Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
38. Ternyata Semuanya Benar ( End ).


...🌸🌸🌸🌸...


Naruto saat ini sudah sampai di kampus Konoha hanya butuh waktu 5 menit saja karena jaraknya cuma 500 meter dari kampus,dan Naruto juga sedikit balap. Begitu sampai Naruto pun melihat Sakura yang kini sudah jalan bersama Kakashi,dan ia langsung turun dari mobil untuk menghampiri mereka. Shikamaru serta Ino juga sampai bahkan rambut Ino acak-acakkan karena itu. Shikamaru dengan sigap menahan tangan Ino lalu berkata.


"Turunlah". Seru Shikamaru.


Ino pun turun dengan posisi satu tangannya masih di pegang oleh Shikamaru,agar Ino tidak jatuh karena pusing soalnya Shikamaru balap juga. Begitu sudah turun serta Shikamaru memarkir motornya mereka pun menyusul langkah Naruto. Kini Naruto sudah sampai tepat di hadapan Sakura serta Kakashi. Kakashi tersenyum dibalik maskernya lalu ingin mengusap kepala Naruto,namun Naruto dengan cepat menepis kasar tangan Kakashi tentu saja baik Kakashi maupun Sakura terkejut sama tindakan Naruto.


Naruto pun melihat Sakura dengan pandangan marah,kecewa,serta terluka semua jadi satu saat ini,dan Sakura tentu bisa melihat semua itu dengan jelas. Saat Sakura mau berbicara ingin mengungkapkan semuanya,terhenti dengan Naruto menampar pipinya sangat keras bahkan Sakura sampai memegang pipinya saat ini.


"Plak"


Bunyi tamparan itu sangat keras serta Sakura pun tahu alasan mengapa Naruto sampai menampar pipinya saat ini,Kakashi tentu saja langsung menjauhkan Sakura dari Naruto bahkan membawa Sakura kebelakang tubuhnya.


"Naru,ada apa denganmu kenapa tiba-tiba menampar Sakura".? Tanya Kakashi.


"Kau yakin bertanya tentang hal itu padaku Hatake-san,bukannya dirimu cerdas serta pandai sehingga kau jadi murid kesayangan Tou-sanku jadi kau pasti sudah tahu tentunya. Jawab Naruto dengan datar serta dingin.


Kakashi yang mendengar itu pun menghela nafasnya dengan pelan,dan Sakura juga tersenyum sendu lalu berbicara.


"Naru,biarkan aku menjelaskan semuanya padamu". Ucap Sakura.


"Jelaskan apa Haruno-san jika diam-diam kau merebut cintaku seperti itu,dan aku tidak terima alasan jika dirimu bilang ah tidak Naru aku tidak tahu jika Sasuke-kun adalah sahabat kecil yang sering kau ceritakan karena yang selalu menjemputmu dulu berpenampilan culun,kau pikir aku akan percaya dengan semua omong kosongmu itu". Seru Naruto.


Karena keributan ini mereka semua jadi pusat perhatian,dan Sasuke tentu saja langsung datang ke kampus setelah Shikamaru memberitahukan dirinya,jika Naruto ada di kampus saat ini. Sasuke langsung mengenggam tangan Naruto namun Naruto menariknya serta terkekeh pelan.


"Wao Uchiha-san,kau muncul juga apa kau merasakan feeling kekasihmu dalam bahaya". Cibir Naruto.


"Dobe,jangan begini biarkan aku jelaskan semuanya padamu". Ucap Sasuke.


"Jelaskan apa lagi selama 1 bulan lebih aku tanya dirimu namun kau tidak bisa menjelaskan semuanya padaku,apa maksudmu serta keluargamu menyembunyikan jika kau sudah punya kekasih dariku, untuk apa menjaga perasaanku aku tidak butuh kalian semua melakukan hal itu padaku,dan kau tentu tahu Uchiha-san aku benci kebohongan jadi simpan penjelasan omong kosong kalian itu". Ujar Naruto.


"Naru dengarkan aku dulu". Ucap Sakura.


"Tidak ada yang perlu ku dengarkan lagi Haruno-san,dan kau bebas jadian sama siapa saja itu hakmu bukan sekalipun itu milik sahabatmu sendiri ambil saja bukan,lagian aku sama Uchiha itu tidak jadian jadi kau mengambilnya pun tidak masalah bukan, aku benar-benar menyesal sudah mengenalmu jadi mulai hari ini kita hanya orang asing saja,aku lebih baik sendiri daripada memiliki sahabat seperti dirimu yang hanya bisa menusuk orang dari belakang saja". Setelah mengatakan itu Naruto menarik tangannya bahkan Sakura sampai terjatuh karena itu


Naruto berjalan pergi dari sana dengan langkah cepatnya,dan Sasuke sudah jelas menyusul Naruto bahkan ia melewati Sakura begitu saja,dan Sakura tentu bisa melihat bagaimana kini Sasuke yang mengejar seseorang yang sangat di cintai oleh dirinya.


"Dobe". Kata Sasuke yang sudah menahan tangan Naruto untuk masuk kedalam mobil.


"Lepas". Desis Naruto.


"Tidak sebelum kau mendengarku". Kata Sasuke.


"Kau siapa sampai aku harus mendengarmu".? Tanya Naruto dengan dingin.


Sasuke tentu tidak menyukai nada dingin Naruto hingga ia pun berteriak.


"KAU HARUS MENDENGARKU,KARENA AKU HANYA MENCINTAIMU SEORANG NAMIKAZE NARUTO,BAHKAN KITA SUDAH JANJI SAAT BERADA DI DALAM KUIL UNTUK SELALU BERSAMA SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA,MAAF JIKA 2 TAHUN LALU AKU MELAKUKAN KESALAHAN FATAL HANYA KARENA KECEWA KAU JAUH DARIKU,SERTA MELIHAT DIA SELALU BERUSAHA KERAS MENYATAKAN CINTANYA PADAKU,MEMBUAT AKU MEMBERIKAN KESEMPATAN PADANYA ,NAMUN AKU TETAP TIDAK BISA MENGGESER NAMAMU DALAM HATIKU DOBE,BAHKAN AKU SENDIRI YANG MEMINTA KEDUA KELUARGA KITA UNTUK DIAM KARENA AKU INGIN TAHU SIAPA YANG AKU INGINKAN DALAM HIDUPKU,DAN AKU SUDAH TAHU JIKA YANG AKU INGINKAN HANYA DIRIMU DOBE. AKU UCHIHA SASUKE HANYA MENCINTAI NAMIKAZE NARUTO". Teriak Sasuke dengan keras.


 Naruto serta mereka semua bergeming mendengar hal itu bahkan Sakura tidak menyangka jika sedalam ini cinta Sasuke pada Naruto,Ino pun menghela nafasnya dengan pelan karena sepertinya ia harus move on juga soalnya sampai kapan pun Sasuke hanya mencintai Naruto seorang. Naruto tetap diam lalu menatap mata Sasuke,dimana tidak ada kebohongan sama sekali serta ia bisa melihat dirinya ada di dalam mata Sasuke saat ini.


"Kau tahukan Sakura sahabatku kenapa harus sahabatku jika itu gadis lain aku tidak akan sesakit ini,kalian menipuku selama 2 tahun serta jika aku tidak tahu kalian akan terus bersama apalagi selama 2 tahun Sakura terus curhat padaku,betapa dia sangat mencintaimu,jadi tolong menjauh dariku karena janji kita di kuil itu tidak akan pernah terjadi". Setelah mengatakan itu Naruto masuk ke dalam mobilnya lalu membawanya dengan cepat.


Sasuke tentu mengejar Naruto karena ia tidak mau kehilangan mentarinya itu. Shikamaru menghela nafasnya dengan pelan serta Ino tersenyum melihat bagaimana kini Sakura yang sudah hancur karena tidak memiliki sahabat lagi. Ino pun berjalan pergi dari sana ia akan fokus dengan kuliahnya tanpa mencari musuh lagi,dan sebenarnya ia ingin pindah namun kata dekan kampus sudah tidak bisa karena Ino sudah memasukki semester akhir. Shikamaru pun menyusul gadis penyuka bunga itu,dan mengantarnya menuju apartemennya. Kakashi pun membawa sang calon istri pergi dari sana,nanti ia akan coba bicara dengan Naruto saat Naruto sudah tenang.


TBC.


See You Next Chap.