
kantor abraham grup
siang itu olivia sedang mengunjungi aska di kantor nya ,untuk membicarakan pernikahan mereka , "
olivia : aku tak ingin menunda nya lagi , ayo kita menikah bulan depan ," ucap olivia sambil memandang aska yang justru asik dengan dokumen di meja nya "
aska : bukan kah aku sudah bilang ,tak akan ada pernikahan diantara kita " ucap aska tegas"
olivia : apa kau lupa siapa yang membantu mu saat prusahaan mu diambang kebangkrutan " ketus olivia dengan sinis nya "
aska pun menghentikan aktivitas nya yang sedang memeriksa dokumen ,lalu bangkit menuju sofa dan duduk di depan olivia "
aska : aku akan mengembalikan semua uang yang ayah mu investasikan di prusahaan ku , bahkan jika ayah mu menginginkan kursi ku sebagai ceo aku akan dengan senang hati memberikan nya pada ayah mu ,asalkan pernikahan kita batal , aku lebih baik kehilangan semua yang aku perjuangkan di abraham grup dari pada aku kehilangan wanita yang paling aku cintai " ucap aska dengan bersungguh sungguh "
olivia : apa kau rela miskin hanya demi seorang wanita " ucap olivia dengan sinis "
aska : aku tak akan miskin hanya karna kehilangan abrham grup , prusahaan ku di luar negri pun masih berjalan walau tak sebesar abraham grup "
mendengar ucapan aska olivia pun bangkit lalu keluar dari ruangan aska tanpa berpamitan pada aska "
aska pun menghembuskan napas kasar ,sebulan ini dia sangat depresi ketika harus memandang aysel dari jauh tanpa bisa mendekati nya ,blum lagi anak buah nya tak bisa menghubungi austin ,aska akan meminta maaf secara jantan pada kluarga aysel dan bagaimana pun cara nya dia bertekad akan mendapatkan aysel kembali dengan cara lembut atau dengan cara memaksa
aysel
sesudah mendapat kiriman dari aska ,aysel pun bangkit karna masih jam kerja aysel pun berpikir aska masih di prusahaan nya , aysel memutuskan untuk mendatangi aska di prusahaan nya , tak lupa dia memakai topi dan masker agar wajah nya tak di kenali karyawan aska , akhir nya aysel tiba di depan ruangan aska , ruangan sekretaris pun kosong namun pintu ruangan aska terbuka dan aysel mendengar semua pembicaraan olivia dan aska ,mendengar kata kata aska hati aysel pun sedikit tersentuh ,namun dengan cepat dia menyadarkan dirinya agar tak terpengaruh lagi dengan apa yang aska ucap kan ,dan ketika aysel mendengar langkah kaki olivia aysel pun bersembunyi di ruangan sekretaris ,
tak lama aysel pun keluar dan masuk ke ruangan aska "
ceklek
aska yang tengan menyenderkan diri nya spontan melihat ke arah pintu ,tadi nya dia akan memarahi althaf yang masuk ke ruangan nya tanpa mengetuk pintu ,namun aska mengurungkan niat nya ketika melihat bukan althaf yang datang melainkan wanita yang paling di cinta nya yang datang "
tanpa menjawab pertanyaan aska aysel pun duduk di hadapan aska "
aysel : apa maksud mu mengirmkan ini pada ku " dengan ketus dan mengeluarkan amplop di dalam tas nya lalu menyodorkan nya ke hadapan aska "
aska : sayang mas hanya menjalan kan kewajiban mas untuk menafkahi mu dan putri kita " aska pun berbicara dengan lembut sambil memandang wajah aysel dengan penuh cinta "
aysel : aku dan putri ku tak membutuh kan uang mu , apa kau bahwa aku keturunan GERALDO , aku dan putri ku takan pernah kekurangan apa pun " dan bukan nya aku telah mempringatkan mu untuk tak lagi mengganggu ku ,apa kau ingin aku membatalkan niat ku untuk membawa putri ku kepada mu , " ucap aysel dengan emosi lalu bangkit ,namun sebelum aysel bangkit aska terlebih dahulu bangkit ke arah meka dan menekan tombol di meja nya untuk menguci pintu secara otomatis "
aysel : apa yang kau lakukan ," ucap aysel sambil menghentakan kaki nya ,"
lalu aska kembali ke arah aysel memegang kedua pundak aysel lalu menyuruh aysel untuk duduk dan aska berjongkok di hadapan aysel "
aska : apa yang bisa mas lakuin agar kamu maafin mas ,mas tau kesalahan mas ga bisa di maafin tapi ijinin mas untuk menebus semua kesalahan ,saat mas ngeliat kamu keluar dari hotel mas teringat perselingkuhan nenek kamu bukan maksud nya ibu mas . saat itu usia mas sangat muda untuk tau hal yang menyakitkan , hingga mas sangat trauma dengan nama nya penghianatan "
aska pun menjekaskan dengan berderai air mata dan membingbing tangan aysel untuk menyentuh pipi nya yang tengah basah oleh air mata "
aysel : apa pun alasan nya dulu aku istri mu selama 15 taun kita hidup bersama ,apa kau tak cukup mengenalku , saat itu aku sedang mengandung putriku ,kau bahkan dengan kasar mencambuk ku dan tindakan mu sangat tak bisa di benarkan " ucap aysel dengan sinis ,lalu melepaskan tangan nya dari genggaman aska ,lalu aysel memaksa bangkit untuk menekan tombol agar pintu terbuka "
aska : baik mas tak akan mengganggumu lagi asal kali ini kamu ikut mas ke suatu tempat "
" ucap aska sambil menyusul aysel "
aysel :.....
note : isi amplop itu cek 2 milyar
kalau kalian komen memita up author dengan senang hati akan mengetik lagi "