KEMBALINYA SANG DEWA KULTIVASI

KEMBALINYA SANG DEWA KULTIVASI
Bab 18 : Wang Xiao


Ya, siapapun pasti langsung tahu bahwa Bai Changyi ingin di puji oleh gurunya itu. Liu Fei tersenyum kecil kemudian menatap Bai Changyi lekat dan menaruh kedua tangannya di pundak Bai Changyi.


"Kerja bagus muridku! Kau sangat hebat, aku bangga sekali pada dirimu" ucap Liu Fei sambil tersenyum hangat, melihat senyum gurunya entah kenapa Bai Changyi merasa sangat bahagia, ia senang sekali karena di puji oleh gurunya itu. Setelahnya mereka memutuskan untuk kembali ke paviliun dan minum bersama, mereka bertiga berbincang dengan sangat riang dan mereka sangat menikmati semuanya bersama.


Sementara itu


Di dunia Dewa Kultivasi semuanya terlihat kacau, entah sejak kapan pengaturan dunia itu menjadi kacau. Mungkin saja dunia tersebut menjadi kacau setelah kepergian Ming Hao atau sekarang namanya adalah Bai Changyi, memang benar dunia dewa saat di perintah oleh Bai Changyi sangat teratur dan tidak ada pertumpahan darah di antara Dewa Kultivasi.


"Apa yang harus kita lakukan sayang? Aku benar-benar takut jika mereka semua memberontak dan menggulingkan kita!" ujar Fang Yin khawatir, ia sangat takut jika nantinya mereka berdua di buang ke dunia Fana apalagi saat ini Fang Yin sedang mengandung anak dari Wang Zihan, dan ia tak mau jika masa depan anaknya itu hancur hanya karena pemberontakan dari para Dewa Kultivasi yang ada.


"Kau pikir hanya dirimu saja yang khawatir dan cemas akan hal itu? Hei! Fang Yin, asalkan kau tahu aku juga sangat khawatir dan cemas jika posisiku bergeser sedikit saja!" balas Wang Zihan sambil menunjuk wajah Fang Yin dengan jari telunjuknya serta menatapnya dengan tatapan dingin dan marah, melihat sikap suaminya tentu saja hal ini membuat Fang Yin takut dan juga kecewa, ia takut jika nantinya Wang Zihan akan melakukan apapun demi mempertahankan posisinya bahkan meski harus mengorbankan dirinya dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Fang Yin merasa kecewa karena sang suami yang selama ini selalu lembut kepadanya kini malah membentaknya dan menunjuk dirinya dengan sangat tidak sopan! Fang Yin menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap wajah suaminya itu. Ia benar-benar takut!


"Ck! Aku harus mempertahankan posisi ini, dan aku pastinya akan membuat mereka semua tunduk kepadaku!" Wang Zihan mengepalkan tangannya erat hingga tangannya mengeluarkan darah akibat tekanan tersebut. Fang Yin menatap Wang Zihan dengan tatapan takut dan tubuh yang gemetar.


"IBU" 1 kata yang keluar dari seorang anak laki-laki membuat kedua pasangan itu menoleh dan menyambutnya dengan hangat.


"Wang Xiao kemarilah nak" Wang Xiao adalah satu-satunya anak dari pasangan Wang Zihan dan Fang Yin yang dapat bertahan sampai usia 10 tahun, entah kenapa hampir semua anak Wang Zihan dan Fang Yin hanya dapat bertahan sampai usia 5 tahun saja. Entah apa penyebabnya, apakah ini karma atas perbuatan mereka? Apakah ini balasan karena mereka telah membunuh Ming Hao demi kekuasaan? Ya apapun itu yang pasti mereka berdua tidak akan mempunyai pikiran yang mengarah ke sana.


"Ibu, ayah... Xiao lapar, dan ingin bermain dengan kalian berdua" Ucap Wang Xiao sembari memasang wajah imutnya, tentunya hal ini membuat Wang Zihan dan Fang Yin terdiam dan tidak bisa melakukan apapun selain menuruti keinginan anak semata wayangnya itu. Setelahnya mereka bersenang-senang bertiga semuanya baik-baik saja sampai.....


"UHUK! UHUK!" tiba-tiba saja Wang Xiao batuk darah dan hidungnya mimisan setelah itu ia menatap kedua orang tuanya dengan tatapan sendu, tak lama setelah menatap sendu kedua orang tuanya Wang Xiao jatuh pingsan dan tak sadarkan diri. Tentunya hal ini membuat Wang Zihan dan Fang Yin menjadi panik bukan main! Mereka benar-benar takut jika nasib Wang Xiao menjadi seperti saudara-saudaranya yang lain.


Saat ini Bai Changyi sedang pergi keluar bersama Bai Shilin, tujuan mereka pergi keluar adalah untuk membeli hadiah yang nantinya akan mereka berikan kepada Bai Peiru adik dari Bai Shilin dan kakak kedua dari Bai Changyi, ya... Bai Peiru adalah seorang wanita yang sangat cantik, namun kemampuan bela dirinya benar-benar mengerikan! Dan karena hal ini lah sangat jarang orang yang mencari masalah atau bahkan mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya saja.


"Kak, aku benar-benar tidak menduga bahwa kekuasaan kakak kedua ternyata sehebat ini" ucap Bai Changyi sembari memilih beberapa hanfu yang indah dan juga memiliki warna yang lembut.


"Apa yang kau katakan itu? Aku ini lebih hebat daripada dia loh~" sambung Bai Shilin yang nampaknya tak mau kalah dari Bai Peiru, sangat dapat di tebak bahwa Bai Shilin tidak mau Bai Changyi hanya memuji Bai Peiru saja dengan kata lain ia juga ingin di puji.


"Pfft!" Bai Changyi terkekeh kecil melihat kelakuan kakaknya itu, ia tahu betul bahwa sang kakak yaitu Bai Shilin saat ini menginginkan pujian darinya.


"Kakak, tidak usah berbohong dan berputar-putar seperti itu! Kakak ingin di puji olehku kan?" tanya Bai Changyi sembari tersenyum jahil, Bai Shilin dengan cepat menganggukkan kepalanya ia sangat ingin di puji oleh Bai Changyi namun siapa sangka? Ada udang di balik batu, Bai Changyi bukannya memuji sang kakak ia justru melimpahkan semua bayaran untuk hanfu, tusuk konde, lipstik dan lain sebagainya kepada Bai Shilin. Dan hal ini membuat Bai Shilin menjadi kesal, bagaimana bisa Bai Changyi melakukan hal ini? Ini benar-benar di luar dugaan!


"HEI!! BAI CHANGYI, BAGAIMANA BISA KAU MENYERAHKAN SEMUA TAGIHAN KEPADAKU?!" Teriak Bai Shilin kepada Bai Changyi yang sudah berjalan lumayan jauh dari dirinya, semua orang yang ada di sana menatap aneh ke arah Bai Shilin, bagaimana bisa ia berteriak sekencang itu di tengah-tengah kerumunan orang? Melihat hal ini dengan cepat Bai Shilin membeli asal beberapa potong hanfu dan menggunakan hanfu tersebut untuk menutupi wajahnya kemudian ia langsung kabur secepat kilat menghilang dari pandangan orang-orang yang ada di sana dan ini membuat mereka semua terkejut karena Bai Shilin yang tiba-tiba saja menghilang.


"Pergi ke mana orang tadi?" tanya salah satu pengunjung.


"Entahlah aku juga tidak tahu" sambung pengunjung yang lain.


"Yang pasti dia adalah seorang kultivator" sambung pengunjung yang lain lagi.


Ya, tebakan pengunjung ketiga memang benar bahwa Bai Shilin adalah seorang Kultivator yang sebentar lagi akan memasuki ranah bintang atau bisa di sebut ranah surgawi ke atas. Dan ini benar-benar merupakan kebanggaan bagi dirinya dan juga klan Bai.


Setelah berlari cukup lama dan jauh akhirnya Bai Shilin berhasil mengejar Bai Changyi dan memukul kepalanya sambil terus mengomel layaknya seorang perempuan!