
"Siapa kau,,? tanya Zhu huang, langsung mengintrogasi,
Sin mengerti, dalam situasi seperti ini, kakak iparnya pasti akan sangat hati-hati kepada semua orang, kecuali kepada orang yang dikenalnya.
Tidak mau ada salah faham dengan kakak iparnya, Sin mengeluarkan Zhu ling nie dan Zhu liang.
.
.
.
"Ehhh, I ibu.. Liang'er...!!!" kejut Zhu huang karena tiba-tiba muncul ibu dan adik bungsunya.
Zhu huang bangun dari keterkejutannya, dan dia pun langsung memeluk kedua wanita tersayangnya itu.
"Apa ibu tidak apa-apa..? apa klan Wu berani macam-macam sama ibu..??" tanya Zhu huang khawatir
"Ibu tidak apa-apa nak,,,
Nanti saja ibu jelaskan.." balas Zhu ling nie.
"Terima kasih dewa kau sudah menyelamatkan ibuku..!" kemudian memeluk ibunya lagi.
Setelah puas memeluk ibunya,,
"Adik kecil, sejak kapan kau keluar dari reruntuhan kuno..?" tanya Zhu huang kepada adiknya, Zhu liang.
"Kurang lebih sekitar 3 bulanan yang lalu,,," balas Zhu liang dengan senyum ceria, karena kini dendamnya sudah terbalaskan.
Zhu huang tidak membahas soal kematian ayahnya, dan semua anggota klan Zhu yang dibantai oleh klan Wu, karena pasti ibunya sudah memberi tahu adiknya. Dan juga, itu akan mengganti suasana kebahagian saat ini jadi kesedihan.
.
.
"Ibu, apa ibu mengenal pemuda ini..?" tanya Zhu huang, sambil melihat kearah Sin
"Tentu saja, karena dia adalah menantu ibu, juga calon adik iparmu. Sekaligus orang yang sudah menyelamatkan ibu dari klan Wu." timpal Zhu ling nie
"Ehhh,,, jadi pemuda ini calon suamimu adik kecil..?" ujar Zhu huang melirik Zhu liang.
"Salam kakak ipar,,!" ucap Sin sopan.
"Salam juga adik ipar,,
Kalau begitu, aku tidak akan sungkan lagi, tolong jaga adik bungsu ku ini, walau dia sedikit cerewet. Dan aku ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, karena kau sudah menyelamatkan ibuku," ucapnya panjang lebar.
"Ibu dari calon istriku adalah ibuku juga, jadi menolong ibu mertua adalah kewajibanku juga." balas Sin
"Hmmmmm,,,
Adik ipar,,! siapa namamu..?"
"Namaku Sin tian, panggil saja Sin..!"
"Nama yang bagus. Dan maaf, jujur saja tadi aku sempat mencurigaimu..!" ujar Zhu huang apa adanya.
"Tidak masalah, karena dalam situasi seperti ini, pasti semua orang akan melakukan hal yang sama," balas Sin
"Pantas saja adik kecil sampai jatuh ke pelukanmu, selain tampan, kau juga sangat bijaksana."
"Kakak huang, kau salah faham. Calon istrinya itu bukan aku, tapi kakak Xiang.." timpal Zhu liang.
"Haisshh,, Ternyata begitu,, terus dimana sekarang adik Xiang..?"
"Kakak Xiang sedang latihan tertutup, mungkin tidak lama lagi akan menyelesaikan latihannya.." balas Zhu liang.
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita Masuk kedalam goa. Kakak khawatir ada anggota pengintai dari klan Wu sedang berkeliaran..." ujar Zhu huang sangat waspada.
"Kakak huang, semua anggota klan Wu sudah dibantai habis olehku, jadi tidak usah khawatir lagi." ucap Zhu liang dengan bangganya.
"Liang'er kamu masih kecil, belum tau sadisnya klan Wu. Sudah, jangan banyak bicara lagi, ayo cepat masuk..!!"
"Apa kakak huang tidak mempercayaiku..?" tanya nya cemberut.
"Bukan begitu,,,! Kakak yakin adik kecil pasti akan menjadi seorang kultivator yang sangat hebat dimasa depan, tapi sekarang masih terlalu dini jika harus percaya diri seperti itu.." balas Zhu huang sambil mengacak rambut adik bungsunya itu.
"Huang'er apa yang dikatakan adikmu itu benar adanya. Wu tang, 9 tetua dan semua anggota klan Wu, sudah mati dibunuh adikmu dan dibantu oleh menantu ibu ini.." timpal Zhu ling nie.
"Ba bagaimana mungkin,,,??? jadi yang adik kecil katakan itu benar..?
"Tentu saja benar,,," timpal Zhu liang sambil melipatkan kedua tangan didadanya.
"Haisshh,,, kakak lupa,
kau kan baru saja keluar dari reruntuhan kuno, pasti adik kecil mendapatkan senjata tingkat suci atau bahkan tingkat kuno, kitab jurus tingkat tinggi dan mendapatkan sumber daya yang bagus dan melimpah." ujar Zhu huang panjang lebar.
"Apa kakak huang sedang bercanda, semua yang kakak katakan itu, baru seujung kuku dari apa yang aku dan kakak Xiang dapatkan," balas Zhu liang sambil melihat kearah Sin, karena semua itu berkat nya.
"Apa....!!??" kejut Zhu huang tidak percaya, karena barang yang dia sebutkan saja, hanya sanggup dia dapatkan dalam khayalan.
"Kalau begitu, kasih tau kakak, apa yang kau dapatkan dari reruntuhan kuno itu..? tanya Zhu huang sangat penasaran
"Nanti juga kakak akan tahu, sekaligus ada hadiah besar untuk kakak."
"Apa itu..?" tanya Zhu huang, makin dibuat penasaran
"Rahasia..." balas nya sambil mlengos.
Setelah author menghabiskan 600 kata, adik kakak itupun menyudahi obrolannya.
Kemudian Sin memasukan mereka semua ke Dunia jiwanya.
.
.
"Masalah klan Wu sudah beres, kini giliran pangeran ketiga.." gumam Sin, Dia pun melesat kearah barat.
Menurut informasi dari faviliun Xinxi, pangeran ketiga beserta pemberontak lainnya, berada di gunung Shenseng, wilayah paling barat dari kerajaan Hong.
.
.
Dua hari kemudian...
Kehancuran klan Wu, yang merupakan klan terbesar kedua setelah klan Hong, tersebar luas di kota itu.
Warga kota Hong sangat bersyukur atas hancurnya klan itu, karena anggota klan Wu terutama tuan mudanya selalu membuat ulah.
Bahkan putra mahkota sangat gembira saat mendengar laporan dari prajurit pengintainya. Kalau klan Wu sudah terhapus dari kota kekuasaannya, karena kekhawatirannya selama ini, pupus sudah.
.
.
"Apa kau yakin, yang membantai klan Wu adalah nona Zhu liang dan seorang pemuda...??" tanya putra mahkota, Hong zian.
"Hamba sangat yakin putra mahkota.." balas prajurit pengintai
"Jendral, pergilah dan cari saudara Zhu huang beserta keluarganya. Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan." ucap putra mahkota, Hong zian.
"Baik tuan muda..." balasnya, jendral itu pun langsung pergi dan membawa 20 prajurit.
.
.
.
****
Di gunung Shenseng,,,
Tepatnya wilayah paling barat kerajaan Hong.
Pangeran ketiga beserta 5 patriak dari sekte aliran hitam, sedang berkumpul disekte aliran hitam terbesar dikerajaan Hong, yaitu sekte siluman ular.
"Patriak Du, apa kau ada saran lain...??" tanya Hu ping, yang merupakan patriak dari sekte racun.
"Tidak ada, karena Aku setuju dengan rencana pangeran ketiga, yaitu kita membagi 4 kelompok dan menyerang kota hong dari segala sisi. Karena itu akan memecah konsentrasi pertahanan para jendral dan prajurit kerajaan."
"Bagus kalau begitu, aku anggap semuanya sepakat akan menyerang kota Hong dari 4 arah mata angin, sesuai rencanaku." ujar pangeran ketiga, Hong zun.
"Terus bagaimana persiapan kita patriak Du..?" tanya Hong zun
"Semuanya sudah siap,,,, pangeran hanya tinggal memberi instruksi, maka kita akan berangkat kapanpun pangeran mau..!" balas patriak Du.
"Kalau begitu, besok pagi kita langsung berangkat, dan berpencar dipersimpangan..!!" seru Hong zun
"Baik.." balas ke 5 patriak.
Baru saja pangeran ketiga dan para patriak akan membubarkan diri.
BOOOOOOMMMM
Terdengar ledakan di pintu gerbang sekte siluman ular.
"Ledakan apa itu..? tanya patriak Hu ping.
"Sepertinya itu serangan dadakan dari Hong zian." sahut Hong zun
"B4ngsaattt,,, beraninya mengacau di wiliyahku.." ucap patriak Du sangat marah.
Mereka berenam pun keluar dari ruangan pertemuan dan langsung menuju halaman sekte.
Baru saja membuka pintu, datang salah satu murid.
"Patriak, kita diserang..!!"
"Patriak Hu ping, aku minta bantuan mu, kumpulkan semua tetua dan seluruh murid, lakukan rencana B, seperti yang kita bahas kemarin....!" seru patriak Du bong
"Baik..." balas patriak Hu ping langsung pergi, untuk membentuk formasi tiga pertahanan.
Jumlah murid dari 5 sekte aliran hitam sebanyak 65.000, terdiri dari murid inti, dalam dan murid luar dari masing-masing sekte.
Saat pangeran ketiga dan keempat patriak tiba dihalaman depan,,,
Dari kejauhan mereka hanya melihat seorang pemuda sedang berdiri sambil menginjak kepala salah satu murid
Tidak jauh dari pemuda itu, ada empat tubuh dari murid yang bertugas menjaga gerbang, keempatnya tergeletak tanpa kepala.
"B4jing4nn alas..."
Patriak Du langsung melesat jauh kedepan, dimana Sin berada.
"Putaran api membakar bumi,," teriak Du bong, langsung menyerang Sin dengan jurusnya.
Serangan itu melesat kearah Sin dan berputar seperti suriken.
Saat putaran api itu mengenai tubuh Sin.
BOOOOOOOOMMM
Terjadi ledakan besar, api itu terus melahap tubuh Sin.
"Cihhh, aku kira orang yang mengacau diwilayahku adalah seorang yang tangguh, ternyata hanya bocah sampah, yang tidak tau diri,"
"Ha ha ha ha, ada ada saja, aku kira si Hong zian yang datang menyerang, ternyata hanya bocah yang sudah putus asa." sahut pangeran ketiga dari kejauhan.
.
.
Setelah api padam dari tubuh Sin...
"Tapak semesta.." teriak Sin, dia mengalirkan energi qi nya sebesar 5%.
Awalnya muncul tapak tangan sebesar telapak tangan Sin, tapi kemudian langsung membesar dan melesat kearah Du bong dan Kin rong.
Dalam seperskian detik, Tapak tangan itu menghantam patriak Du bong dan dan patriak Kin rong
BOOOOOOOOOOOOMMM
Terjadi ledakan dahsyat, bahkan ledakan itu 10 kali lipat dari serangan patriak Du sebelumnya, bangunan sekitar pun ikut meledak sampai luluh lantah.
Patriak Du bong dan Kin rong terpental saat terkena jurus tapak semesta milik Sin.
"Aaaaaaaaaaarggghhh" Teriak keduany, tapi teriakan itu hanya beberapa saat, setelah itu tidak terdengar lagi.
Daging dan darah mereka berdua langsung kering kemudian terkelupas dari tulangnya, akibat ledakan energi qi.
Tidak lama kemudian Tulangnya pun ikut melebur.
.
.
"A a apa yang terjadi,,,?
Mungkinkah ada orang lain dibelakang bocah itu..?" gumam pangeran ketiga.
"Kalian semua bersiap,," teriak Hu ping kepada para tetua yang sedang mengatur formasi bersama para murid.
"Baik,,," balas semuanya serempak, walau hati mereka mulai gentar.
Melihat patriaknya saja hancur lebur begitu saja, apalagi mereka. Begitulah kira-kira ketakutan para tetua dan semua murid.
.
.
"Bisakah kalian lebih serius saat bertarung denganku..??" ejek Sin kepada pangeran ketiga dan tiga patriak sisanya.
"Si siapa kau...?" tanya Hong zun
"Berisik.." sahut Sin
Kemudian Sin mengibaskan tangannya,,,
Seketika pangeran ketiga dan 3 patriak hilang dari halaman sekte siluman ular.
Sin memasukan mereka berempat ke penjara di Dunia jiwanya, bersama Wu tong.
.
.
"Ke kemana pangeran ketiga bersama patriak lainnya..??" tanya salah satu tetua.
"Cihhh pengecuttt, mungkin mereka kabur, sekarang kita serang secara bersamaan, aku yakin pemuda itu tidak akan sanggup bertahan lama, kalau diserang terus menerus..?" teriak tetua pertama siluman ular.
"Baik.." balas semuanya serempak, walau makin gentar dan gemetar, tapi mereka tidak bisa mundur lagi, walaupun 2 pemimpinnya sudah tewas, dan 4 lainnya kabur.
Tetua pertama pun sudah siap menyerang Sin dengan elemen apinya
"Tendangan jarum,," teriak Sin
SHUUUUUUUUTTT
Belum sempat para tetua dan murid itu melakukan serangan, Sin sudah melesat seperti jarum.
CRASH
CRASH
CRASH
.
.
.
.
Dalam sekali serang sedikitnya 125 kepala para murid sekte langsung hancur
Sin terus melakukan jurus itu.
Dalam 5 menit, Sin sudah membantai lebih dari 5000 murid.
"Tendangan seribu..." teriak Sin mengganti gerakan jurusnya.
BUAKK
BUAKK
BUAKK
.
.
.
.
Aaaaaaaaaaarggghhh
Aaaaaaaaaaarrgghhh
.
.
Teriakan dari para murid terdengar di area sekte siluman ular.
Entah itu karen tulang rusuk yang patah sampai tembus kedalam, atau lehernya yang patah, Akibat terkena tendangan dari Sin.
Sin terus melakukan jurus tendangan seribu kesana kemari, hingga para murid tersisa kurang dari 10.000.
Untuk menyelesaikan sisanya, "Suriken..." teriak Sin dan melemparkannya
SEUNGGGG
SLASH
SLASH
SLASH
.
.
.
.
.
Kurang dari 5 menit, Surikennya sudah membantai sisa murid dari gabungan 5 sekte aliran hitam.
.
.
Kemudian Sin mengumpulkan mayat dari tetua dan murid itu, untuk dibakar, agar tidak jadi sarang penyakit ke wilayah sekitar.
Sebelum dibakar, seperti biasa Sin menjarah semua senjata yang berserakan. Kemudian membakar tumpukan mayat itu dengan api putihnya.
Setelah beres membakar mayat itu, Sin kemudian mencari gudang harta sekte siluman ular.
tidak membutuhkan waktu yang lama, dia pun menemukan ruang harta itu.
Gudang harta itu tepat berada dibanguanan milik patriak sekte siluman ular.
"Huhhh, tangkapan yang bagus..." gumam Sin.
Dia berencana membagikan semua harta itu untuk rakyat sekitar yang terkena dampak dari situasi darurat, yang diberlakukan oleh putra mahkota di kota Hong.
Karena kebijakan itu, ekonomi warga kota Hong merosot tajam,
Tapi Sin juga tidak bisa menyalahkan putra mahkota. Dia yakin, putra mahkota sudah memikirkan secara matang tentang kebijakan itu.
Mungkin bisa disebut sedia payung sebelum hujan.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
SILAHKAN VOTE / HADIAH...!!
Sampai saat ini saya masih belum mengajukan kontrak. Walau beberapa kali admin menawarkan kontrak via WA.
Melihat tabel saja,
jujur itu membuat saya DOWN,
ribuan yang baca, tapi dkungan hanya 10%nya
Walau secara materi, dukungan kalian tidak saya ambil.
percayalah itu satu²nya spiritku dalam melanjutkan cerita ini.