Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
eps35


Hana.


Malam hari Hana dan beberapa kelurga Bram tiba di malaysia. Mereka langsung menghampiri Bram di rumah sakit.


Saat itu hanya satu orang yang diijinkan masuk dan Hana lah yang pertama masuk, Karna ayah Bram blum siap menyaksikan anak semata wayang nya terbaring tak berdaya.


Lutut Hana melemah ketika melihat kondisi sahabatnya. Bram selalu berakhir seperti ini ketika datang ke Malaysia. Dia selalu membahayakan dirinya demi melihat wanita yang telah meninggalkanya.


hana memegang erat tangan Bram.


"Bram bangun Bram, gue mohon jangan kaya gini," Hana terisak histeris.


Sungguh persahabatan mereka lebih kuat dari apapun.


Aska


Aska merasa sangat senang mendapat telepon itu. dan itu adalah telepon dari Thomas yang Aska perintahkan untuk mencari donor ginjal.


"Hallo, bagaimana kau sudah mendapatkan ginjal yang cocok?" tanya Aska.


"Maafkan saya tuan, saya belum menemukannya, saya akan ke negara lain untuk mencarinya," balas Thomas disebrang sana.


"Bergeraklah cepat! aku sudah tidak ingin melihat nya kes ..."


Belum sempat Aska melanjutkan ucapannya terpotong karna ponselnya mati.


Tadinya Aska ingin berucap, "Aku sudah tidak ingin melihat nya kesakitan lagi". tapi naasnya ponselnya malah mati, dan lebih sialnya ternyata Bella sudah mendengar ucapan Aska dan menjadi salah paham lagi.


(author kejam gak sii) 😂😂


Bella.


Mendengar ucapan Aska yang tak ingin melihatnya lagi, seketika air mata Bella turun.


"bodoh bodoh kamu Bella, 5 tahun dia benci aku, terus tiba-tiba dia minta maaf dan bilang cinta secepat itu, harusnya akusadar dia ngelakuin ini karna aku udah donorin ginjal nya buat dia, dan dengan entengnya dia bilang ga pingin liat aku lagi,"rutuk bella dalam hati.


Yang pasti saat ini Bella benar-benar terpukul atas ucapan Aska. baru saja hari ini Bella merasakan kelegaan karna konflik mereka selama 5 tahun telah membaik dan ternyata prasaan cinta Bella tidak bertepuk sebelah tangan, tapi sayang karna ucapan Aska yang terputus Bella menjadi salah paham, dan menganggap Aska berubah hanya karna Bella telah mendonorkan ginjalnya untuk Aska. Dan Bella berpikir bahwa aska masih membencinya.


Aska masuk kembali dengan perlahan dan Bella buru-buru menyeka air matanya. Bella pun berpura-pura tidur lagi, karna posisi Bella disisi ranjang jadi Aska memeluk bella dari belakang


Singkirkan tangan mu dari tubuh ku bedebah.Bella


Tidak lama Aska tertidur, beda dengan Bella dia bahkan tidak tidur sama sekali.


Ketukan dipintu membangunkan Aska dan Bella kembali memejamkan matanya untuk berpura-pura tidur.


Dan ternyata Andralah yang mengetuk pintu. Andra membawa pakain kerja untuk Aska dan sarapan.


Sebenarnya Aska tidak rela meninggalkan gadisnya di rumah sakit sendiri, tapi Aska dan Andra ada meeting penting yang harus mereka hadiri.


Karna tidak ada jawaban andra pun masuk, dan ketika Andra masuk mata Aska langsung melihat Andra.


"Syutttttt." Aska menaruh telunjuk dibibirnya agar Andra tidak bersuara.


Andra pun mengangguk, aska turun perlahan dari ranjang, sesudah turun Aska melihat wajah Bella, dan menyingkirkan rambut yang ada di pipi Bella. Cup. Aska mencium kening Bella sebelum ke kamar mandi.


Andra yang melihat tingkah Aska hanya mengelengkan kepalanya. Seorang Ceo Abraham grup yang dikenal arogan dan sombong bisa bersikap manis pada wanita yang telah di jauhinya selama 5 tahun.


20 menit Aska pun siap dengan setelan kantornya.


Dan memakan sarapannya tanpa suara, begitu juga Andra dia hanya fokus memaknkan handphonenya. Karna sebentar lagi Aska harus berangkat, Aska pun dengan berat hati membangunkan Bella.


Aska duduk di kursi sebelah ranjang Bella. "Sayang!" panggil Aska dengan lembut.


Andra yang tengah minum hampir tersedak karna mendengar ucapan Aska yang memanggil Bella sayang.


Dan Andara langsung mendapat tatapan tajam dari Aska.


Bella pun membuka matanya.


"Om mau kerja?" tanya Bella sambil memaksakan senyum.


"Maafin om ya sayang, om ada meeting, om harus ke kantor, kamu ga apa-apakan disini sendiri. Nanti kalau meeting om udah beres om langsung balik lagi kesini."


Karna malas berbicara pada Aska bella pun hanya menangguk. Dan tak lupa sebelum berangkat Aska pun mencium kening Bella, dan itu sukses membuat andra bergidik ngeri. Melihat Aska yang biasanya bersikap angkuh, tapi dihadapan gadis kecil ini Aska berubah menjadi pria yang sangat lembut.


"Bell, cepet sembuh ya," ucap Andra sebelum pergi


bella pun lagi-laguli mengangguk.


Tidak lama setelah Aska pergi, suster datang memeriksa keadaan Bella.


"Sus. Boleh saya minta kertas dan Juga meminjam pulpen?"


"Baiklah, akan saya ambilkan."