Manusia Siluman

Manusia Siluman
bertukar jasad


Mia menangis pilu , entah sampai kapan penderitaan nya akan berakhir., Santo suami nya kini telah tak ada waktu untuk nya, bahkan untuk menjaga perasaan nya saja, Lelaki itu tak perduli.


Santo tersenyum melihat Mia tersiksa didalam kesedihan nya.


" percuma kau menangis"! kau tak pandai melayani ku Mia"! apa artinya dirimu?" tak usah lagi kau bermimpi minta cerai dari ku"! Santo berkata dengan tegas, di pandang nya Mia yang terdiam di sofa kamar nya.


Santo mendekat Mia, lalu tangannya menjambak rambut isterinya, hingga Mia meringis kesakitan.


" jika kau coba coba berbuat hal yang tak ku mau"! jangan kan dirimu"! orang tua serta adik mu "! akan merasakan nya juga"! ancam Santo , lalu meninggalkan Mia yang masih menagis pilu.


di usap nya perutnya yang sudah besar itu, bibir nya berkata lirih " nak" cepatlah kau lahir"! mamah sudah tak kuat hidup seperti ini"! Mia berteriak kencang, namun tak ada yang mendengar nya.


bos Santo menghampiri Nedi, yang sedang asyikk melihat ikan di kolam depan rumah nya bos Santo.


" sudah bos?" Nedi bertanya kepada Santo, karena di lihatnya bos nya sudah rapih., Santo cuma diam dan menyuruh nya cepat jalan.


sepanjang perjalanan Santo diam saja, tak mau bicara.,ada penyesalan didalam hatinya, sudah berlaku berlebihan terhadap Mia.


hujan mulai turun dengan derasnya, maklum lagi musim penghujan.


nek Tarsih sibuk menyiapkan segala kebutuhan nya , di mandikan nya mayat Alisa, bau kemenyan memenuhi gubuk reyot itu, mata tua nek Tarsih memandang ke seluruh tubuh Alisa.


" sepertinya sudah waktunya " aku akan bertukar tubuh dengan mu Alisa" nek Tarsih tersenyum penuh arti, di bacanya Matra nya, tiba tiba di ruangan itu berubah menjadi lebih menyeramkan,suara serigala terdengar beberapa kali berbunyi.


nek Tarsih berbaring di samping mayat Alisa, tubuh nya di tutupi oleh kain kafan Yang ada di samping mayat Alisa.


tiba tiba mayat Alisa bergetar hebat, semakin cepat dan akhirnya, mata Alisa pun berlahan lahan terbuka ., dan dari bibir Alisa terdengar tertawa cekikikan yang amat panjang.


" akhirnya aku bisa pindah" ketubuh yang lebih muda dan cantik"! Alisa menoleh ketubuh nek Tarsih yang sudah kaku , Alisa pun turun dari bale bambu , di pandangi wajah nya di cermin yang telah kusam itu.


sinar mata Alisa berbinar-binar bahagia.


" besok aku akan melaporkan ke pak lurah" kalau tuh tua itu sudah mati sejak semalam"! Alisa tersenyum licik"!


seperti kata Alisa , pagi itu wanita muda itu pun pergi ke desa , dia berjalan kearah rumah nya pak lurah .


di sepanjang perjalanan menuju rumah pak lurah , Alisa menjadi perhatian para pemuda disitu., karena Alisa saat itu memakai pakaian yang sangat seksi, di tambah bentuk tubuh Alisa yang sangat indah.


sampai lah Alisa di rumah pak kepala desa.


" assalamualaikum" Alisa mengucapkan salam, tak lama kemudian terdengar suara sahutan dari dalam rumah.


keluar lah seorang wanita separuh baya, wanita itu bertanya dengan ramah , tentang kedatangan Alisa kerumahnya.


Alisa menceritakan kalau nenek nya sudah meninggal sejak malam., Bu lurah pun kaget, segera masuk kedalam dan memanggil suaminya.


dengan cepat pak lurah menyuruh warga kampung, untuk mengurus pemakaman nek Tarsih,. setelah pemakaman nya selesai Alisa duduk sendiri di bawah pohon, dia sedang berpikir langkah selanjutnya.


tiba tiba pak kepala desa ada di belakang nya, dengan senyum genit , pak lurah mencoba menawarkan jasanya , untuk Alisa.


" sudah untuk sementara waktu nak Alisa tinggal saja dulu di rumah bapak"! kan gak baik loh " gadis secantik kamu " tinggal sendiri disini "! pak lurah mencoba merayuu Alisa.


Alisa tersenyum" dasar tua Bangka bau tanah" emang nya kamu pikir aku bodoh apa?" batin Alisa., Alisa tersenyum menatap pak lurah , yang sejak tadi menatap nya penuh gairah.


" pak lurah" boleh saya minta tolong"! suara Alisa manja,. pak lurah pun tersenyum penuh arti kepada Alisa.


mata pak lurah tak lepas dari buah dada Alisa yang menyembul dari tempat nya, karena kebesaran buah nya dari pada tempatnya.


Alisa yang menyadari itu , tersenyum licik.


" saya butuh uang pak"! untuk pulang ke kota"! Alisa menatap mata pak lurah, lelaki itu seperti terkena hipnotis, dia hanya bisa menurut apa pun yang di perintahkan oleh Alisa.


" pak malam ini aku butuh mobil mu " dan uang untuk aku pulang ke kota"! Alisa mengulangi ucapan nya., tanpa mengucapkan kedua kali , pak lurah menyuruh anak nya untuk menyerahkan kunci mobilnya kepada Alisa.


Alisa tersenyum puas, malam itu juga Alisa pergi meninggalkan kampung itu , menuju ke kota XB, dimana ada anak dan emak nya.


mata Alisa menatap kedepan , dan hatinya penuh dendam terhadap orang yang telah membunuh nya, suami yang telah meninggal kan nya.


malam itu Mia merasakan mules yang sangat , dia menjerit meminta tolong, seorang pelayan pun datang menghampiri Mia.


" nyonya sudah mau melahirkan "! sebentar nyonya " saya akan panggil kan mang Ujang dan pak satpam" untuk membawa nyonya ke rumah bersalin"! Mia mengganguk lemah.


setengah berlari pelayan itu menuju kedepan rumah, memanggil satpam dan mang Ujang.


pelayan itu menceritakan kalau Mia sudah akan melahirkan, Mia di bawa kerumah bersalin di dekat situ.


" mang coba beri tahu kan kepada tuan"! bilang kalau nyonya sudah mau lahiran"! pelayan itu menyuruh mang Ujang, untuk menelpon bos Santo.


Widya sedang kesal karena melihat bos Santo sedang berduaan dengan Lusi , salah satu wanita penghibur di tempat itu.


mata Widya tak lepas menatap kearah mereka berdua, Nedi melihat rona cemburu dari mata Widya kepada Lusi.


Nedi mendekati Widya yang duduk tak jauh dari bos Santo.


" kenapa Wid?" cemburu loh Ama si Lusi ?" Nedi tersenyum lebar, Widya cemberut menatap kearah Nedi.


" ya " gua sebel Ama tuh bocah" apa coba cakep nya dia dari gua"! nada cemburu terlihat jelas di ucapan Widya.


Nedi tertawa terbahak-bahak melihat Widya bicara kaya gitu.


" kalau buat gua sih "! lu emang paling cantik Wid"! Nedi memuji , tampak Widya seneng denger omongan dari Nedi, mukanya bersemu merah.


" tapi kenapa bos pilih dia malam ini?" kenapa bukan gua?' lagi lagi Widya gak terima.


" ya mungkin bos ingin suasana beda aja kali Wid"! udh lah Lo ama gua aja ya"! Nedi berharap , Widya menatap wajah Nedi, matanya melotot.


" Lo mah gak ada apa apanya Ama bos "! bos mah udh ganteng " duit nya juga banyak"! nah loh"! Widya menatap sinis kearah Nedi.


" waduh Lo parah Wid" masa gua di samain Ama bos" ya jelas gua kalah lah"! Nedi kesel , Widya ketawa ngakak melihat tampang muka Nedi.


sedang asyik Nedi berbicara sama Widya, tiba tiba bos Santo memanggil Nedi , dengan cepat Nedi mendekati bos nya.


" Nedi cepat Lo kerumah gua" si Mia mau melahirkan "! bos Santo berkata serius.


" bos mau ngapain?" Nedi bertanya bingung, bos Santo nyengir kuda , mendengar pertanyaan Nedi.


" gua mau main kuda kuda dulu Ama si Lusi"! selesai berkata Santo meninggalkan Nedi .


bersambung kk