
"Sialan! Hampir saja aku menjadi buta, Hei!! Kau ingin gurumu ini kehilangan penglihatannya hah??" Seketika Bai Changyi terhenyak dan langsung berdiri ia benar-benar terkejut ketika mendengar suara Liu Fei, rupanya orang yang mendekatinya itu adalah gurunya sendiri dengan cepat Bai Changyi menghampiri Liu Fei dan meminta maaf kepadanya. Liu Fei tersenyum tipis, sebenarnya ia hanya ingin melihat apakah muridnya ini akan sombong seperti murid-muridnya yang lain atau tidak?
"Hm.. Apakah dia akan membuat terobosan baru bagi klan ini? Dia satu-satunya murid yang tidak menjadi sombong karena di ajari oleh diriku" Kini Liu Fei benar-benar bahagia dan merasa bangga karena memiliki murid yang begitu optimis seperti Bai Changyi ia berharap bahwa semua muridnya yang dulu juga mempunyai sifat yang sama seperti Bai Changyi jika seperti itu mungkin saja kali ini murid Liu Fei sudah mencapai 20 orang. Namun... Kini hanya tersisa 1 saja yaitu Bai Changyi dan mungkin ini adalah terakhir kalinya Liu Fei menerima dan merekrut seorang murid.
Baiklah, lanjutkan kembali latihanmu itu Bai Changyi, aku tidak akan mentolerir kesalahan sedikit pun! Ulangi yang kemarin sambil berjalan di atas air" Mendengar hal ini sontak membuat Bai Changyi sedikit terkejut karena metode pelatihannya hampir sama dengan metode pelatihan yang diberikan oleh guru Bai Changyi 1000 tahun yang lalu. Apakah ini hanya kebetulan saja? Atau bagaimana?
Sudah 1 jam semenjak Bai Changyi berlatih dan kini sudah cukup banyak perkembangan yang ia tunjukkan, Liu Fei juga melihat potensi ini dan berpikir 'Bagaimana jika Bai Changyi ku kirimkan ke akademi ya?' Itulah yang di pikirkan oleh Liu Fei.
"Sudah! Cukup, kemarilah aku akan merenggangkan otot-ototmu itu" Bai Changyi menghentikan aktivitasnya dan langsung berjalan ke arah Liu Fei dan langsung duduk di atas baru, setelah itu Liu Fei mulai merenggangkan otot-otot Bai Changyi dan juga menyalurkan mana-nya. Bukan tanpa alasan Liu Fei melakukan ini, ia memberikan sebagian Mana-nya kepada Bai Changyi sebagai penanda bahwa Bai Changyi adalah muridnya.
"Selesai, sekarang kau bisa kembali. Hari ini latihannya sampai di sini saja" Liu Fei pergi meninggalkan sebuah kertas, Bai Changyi memungut kertas tersebut dan membaca tulisan yang ada di bagian atas kertas tersebut. "Tapak Surgawi" rupanya kertas yang di tinggalkan oleh Liu Fei adalah panduan untuk menguasai jurus tingkat Surgawi! Dan ini adalah jurus yang selalu di incar oleh para muridnya yang dulu namun, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil mendapatkannya.
"Jurus ini... Dia serius?" Bai Changyi menatap ke arah Liu Fei berjalan tadi, namun sekarang Liu Fei sudah tidak kelihatan. Setelahnya Bai Changyi kembali ke paviliun nya, di tengah perjalanan ia melihat Ahn Chyou, ibunya sendiri sedang duduk di depan paviliun nya dengan cepat Bai Changyi berjalan ke arah ibunya itu.
"Ibu? Ada apa? Tumben sekali ibu ke sini" Mendengar suara anaknya Ahn Chyou langsung berdiri dan memeluk Bai Changyi erat, ia benar-benar rindu pada anaknya itu.
"Maaf, ibu ke sini karena ingin memberi tahumu bahwa kakak ke-2 mu akan kembali lusa, ah.. Dia pasti akan sangat senang jika di sambut oleh dirimu" Ahn Chyou melepas pelukannya dan memberikan beberapa pakaian kepada Bai Changyi, Bai Changyi sangat kebingungan kenapa ibunya memberikan pakaian kepada dirinya?
"Pakaian ini hadiah untuk putraku karena sudah menjadi kultivator, oh ya! Kau ingat tetua pelatih yang kau kalahkan di arena itu kan?"
"Ya?"
"Sesuai dengan perkataanmu, Meridiannya hancur dan dia di lempar ke hutan buas dan di santap oleh binatang-binatang buas yang ada di sana hingga tak bersisa" Setelah mengatakan hal ini Ahn Chyou pergi meninggalkan Bai Changyi, Bai Changyi sebelumnya merasa bingung namun, setelah itu terlihat senyuman bahagia terlukis di wajahnya. Ia benar-benar senang karena nasib pelatih itu berakhir tragis!
• Istana •
Saat ini Bai Heng, ayah dari Bai Changyi sedang menghadap kaisar. Sekarang Bai Heng sedang berlutut di hadapan kaisar, kaisar menatap Bai Heng dingin dan pada akhirnya angkat bicara.
"Kepala klan Bai, ku dengar anakmu yang jenius itu kini telah menjadi kultivator kembali" Bai Heng menganggukkan kepalanya menandakan bahwa pernyataan tersebut memang benar. Ya, jika boleh jujur sebenarnya Kaisar adalah teman masa kecil Bai Changyi, dia adalah orang yang paling marah ketika mengetahui bahwa Bai Changyi kehilangan Basic kultivasi nya.
"Benarkah?!! Ya ampun! Kenapa kau tidak langsung memberitahuku tentang kabar bahagia ini? Sekarang dia ada di mana? Aku ingin menemuinya secepatnya dan memberikan hadiah yang sudah aku siapkan dari dulu!" Terlihat wajah kaisar sangat bahagia, ia sangat senang karena ternyata perkiraannya tidak salah. Ya, di saat yang lainnya beranggapan bahwa Bai Changyi akan menjadi sampah untuk selama-lamanya hanya dia dan kedua kakaknya juga ibunya Bai Changyi lah yang mempunyai pendapat yang berbeda.
Mereka berpendapat bahwa suatu hari nanti Bai Changyi akan kembali ke masa kejayaannya dan hari itu telah tiba!
"Aku harus mendukung Bai Changyi secara finansial dan juga mental! Aku akan membuat dia kembali ke masa kejayaannya dan menjadi yang tak terkalahkan!" Kaisar begitu semangat mengingat akhirnya Bai Changyi akan kembali seperti dulu lagi, dan kini dia akan mendukung Bai Changyi 100% karena kini ia sudah mempunyai posisi yang tinggi yaitu Kaisar.
Bai Heng tersenyum, ia sangat senang karena anaknya mempunyai sahabat yang sebaik kaisar. Namun, ini tidak menutupi rasa bersalahnya kepada Bai Changyi, sebagai ayah seharusnya bisa memberikan dukungan kepada anak nya bukannya malah ikut menjatuhkan mental anaknya. Ia benar-benar ayah yang sangat buruk.
"Kalau begitu bagaimana jika anda menemuinya besok? Sekalian besok saya juga akan kembali ke kediaman" Sontak mendengar hal ini membuat mata kaisar berbinar ia sangat senang dengan tawaran yang di berikan oleh Bai Heng tentu saja dia akan menerima tawaran tersebut dengan senang hati.
"Baiklah! Aku pasti akan pergi"
"Dan Yang Mulia, saya mohon anda sudi untuk menginap di kediaman Bai selama beberapa hari. Anak kedua saya akan pulang lusa" Bai Heng mendongakkan kepalanya dan ia melihat kaisar menganggukan kepalanya.
"Baiklah, aku justru merasa sangat senang karena dapat lebih lama bersama teman lamaku itu" Kaisar tersenyum bahagia, Bai Heng terkejut ketika melihat kaisar tersenyum selebar itu.