
Kenapa di Daratan tengah para peserta alkemis tingkat 1 s/d tingkat master, disebut jenius? karena usia mereka baru 25 tahun kebawah.
Kalau orang biasa (bukan jenius), untuk menjadi alkemis tingkat 3 saja, rata- rata berusia 50 tahun.
Apalagi dengan Zhen fa (keahlian array), usianya bahkan lebih tua lagi dari pada para alkemis dengan tingkatan yang sama.
Terlebih lagi di Daratan rendah, menjadi alkemis tingkat master saja, rata- rata usianya sudah 100 tahun.
.
.
**
Masing- masing bandar yang membuka taruhan, mereka sudah mempunyai salinan nama para peserta, para bandar memintanya dari pihak panitia turnamen.
.
.
.
"Nona muda, apa anda mau ikut bertaruh..? tanya tetua klan wei
"Hmmmmmm.." angguk Ling si
"Apa nona mengerti peraturannya..?"
"Tidak" balasnya singkat.
"Peraturannya sederhana, nona tinggal pilih 1 peserta dari 160 peserta yang ada. Jika peserta pilihan nona berhasil jadi juara pertama saat final nanti, maka nona menang taruhan.
"Hmmm, baikalah aku mengerti" ucap nya
Kemudian Ling si pun memberikan cincin penyimpanan.
Tetua klan wei pun menerima cincin dari Ling si, setelah mengecek isinya. Tetua itu cukup terkejut dengan harta gadis didepannya ini.
"Bertaruh untuk peserta no berapa nona..?" tanya sang bandar
"Untuk no urut 69 atas nama peserta Sin tian," balas Ling si
"Baiklah nona muda,"
Setelah memberikan taruhannya, Ling si pun kembali.
Saat turnamen akan dimulai, taruhan dari para bandar pun ditutup.
Semua bandar yang membuka taruhan, tidak ada satupun dari para penonton yang bertaruh untuk Sin, kecuali Ling si. Itupun hanya bertaruh di satu bandar saja.
.
.
.
.
***
"Baiklah untuk seleksi babak pertama, para peserta harus membuat pil kultivasi tingkat emas, dengan bahan- bahan yang sudah tersedia di meja masing- masing peserta. Dan 80 peserta yang berhasil menyelesaikan lebih dulu, akan lolos ke babak berikutnya, kami tidak peduli entah itu pil kelas rendah atau sempurna. PERLOMBAAN DI MULAI...!!!" ucap ketua panitia, bidang alkemis.
Membuat pil tingkat emas adalah kemampuan alkemis tingkat 3.
Sin melihat herbal yang tersedia diatas meja, ada biji adas hitam, krisan putih dan jintan ungu.
Dia diam cukup lama dan membiarkan peserta lain memulai lebih dulu
.
.
.
Di tribun penonton...
"Ha ha ha haa......
Lihatlah peserta no 69,,,! dia lucu sekali, bukannya memulai membuat pil, malah bengong melihat bahan herbal didepannya" ucap penonton
"Tidak usah terlalu serius, disetiap perlombaan pasti selalu ada pelawak yang ikut turnamen, mungkin dia ingin menghibur para penonton." sahut yang yang lainnya.
.
.
.
.
.
"Kenapa gege malah diam..? apa gege tidak bisa membuat pil..?" gumam Ling si khawatir.
Sedangkan Yao gong zhu, Guo ren dan peserta lainnya, sedang memasukan satu demi satu bahan kedalam tungku.
Semua peserta sudah mulai mengolah herbal yang ada di mejanya masing- masing
Bahkan sebagian peserta sudah mengeluarkan keringat sebesar biji jagung, selain mental mereka ditekanan oleh atmosfer dari teriakan para penonton. Juga sebagian dari peserta masih ada alkemis tingkat 2.
.
.
.
.
30 menit waktu berjalan, tapi Sin hanya diam dan melihat peserta lain, terutama peserta no 45 yaitu, Yao gong zhu.
...YAO GONG ZHU...
"Tuan muda, peserta lain sudah mulai memadatkan pil nya, tapi kau bahkan belum memulai dan malah memperhatikan ku..? " tanya Yao gong zhu, yang merasa diperhatikan secara intens oleh Sin.
"Nona Zhu, mungkin dari awal dia bukan mengikuti turnamen, tp ingin melihat kecantikan mu dari dekat." sahut Guo ren yang mendengar perkataan Yao gong zhu.
"Ucapan tuan muda yang disana, Tepat sekali. Aku kesini bukan untuk ikut turnamen, tapi untuk mengagumi kecantikan nona Zhu." balas Sin makin menjadi dibarengi senyum menawannya.
"Kalau kau berharap bisa mendapatkan nona Zhu, Mimpimu terlalu tinggi kawan." ucap Guo ren dalam hatinya
Tidak lama setelah itu, Sin mulai memasukan semua herbalnya sekaligus kedalam tungku, dia tidak membuat pil dengan cara seperti biasanya.
"Lihatlah pria t0l0l itu, memasukan bahan herbal sekaligus...!!" ujar penonton
"Bukankah pria itu yang mendaftar 3 bidang keahlian...???" balas sebelahnya
"Sudah ku katakan dari awal, dia memang sedang cari mati." ujar peserta petarung, yang sedang nonton di tribun.
.
.
.
"Haiiisssshh, apa - apaan peserta itu, kalau tidak berniat mengikuti turnamen, minimal jangan mencelaki dirinya sendiri..!" ucap salah satu juri alkemis, yang melihat cara Sin membuat pil.
"Yang tetua katakan itu benar, tapi ya sudahlah biarkan saja." sahut juri lainnya.
.
.
.
.
Kurang dari 3 menit, Sin bahkan sudah selesai memadatkan pilnya.
"MURNIKAN.." gumamnya
BAAM
Terdengar ledakan kecil dari tungku nya.
Kemudian Sin membuka tungkunya.
WUSSSHHH
Energi qi meluap- luap dari dalam tungkunya. Setelah itu Sin langsung memasukan kedalam botol dam memberikannya kepada juri.
Semua orang terbengong melihat kelakuan Sin.
Yao gong zhu sendiri baru akan memurnikan. Dia sampai terbengong melihat Sin sudah selesai membuat pilnya.
"Apa pria itu benar- benar membuat pil..?" pikir yao gong zhu.
.
.
.
"Tetua Yao coba periksa, apa benar itu pilu kultivasi tingkat emas..?" seru juri yang lain.
untuk sesaat suasana di arena itu sangat hening, menunggu ketua juri membukanya.
Saat botol itu dibuka...
WUSSSHHH
Bukan hanya energi qi yang meluap- luap, tapi bau harum semerbak memanjakan indra penciumannya.
"I ini benar pil kultivasi tingkat emas bahkan kelas sempurna" ucapnya terkejut bahkan terkagum- kagum.
Para juri lainnya, penonton, bahkan kaisar Jiang dan para raja yang berada di tribun VVIP mendengar ucapan ketua juri pun ikut terpukau.
Tapi tidak sedikit juga yang tidak percaya, mungkin itu pil yang dibekal dari rumahnya.
.
.
.
Saat Sin berdiri dihadapan para juri, salah satu prajurit pengintai kerajaan Ling, mengenali wajah Sin. Karena saat ini, Sin menjadi sentra perhatian semua orang.
kemudian pengintai itu melaporkan kepada komandannya.
Komandan yang mendengar laporan itu terkejut, dan langsung melapor kepada panglima jendral ye.
Karena komandan pengintai itu tidak cukup berani kalau harus menghampiri raja Ling di tribun VVIP. Sebab disana ada kaisar Jiang tepat disamping rajanya.
Tribun VVIP berada diatas, selain ditutupi kaca juga dipasang array, untuk menjaga keselamatan orang yang ada didalamnya.
.
.
Panglima jendral ye pun menghampiri raja Ling di tribun VVIP.
Kemudian jendral ye membisikan sesuatu kepada raja Ling.
"Benarkah...???" tanya raja Ling langsung berdiri, sesaat menerima informasi itu.
Kaisar Jiang dan raja lainnya, sontak langsung melihat kearah raja Ling.
"Ada apa raja Ling..?" tanya kaisar Jiang.
Karena yang bertanya adalah sang kaisar, raja Ling pun menjelaskan duduk persoalannya secara ringkas.
"Ternyata begitu....!!" angguk kaisar Jiang.
"Eehhhh,,, bukankah itu anak muda yang beberapa waktu lalu dikumpulkan di halaman istana...?? Berarti wanita yang disebut istrinya itu adalah anakmu, raja Ling,,? Sebab hanya dia yang tidak mau pergi dari halaman istana, kalau tidak bersama istrinya." ucap kaisar Jiang yang baru mengingatnya, karena kejadian waktu itu cukup menyita pikirannya.
"Apa yang mulia kaisar mengenal pemuda itu?" tanya raja Ling penasaran.
Kaisar Jiang pun ngobrol ngaler ngidul membahas masalah beberapa hari kebelakang.
"Ternyata seperti itu.."
"Baiklah raja Ling, walaupun pencarian anakmu sudah menemukan titik terang, tapi aku minta, anak muda itu jangan dulu diganggu, biar konsentrasinya tidak buyar. Jujur saja, aku suka sama keberanian anak muda itu. Dan lihatlah cara dia membuat pil, membuat semua orang terpukau," ucap kaisar Jiang tulus.
"Baiklah, terima kasih atas saran dari yang mulia, mungkin sementara waktu, saya tidak akan memberi tahu istriku, karena kalau sampai dia tau, mungkin sekarang juga akan menerobos ke dalam arena."
"Itu lebih bagus, kita lihat saja sejauh mana kemampuan calon menantumu itu..!!" ujar kaisar Jiang.
.
.
.
Beberapa saat kemudian Ling sing mengingat kembali kejadian 4 tahun kebelakang, ternyata pemuda yang berada di arena, bukanlah pemuda yang ditolaknya waktu itu.
Seketika harapan Ling sing sirna, jangan - jangan gadis yang disebut mirip dengan anaknya adalah gadis yang berbeda.
Dia pun harap- harap cemas, pikirannya jadi kalang kabut kembali.
.
.
.
Di arena turnamen...
Sin kemudian kembali ke pinggir lapangan, dan bersandar didekat bangku penonton, sambil menunggu peserta lain menyelesaikan pemurnian pil nya.
"Waaaaahhh gege hebaaattt" ucap Ling si tiba- tiba memeluknya dari belakang.
Mereka berdua pun ngobrol ngaler ngidul.
.
.
.
.
Raja Ling seketika wajahnya sangat cerah, saat melihat anaknya sedang memeluk pemuda itu dari arah belakngnya.
"Si'erku....!!!" gumamnya pelan, sembari mengeluarkan air matanya.
.
.
.
Semua kerajaan hadir di turnamen ini, kecuali kerajaan huang.
Awalnya raja Ling sendiri, tidak akan menghadiri acara turnamen ini, kalau bukan untuk mencari anaknya.
"Oh iya raja Ling..! bukankah kau mempunyai 2 orang putri..? apa dia tidak ikut kesini..?" tanya kaisar Jiang.
"Putri kandungku hanya satu, yaitu Ling si. Sedangkan Ling su adalah anak angkatku. Tapi kami tidak pernah membedakan diantara mereka berdua. Dia tidak ikut karena sedang berada di sektenya." balas raja Ling.
"Hmmmmm" kaisar jiang hanya mengangguk.
.
.
.
20 menit kemudian,,,,
79 peserta lainnya sudah menyelesaikan pemurnian pil nya. berarti 80 peserta sisanya dinyatakan gugur.
.
.
.
.
.
.
waktu terus berjalan dan berganti hari.
.
.
Babak kedua, 80 peserta
.
.
Babak ketiga, 40 peserta
.
.
Babak keempat, 20 peserta
.
.
Setelah 2 hari, babak penyisihan pun selesai.
Karena setiap harinya, panitia hanya menggelar 2 babak saja.
.
.
.
Hari ketiga...
Dari semalam suntuk para penonton hilir mudik diluar arena turnamen, menunggu gerbang arena dibuka.
Tujuannya hanya satu, ingin mendapatkan kursi yang paling depan.
Pagi harinya, pintu gerbang dibuka, para penonton pun berebut kursi paling depan, terutama para gadis.
Dalam 1 jam semua tribun sudah dipenuhi, bahkan masih banyak yang masih belum bisa masuk.
Untuk memfasilitasi para penonton yang tidak bisa masuk, pihak istana menyediakan batu Dianying (anggap saja seperti layar tancap), hanya saja terbuat dari batu kristal luyinji (batu perekam), batu itu sudah dibentuk datar.
Mereka hanya ingin menyaksikan aksi dari seorang pemuda tampan yang bisa membuat pil kurang dari 3 menit.
.
.
.
"Para hadirin yang terhormat, acara final akan segera berlangsung, mohon para hadirin untuk tenang sedikit,,! agar para peserta tidak terganggu konsentrasinya dan bisa menunjukan penampilan terbaiknya." ujar ketua panitia menjeda perkataannya.
"Baiklah kita sambut 10 peserta terbaik kita."
Kemudian Sin dan peserta lainnya pun masuk ke arena turnamen..
"Sin tiaaaannn,,, aku padamuu..!" teriak seorang gadis
"Tuan muda siiiinnn, aku siap melahirkan 10 anak untukmu..!!"
Teriakan demi teriakan membuat arena kembali bergemuruh.
Raja Ling beserta istrinya sangat bangga dengan prestasi calon menantunya itu, walaupun hingga kini mereka belum menemui anaknya.
Karena sudah berjanji pada kaisar untuk tidak mengganggu konsentrasi Sin dan anaknya Ling si.
Di khawatirkan Ling si masih marah dan tidak mau kembali, dan itu hanya akan membuat rumit semuanya.
.
.
20 menit kemudian para penonton sudah mulai tenang dan kondusif kembali.
.
.
.
"Untuk acara Final, para peserta dibebaskan untuk membuat pil terbaiknya, pil apapun itu. dan untuk bahannya sendiri, bebas memilih di rak yang sudah disediakan oleh kami. Baiklah, karena para penonton sudah tidak sabar,,,,
FINAL ALKEMIS DIMULAI...!!! " ucap ketua panitia.
Kemudian para peserta memilih herbal yang tersedia di rak.
"Tuan muda Sin..! hari ini kamu akan membuat pil apa?" tanya Yao gong zhu, yang kini sudah makin akrab.
"Pil untuk memikat hatimu" balas Sin tersenyum menawan.
"Pil apa itu..?" tanya nya memerah.
"Rahasia,," balas Sin sambil terkekeh.
Kemudian Sin memilih cempaka sembilan warna, jintan ungu dan bunga tapak dara.
Setelah berada ditempatnya, kali ini Sin tidak membuang waktu seperti sebelumnya dan tidak menggunakan tungku.
Sin mengontrol 3 herbal itu dengan energi qi dan energi spiritualnya.
kemudian Sin membakar semua herbal itu dengan api putihnya.
Kali ini aksi Sin terlihat jelas oleh semuanya.
"Sedang apa dia..?" tanya salah satu ketua juri.
"Kalau ketua bertanya- tanya, apalagi aku.." sahut tetua juri lainnya tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Sin.
Begitupun dengan para peserta, mereka bukannya memulai, tapi malah ikut menonton apa yang dilakukan Sin.
Apalagi para penonton, membuat pil memakai tungku saja mereka awam, apalagi tidak memakai tungku seperti halnya yang sedang dilakukan Sin saat ini.
"Suamiku, apa yang sedang dilakukan menantu kita..?" tanya Ling xia
"Entahlah, yang pasti sesuatu yang sangat menakjubkan, aku yakin itu" balas Ling sing.
"Setiap harinya menantu mu itu selalu memberi kejutan, aku harap kali ini, kejutannya lebih besar lagi," timpal kaisar Jiang.
Belum satu menit ketiga herbal itu sudah berbentuk jely, semua kotoran dan racunnya sudah bersih.
Pas satu menit Sin sudah memadatkan pil itu.
"MURNIKAN" ucapnya
BAAAAAMMM
WUUUUSSSSHHHH
energi qi dan aroma harum semerbak disekitar arena.
Pil aura kecantikan tingkat langit pun jadi.
Kemudian Sin memasukan pil kedalam botol, energi qi dan harum semerbak pun seketika hilang dari arena turnamen.
Lalu Sin memberikannya kepada juri.
"Tu tuan muda Sin, metode apa yang tuan muda lakukan dalam membuat pil tadi..?" tanya ketua juri, yang kini makin menghormati Sin, karena dari awal babak penyisihan selalu membuat kejutan.
"Metode paling mudah dan paling singkat dalam membuat pil. Hanya saja, metode seperti ini selain menguras energi qi, energi spiritual pun akan terkuras banyak. Jadi sebelum mencobanya, pastikan dulu energi qi melimpah terutama energi spiritualnya harus sangat kuat." balas Sin panjang lebar.
"Kami mengaku kalah," ucap 9 peserta lainnya.
"Haissssh, tidak bisa begitu, kalian harus tetap melanjutkannya" seru Sin.
"Tapi aku jadi tidak percaya diri," balas Yao gong zhu.
"Zhu'er pasti bisa" ucap sin mengusap lembut pucuk kepala Yao gong zhu dihadapan semua orang.
.
.
.
Di tribun VVIP..
Ketua paviliun yaopin yang duduk di tribun VVIP bersama kaisar Jiang dan para raja lainnya, hanya menunduk malu, karena semua orang yang berada diruangan itu tahu, kalau Sin adalah calon menantu raja Ling.
"Haisssshhh, anak muda itu membuat suasana disini jadi canggung," celetuk kaisar Jiang, membangunkan suasana yang sangat hening.
"Yang mulia raja Ling, sejujurnya saya memang mengharapkan pemuda itu jadi menantuku, tapi saya tidak menyuruh Yao gong zhu untuk mendekati pemuda itu" ucap ketua paviliun yaopin merasa bersalah atas apa yang terjadi arena turnamen.
"Tidak apa- apa ketua yao, itu adalah keputusan mereka, jadi mulai sekarang kita adalah keluarga." balas raja Ling kemudian menghampiri ketua paviliun itu dan memeluknya.
Yao gong zhi pun balas memeluk Ling sing.
"Terima kasih yang mulia raja Ling"
"Haissshh, mulai sekarang jangan panggil yang mulia lagi, tapi panggil aku saudara Ling, itu lebih dari cukup" ujar Ling sing.
.
.
.
.
1 jam kemudian semua peserta sudah selesai membuat pil nya.
"Tuan muda Sin, tolong jelaskan pil apa yang anda buat ini." seru ketua juri.
"Ini adalah pil aura kecantikan tingkat langit kelas sempurna." ucap Sin
"Bagaimana kami tahu kalau ini adalah pil aura kecantikan...?"
"Memberi penjelasan hanya membuang waktu" pikir Sin. Kemudian Sin mencari salah satu gadis dari tribun.
"Nona, kesinilah...!!" seru Sin menunjuk salah satu gadis.
Gadis itupun senang bukan maen, karena dipanggil oleh sang idola.
Ternyata gadis yang dipanggil oleh Sin adalah seorang gadis yang mempunyai bekas luka bakar di wajahnya bahkan hampir diseluruh tubuhnya.
"Telanlah pil ini..!" seru Sin kepada gadis itu.
"Ba baik tuan muda" balas nya.
Karena tidak mau mengecewakan sang idola, gadis itupun hanya menurut, walaupun hatinya takut.
Kemudian gadis itu duduk dan menelan pilnya.
Sedikit demi sedikit luka bakar di wajahnya hilang.
5 menit kemudian semua luka bakarnya hilang
Setelah itu, kotoran diwajahnya menghilang, baik itu komedo, jerawat dan bintik hitam.
WUSSSSSHHH
tidak lama setelah itu seluruh tubuhnya sedikit bercahaya. kemudian hilang kembali.
Gadis yang tadinya penuh dengan luka bakar, kini bukan hanya sembuh dari luka bakarnya bahkan lebih cantik dari sebelumnya.
BRUUUKKK
"Terima kasih tuan muda, hiks hiks hiks..." ucap gadis itu menangis bahagia, sambil memeluk Sin.
"Sama- sama," balas Sin mengusap lembut rambutnya.
"Pulang lah, dan berikan kejutan untuk orang- orang tersayangmu..!!" lanjut nya.
"Hmmmmm" angguk gadis itu, kemudian dia kembali ke tribun.
Tak ayal kejadian itupun membuat iri semua orang, selain iri karena dipeluk oleh sang idola, tapi juga iri karena diberi pil aura kecantikan.
.
.
.
Satu jam kemudian, setelah keriuhan mulai tenang kembali, Ketua Juri pun mengumumkan juaranya.
Juara pertama, Sin
Juara kedua Yao gong zhu
Juara ketiga guo ren.
.
.
.
.
"Si'er, ayo kita ambil koin taruhannya...!" ajak Sin
Kemudian Sin dan Ling si berjalan kearah tribun dimana tetua wei berada.
"Ah nona muda akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggumu dari tadi. Pantas saja nona muda sangat yakin dengan taruhan waktu itu, ternyata tuan muda Sin tian adalah kekasih anda." ucap tetua wei.
"Hmmmmm" angguk Ling si.
"Dan ini koin taruhan anda nona muda, semuanya 1 miliar koin platinum" lanjut tetua wei lagi, sambil menyerahkan sebuah cincin.
"Terima kasih tetua wei, anda memang pantas disebut bandar besar" ujar Sin memuji, karena koinnya dibayar sesuai kesepakatan.
"Kalau kami sampai membawa kabur semua koin para petaruh, maka semua perusahaan keluarga wei akan hancur seketika, lagi pula kami masih mendapatkan untung, walaupun kali ini sangat sedikit." ujar tetua wei.
"Hmmm" angguk Sin mengerti.
"Baiklah tetua, kalau begitu kami ucapkan terima kasih sekaligus mohon pamit"
.
.
.
.
Disaat Sin dan Ling si akan meninggalkan arena turnamen.
"Si Si'er.....!!!" panggil seseorang wanita dari arah belakang mereka berdua.
Ling si pun membalikan badan, ternyata yang memanggilnya adalah ibunya sendiri, Ling xia.
"I ibu...."
Ling si pun berlari memeluk ibunya itu dan menangis bahagia.
"Hiks, hiks, hiks............"
"Si'erku, kemana saja kau nak..?"
Ling si tidak menjawab, dan masih meluapkan kerinduannya dengan memeluk dan menangis.
"Si Si'er, maafkan ayah nak..!!!" ucap Ling sing memberanikan diri muncul dihadapan anaknya, yang masih dalam pelukan ibunya.
Sejujurnya Ling sing sangat takut, kalau anaknya akan marah dan pergi lagi.
"A ayah....." lirih Ling si, kemudian melepaskan pelukan dari sang ibu dan langsung memeluk ayahnya dengan erat.
"Maafkan ayah sayang...!!" ucapnya berulang- ulang.
Lagi- lagi Ling si tidak bicara apapun.
kemudian Ling si memeluk kedua orang tuanya secara bersamaan.
15 menit berlalu, Ling si pun melepaskan pelukan kepada kedua orang tuanya.
"Apa Si'er mau memafkan ayah..?" ucap Ling sing yang masih berlinang air mata.
"Ayah,,,,,! ayah adalah ayah terbaik. Ayah juga tidak salah waktu itu, Si'er sendirilah yang salah. Ta tapi sejujurnya,, Si'er bersyukur atas kejadian itu, tanpa kekadian waktu itu, Si'er tidak akan pernah bertemu dengan Sin gege.." ucapnya bahagia.
"Oh iya ayah, ibu,,,
perkenalkan..."
"Syuuuuut...!" Ling sing menahan bibir Ling si dengan jari telunjuknya.
"Ayah dan ibu, tidak akan pernah lagi melarangmu berhubungan dengan siapapun, terlebih dengan pemuda tampan dan gagah seperti nak Sin." ujar Ling sing.
Kemudian Ling sing dan Ling xia memeluk Sin secara bergantian.
Kaisar Jiang, para raja, ketua Yao termasuk Yao gong zhu, tidak jadi menyapa Sin dan Ling si, karena tidak mau mengganggu moment keluarga itu, mereka pun pergi dari arena.
.
.
.
Di penginapan...
Setelah cukup lama ngobrol ngaler ngidul, suasana pun jadi mencair.
"Maaf ayah mertua, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.." ucap Sin
"Tanyakan saja nak Sin, tidak usah sungkan..!!"
"Apa ayah mertua tahu, kalau Si'er ditaburi racun perusak wajah oleh saudarinya, Ling su??" tanya Sin serius
DEGGGGHHHH
Ling sing dan Ling xia sangat terkejut mendengar pertanyaan menantunya itu, kemudian mereka berdua beralih pandangan kepada anaknya Ling si.
"Si'er,, apakah itu benar..?" tanya Ling sing
Ling si hanya mengangguk.
Urat marah pun muncul dari kedua orang tua Ling si.
"Jujur saja, kalau saja waktu itu Si'er tidak bertemu denganku, jangan harap ayah dan ibu mertua bisa bertemu lagi dengan Ling si. Dari awal Si'er tahu, ayah dan ibu mertua mengerahkan prajurit untuk mencarinya, hanya saja karena wajahnya sangat rusak bahkan seluruh tubuhnya sudah membusuk dan bukan hanya itu, organ dalam, darah, urat syaraf, bahkan sum-sumnya sudah ikut membusuk, jadi Ling si tidak mau kembali ke istana. Dan Jika saja aku telat menyelamatkannya, mungkin ayah dan ibu mertua tidak akan pernah bertemu Si'er untuk selamanya sampai kalian berdua hanya bisa melihat jasadnya saja." ucap Sin panjang lebar, meluapkan kemarahannya selama ini.
"ANAK SIALAN DAN TAK TAHU DI UNTUNG....." ucap Ling sing sangat marah kepada anak angkatnya, ling su.
"Si'erku sayang, ternyata selama 4 tahun itu kamu bukan hanya menahan rasa sakit hati atas perlakuan ayah dan ibu, tapi kamu juga menahan rasa sakit diseluruh tubuhmu, hiks hiks.." ucap Ling xia menangis dan kembali memeluk anaknya.
"Ma maafkan ibu naakk...!
Maafkan ibu...!!!" ujar Ling xia menangis sejadi- jadinya.
"Sudahlah ayah,, ibu,,,,
Sekarang Si'er sudah baik- baik saja dan sangat bahagia." ucap Ling si menenangkan ibu dan ayahnya.
"TIDAK BISA, anak jahanam itu harus diberi pelajaran yang setimpal." ucap Ling sing dengan lantang.
.
.
.
30 menit kemudian, Suasana hati sedikit mereda.
"Ayah mertua, Satu hal lagi yang ingin aku tanyakan...!" ucap Sin tiba- tiba.
"Tanyakan saja menantuku..."
"Sebenarnya apa yang terjadi, sehingga kerjaan huang dan Ling memutuskan untuk berperang...?" tanya Sin ingin tahu.
"Apa nak Sin mengetahui tentang peperangan yang akan terjadi..?"
Sin hanya mengangguk.
"Sebenarnya itu berawal dari Senjata tingkat suci yang ayah dapatkan dari pelelangan.... Singkat cerita, raja huang tidak menerima kekalahan itu. Kemudian dia menyuruh orang untuk mengambil pedang itu, dan orang itu pun berhasil mengambilnya, karena orang yang jadi suruhannya adalah salah satu jendral pengkhianat di kerajaan Ling. Tapi sebelum jendral b3rengs3k itu pergi lebih jauh, ayah beserta para jendral berhasil menangkapnya. Tidak lama setelah itu, kerajaan huang mengirimkan surat tantangan peperangan, Dan ayah pun menerimanya. Begitulah ceritanya." ujar Ling sing meringkasnya.
"Bahkan sampai saat ini, kerajaan Ling kita masih melakukan persiapan untuk menghadapi kerajaan huang, walaupun ada beberapa kendala, ayah masih berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan harkat dan martabat kerajaan Ling" ujar Ling sing menjelaskan situasi terkini.
"Baiklah kalau begitu,,," balas Sin menyeringai kejam.
Tiba- tiba Sin menghilang dari penginapan.
Ling sing, Ling xia bahkan Ling si sendiri ikut terkejut melihat calon suaminya tiba-tiba menghilang
.
.
.
.
Sin muncul di ibu kota kerajaan huang...
"HUANG PING,, persiapkan dirimu...!!!" gumam Sin menyeramkan.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
ini 3400 kata yah
TAPI DUKUNGAN SAMA VOTE NYA MAKIN DIKIT.
PADAHAL itu adalah SEMANGATKU dalam melanjutkan karya ini