
mata Morista langsung berbinar lalu memakan dengan lahap
"jangan buru buru tidak ada yang merebutnya"ucap Richard gemas melihat pipi istrinya.
"hehehehe iya "Morista cengar cengir.
mereka berdua pun selesai makan.
tok tok tok
"tuan tolong buka pintunya"teriak Kenzo dari luar
Richard bangkit dari duduknya membuka pintu
"masuk lah"ucap Richard.
"taruh di meja saja "ucap Morista kemudian pergi menuju sofa
"tuan
, nona jika na nanti ada yang butuh lagi hubungi saja saya permisi"pamit Kenzo.
"tuan duduk disini "ujar Morista
Richard pura pura tuli malah ingin tidur.
Morista yang peka hanya bisa merutuki kelakuan suaminya.
"suamiku duduk disini "dengan lembut
Richard langsung berlari duduk di sofa lalu meletakkan kepala nya di pangkuan istrinya.
"aku obatin dulu , lain kali suamiku harus bisa kontrol emosi dan tidak mudah salah paham "Morista merawat suaminya seperti bayi besarnya sendiri
"sshhtttt ahk"Richard pura pura kesakitan.
"eh maaf tenanglah besok dan seterusnya jaga wajahmu biar gak sakit jangan main tonjok aja "jelasnya.
"shhhh hm"
5 menit kemudian selesai
"nih sudah siap, bangunlah kakiku udah keram"pintar Morista
Richard langsung bangun.
Morista masih kepikiran dengan siapa sebenarnya suaminya.
"kucing kecilku kenapa hmmm tanya saja"tanya Richard melihat raut wajah kucing kecilnya
"i... tu itu tadi soal kamu megang pistol yang mau dor dor itu, tapi suamiku bukan polisi yang nangkap maling, apaaaa kamu Mafia"tanya Morista polos seperti anak SD yang kebingungan
"haha... haha hm ternyata kucing kecilku tidak tau identitas suaminya "Richard terbahak bahak , istrinya hanya memonyongkan bibirnya kesal
sedangkan diluar para pengawal dan kenzo heran baru kali ini Richard mau tertawa bebas.
"iya aku memang mafia, aku paling benci penghianat jika kamu berhianat maka satu peluru ini akan bersarang di otakmu "Richard dalam mode serius
"hmm iya janji aku tidak berhianat"ucap Morista bergetar sambil ******* ***** bajunya
Richard sadar telah membuat kucing kecilnya gemetaran.
"selama kucing kecilku tidak memberontak makan aku akan selalu memperlakukan mu baik jadi tenanglah "ucap Richard
Morista hanya mengangguk
********
Mansion utama
"bu makan dulu nanti ibu kelaparan dan sakit"bujuk Lentika
"hah biar lah jika aku sakit lagi menantuku Morista akan disini, ibu rindu menantuku"lirihnya
"bu makan dulu nanti aku akan mona muda biar cepat pulang"ucap Sekretaris Rey
"yaudah hubungi saja sekarang, ayah lelah dengar rengekan ibu mertuamu ini "Ayah Richard kesal
"iya hubungi saja ibu kangen"ucap Ibu Richard dengan mata berbinar.
"baik lah"sekretaris Rey menghubungi Richard
tuttt tuttt tutttt
call on
"katakan ada apa"ucap Richard
"tuan dimana nona Morista, ibu tidak mau makan karena terlalu rindu katanya kepada menantunya"ucap sekretaris Rey
"hey mana menantuku "ibu Richard meraih telepon
"iya bentar bu "sambil memberikan HP kepada Morista
"syalom bu "
"nak kamu udah pulang kenapa tidak langsung pulang saja ibu rindu "lirih ibu Richard
"iya bu kami segera kesana "Ucapnya
"cepetan, itu dimana bawah tengil itu kenapa menyembunyikan menantuku awas nanti dirumah ibu tidk akan membuat mu dekat menantuku "ibu Richard berepresi kesal dibuat buat.
"mom jangan dong kami akan otw bentar lagi "rengek Richard seperti anak kecil tidak dikasih mainan
"ibu tidak mau makan, dari tadi merengek ingin bertemu kakak ipar"kata Lentika tiba tiba
"emang benar sih "ucap Ibu Richard malu malu
"bu jangan begitu, jaga kesehatan ibu jikapun aku tidak ada ibu harus bisa jaga kesehatan, oh iya bagaimana kabar ibu, ayah, adik ipar, Lentika, daaaan sekretaris Rey satu lagi kak Faisal"tanya Morista
"baaaaaaik semua hanya rindu kamu saja "ucap mereka serentak
"hehehe iya aku akan pulang "Morista sangat bahagia ternyata mereka semua menginginkan kehadirannya.
"hm sudah selesai kami akan pulang"ucap Richard dingin dan
tutttt telepon selesai.
"huh kenapa dia "kata ayah Richard kesal
"biasa pih mungkin anak kita cemburu tadikan menantu kita tanya kabar Faisal mungkin "langsung disebut tertawa terbahak bahak
Richard yang kesal karena istrinya langsung merebut hp
"eh kenapa itukan masih Nelpon"tanya Morista polos
acuh tak acuh Richard keluar dengan kesal sampai di mobil.
di perjalanan Morista hanya diam tapi tidak tahan langsung bertanya
"suamiku kenapa tiba tiba diam"tanyanya
"pikir saja sendiri"ucapnya ketus.
Morista memutar otaknya dan mencoba menebak
"suamiku jangan marah tadikan aku hanya bertanya kabar dan mereka sudah kuanggap kakak dan adik lirihnya hampir mau menangis
Richard masih diam
Morista yang kesal dan tidak tahan dengan sikap Richard ingin pindah ke depan di samping supir melalui celah tempat duduk
"kamu mau kemana "tanya Richard Morista kembali duduk
"aku mau ke depan lebih baik bicara sama supir saja lebih enak nyambung lagi"ucapnya kesal
"diam duduk disini saja "Richard meletakkan kepalanya di bahu Kucing kecilnya sambil memejamkan mata
jantung keduanya berdegup kencang tetapi berusaha menutupinya
Morista yang lelah dan nyaman memilih diam dan tertidur.
Richard melihat kucing kecilnya tidur tersenyum dan memindahkannya ke pelukannya.
cup cup cup Richard menciumi wajah kucing kecilnya.
2 jam kemudian
"tuan sudah sampai"supir keluar dan membukakan pintu
Richard menggendong Morista ke dalam mansion
ibu dan ayah Richard sudah pulih sedang bercengkrama di ruang tamu diam setelah melihat Richard menggendong istrinya yang tidur
"nak dia kenapa "tanya ibu
"dia lelah kami kekamar dulu bu "pinta Richard
semua mengangguk
.
Richard berjalan menuju lift rumah ke kamar di lantai 4 paling atas
"huh berat juga kucing kecilku kayak babi"Richard geleng geleng.
"mm mandi dulu nih badan sudah kayak wajah wanita yang penuh dengan skincare"gumamnya
15 menit kemudian Richard selesai mandi segera tidur memeluk istrinya.
JEPANG
"mommy, daddy bangunlah aku rindu suara dan candaan yang sering kalian berikan"Williams menangis tidak kuat
"cucuku lihat ibu dan ayahmu merespon "ucap nenek
"iya nek, kek mommy, daddy kami membutuhkan kan mu , cepat bangun kami rindu bentar lagi mau tahun baru "ucapnya lembut
"*** sudah lah tidur dulu, istrahat kan tubuh dan otak, sudah cukup kelelahan itu di wajahmu sini kamu tidur saja di sini "nenek menepuk kasur di sampingnya
"baik nek"
kakek Williams hanya diam dan sedih hanya bisa berdoa supaya anak dan menantunya cepat sadar dan kemudian tidur di samping Williams.
sekian dulu jangan lupa like komen, dan votenya
jangan lupa istrahat,makan,dan minum,byebye
salam toleransi dari saya outher
.
^^^"^^^