
Ketukan pintu membuat Sella yang sedang membaca majalah terganggu. Para pelayan—Risma dan Ony—sedang berada di belakang, dapur, jelas letaknya jauh dari ruang tengah, karena rumah ini nyaris seperti mansion.
Sella menghela napas pelan sambil menutup majalahnya. "Siapa sih?" gerutunya.
Sella sempat berpikir itu adalah Raka, namun rasanya tidak mungkin jika itu Raka karena jam masih menunjukkan pukul sebelas siang dan itu artinya Raka masih berada di kantor.
Wanita cantik berusia 19 tahun itu membuka pintu, alangkah terkejutnya dia saat melihat siapa yang datang.
Deo.
Lelaki itu nekat datang ke kediaman Raka, menunjukkan senyum jahat yang membuat Sella ketakutan setelah mati.
"Raka tidak ada dirumah?"
"Mau apa kamu?" Sentak Sella.
"Bersenang-senang denganmu," jawabnya enteng.
Sella buru-buru menutup pintu namun Deo lebih dulu mendorongnya, tenaga lelaki itu lebih kuat dari Sella.
"Hanya sebentar," ujar Deo. "Aku tidak akan melukaimu."
Sella menggeleng kuat, dia benar-benar takut.
Entah kenapa Sella membuat rasa pernasaran Deo terhadap wanita itu begitu besar. Apa yang membuat Raka menikahi wanita yang umurnya jauh lebih muda darinya?.
Deo berjalan mendekat hendak meraih tubuh Sella. Dengan gerakan cepat, Sella segera menghindar dari Deo. Membuat lelaki itu marah.
"Jangan menguji kesabaranku, wanita penggoda!" Caci Deo.
Emosi, Sella langsung memberikan tamparan pada lelaki yang ada di hadapannya itu. Deo terkejut, sambil memegang pipinya yang berdenyut karena tamparan dari Sella. Di tatapnya Sella dengan tatapan tajam menusuk.
Sella sendiri tidak menyangka jika dirinya berani senekat itu, bahkan tangannya sampai bergetar. Deo memanfaatkan situasi ini, dia menarik tangan Sella, di seretnya wanita itu untuk keluar dari rumah ini.
"Akh!" Sella merintih kesakitan.
Tepat saat hendak Deo memaksa Sella untuk masuk ke dalam mobilnya, Pak Andi datang dari arah taman, sepertinya beliau baru saja mengontrol area bekakang sampai kecolongan Deo bisa masuk ke area rumah.
"Pak Andi!" Teriak Sella.
Deo terkejut. Pak Andi yang melihat Sella dalam bahaya segera menghampiri mereka, Deo langsung kabur, masuk ke dalam mobilnya dan melesat.
"Nona?" Pak Andi langsung mengecek Sella, apakah majikannya itu terluka. "Maafkan saya karena lalai menjaga gerbang, Nona."
Sella hanya mengangguk karena dia masih syok dengan kejadian tadi. Dia nyaris diculik oleh Deo!. Bagaimana jika nanti Pak Andi tidak muncul? Bagaimana nasibnya?
"Nona?"
Pak Andi prihatin melihat kondisi Sella yang berantakan. "Mari saya antarkan ke dalam."
Sella menggeleng, memilih untuk masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu utama dengan rapat-rapat.
•••
Raka tampak marah besar begitu mendapat aduan dari Pak Andi tentang Deo yang hampir melecehkan Sella. Amarahnya berkobar saat mendengar nama Deo.
Pak Andi, Risma dan juga Ony tampak ketakutan. Mereka hanya menunduk sambil menyembunyikan ketakutan mereka yang terlihat.
"SAYA MEMBAYAR KALIAN MAHAL, TIDAK BISAKAH KALIAN MENJAGA ISTRI SAYA?"
"Maafkan saya, Tuan.. Ini kesalahan saya karena la-lalai mengunci gerbang saat mengontrol di belakang," kata Pak Andi gugup.
Raka mengusap wajahnya dengan kasar.
"NINO!" Panggil Raka.
Nino pun kemudian datang dengan tergopoh-gopoh, panik karena Raka terlihat marah. "Ya, Tuan?"
"Kamu panggilkan para bodyguard untuk memperketat penjagaan rumah saya! Jangan lupa siapkan bodyguard juga untuk Sella!"
Setelahnya, Raka pergi, menuju kamar Sella yang ada di lantai 2. Sial, emosi Raka tidak terkontrol saat ini. Bahkan, dia ragu untuk menemui Sella dengan kondisi emosi yang tidak stabil.
Lama berperang dengan emosinya sendiri, akhirnya Raka masuk ke dalam kamar Sella tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Tampak wanitanya itu sedang duduk di depan meja rias dengan mata sembab.
"Mas Raka?"
Raka segera menghampiri Sella, menarik wanita itu masuk ke dalam pelukannya. Tentu hal itu membuat Sella terkejut dengan perlakuan Raka.
"Mas Raka kenapa?" Tanya Sella begitu Raka sudah menyudahi pelukannya.
Raka sendiri bingung. "Apa yang Deo lakukan?" Lelaki itu menatap Sella dengan intens. "Kamu menangis?"
Sella menunduk. "A-Aku takut.. Dia selalu bilang kalau aku wanita penggoda. D-Dia bahkan mau culik aku," katanya lugu.
Astaga! Deo benar-benar keterlaluan. Raka kecolongan! Dia harus memperketat penjagaan rumah dan juga Sella.
"Aku boleh nggak ikut Mas Raka terus biar aku aman," katanya pelan.
Raka menangkup kedua pipi Sella, di tatapnya Sella dengan teduh. "Saya janji untuk melindungi kamu, Sella."
"Janji?"
"Janji."
Sella memeluk Raka erat. Degup jantung Raka tidak karuan saat Sella memeluknya, dia membalas pelukan istrinya itu dengan hangat, mengusap punggung nya dengan lembut.
Raka merasakan kenyamanan dan kehangatan.
"Mas Raka?"
"Hm?"
"Siapa sebenarnya Deo itu?"