
Walaupun mengatakan ingin membunuh Iblis yang mengusik ketenangan Bintang Utama, tapi sayangnya ia tidak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan mereka, meski yang terlemah sekalipun. Sehingga, ia memutuskan untuk berkunjung ke Can Qi Meiliafei, melihat keadaan mereka yang ada di sana.
Mo Lian melihat keadaan dua toko yang berseberangan. Kedua toko itu terlihat baik-baik saja, masih berjalan seperti biasanya tanpa ada tanda-tanda kerusakan sama sekali. Ia juga merasakan keberadaan orang yang dikenalnya, mereka juga sehat-sehat saja.
Mo Lian diam di antara dua toko, merasa bimbang ingin pergi ke mana dulu. Tapi karena ia tidak pernah berkunjung ke Paviliun Fei Xiao, tentunya sangat merepotkan, sehingga ia memutuskan menuju Can Qi Meiliafei.
Cara masuknya tidak melalui pintu depan, melainkan berpindah tempat seperti yang biasa ia lakukan.
"Ibu ..." Mo Lian membuka pintu ruang kerja Su Jingmei.
Ketika membuka pintu, sesaat itu juga ia mendapatkan pelukan dari Su Jingmei.
"Akhirnya, Ibu sangat mengkhawatirkan Lian'er." Su Jingmei memeluk Mo Lian lebih erat lagi.
Mo Lian tertegun, lalu tersenyum ringan. Ia mengangkat tangan kanannya hendak mengusap kepala Ibunya, namun ia urungkan karena tidak pantas, sehingga ia hanya mengusap punggungnya. "Aku tidak apa-apa, aku hanya berlatih selama lima tahun ini."
"Bagaimana keadaan selama lima tahun terakhir?" Mo Lian masih berusaha menenangkan Su Jingmei.
Su Jingmei melepaskan pelukannya, lalu menarik tangan Mo Lian, membawanya masuk ke dalam ruangan. "Banyak hal terjadi, Ibu juga mendengar beberapa bintang di sekitar mulai mengalami kerugian, atau bahkan hancur."
Su Jingmei terus menceritakan tentang pembantaian yang terjadi di mana-mana, yang bahkan Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning sampai tidak mampu menghentikan kejadian mengerikan itu. Serta beberapa bintang yang sudah menjadi tempat kekuasaan bagi Iblis.
Dari penjelasan singkat ini, Mo Lian menyadari jika ada beberapa Heavenly Immortal dari Alam Hanzi yang datang, sehingga menyulitkan untuk menjaga Galaxy Pusat dari invasi itu.
Mo Lian berdiri dari sofa dengan menyentuh lututnya untuk membantunya berdiri. Ia berbalik hendak menuju ke pintu keluar, namun ditahan oleh Su Jingmei.
"Apakah Lian'er ingin pergi? Meski baru saja kembali?"
Mo Lian menoleh ke belakang melihat tatapan mata dari Su Jingmei, yang terlihat tidak ingin dirinya untuk pergi lagi, meski hanya sebentar saja. Ia menghela napas, lalu tersenyum dan menjawab, "Ibu, aku harus pergi untuk menghilangkan semua bahaya. Setelah itu, barulah aku kembali."
Su Jingmei masih menatap wajah Mo Lian dengan tatapan tidak ingin, namun tak lama kemudian akhirnya ia melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Mo Lian. "Baiklah, hati-hati. Ibu tidak ingin bayi kecil Ibu terluka."
Mo Lian tersenyum tipis, lalu kembali berjalan menuju pintu keluar. Ia sudah selesai berkunjung, dan Mo Qian juga ada di ruangan yang sama, hanya saja terlalu sibuk mengurus pekerjaannya. Sekarang, hanya tinggal Mo Fefei.
"Langkah kaki ini ..." Mo Lian melihat lorong pertigaan di depannya, mendengar suara langkah kaki berat yang sangat ia kenal.
Mo Lian membuka kedua tangannya untuk bersiap-siap memeluk Mo Fefei yang sebentar lagi datang.
Buk!
"Ugh!" Mo Lian terkejut dengan tindakan Mo Fefei yang memukul perutnya dengan serangan kuat, serangan dengan niat melukai. Tapi ia tidak marah, melainkan memeluk Mo Fefei. "Maafkan aku, apakah Xiao Fefei baik-baik saja?"
"Fefei takut ..." Mo Fefei membenamkan wajahnya di dada Mo Lian.
Mo Lian menepuk-nepuk punggung dan mengusap kepala Mo Fefei, lalu ia mendongak menatap Zhing Xumei yang baru ia temui setelah sekian lama tidak bertemu. "Sudah lama tidak bertemu, sepertinya kau sudah menguasai Alkimia dengan baik. Apakah menyenangkan tinggal di sini?"
Zhing Xumei yang penampilannya menjadi lebih cantik dari sebelumnya itu tersenyum tipis. Ia mengenakan pakaian modern, dengan jubah kedokteran. "Di sini lebih menyenangkan, aku tidak perlu khawatir dengan kehidupan. Tapi, aku sedikit terpukul karena semua pengetahuan semasa kuliah, tidak berarti di sini."
"Untuk teman, aku tidak terlalu akrab dengan yang lain selain Qin Nian, jadi tidak ada masalah sama sekali meninggalkan Bumi."
Tebakan Mo Lian ternyata benar saat Zhing Xumei meninggalkan Bumi, Zhing Xumei memang sudah tidak ada keluarga yang tersisa, sehingga langsung pergi dari Bumi.
"Apakah kau ingin kembali ke Bu—"
"Tidak!" Zhing Xumei menolak tawaran Mo Lian tanpa menunggu selesainya ucapan Mo Lian.
"Baiklah." Mo Lian sedikit mengangguk, lalu menundukkan kepalanya melihat Mo Fefei yang terlihat tidak ingin membiarkannya pergi. "Fefei—" Ia mendongak ke kanan saat merasakan aura yang sangat dibencinya.
"Maaf Fefei, Iblis datang menyerang, aku harus mengurusnya sebentar." Mo Lian mengecup kepala Mo Fefei, lalu berubah menjadi cahaya yang menghilang dari ruangan.
Mo Fefei tersandung saat Mo Lian menghilang dari pelukannya. Ia menengadahkan kepalanya melihat langit-langit ruangan. "Kakak."
***
Mo Lian yang sudah berada di angkasa luar langsung melepaskan pukulan yang cukup kuat untuk ditanggung Dao Immortal tahap Awal.
Bang!
Pukulan Mo Lian juga melemparkan pemuda itu sangat cepat, yang terlihat dari jauh seperti kilatan cahaya merah. Pemuda itu bergerak mengarah ke salah satu bintang yang sudah kehilangan sinarnya, karena dikuasai oleh Ras Iblis dari Alam Hanzi.
Mo Lian bergerak dengan kecepatan penuh, dan muncul kembali tepat di atas pemuda yang masih melesat dalam posisi membungkuk karena terkena pukulan. Tanpa berlama-lama, ia mengangkat kaki kanannya dan menendang leher pemuda itu menggunakan tumit kakinya.
Wush! Boom! Duarr!
Pemuda yang merupakan Ras Iblis dalam penyamaran itu kembali melesat jauh ke bawa, menghantam bintang tak berpenghuni yang kemudian meledakkannya. Terlihat api merah yang sangat besar menyelimuti bintang, yang mana sesaat kemudian berubah menjadi bebatuan yang terlempar ke segala arah.
Masih berlanjut, Mo Lian tidak akan membiarkan Iblis mati dengan mudah, ia ingin menyiksanya lebih jauh lagi untuk melepas semua kekesalannya yang tertahan karena banyak perubahan di Galaxy Pusat.
Mo Lian mengulurkan tangan kanannya ke depan, terlihat ada rantai petir biru yang melesat seperti kilatan cahaya. Petir itu mengejar Iblis yang masih jatuh hendak mengenai bintang lainnya.
Ketika sudah mendapatkannya, Mo Lian menarik tangan kanannya ke belakang. "Datang!"
Iblis yang ditarik itu kembali melesat naik menuju Mo Lian. Lalu saat melewati nyala api yang masih membara, penampilannya berubah dengan kulit merah bagaikan darah, mata merah tajam seperti ular, taring tajam, sayap kelelawar.
Iblis mengepakkan sayapnya untuk menahan tarikan rantai dari serangan Mo Lian, namun kekuatan Mo Lian lebih besar darinya sehingga tidak bisa berhenti. Tapi, ia tidak kehabisan akal, ia merentangkan kedua tangannya dan terlihat ada gumpalan merah menyala yang muncul di sana.
Wush! Wush!
Rantai biru dari dua arah yang berlawanan tiba-tiba datang dan melilit pergelangan tangan Iblis, yang kemudian rantai itu mengencang saat Mo Lian mengepalkan tangan kirinya.
"Putus!"
Rantai itu tertarik ke dua arah yang berlawanan, sampai terdengar suara retakan yang menandakan sendi Iblis itu patah. Hingga suara renyah yang mengerikan terdengar, terlihat lengan Iblis itu terputus sampai bahu.
"Aarrgghh!" Iblis berteriak sangat keras mengungkapkan rasa yang sangat menyakitkan.
Kemudian, karena energi merah yang berada di lengan tadi kehilangan kendalinya, energi itu meledak menimbulkan nyala api merah yang cukup besar.
Mo Lian kembali mengulurkan tangannya, lalu menariknya lagi, membuat Iblis melesat ke arahnya.
"Ugh!" Iblis yang tiba-tiba datang ke depan Mo Lian itu tidak bisa bergerak saat lehernya dicengkeram erat oleh Mo Lian.
Kedua kaki Iblis juga tidak bisa bergerak, beserta sepasang sayap yang terikat oleh rantai petir yang tertarik ke arah berlawanan.
"Aku tahu kau ingin menyerang menggunakan suara. Iblis adalah ras unik karena bisa menyerang menggunakan kata-kata."
Mo Lian mencengkeram leher lawannya lebih kuat lagi. "Aku tidak menyangka, hanya dalam waktu lima tahun, kalian sudah datang ke Alam Semesta."
Mata Iblis terlihat tenang tanpa ada rasa takut sama sekali, seperti sudah ada persiapan jika hal ini terjadi. Tatapan matanya juga tertuju pada salah satu ruang di belakang Mo Lian.
"Sampai kapan kau mau bersembunyi di sana?" Mo Lian sudah tahu ada yang mengamatinya bertarung.
Iblis yang melawan Mo Lian tersentak tak percaya, seharusnya tidak ada yang mampu menyadari persembunyian dari Tetua yang bersamanya, kecuali kekuasaannya lebih tinggi. Ia sendiri yakin kekuatan Mo Lian belum menembus Heavenly Immortal.
"Kau tidak perlu tahu." Mo Lian mencengkeram erat tangannya, meledakkan tubuh lawannya menjadi kabut darah.
Mo Lian berbalik melihat ruang kosong, lalu ketika ia mengangkat tangannya, ada ledakan di salah satu tempat yang tidak jauh darinya.
"Aarrgghh!"
Dari dalam ledakan api terdengar suara teriakan, yang kemudian saat api itu menghilang, terlihat iblis lain namun memiliki kulit berwarna hitam dengan sisik yang sama. Rambut merah panjang, mata merah menyala dan ada satu tanduk di tengah-tengah dahinya.
"Heavenly Immortal. Akhirnya, aku melawan lawan yang pantas."
Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, mengeluarkan Pedang Racun Minghai.
...
***
*Bersambung...