
Ratu Zena dan Jendral Gorogo memimpin langsung pasukannya, menuju wilayah ras manusia.
.
.
.
***
Di istana bangsa Orc...
"Bagaimana jendral, apa sudah ada perkembangan lain dari elf hitam?" tanya Brong ghost, raja bangsa Orc
.
.
.
...BRONG GHOST...
...Raja Orc...
"Yang mulia raja, Baru tadi pagi ras elf hitam mengirim kabar, bahwa mereka akan menyerang wilayah ras manusia dengan kekuatan penuh." balas salah satu jendralnya.
"Ha ha ha ha...
Kalau begitu Ayo ikut bersenang-senang...!" seru Brong ghost tertawa menggema
Bangsa Orc sendiri tidak berkultivasi, mereka bertarung hanya dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa.
Tulang nya sendiri, setara dengan tulang tingkat phoenix sebagian lagi bahkan sekuat tulang naga.
.
.
.
Kemudian Brong ghost menurunkan Lebih dari 500.000 prajurit Orc, untuk membantu ratu Zena sekaligus bersenang- senang ala mereka.
Dia sengaja membawa pasukan sebanyak itu, karena pembantaian dan memperbudak ras lain adalah hoby nya.
.
.
.
"Prajuritku Hari ini kita akan bersenang- senang, untuk membantai ras manusia, sekaligus membantu saudara kita dari ras elf hitam."
WU...
WU...
WU...
WU...
WU...
Teriak para prajurit Orc
.
.
.
...Bangsa Orc siap berangkat menuju wilayah ras manusia...
.
.
.
.
3 hari kemudian..
2 pasukan besar bertemu dipersimpangan jalan, yaitu pasukan ras elf hitam dan bangsa Orc.
.
.
.
"Bukan kah itu raja Brong ghost." tanya ratu Zena.
"Benar, itu raja Brong ghost" balas jendral Gorogo
"Apa mereka mau menghadang kita..???" tanya ratu Zena sedikit khawatir
"Tidak mungkin ratu Zen, pasalnya raja Brong ghost dan raja Gorin sudah cukup lama bersahabat. Sebaiknya yang mulia ratu, tanyakan langsung kepada raja Bangsa Orc itu...!!"
"Baiklah,,,," balas Zena singkat.
Ratu Zena dan jendral Gorogo pun menghampiri raja orc itu.
"Salam yang mulia raja Ghost..!!" ucap Zena sambil membungkukan kepalanya
"Oooh ratu Zen, bagaimana kabarmu..?" tanya Brong ghost.
"Jujur saja, saat ini aku sedang tidak baik- baik saja. Dan pasti yang mulia raja tahu alasannya..." balas Zena
"Ya ya ya ya ya yaaaa..... Aku faham, oleh karena itu aku akan memberi hadiah untukmu..!" ujar Brong ghost.
"Apa itu yang mulia...? tanya ratu Zena sangat penasaran
"Pasukanku ini adalah hadiah dariku, untuk membantumu menyerang wilayah makhluk terkutuk itu,..!!" ujar Brong ghost.
"Benarkah yang mulia Ghost..?"
"HMMMMMM..." balasnya menggeram.
"Te terima kasih banyak yang mulia. Aku berjanji, kebaikanmu ini akan aku balas dimasa depan nanti," ucap ratu Zena terharu akan sikap setia kawan Brong ghost kepada suaminya itu.
.
.
.
***
Di istana ras manusia...
Ratu Zhu xiang mendapat laporan dari prajurit mata-matanya, bahwa sekarang 2 pasukan besar sedang menuju ke wilayahnya.
Tak ayal, berita penyerangan 2 pasukan elf hitam dan Orc itupun membuatnya kalang kabut.
"Yang mulia ratu,,,,,! apa tidak sebaiknya yang mulia ratu memberi tahu perihal ini kepada tuan muda Sin..!!" sahut jendral Mao.
"Tidak bisa jendral Mao, kata saudari- saudariku, sekarang Sin gege sedang melakukan latihan tertutup, jadi tidak bisa diganggu." balasnya yang masih bingung memikirkan jalan keluar.
"Haiiishhh, bagaimana ini..?" gumam jendral Mao
.
.
.
"Hormat yang mulia ratu,,,!"
"Ya ada apa..?"
"Di depan gerbang ada raja ras elf putih dan 10 petinggi kerajaannya." ucap prajurit penjaga gerbang.
"Persilahkan mereka masuk, dan langsung bawa ke ruangan ini..!" seru Zhu xiang.
"Baik yang mulia.."
"Yang mulia Ratu, Apa tidak beresiko membiarkan mereka masuk..?" tanya jendral Mao sedikit khawatir.
"Tenang saja jendral Mao, aku kenal betul siapa mereka.." balas ratu Zhu.
.
.
.
10 menit kemudian...
Raja Zarco, jendral Gin, Arco, Freza, dan 7 petinggi lainnya memasuki ruang istana.
"Salam yang mulia ratu Zhu.." ucap raja Zarco sopan.
"Salam kembali yang mulia Zarco dan selamat datang di istana ras kami yang sederhana ini." balas Zhu xiang merendah dan penuh hormat.
"Silahkan duduk yang mulia Zarco...!!!"
Raja Zarco dan 10 lainnya kemudian duduk di kursi kehormatan.
"Terima kasih atas sambutan hangat ini ratu Zhu,,,,!
"Sama-sama, dan maaf kami tidak bisa menyambutmu dengan sangat layak," balas Zhu xiang.
"Maaf kalau saya lancang. apa kedatangan kami tidak tepat..? Jujur saja, saya melihat ratu Zhu dan yang lainnya terlihat tegang...?" tanya Zarco tak enak hati, dia merasa kedatangannya tidak diharapkan di wilayah ras manusia.
"Tidak salah dengan apa yang mulia Zarco katakan, kami memang sedang dalam masalah besar, karena tidak lama lagi, 2 pasukan besar tiba diwilayah kami. Yaitu pasukan elf hitam dan bangsa Orc. Mereka datang dan membawa hampir 1 juta pasukannya." balas Zhu xiang menjelaskan situasi daruratnya.
"Ini situasi yang sangat gawat..." gumam Zarco tapi terdengar oleh semuanya.
"Benar, ini situasi yang sangat gawat....
Yang mulia Zarco, kami bukan tidak mengharapkan kehadiranmu beserta jajaran kerjaan elf putih lainnya. Lebih baik kembalilah sekarang juga, sebelum 2 pasukan besar itu tiba di wilayah kami." ucap ratu Zhu yang tidak mau melibatkan dan merugikan pihak lain
"TIDAK... Jujur saja, kami datang kesini ingin mengajak kerja sama dengan kerajaan ras manusia dalam berbagai bidang. Jujur saja, perhatian mu terhadap keselamatan nyawa kami. Saya anggap ratu Zhu sudah menyepakati kerja sama ini. Oleh karena itu, mulai sekarang kita adalah aliansi. Jadi aku putuskan sekarang juga, akan membantu mu mempertahankan kerajaanmu semampu kami." ucap raja Zarco panjang lebar.
"Benarkah..??"
"Yaa..."
"Te terima kasih banyak atas bantuannya yang mulia Zarco, kebaikanmu akan kami balas dimasa depan." sahut Zhu Xiang.
.
.
.
Kemudian raja Zarco menyuruh salah satu jendralnya kembali ke kerajaan dan membawa pasukan terbaiknya.
10 menit kemudian, masuk kelima saudari lainnya ke ruang istana.
.
.
.
.
"Saudari saudariku, perkenalkan ini adalah yang mulia Zarco, jendral Gin, putra mahkota Arco, nona Freza dst.
Saudariku, tuan Zarco ini adalah raja dari elf putih." seru Zhu xiang memperkenalkan tamu nya.
"Dan Yang mulia Zarco, perkenalkan mereka berlima adalah saudariku"
"Apa itu benar ratu Zhu..?" tanya Zarco memastikan
"Hmmmm"
"Tapi kenapa tidak ada yang mirip satu sama lain sedikitpun..? tanya Zarco penasaran
"Kami bersaudara, karena kami berenam calon istri Sin gege," balas Lin yi dengan lantang.
Zarco dan elf yang lainnya terkejut, mendengar jawaban Lin yi.
"Ba bagaimana mungkin..?" gumam Freza
Karena bagi ras elf kesetiaan adalah no satu dalam berhubungan lawan jenis.
Tapi dihadapannya kini, ada 6 wanita yang terlihat bahagia, dan bahkan dengan bangganya memeperkenalkan calon istri dari 1 orang pria saja.
.
.
.
"Memangnya kenapa..? bisiknya
"Nanti pasti jadi saudari yang ke tujuh."
Zhu xiang hanya diam, karena dia pun dengan sukarela menyerahkan dirinya jadi calon istri yang keenam.
.
.
.
Saudari Xiang, kenapa wajahmu terlihat pucat..? tanya Bing xiao
Zhu xiang pun menjelaskan situasi kepada kelima saudarinya itu.
"Haiiiisssshhh, kenapa saudari xiang begitu khawatir dengan masalah kecil seperti itu. Bukannya Sin gege sudah memasang array diwilayah ini." timpal Lang xie yue
"Ta tapi apakah mungkin bisa menahan serangan 2 pasukan besar itu..?" tanya Zhu xiang tidak yakin.
"Saudari Xiang, array buatan Sin gege bahkan tidak bisa dihancurkan oleh 2jt pasukan, apalagi ini kurang dari 1 juta." timpal Lin yi sangat percaya dengan perlindungan calon suaminya itu.
"Be benarkah...?" Zhu xiang terkejut senang, dengan kemampuan calon suaminya itu.
"Hmmmm, yakin lah...!!!"
Jendral Mao, bahkan raja Zarco dan petinggi ras elf putih lainnya sangat terkejut, mendengar obrolan 6 wanita dihadapannya ini.
Dan Freza makin dibuat penasaran, oleh pemuda yang bernama Sin itu.
"Ah maaf kalau yang tua ini kurang sopan, kalau boleh tahu, apakah tuan Sin itu adalah orang yang sudah membunuh Gorin dan 500 pasukannya..? tanya Zarco penasaran.
"Benar sekali yang mulia..." balas Zhu xiang.
"Lalu dimana tuan Sin sekarang..??"
"Ah, beliau sedang latihan tertutup, jadi maaf kami belum bisa memperkenalkannya kepada yang mulia Zarco..." balas Zhu xiang sangat sopan.
"Hmmmm, tidak apa-apa. Suatu hari, kami pasti bertemu dengan sang pahlawan itu..." ucap Zarco sangat berharap bisa bertemu secepatnya.
.
.
.
.
1 Minggu kemudian...
200.000 prajurit bantuan dari ras elf putih sudah datang.
.
.
.
Kemudian jendral Mao dan jendral Gin, mengatur 3 pasukan dibenteng pertahanan gerbang istana dan sekelilingnya.
3 pasukan itu adalah,,
murid bintang semesta,
prajurit ras manusia,
dan prajurit elf putih.
.
.
.
2 hari kemudian..
2 pasukan ras elf hitam dan bangsa orc sudah tiba di wilayah ras manusia.
Pasukan paling depan adalah prajurit elf hitam
Sedangkang bangsa Orc berada dibelakangnya.
"Dengarkan,,,,!!!
hari ini kita akan bersenang- senang. Jadi jangan biarkan satupun manusia hina itu, lolos dari wilayahnya." sahut jendral Orc memeberi pidato diatas bukit.
"Mulai lah bersenang-senang,,!!" Seru jendral Orc
.
.
.
Pasukan pemanah bersiap melesatkan anak panahnya.
"LEPASKAN...!!"
SHUUUUT
SHUUUTT
SHUUUUTT
.
.
.
.
Ribuan anak panah melesat ke arah benteng istana ras manusia.
Tapi saat anak panah mendekati benteng seolah hilang dan ditelan begitu saja.
para orc kemudian melanjutkan dengan serangan bola api yang besar.
BLUMM
BLUMM
BLUMM
.
.
.
.
Puluhan bola api melesat ke arah benteng istana ras manusia.
Tapi lagi- lagi, api yang dilontarkan lenyap begitu saja sesaat setelah mengenai array pertahanan.
.
.
.
Tidak lama setelah itu, array membalikan ribuan anak panah ke arah prajurit elf hitam dan bangsa orc.
SHUUTTT
SHUUUTT
SHUUTT
.
.
Aaaaaaaaaaarrrgghh
Aaaaaaaaaaaaarrrgh
.
.
teriakan puluhan prajurit merintih kesakitan
.
.
.
.
Tidak lama setelah anak panah, kini giliran puluhan bola api yang dilontarkan balik oleh array pembalik serangan.
WUSSSSSHHHHHHH
BOOOOOOOOMMMM
BOOOOOOOOMMMM
BOOOOOOOOOMMM
.
.
Puluhan bola api menghantam pasukan elf hitam dan Orc
.
.
.
Aaaaaaaarrrgh
Aaaaaaaaarrgh
Puluhan prajurit berteriak kepanasan, karena terbakar bola api.
Sampai saat ini, para jendral elf hitam dan jendral orc, belum menyadari ada array yang terpasang, mereka mengira itu adalah serangan balik yang dilakukan prajurit ras manusia.
.
.
.
.
.
.
Sementara dari pihak ras manusia dan elf putih, mereka hanya nonton dari atas benteng pertahanan istana.
JANGAN LUPA DUKUNG
VOTE/ HADIAH
BERSAMBUNG...