Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
eps22


🌷Aku ingin memberikan kesempatan untuk hati ku. Aku akan mencoba memasukan satu nama lain dalam hati ku, walau sebenarnya nya sangat susah menggeser nama lnya 🌷


Isabella Zachary Abraham


Sudah berlalu 30 menit Andra bangun dari duduknya dan kemudian merapikan jasnya.


Ini waktunya dia bekerja.


melihat andra yang sudah berganti peran


Melihat Andra bangkit aska tersenyum kecil.


Andra bergidik ngeri melihat senyum Aska.


"Apa jadwal hari ini?" tanya Aska.


"Hari ini anda akan meeting dengan tuan Takao dari Jepang. Untuk membahas tentang pembangunan resort di Jepang."


"Batalkan meetingnya, kabarkan pada tuan Takao untuk bertemu lusa, hari ini aku akan mengecek manajemen mall."


Andra mengernyit heran dengan perintah Aska "*W*hat, ni bocah mau batalin meeting penting gini demi meriksa mall, dah gesrek ni orang." rutuk Andra dalam hatinya.


"Apa kau sedang mengumpat ku?" tanya Aska.


Mendengar itu Andra tergelak. "Sepertinya begitu pak. Tolong maafkan hati ku pak," balas Andra dengan menahan senyum


"Ah ia, hubungi dealer motor di xxxx. Katakan padanya, aku membatalkan pembelian motor Harley atas nama Andra lesmana." Aska tersenyum penuh kemenangan ketika melihat muka Andra yang pucat. Dia berniat membelikan Andra moge untuk hadiah ulang tahun Andra yang tinggal seminggu lagi.


Dan seketika lutut Andra melemah. Andra benar-benar menyesal berdebat dengan Aska, Aska pun bangkit dan keluar dari ruang kerjanya dan meninggalkan Andra yang mematung.


Dan ketika Aska turun, Aska bernapas lega karna dua wanita itu sudah tidak ada di rumahnya.


Bella.


Setelah berbasa-basi denga Nabhan di wa./Bella pun sampai di caffe tea art milik Carles,


Carles sangat terkejut karna Bella membawa koper, dan bella menjelaskan alasannya untuk pindah karna ingin mencari suasan baru. Seharusnya hari ini Bella bernyanyi di caffe carles tapi Bella menolak untuk menyanyi hari ini, karna mood


nya sedang dalam kondisi buruk. Dan dengan berat hati carles pun meng ia kan keinginan Bella.


14.30 Bella pun sudah di dalam mall bersama Hana menunggu Bram.


"Bell, lu ngapain sih dari tadi ga berhenti berhenti meriksa laptop?" tanya Hana yang merasa diacuhka.


"Faxitap?" Hana mengerit heran.


"Gue ikut kontes designer muda. Gue masukin beberpa rancangan gue. tapi sampai saat ini belum ada balasan." keluh Bella.


"Lah ngapain lu cape-cape kuliah di jurusan arsitektur kalau lu juga pengen jadi designer?"


"Gue pengen jadi arsitek kaya ayah gue dan pengen bisa jadi designer kaya bunda gue."


"Terus lu ada keinginan lain?" tanya Hana.


"Gak ada. mana sih si Bram ko lama amat."


tak lama Bram pun datang dengan gagahnya menghampiri Hana dan Bella. "Wah wah wah, kurang ajar lu pda ya, gue belum datang lu semua udah pada makan," gerutu Bram. Kemudian dia menarik kursi sebelah Hana.


"Lu tuh kemana aja si Bram? gue sama Bella udah nungguin dari tadi tau."


Bram melotot galak pada Hana. "Gara- gara lu gila. Gue nunggu elu di parkiran kampus lu eh lu malah nge loyor pergi duluan."


"Lah ngapain lu ke kampus Hana Bram?" tanya Aysel menimpali.


"Gue ngisi seminar di kampus si Hana, gue mau ngajak balik bareng ni anak eh tapi ni bocah malah ngeloyor pergi duluan, gue kan jadi nunggu lama di kampus si Hana.


Hana pun hanya nyengir mendapat gerutuan Bram.


menatap kedua sahabatnya, Bella menarik napas sejenak. "Bram, Ban gue udh keluar dari rumah gue."


"Kenapa ga dari dulu aja sih lu tinggalin tuh cabang neraka, lu bisa tinggal diapartemen gue. Sandinya masih sama tanggal lahir kita bertiga."


"Gue juga mau ikut tinggal diapartemen lah bareng Bella." timpah Hana.


"Bagus. Kenapa ga dari dulu aja sih kalian terima fasilitas dari gue."


Bram sedikit bangkit dari duduknya, dia mengeluark dompet dan membukanya, lalu mengambil dua kartu, Bram menyodorkan kartu itu pada Hana dan Bella. "Nih pake!"


Hana dan Bella langsung mengambil kartu dari tangan Bram dengan wajah tanpa tau malu. Kelakuan mereka membuat Bram geleng-geleng kepala. "Gue kira kalian bakal pura-pura jaim." Bram meledek kedua sahabatnya yang tengah kegirangan karna menerima kartu darinya.


"Gue ga akan nolak apapun lagi dari lu.


Nyesel gue udh nyia-nyia in kebaikan lu dari dulu," kata Aysel dengan senang.


"Bener Bell. Harusnya kita manfaatin si Bram ya dari dulu." ucap Hana. Dam serempak Hana dan Bella tertawa terbahak-bahak.