
Nedi terlihat berpura pura tersenyum di depan bos Santo, walaupun hatinya ada rasa tidak suka., bos Santo tidak sama sekali perduli dengan keadaan Mia.
seakan dia lupa , kalau dia punya isteri yang baru saja melahirkan anaknya.
sore itu Nedi menjemput orang tua Mia di stasiun kereta, kedua orang tua Mia langsung di ajak naik mobil yang di bawa oleh Nedi., sepanjang perjalanan kerumah Mia, orang tuanya Mia tak banyak bicara.
karena Nedi sendiri tak mau bicara atau pun bertanya.
mobil berhenti di rumah bos Santo, kedua orang tuanya Mia pun turun dan langsung masuk ke rumah nya Mia, di lihatnya Mia sedang tiduran di temani seorang pelayan.
Mia tersenyum melihat mamanya, wanita tua itu langsung mencium kening putri nya.
" Santo nya maana mba?" mamahnya Mia bertanya sambil melihat berkeliling, Mia tersenyum pahit.
" mas Santo ada kerjaan mah" baru aja pergi"! Mia berbohong, padahal udh dua hari Santo tak pulang kerumahnya.
" syukurlah kalau dia selalu menemani kamu mba"! mamah takut aja kamu tidak pernah di perduli kan"! hati Mia sakit mendekati ucapan mamahnya, karena apa yang di ucapkan oleh manajemen itu, benar semua nya.
sementara itu Alisa sudah pergi kerumah Damat , ayah dari indah., senyum licik terlihat dari muka nya yang ayu..
" kamu akan bayar semuanya mas" kamu akan bayar apa yang sudah kamu lakukan untuk saya dan anak saya"! mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi .
hujan yang turun tak menjadi halangan untuk Alisa, hatinya hanya ingin cepat bertemu dengan Damat , lelaki yang dulu pernah dia cintai.
Damat adalah seorang lelaki tampan dengan segala kekayaan yang dimiliki oleh orang tuanya, didalam satu acara berkenalan dengan seorang gadis desa yang biasa saja Alisa.
dari pertemuan itu timbul lah rasa cinta di antara mereka, tapi cinta mereka tak dapat restu dari orang tua Damat.
karena status mereka sangat lah berbeda., Alisa hanya anak seorang janda miskin ,anak seorang penjual sayuran di pasar tradisional.
sedangkan mereka seorang terpandang di daerah nya.
" mas " bagaimana nasib ku ini ?" Alisa menangis di depan Damat kala itu.
" sabar lah Lisa "! aku akan berusaha merubah sudut pandang mamah dan papah ku" terhadap kamu Lisa"! Damat memeluk Alisa yang saat itu terlihat sangat gundah.
" tapi bagaimana kalau orang tua kamu" tetap tidak setuju sama aku mas?"Alisa menatap wajah Damat , yang terpilih ikut gelisah .
" Jujur Lisa aku juga bingung"! sebagai seorang anak aku tak bisa berbuat banyak dalam hal ini"! Damat tertunduk lemah.
" baik lah mas" aku tunggu waktu itu datang" tapi jangan sampai kelamaan ya" aku takut perut aku tak bisa lagi di tutupi"! Alisa tak banyak bicara, langsung minta di antara kan pulang oleh Damat.
hari berlalu dengan cepat, tapi tetap saja tak ada jawaban dari orang tua Damat, hal ini membuat Alisa semakin ketakutan dan cemas.
" Lisa kamu kenapa nak?" Mak Lisa bertanya , karena melihat Alisa seperti orang bingung.
Alisa pura pura tersenyum dan menutupi apa yang sedang terjadi terhadap dirinya.
" emak gak usah kwartir ya "! aku gak apa apa kok" cuma lagi bingung aja Mak"! Alisa akhirnya mendatangi tempat nongkrong Damat .
di tanya nya nya kepada teman nya Damat , tentang keberadaan Damat.
salah satu sahabat baiknya Damat memberi tau kan kalau Damat sudah tunangan sama cwe pilihan orang tuanya.
Alisa sangat kaget dan kecewa, dengan berlinang air mata Alisa berusaha menemui Damat , yang di antara oleh sahabat baiknya Damat.
Alisa melihat Damat sedang duduk di sebuah kafe , langganan mereka nongkrong.
Damat sempat terkejut melihat kedatangan Alisa saat itu., tapi cepat cepat Damat menyapa Alisa .
" hai Lisa" Damat mencoba memeluk Alisa, namun dengan kasar ,Alisa mendorong tubuh Damat.
" aku sudah tau semua tentang kamu"! dan sekarang aku mau kamu tanggung jawab mas"! Alisa berteriak., hingga semua pengunjung kafe menoleh kearah mereka.
Damat cepat cepat menarik tangan Alisa kearah parkiran mobil, dan disana Damat menjelaskan semuanya.
" aku tidak berdaya Lisa" demi tuhan Lisa"! Damat tertunduk lemas.
Alisa menangisi , matanya menatap pilu kearah Damat .
" kamu hanya seorang lelaki yang tak punya tanggung jawab mas" kamu tak punya rasa "! Alisa menagis pilu, hatinya amat hancur.
" maaf kan aku Lisa"! Damat memegang tangan Alisa, namun di tepis oleh Alisa.
" baik lah mas" aku yang bodoh " yang mau aja percaya dengan omongan kosong kamu mas"! Alisa sudah tak lagi bisa berpikir , yang ada hanya gambar emak nya yang pasti sangat kecewa.
" dengar mas"! aku haram kan anak aku kenal kamu"! dan semoga kamu tak akan punya anak "! selesai berbicara Alisa pergi meninggalkan Damat yang terdiam bagaikan patung.
rintik hujan seakan tahu apa yang sedang dirasakan oleh Alisa, depan langkah gontai Alisa berjalan pulang.
dia ingin bunuh diri saat itu , seakan kehidupan tak berpihak pada nya.
namun dia ingat wajah tua emak nya, wanita itu , dia mesti harus hidup demi emaknya.
" ya Allah " ampuni lah aku "! Alisa berteriak keras, tapi suaranya hilang terbawa deras nya air hujan.
bersambung kk