
Richard termakan omongan Faisal langsung merencanakan liburan sebelum wisuda.
esok hari
Morista bangun duluan untuk memasak.
Di dapur
Sudah ada pembantu, Lentika dan Lee
"pagi bi, Len dan Lee, hm Lee kenapa disini"tanya Morista
"pagi kak, nih dia katanya mau bantu masak udah berulang kali ku larang eh taunya malah keras kepala udah seperti batok kelapa "ejek Lentika.
"bukan kak saya udah terbiasa memasak sewaktu di rumah ku dulu tidak mungkin ibuku tidak bekerja tapi kakak membiayai kuliahku itu saja cukup setidaknya dengan ini bisa sedikit membantu kak Morista, jika tidak bekerja maka saya merasa seperti benalu "Lee menjelaskan alasannya
"okey tapi lain kali jangan jika kamu belajar yang rajin dan mendapatkan prestasi maka itu lebih berharga "
"tapi kak" Lee masih tidak enak hati
"husst cukup belajar jangan anggap dirimu seperti benalu, saya sudah menganggap mu adik kandungku "
"Terima kasih Kak janji nanti aku akan mendapatkan prestasi"ucapnya sungguh-sungguh
"hiks hiks aku terharu drama kalian melebihi drama kumenangis"canda Lentika
"hahah hahah bisa aja kakak ini "tawa Lee meledak.
mereka memasak dengan diiringi canda tawa
"Hi embak lagi ngapain"Kenzo datang dan mengejek Lee lagi
"eh siapa embak mu "tanya Morista
"hehehe dia emba saya itu laki laki yang masak pakai celemek pink"
"hahahha jadi emba kamu Lee tapi dia laki laki "Lentika berpikir
"lo ngapain disini masak kayak perempuan aja "ucap kenzo
"emang apa urusan lo mau gw masak , mau nyalon, dan joget joget itu urusan gue mending gue masak dari pada gue ke club cih najis "ucap Lee
"hm enak juga masakan lo "
puji kenzo setelah mencicipi spageti yang dibuat Lee
"jelaslah kak Morista yang ajarin tadi kan kak "
"is kamu bocah kamprett gue juga ikut tadi bantu lo "Lentika menoyor kepala Lee
"hm iya deh sama kak Lentika, cewek gak ada sisi lembutnya "Lee mengerucut kan bibirnya
"dih ade gue cemberut, gemesin banget aaaaaa"Morista mencubit pipi Lee
"ah kak lepasin aku bukan anak kecil kak "rajuknya
mereka tidak menyadari Richard menatap mereka marah ibu dan ayahnya beserta Faisal, sekretaris Rey menelan ludah
"duh kenapa harus di situasi begini bisa bisa rencana bulan madunya gagal "batin Faisal
"nona nona lihat tuan muda yang cemburu di belakangmu sudah seperti harimau ya Tuhan Selamat kan kami "batin sekretaris Rey
"LEPASKAN" suara bariton Richard menggema di ruangan tersebut.
"duh gimana nih woy mikir dong solusinya" Sekretaris Rey menyenggol tangan Faisal
"tenang saja, Richard itu sudah level akut kebucinan emosinya pasti bisa luntur jika nona muda menangis" ucap Faisal
"saya tidak yakin "
"taruh berapa istri atau uang " ucap Faisal yakin
"ya elah mata duitan banget loh kan tau gw gak punya uang itu udah di bini gw "protes sekretaris Rey
"gini aja jika gw menang lo gue toyor 5 kali deal "tawar Faisal seperti anak kecil
"okey "
kembali ke Richard
"jaga jarak kamu dengan dia ingat kamu sudah memiliki suami "bentaknya
"nak sudah jangan begitu kasian "lerai ayahnya
"iya nak kita makan saja dulu "sambung ibunya
Morista yang tidak tahan dengan bentakan langsung melemah sendiri
hiks hiks hiks tubuh Morista bergetar hebat
"3 2 1"faisal menghitung
Richard merasa berlebihan memeluk istrinya
"dia hanya hiks hiks kuanggap adik apa semua tidak boleh berteman dengannya "ucap Morista dengan tubuh bergetar
"woy ingat toyoran 5 kali "Faisal mengejek sekretaris Rey
"hm okelah "putusnya
"jangan menangis lagi, ayo disana duduk jangan disini lagi "Richard tidak tahan dengan tangisan istrinya serasa tertusuk belati
Morista melirik Lee menahan tangis dengan menggigit bibirnya yang sepertinya berdarah
"tidak pergi saja "ucap Morista ketus setelah mengatur pernapasannya supaya tidak menangis lagi.
"kenapa hm, bilang saja akan kulakukan tapi jangan memakai alasan wanita "Richard membelai rambut panjang istrinya
"minta maaf sama Lee lihat bibirnya sudah berdarah karena takut denganmu "Morista mengucapkan dengan ketus
"tidak kak saya baik baik saja "Lee geleng geleng kepala.
"dengar dia baik baik saja jadi, aku tidak jadi minta maafkan, huh apa nanti kata dunia seorang CEO meminta maaf dengan bocil ini "Lee mendengar ucapan Richard langsung memikirkan ide licik
"hiks hiks kak "Lee mengoyang goyang tangan Morista
"Leeeee bodoh mau cari mati yang dengan singa bucin "runtuk Lentika dalam hati
"apa benar aku masih anak kecil kak, ku merasa bukan siapa-siapa disini jadi saya permisi kak "akting yang sangat mulus
Deg deg
dengan segala ego yang melekat meruntuhkannya hanya karena takut kehilangan.
"maaf telah membentak mu tadi "Richard mengucapkannya dengan ekpresi datar
"wow kamu hebat nak "ibu mengangkat 2 jempol
"hehehe ayo makan"ajak Morista
semua makan setelah berdoa tapi Richard hanya memandang makanan yang didepannya tanpa berniat memaknnya
"sayang ayo makan nanti kamu lapar dan sakit , Apa makanan ini tidak enak atau perlu ku masakin sesuatu."tanyanya tidak tega
"tidak udah saya tidak lapar "ucapnya cuek
anggota keluarga lain ada yang menyumpahi , ada yang iri dan ada yang mengejek dalam hati
Morista peka apa yang terjadi bahwa suaminya ngambek
Richard langsung pergi dari meja makan dengan emosi yang ingin segera ia luapkan
dari kamar terdengar suara yang bising Richard meluapkan emosinya dengan melempar barang
"nona tolong susul Richard, dia tidak bisa mengatur emosinya yang dapat menyakiti dirinya sendiri "ucap Faisal khawatir
Morista menyendok makanan ke piring segera membawanya dengan minuman ke kamar
"nak hati hati, bisa jadi di menyakiti mu"ibu khawatir akan Morista
di depan pintu terdengar Richard seperti meluapkan emosinya dengan memukul cermin
pyarrrr suara nyaring dari dalam.
"sayang buka pintunya"
tidak ada sahutan tapi Richard malah semakin keras melempar barang
Morista masuk segera meletakkan mkanan di meja dekat pintu, kamar sudah seperti kapal pecah Richard membelakangi nya dengan memukul tembok.
Morista memeluk supaya suaminya tenang.
"sayang please jangan begini jika kamu marah jangan sakiti dirimu" Richard segera berbalik
"hiks hiks jangan sakiti dirimu sendiri, hatiku lebih sakit melihat kamu terluka "Morista bergegas mengambil kotak p3k segera mengobati luka di tangan Richard terakhir membalutnya dengan perban
"sayang jika kamu marah kasih tau , aku berhak mengetahui, apa kamu tidak menganggap aku istrimu kalau tida please lepasin aku supaya aku menjauh darimu agar kamu tidak menyakiti dirimu hiks hiks"Morista merasa marah dengan dirinya tidak dapat mencegah suaminya menyakiti dirinya
"husssst diamlah janji tidak begini lagi maaf membuat mu menangis"ucap Richard
"sayang kamu makan dulu "
"tidak aku tidak lapar, ini masakan cecunguk bocil itu gak suka "ucapnya angkuh
"sayang ini juga masakanku kok, okey jika kamu tidak mau maka Lee akan ku suap" belum selesai berbicara
"sayang tidak mau, jangan kasih dia klo kamu kasih akan ku robek mulutnya "ancam nya
"hahaha yaudah makan ini "ucapnya
"hmmm gak mau suapin "Morista bingung dengan suaminya yang semakin manja
"bayi besar ku okey nih aaaa "Richard langsung semangat memakan
tidak terasa makanannya ludes
"sayang udah habis, apa masih kurang biar ku ambil lagi dari bawah "ucapnya
"gak usah nih aja cukup "Richard memeluk manja istrinya
"kerja gih sana "
"sayang kamu lupa aku ini bosnya jadi bebas dong "
"terserah kamu "Richard tidak mau beranjak dari sana.
di meja makan
"Rey jangan pergi ini jatahmu"semua bingung dan menatap mereka heran
"yaudah cepetan"
"hahha rasakan
1,2,3,4,5 "faisal menoyor Rey dan yang terakhir lebih keras
"sakit bego benjol kepalaku awas "
"nak Faisal kenapa melakukan itu sama anak bibi "tanya ibu Richard , ayahnya juga membutuhkan jawaban.
"gini paman, bibi tadi kami taruhan Richard akan luluh kepada Morista jika dia nangis ya ternyata benar tapi pertama taruhan kami adalah uang taunya dia miskin uangnya semua ada di bininya ya taruhan toyorlah hahahhaha "Faisal tertawa
semua juga tertawa setelah mendengarnya
"bu, ayah aku pergi dulu kuliah "pamit Lee
"iya nak pakai saja mobil yang warna hitam paling kiri
takut nanti kamu terlambat itu buat kamu "ucap ayah
"gak usah aku naik motor aja "tolak nya
"tidak ada penolakan sekalian carikan menantu buat ibu "goda ibu
"heheheh makasihh bu ayah paling top markotop setelah ibuku byee mah pah "memeluk ibu dan ayah Richard
"hati hati ".
"bye semua "Lee berlari semangat keluar.
bye dulu sekian dan Terima kasih
jangan lupa like, komen, dan votenya bye bye👋👋👋
...........