
Sedangkan di kantin asrama kesatria Scnaider.
" Kapan makanannya datang!. " protesnya.
" Ahh....aku sudah lapar, kenapa hari ini bisa telat. " yang lainnya lagi.
" Hei bibi!, apa kalian akan membuat kami mati kelaparan?. " tanyanya, pada sang bibi yang sedang membagikan gelas berisi air putih pada mereka semua.
" Tidak usah rewel, kalian tidak kan mati kelaparan meski tidak makan lewat 1 hari. " celetuk bibi ini.
" Tapi cacing-cacingku sudah protes, masa mau minum air saja?. Dan...kenapa bibi menyuruh kita duduk?, biasanya juga kita mengambil makanannya sendiri. "
" Mulutmu sangat berisik. " ketus bibi ini.
Setelah kepergian sang bibi, semua orang yang berstatus jadi kesatria dari istana Scnaider mulai riuh.
" Aku sudah ingin tidur, tapi perutku lapar. " menggerutu pelan sambil menggoyang-goyangkan gelas yang hanya berisi air bening.
" Aku ingin makan, makan. "
" Aku seperti anak kecil saja. " sindirnya pada teman seperjuangannya.
" Apa?, memangnya tidak boleh?. " selanya, nadanya sedikit lebih tinggi dari yang tadi.
" Bagiku tidak boleh, bukannya kurang pantas?. "
"...........! "
" Kapan makanan kita datang?!. " teriak salah satu kesatria yang ada di tengah-tengah batisan duduk di kantin tersebut.
" Iya!, kita sudah lapar!."
" Kenapa hari ini terlambat sekali, sudah hampir setengah delapan, memangnya kita tidak butuh istirahat?. "
" Sudah bekerja seharian, makan malam saja sampai telat begini. "
Semuanya berkasak-kusuk, menggerutu dan mengutuk dengan sumpah serapah hanya karena jam makan mereka jadi lebih telat dari seharusnya.
" Aku akan mengecek ke dapur. "
" Dapur apanya, kau tidak lihat tidak ada aktivitas di dapur ini?. " peringat salah satu di antara mereka.
Kenyataan dapur di asrama tidak terlihat menujukkan aktivitas, jadi sudah pasti .... .....
" Kita dipermainkan!. "
" Eh...kau baru sadar?. "
" Lalu untuk apa kita duduk disini?. "
Memprotesnya terus.
" Tentu saja untuk makan. " Selanya.
TAP.....
TAP.....
TAP...
TAP....
" Siapa dia?. "
" Aku juga baru pertama kali melihatnya. Tapi dari pakaiannya dia adalah koki. " jawab kesatria ini pada teman di sampingnya.
" Maaf membuat kalian menunggu lama. " permintaan maaf langsung pada semua orang di kantin asrama, membuat Dania sedikit mmebukukkan tubuhnya karena ia benar-benar merasa bersalah.
" Kalau begitu mana makanannya!. "
Dania menoleh ke arah jam 1 dan itu ada di depannya, pria berambut hitam itu mengutarakan protesnya dengan sangat lantang.
" 5 menit lagi mereka datang. " jawab Dania.
" Jadi kita harus menunggu lagi, begitu?. "
" Apa salahnya menunggu sebentar lagi. " ucap Dania yang masih memakai topi chef.
" Dasar dari kehidupan adalah makan, jadi apa salahnya menunggu sedikit lagi. "
Setelah membungkuk dan meminta maaf, Dania memutar tubuhnya ke belakang untuk menarik kursi yang ada untuk ia duduki, namun ada sebuah tangan yang tiba-tiba membuat Dania di paksa membalikkan tubhnya ke belakang dan tangan itu langsung menyambar kerah bajunya.
SRETT....
" Ugh.... " rintihnya.
" Kau...!. " pekik pria berambut hitam ini dan posisinya sudah tidak ada lagi duduk di kursinya, melainkan berdiri di depan Dania dengan tangan sudah mencengkram bajunya.
Karena Dania lebih pendek 20 cm dari orang ini, membuat Dania mendongak ke atas.
" Kami sudah lelah menunggu, seharian kerja membantu kestria kerajaan yang tidak becus itu. " bentak kesatria ini.
" I-ya...aku tahu, makannya menu spesial sebentar lagi datang. " jawab Dania dengan peluh di dahi sudah mulai menitis, keringat karena gerah juga karena keluarnya keringat dingin.
" Menu spesial apaan?, kami cuma disuguhi air saja. Apanya yang menu spesial?. " sarkas pria ini, iris mata berwarna coklat itu menatap tajam Dania, membuat Dania menelan salivanya sendiri.
" Apa kau koki bar- " seketika ayatnya menggantung di udara dan manik matanya yang menyorot tajam ke wakah Dania itu berangsung-angsur meliriknya ke bawah karena....
Tuk....
Tuk.....
Tuk.....
Suara dari kancing baju chef yang di pakai Dania yang putus itu akhirnya membuat kejadian yang tak di prediksi itu menjadi sebuah kecanggungan diantara mereka berdua.
[ Ha....?, dia-.... ] menatap kembali wajah Dania, lalu kembali turun dimana baju yang sedikit terbuka itu lumayan menampakkan lilitan perban yang menutupi buah dada yang sedikit timbul itu.
[ perempuan?. ] tercekat tidak karuan, karena tanpa sengaja melakukan hal senonoh pada koki yang ia kira adalah seorang laki-laki.
[ Kenapa dia tidak menurunkan aku?. ] rutuk Dania.
" Baiklah, makanannya telat datang. Tapi jangan bilang kalian akan bertengkar dengan koki karena hal sepele ini. " ucap sang komandan kesatria Claporth, di tangannya sudah ada nampan kayu yang berisi makanan miliknya dan berniat untuk makan bersama dengan keluarga besar kesatria Scnaider setelah membantu banyak proyek infrastruktur kerajaan yang hancur karena serangan dari para iblis dan pertarungan.
" Toh kalian masih bisa makan dan kali ini kita mendapatkan menu spesial dari nona. " sambungnya lagi, tepat setelah itu Claporth memberhentikan langkahnya untuk memperhatikan semua anggota kesatria-nya yang pastinya sudah pada lap-.......
" Menu spesial dari nona?. " tanya mereka.
Wajah penuh dengan tanda tanya karena selama ini mereka semua belum pernah melihat nona yang disebut sebagai anggota batu di istana Scnaider.
" Ya~..... " seketika aura membunuh itu keluar dari tubuh sang komandan.
" Nona Dania~.... "
Tanpa aba-aba atau peringatan, Claporth langsung menitipkan nampan-nya ke pelayan yang ada di belakangnya dan...
" Arhes!. " panggil Claporth dengan nada rendah.
Satu langkah ia ambil dan dalam kejap mata...
SYUUHTTHH..------>
Dalam sekejap mata, Claporth berpindah posisi dan langsung mengayunkan bogemnya ke wajah Arhes...
BUAKKHH.......
( Pukulan telak mendarat di wajah Arhes. )
" .................! " All.
Arhes langsung limbung ke belakang sehingga jatuh terduduk di lantai marmer hitam itu.
Sudut bibirnya pecah dan mengakibatkan cairan merah itu mengalir keluar dari kulit tipisnya akibat tinju yang dilayangkan oleh komandannya.
" Akh........... " menyeka darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan.
" Lagi-lagi kau membuat onar. " ucap Claporth dengan nada tinggi, dia langsung memberikan tatapan mengintimidasi pada Arhes karena kesalahan Arhes yang membuat suasana menjadi runyam.
" Kali ini kau tidak mendapatkan jatah makanmu, dan hukumanmu akan aku berikan setelah ini selesai. " kata Claporth lagi.
" Cepat bawa masuk. " perintah Dania sambil memperbaiki posisi bajunya yang sedikit berantakan.
Claporth buru-buru menanggalkan jubah kesatria yang terpasang di bahu kirinya, kemudian dia pasang ke leher Dania untuk menutupi tubuhnya.
Dania memperhatikan tingkah Claporth ini, sangat peduli.
Itulah pujian yang Dania pikirkan untuk orang ini.
" Arhes...., pergilah dari sini. " perintah Claporth.
Arhes langsung berdiri dan berjalan cepat keluar dari kantin tersebut.
Pandangan matanya Dania langsing mengekori kepergian Arhes itu, dan ada sedikit mwrasa bersalah tapi dianya juga bersalah.
" Maaf dengan anak buahku yang sudah berrindak kasar dengan anda. " ucap Claporth dengan sopan, dan menjadikan tindakannya sebagai bukti bahwa...
" Dia nona itu?. " tanyanya sambil menunjuk ke arah Dania.
" Aku kira dia laki-laki. "
" Pantas saja tadi Arhes langsung di hantam pukulan telak oleh komandan, dia sudah kurang ajar. "
Entah apa yang sedang dibicarakan mereka semua, meski Dania tahu apa yang sedang dibicatakan mereka, ia tidak peduli dan menganggapnya tidak ada karena ia hanya harus mengurusi makanan pembuka yang baru datang dan para pelayan itu sudah berbaris dengan membawa troli makanan.
" Meski sederhana, semoga kalian suka. " kata terakhir yang Dania berikan untuk mereka semua.
Sebelum akhirnya pergi ke sisi meja konter kantin itu untuk melakukan hal lain.