tubuhnya agar ia bisa kembali memeluk Sakura. Kini Sakura sudah kembali ke apartemen serta Naruto hanya mengantarnya saja,karena Naruto ingin memberikan ruang agar Kakashi serta Sakura bisa bicara,dan Naruto pun tahu Kakashi tidak akan sampai menyakiti Sakura. Saat ini Sakura sudah menata makan siang yang masih hangat di atas meja makan,dan Sakura tahu Kakashi masih mandi karena ia sempat masuk kamar serta mendengar bunyi air.
Sakura pun kini duduk di meja makan sambil menunggu Kakashi yang masih mandi,tidak lama kemudian Kakashi keluar dari kamar sudah berpakaian rapi,dan manik hitamnya membulat saat melihat Sakura sudah menunggunya di meja makan. Kakashi tentu dengan sigap mendekati Sakura,dan Sakura pun berkata.
"Aku mau makan dulu". Kata Sakura.
Kakashi pun menghentikan langkahnya lalu duduk didepan Sakura,dan Sakura pun memenuhi tugasnya sebagai istri melayani Kakashi dalam mengambil makanan,dan Kakashi tentu saja tersenyum karena itu,dan mereka pun makan siang bersama-sama. Kakashi makan dengan sangat lahap karena selain enak,ia juga lapar karena seharian kemarin hingga pagi ini Kakashi belum makan apapun,dan Sakura yang melihat itu tentu saja tersenyum sendu karena emosi sampai membuat suaminya seperti itu. Sakura pun menundukkan kepalanya sambil makan lalu menghapus air matanya yang turun,dan Kakashi pun menatap Sakura yang terus menundukkan kepalanya enggan untuk melihatnya,begitu pemikiran Kakashi.
Kakashi kini sudah selesai makan karena dirinya sudah kenyang,dan Sakura masih setia menundukkan kepalanya bahkan makanannya tidak sampai setengah yang dimakannya. Kakashi pun berdiri lalu berjalan menghampiri Sakura,dan begitu sampai Kakashi membulatkan matanya melihat tetesan air mata berjatuhan di tangan Sakura,Kakashi langsung merengkuh tubuh Sakura lalu memeluknya sangat erat seketika tangisan Sakura semakin besar.
"Cherry maafin aku jangan nangis aku bersumpah hanya kau pemilik hati serta jiwaku Cherry,hanya dirimu saat ini hingga kita sampai menua yang akan terus menjadi cintaku,dan rumahku untuk pulang tidak ada siapapun yang bisa menggesermu dari relung hatiku Cherry". Ujar Kakashi.
"Hiks maafin aku Kashi-nii,karena marah saat mendengar kalian berbicara di telepon serta aku membaca pesannya kemarin malam agar kalian ketemu di cafe membuatku berpikir yang bukan-bukan,hingga aku memilih kabur seperti anak kecil serta kemarin pun aku serta Naru dicafe yang menjadi tempat janjian sama kalian,dan saat melihatnya aku tentu sangat iri ia sangat cantik melebihi fotonya sehingga membuatku berpikir jika kau memang tidak bisa move on dari nya,selama 2 jam aku disana hingga ia pergi kau tidak datang membuatku berpikir apa alasanmu hingga kau tidak menemuinya,sampai aku memilih menurunkan egoku serta datang menemui dirimu untuk minta maaf sudah bersikap kekanakan,dan sisanya kau tahu sendiri". Terang Sakura.
Kakashi yang mendengar itu semakin erat memeluk Sakura lalu menggendong Sakura secara ala bridal style menuju kamar mereka,begitu sampai disana Kakashi membaringkan Sakura dengan perlahan lalu melepaskan seluruh bajunya,tentu saja wajah Sakura memerah karena itu,kini Kakashi hanya menggunakan boxer saja lalu sudah setengah menindih tubuh Sakura.
"Cherry,untuk apa aku datang menemui orang asing disaat istriku pergi entah kemana seharian kemarin,bahkan aku sampai tidak bisa tidur hingga aku menyuruh orang-orangku mencarimu,dan kau bilang ke kampus,namun kata temanmu semua mata kuliahmu sudah kau selesaikan untuk semester 7,kau jauh lebih penting Cherry dari mereka semua,kamu wanita kedua setelah Kaa-chan yang sangat berarti dalam hidupku,dan semuanya salah Genma karena dia dengan lancang memberikan nomorku tanpa izin dariku,hingga terjadi ke salahpahaman di antara kita". Jeda Kakashi sambil menatap manik emerald Sakura dengan lembut,namun Sakura tahu ada kemarahan di dalam sana.
"Tapi Cherry seberat apapun masalah kita jangan pernah main kabur begitu saja dariku,aku tidak ingin menyakitimu dengan mengikatmu hanya di ranjangku saja agar kau tidak kabur lagi dariku,kau hanya milikku Cherry semuanya yang pada tubuhmu milikku seorang,dan aku bisa menghancurkan siapapun yang membantumu kabur termasuk Naruto juga,karena ia berani berbohong padaku,aku tidak suka milikku pergi dariku tanpa bersama ku". Tambah Kakashi yang kini sudah selesai melepas baju Sakura.
Sakura tentu takut saat ini bukan takut di hukum sama Kakashi tapi takut buah hati mereka kenapa-napa karena amarah sang suami.
"Kashi-nii aku terima hukumanmu, namun hati-hati ada buah hati kita serta aku sendiri yang melarang Naru bilang padamu jika kau meneleponnya Kashi-nii shhh ". Seru Sakura sambil berdesis merasakan jari panjang Kakashi kini sudah masuk pada inti dari nya.
"Ku maafkan Naru kali ini,tapi tidak dengan lain kali Cherry begitu pun kamu jika kau berani kabur lagi ku pastikan kau akan terkurung dalam kamar kita saja". Ucap Kakashi sambil menyeringai.
"Tidak masalah Kashi-nii,asalkan kita terus bersama-sama kau mengurungku pun tidak apa-apa,asalkan jangan pernah ada orang lain lagi dalam hatimu,sekalipun Hanare-san sudah merasakan seluruh keindahan tubuhmu aku tidak apa-apa mendapatkan bekas dari nya,asalkan kita terus bersama-sama karena aku sudah sangat mencintaimu melebihi cintaku pada Sasuke,jadi lakukan saja semaumu Kashi-nii karena hatiku serta tubuhku ini hanya milikmu seorang". Ujar Sakura.
Kakashi yang mendengar itu pun tersenyum lalu mulai mencium bibir mungil Sakura dengan lembut,setelah itu Kakashi menjauhkan wajahnya lalu berkata.
"Cherry kaulah yang pertama membuatku merasakan gairah setiap kali berada di dekatmu,artinya kaulah yang pertama merasakan milikku yang besar ini,dimana dirimu selalu bisa lemas serta nikmat karenanya,aku tidak mau membahasnya dimana dia sudah tidak berarti apa-apa lagi dalam hidupku,karena hidupku sepenuhnya hanya milikmu Cherry,apa kau lupa saat pertama kali kita menjadi satu di kantor aku bilang ini pertama aku melakukannya denganmu Cherry". Kata Kakashi.
Sakura yang mendengar itu pun ingat semuanya lalu ia pun mengalungkan tangannya pada leher Kakashi,dan berkata.
"Penuhi tubuhku dengan tanda cinta kita Kashi-nii,dan anak-anak kita kangen Daddy-nya". Kata Sakura.
"Hanya anak-anak kita Cherry". Balas Kakashi sambil menggoda Sakura.
"Dengan Mommnya juga Daddy". Seru Sakura sambil merona.
"Daddy akan berikan kunjungan terbaik buat kalian bertiga". Setelah mengucapkan itu tubuh Kakashi serta Sakura sudah jadi satu saat ini.
Sakura memejamkan matanya merasakan milik Kakashi yang sudah berada didalamnya,dan Kakashi mengelus perut Sakura agar bisa rileks serta tidak tegang.
"Cherry,kau baik-baik saja".? Tanya Kakashi yang khawatir karena melihat Sakura keringat saat ini.
"Baby,sabar sayang Daddy mau ketemu kalian dulu". Jawab Sakura karena perutnya tegang saat ini.
Kakashi pun ingin mengeluarkan miliknya namun Sakura menggelengkan kepalanya bertanda jangan,tapi Kakashi sudah sangat khawatir saat ini,ia masih bisa menahan dirinya karena ia tidak mau terjadi hal buruk pada buah hatinya,dan Sakura mengatur nafasnya hingga perutnya sudah rileks kembali.
"Lakukan Kashi-nii,mereka sudah siap ketemu Daddy-nya". Kata Sakura.
"Baiklah aku akan pelan-pelan Cherry". Balas Kakashi.
Kakashi pun bergerak perlahan-lahan serta Sakura sudah mengeluarkan melodi penyemangat bagi Kakashi,hingga Kakashi menahan dirinya agar tidak lepas kontrolnya karena sudah jelas ada bayi mereka yang menjadi taruhannya. Siang itu suara Sakura terus mengalun indah,walaupun mereka main pelan namun sensasinya begitu nikmat bagi Sakura serta Kakashi,mereka terus bermain hingga menjelang sore mereka berhenti,dimana Kakashi sudah jatuh tidur terlelap saat ini,sedangkan Sakura badannya gemetar saat ini,bahkan dirinya masih ingin Kakashi namun Kakashi sudah tertidur. Jadilah Sakura memilih tidur juga untuk memulihkan tubuhnya.
...🌸🌸🌸🌸...
Keesokkan paginya Kakashi serta Sakura baru saja selesai melakukan aktivitas ranjang mereka,dan Kakashi pun mengelus rambut Sakura dengan lembut ia sangat senang Sakura yang seperti ini,namun juga takut jika hal buruk terjadi pada anak-anak mereka.
"Kashi-nii".Lirih Sakura.
"Stt Cherryku,cukup nanti lagi yah kita istirahat dulu". Kata Kakashi.
"Aku maunya gitu Kashi-nii,namun badanku tidak mau mengerti". Balas Sakura .
Kakashi yang mendengar itu pun langsung menelpon Mebuki sang Kaa-chan mertua untuk bertanya.
"Halo nak mantu ada apa".
"Tidak apa-apa nak itu wajar karena hormon Sakura lagi meningkat apalagi Sakura telah masuk trimester ketiga,nggak apa-apa namun jangan terlalu sering mengikutinya kalian wajib melakukannya seminggu 3 kali saja,dan ini juga membantu jalan lahir bagi bayi kalian nantinya,jadi lalukan saja nak tapi ingat tetap pelan-pelan dengan gaya yang sudah di anjurkan".
"Baik Kaa-san,dan maaf jika aku menelpon karena menganggu liburan kalian".
"Tidak apa-apa jangan ragu telepon Kaa-san untuk menanyakan apapun itu".
"Baiklah Kaa-san,titip salam buat Kaa-chan".
"Tentu jaga diri kalian".
Sambungan telepon pun terputus,dan Kakashi langsung melemparkan handphonenya begitu saja serta mendengus nikmat,melihat apa yang kini Sakura lakukan padanya. Kakashi kembali menyatukan tubuh mereka serta membuat Sakura terus mengeluarkan alunan melodi yang sangat indah di telinganya hingga pukul 11 pagi berakhir dengan Sakura yang telah jatuh tertidur,dan Kakashi merasakan segar pada badannya. Kakashi pun menggendong Sakura ala bridal style,lalu berjalan masuk menuju kamar mandi untuk mandi serta memandikan Sakura.
Skip.
Tidak terasa hari sudah sore serta Sakura pun bangun dari tidurnya,serta ia merasakan sakit pada badannya serta pegal bahkan sampai tidak bisa untuk bangun saat ini,dan Sakura pun tidak melihat Kakashi dimana pun ini.
""Apa Kashi-nii pergi kerja,astaga ia pasti menganggap ku mesum benar-benar memalukan namun kenapa yah dengan tubuhku yang tiba-tiba panas seperti itu". Inner Sakura.
Sakura pun berusaha untuk bangun,dan saat bangun ia langsung memegang belakang pinggangnya karena sakit.
"Sakit". Keluh Sakura.
Pintu kamar pun perlahan-lahan terbuka,dan masuklah Kakashi dengan nampan di tangannya berisikan susu buat Sakura begitu juga air putih,dan makanan buat Sakura. Kakashi yang melihat Sakura mengusap belakang pinggangnya pun menaruh nampan di atas nakas,lalu duduk disamping Sakura lalu mengusapnya,tentu saja Sakura kaget karena itu lalu melihat Kakashi saat ini yang ternyata tidak pergi kemana pun.
"Kashi-nii ku pikir kau ke kantor".? Tanya Sakura.
"Tidak,bagaimana bisa aku kekantor jika istriku terbaring tidak berdaya di atas tempat tidur". Jawab Kakashi setengah menggoda Sakura.
"Blush".
Wajah Sakura sontak merona karena itu sangat memalukan baginya.
"Maaf Kashi-nii,kau pikir aku pasti sangat mesum padamu". Ucap Sakura.
"Tidak apa-apa Cherry aku sangat suka,cuma karena ada anak-anak kita didalam perutmu maka kita harus hati-hati,dan kata Kaa-san itu wajar kau rasakan karena hormonmu meningkat,namun Kaa-san bilang sebaiknya itu dilakukan satu minggu tiga kali saja,seperti kata dokter Pakura". Seru Kakashi.
"Maaf Kashi-nii". Lirih Sakura.
"Stt jangan berkata seperti itu,dan itu hal alami yang kau rasakan,dan aku sangat suka cuma kita harus bisa mengendalikan diri kita". Jelas Kakashi.
"Iya aku paham,dan saat ini aku tidak merasakan itu lagi karena tenagaku sudah habis terkuras bahkan badan serta pinggangku jadi sakit semua". Seru Sakura.
"Aku juga lelah Cherry tega kamu suamimu tidak tidur baik namun disuruh kerja keras terus". Kata Kakashi sambil menyuap Sakura.
"Tapi kamu juga senangkan Kashi-nii". Balas Sakura sambil mengunyah makanan.
"Tentu aku senang Cherry,hobiku adalah mengunjungi buah hati kita". Seru Kakashi.
"Benarkah". Goda Sakura.
"Jadi mau lanjut lagi Cherry,aku sudah siap staminaku sudah pulih sejak tadi". Seru Kakashi sambil menggoda Sakura.
Sakura langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat,dan langsung memegang pinggangnya.
"Maaf Kashi-nii,pinggangku masih sakit nanti lagi yah aku juga lapar,serta anak-anak kita juga lapar jadi lain hari lagi Kashi-nii". Jelas Sakura dengan cepat.
Kakashi yang mendengar itu pun tertawa sedangkan Sakura tersenyum kikuk saat ini,dan Kakashi mencium kening Sakura dengan sayang,dan Sakura memejamkan matanya merasakan kehangatan dalam hatinya saat ini.
"Kashi-nii,teruslah menghangatkan hatiku ini karena aku sangat mencintaimu". Seru Sakura.
"Iya Cherry,kau hanya milikku Cherry serta jangan lagi main kabur dariku karena aku bisa gila karena itu". Ucap Kakashi.
"Tidak akan lagi Kashi-nii,apapun masalah kita aku tidak akan main kabur lagi". Seru Sakura yang kini sudah memeluk tubuh Kakashi.
Kakashi pun membalas dekapan Sakura tidak lupa mengecup pucuk kepala Sakura dengan sayang,dan Kakashi tentu tidak akan pernah membiarkan Sakura pergi lagi dari hidupnya,karena ia sanggup melepaskan Hanare,namun jika itu Sakura Kakashi tidak akan sanggup untuk melepasnya,karena Kakashi sangat mencintai wanita musim seminya,dibandingkan dengan Hanare.
TBC.
See You Next Chap.