
Bei Chouji benar-benar tak menyangka bahwa ternyata orang yang kehilangan basic kultivasinya itu kini kembali menjadi monster, dia benar-benar tak terkalahkan!
"Ternyata di klan kita ini telah lahir seorang monster yang cukup mengerikan ya?" ujar Bei Chouji sambil menepuk pundak kanan Bai Changyi, Bai Changyi hanya diam dan tidak membalas perkataan dari Bei Chouji sepatah kata pun! Suasana pun menjadi hening sampai.....
"Bai Changyi, apakah Tetua Liu mengajarimu dengan baik?" tanya Bei Chouji kepada Bai Changyi.
"Hm... Guru mengajari saya dengan sangat baik Tetua Bei, jika guru mengajari saya asal-asalan apakah menurut anda saya akan berkembang seperti ini?" Bai Changyi tersenyum tipis, ia sangat berterima kasih karena Liu Fei telah mau menjadi gurunya dan mengajarinya dengan sangat baik. Namun, di satu sisi entah kenapa dia jadi teringat gurunya yang sudah lama meninggal dunia. Entah kenapa saat ini ia menduga bahwa kematian gurunya dulu karena Wang Zihan, sang kakak angkatnya.
Melihat Bai Changyi yang termenung kemudian Bei Chouji menepuk pundak Bai Changyi dan mengajak Bai Changyi untuk pergi ke air terjun untuk melihat pemandangan di sini. Ya, walaupun tidak terlalu indah atau seindah air terjun yang berada di hutan beast namun, air terjun yang ada di kediaman Bai ini sedikit istimewa karena mempunyai aura yang dapat membantu peningkatan seorang kultivator.
Dan ternyata tujuan sebenarnya Bei Chouji selain untuk melihat pemandangan juga untuk membantu Bai Changyi dalam hal kultivasi dan memberikan sebuah jurus baru untuk Bai Changyi.
"Kau perhatikan hal ini dengan teliti, aku tidak punya buku ataupun catatan yang berkenaan dengan jurus ini. Karena jurus ini adalah jurus ciptaan ku" ucap Bei Chouji sambil memasang kuda-kuda yang sangat unik dan berbeda.
"Wah! Ini suatu kehormatan bagi saya Tetua Bei, saya pasti akan melakukan semuanya dengan baik!" sambung Bai Changyi dengan antusias dan semangat yang tinggi, ia sangat penasaran dengan jurus yang akan di tunjukkan oleh Bei Chouji, siapa sangka? Ternyata masih ada orang yang bisa menciptakan jurus sendiri. Perlu kita ketahui bahwa membuat jurus itu bukanlah hal yang mudah karena ada beberapa hal yang harus di perhatikan, tak jarang orang yang membuat jurus harus mengorbankan Meridiannya, ada juga yang harus mengorbankan beberapa jurus tingkat tinggi dan sebagainya. Jadi, yang menjadi pertanyaan di lubuk hati Bai Changyi adalah:
"Sebenarnya apa yang sudah di korbankan oleh Bei Chouji sampai-sampai ia bisa membuat jurus seperti ini?" itulah yang selalu menjadi pertanyaan di dalam hati Bai Changyi saat melihat jurus yang sangat sempurna dengan daya rusak yang sangat tinggi!
"L-Luar biasa! Jurus ini mungkin setara dengan jurus tingkat maha dewa" ujar Bai Changyi dengan ekspresi terkejut dan kagumnya, ia benar-benar tak menyangka bahwa ada manusia yang bahka belum mencapai Golden amor tapi sudah bisa menciptakan jurus apalagi ia sangat merinding dengan daya rusak yang di sebabkan oleh jurus tersebut.
"Bai Changyi, bagaimana? Apakah kau ingin mencoba jurus ini?" tanya Bei Chouji kepada Bai Changyi yang masih terkagum-kagum dengan apa yang baru saja ia lihat.
"Bai Changyi? Apakah kau mendengarkanku?" Bei Chouji kembali bertanya sambil menjentikkan jarinya, seketika Bai Changyi langsung tersadar dari lamunannya dan langsung menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, ayo ambil kuda-kuda dan tirulah jurus itu sekarang. Dan lakukan di bawah air terjun itu dan lepas bagian atas bajumu" ucap Bei Chouji sambil menunjuk air terjun yang sangat deras, ya... Rasanya Bai Changyi langsung tahu apa alasannya, nampaknya Bei Chouji ingin Bai Changyi mempelajari jurus dan membentuk ketahanan tubuh ya, sekali mendayung 2 atau 3 pulau terlampaui!
"Ya ampun! Ini benar-benar tidak masuk akal, bagaimana bisa ia mempelajarinya secepat itu?" tanya Bei Chouji kepada dirinya sendiri dengan wajahnya yang sangat kebingungan.
Dari kejauhan terlihat Liu Fei yang sedang memperhatikan dari kejauhan dan dengan cepat melangkah ke arah Bei Chouji, melihat kedatangan Liu Fei, Bei Chouji langsung membungkuk dan memberi hormat kepada Tetua kedua itu.
"Hormat saya kepada Tetua kedua, apakah semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Bei Chouji dengan raut wajah serius dan penasaran.
"Ya, bisa di bilang semuanya lancar. Bahkan hasil investigasi kami cukup memuaskan, dan untuk lebih jelasnya akan di sampaikan oleh Kepala klan di rapat berikutnya" jawab Liu Fei sambil melangkahkan kakinya, ia berniat untuk menemui Bai Changyi dan memantau latihan Bai Changyi. Namun, langkahnya terhenti begitu melihat Bai Changyi yang berhasil meledakkan sebuah batu spirit berukuran besar menjadi ukuran yang kecil dan terpecah di mana-mana.
"Kau mengajarkan jurus peledak mana kepadanya?" tanya Liu Fei kepada Bei Chouji dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.
"I-Iya, saya yang mengajarkan jurus itu kepada Tuan Muda ketiga. Kenapa? Apakah ada masalah?" sambung Bei Chouji dengan raut wajah bingung, ia takut Liu Fei akan marah karena Bei Chouji mengajari jurus mematikan itu kepada Bai Changyi. Namun, bukannya marah Liu Fei malah menepuk pundak kanan Bei Chouji dan tersenyum ke arahnya, Bei Chouji merasa kebingungan dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Kerja bagus! Siapa sangka ternyata tuan muda kita ini sangatlah hebat!" ujar Liu Fei dengan raut wajah puas, ia sangat senang melihat muridnya berkembang dengan begitu pesat seperti sekarang ini. Bei Chouji terkejut melihat ekspresi yang terpasang dengan begitu jelas dari wajah Liu Fei, baru kali ini ia melihat ekspresi hangat dan juga bahagia terpancar dari wajah Liu Fei.
"Te---" :-Bei Chouji
"Guru? Sejak kapan anda ada di sana? Kenapa anda tidak menghampiri saya?" belum selesai bicara omongan Bei Chouji sudah terpotong karena Bai Changyi yang tiba-tiba berteriak dari arah air terjun, setelah itu Bai Changyi menghampiri guru dan tetua Bei.
Liu Fei kembali memasang wajah datar dan menatap datar Bai Changyi, melihat hal ini Bei Chouji lagi-lagi di buat terkejut karena Liu Fei kembali menunjukkan sikap yang biasanya.
"Hm, aku datang ke sini hanya untuk mengecek perkembanganmu. Ternyata kau sudah banyak berkembang ya? Dan jurus yang tadi, itu bukankah peledak mana milik Tetua Bei?" tanya Liu Fei kepada Bai Changyi, Bai Changyi menganggukkan kepalanya.
"Guru, bagaimana? Bukankah saya mempelajarinya dengan baik?" tanya Bai Changyi kepada Liu Fei