
Mo Lian dan Hong Xi Ning langsung masuk saja setelah tiba di puncak tertinggi, mereka berjalan baik ke lantai tertinggi dan menemui Hong Xi Jiang yang sudah menunggu di sana, bersama dengan Wang Yue Fei di sampingnya.
"Salam, Yue Fu dan Yue Mu." Mo Lian menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei yang duduk di sebelah jendela.
Mo Lian duduk di kursi lain setelah memberikan salam pada Hong Xi Jiang, dan berucap tanpa menunggu dipersilakan, "Apakah Yue Fu merasakan bahaya di tempat itu?"
Hong Xi Jiang menaikkan alis kirinya, lalu meletakkan gelas berisikan teh hijau di dalamnya. "Indra milikku tidak berfungsi di sana, tapi sebagai Heavenly Immortal, aku memang merasakan ada bahaya yang mengintai ..."
Hong Xi Jiang mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja dengan kepala tertunduk. "Aku merasa, bahaya ini bukan berasal dari manusia, tapi monster yang mengerikan. Mungkin, Gerbang Iblis memang benar-benar terbuka. Bukan Aliansi Surgawi Emas, melainkan organisasi yang tidak kita ketahui di mana tempatnya yang membukanya."
Asumsi ini bisa diterima untuk sementara waktu, tapi akan lebih baik memastikannya sendiri apakah benar-benar ada Gerbang Iblis di sana. Jika ada, Alam Semesta dalam bahaya.
"Kapan kita akan berangkat? Apakah kita akan menggunakan tubuh asli atau mengirim klon?"
Hong Xi Ning menatap Mo Lian dan Hong Xi Jiang secara bergantian, memikirkan pertanyaan Mo Lian. "Kita akan mengirimkan klon." Ia tidak ingin memisahkan Mo Lian dengan putrinya, sehingga memilih klon.
Mo Lian mengangguk kecil, merasa bersyukur jika hanya klon yang dikirim, meski ia tidak masalah jika harus berangkat sendiri ke sana. Bagaimanapun, ia sudah sering menemui bahaya yang tidak terduga.
"Kapan?"
"Besok." Wang Yue Fei menjawabnya sebelum Hong Xi Jiang yang menjawab. Ia tahu jika menantunya habis melakukannya hal itu, dan tentunya harus membiarkan mereka berdua beristirahat.
Entah mengapa, Mo Lian merasakan malu saat ditatap oleh Wang Yue Fei. Ini seperti Yue Mu-nya mengetahui aktivitas yang mereka lakukan tadi malam.
"Kalian bisa pergi." Wang Yue Fei melanjutkan, mempersilakan Mo Lian dan Hong Xi Ning untuk beristirahat sejenak.
Mo Lian berdiri dari kursi, menangkupkan kedua tangan lalu pergi meninggalkan ruangan. Ia merasa tidak perlu beristirahat jika hanya mengirimkan sebuah klon, karena itu tidak berpengaruh pada tubuh utama. Tapi, ia tetap menurut untuk beristirahat.
Matahari belum berada di posisi puncaknya, membuat Mo Lian merasa bosan karena tidak ada yang dikerjakan. Ia hanya berada di dalam kamarnya bersama dengan Hong Xi Ning yang sedang mengurus dokumen sekte.
"Ning'er." Mo Lian menepuk-nepuk kasur agar Hong Xi Ning mau datang.
Hong Xi Ning yang sedang belajar mengoperasikan laptop itu mendongak menatap Mo Lian, lalu kembali fokus dengan pekerjaannya. "Sayang, kita baru saja melakukannya tadi malam. Cobalah kerjakan sesuatu, atau bantu aku."
"Ngomong-ngomong, apakah ambisimu tetap sama seperti di kehidupan sebelumnya?"
Mo Lian beranjak turun dari tempat tidurnya, berjalan menghampiri Hong Xi Ning. "Ada beberapa yang berubah, dan salah satunya sudah tercapai. Yaitu, memiliki Ning'er."
"Sebelumnya juga aku ingin menjadi yang terkuat untuk melupakan semuanya, tapi karena aku kembali dan memiliki keluarga. Aku masih sama, ingin menjadi yang terkuat, namun bukan untuk melupakan, melainkan menjaga."
Hong Xi Ning tersenyum ringan dan mendongak ke kanan atas menatap Mo Lian yang berdiri di sampingnya. "Aku akan selalu mendukungmu, Sayang."
"Terimakasih." Mo Lian mengecup kening Hong Xi Ning, lalu duduk bersebalahan dan mengajarinya tentang teknologi.
***
Keesokan Harinya
Sudah berkumpul tiga Heavenly Immortal dengan Dao Immortal tahap Awal yang setara dengan Heavenly Immortal. Keempat orang itu sedang bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang dikatakan mampu menahan semua panca indra, dan sangat gelap.
Yang berangkat kali ini bukanlah tubuh asli, melainkan klon semata. Namun, kekuatannya tidak bisa diremehkan, karena kekuatannya bisa menyamai kekuatan tubuh asli, apabila energi yang dilepaskan lebih besar.
Terlebih lagi Mo Lian, yang mampu mengirimkan kekuatan Dewa Semesta ke klon yang berbeda.
"Sudah siap?" Hong Xi Jiang menanyakan pertanyaan yang sama pada semua orang.
Ketiganya menganggukkan kepala secara bersamaan, lalu terbang tinggi mengikuti Hong Xi Jiang yang sudah terbang sesaat setelah bertanya.
Kecepatannya sendiri menggunakan kecepatan penuh, agar bisa sampai lebih cepat di tempat yang ingin dituju. Dari kejauhan hanya terlihat kilatan cahaya, bukan manusia yang bergerak karena saking cepatnya.
Mo Lian yang mengikuti Hong Xi Jiang hanya diam tanpa bersuara dan melihat sekitarnya, mencari tahu di mana celah hitam yang dikatakan, karena ia sendiri tidak tahu di mana tempat itu berada.
Hingga belasan menit berlalu, ini adalah jarak yang sangat jauh karena menghabiskan waktu yang cukup lama untuk kecepatan Heavenly Immortal. Mereka sudah sampai di bintang berwarna hijau, yang ukurannya tiga kali ukuran Bumi tempat tinggal Mo Lian sebelumnya.
"Apakah ini?" Mo Lian melayang maju perlahan hingga berdiri sejajar dengan Hong Xi Jiang. "Bintang Xanzan, memang ada tempat yang aneh dan berbahaya di sini, tapi belum pernah ada celah ruang yang meniadakannya panca indra ..."
Mo Lian tahu betul Bintang Xanzan, bahkan dalam waktu 1000 tahun ke depan, tidak ada satu pun keanehan yang terlalu berlebihan. Tempat misterius di sini tidak terlalu berarti, bisa diselesaikan dengan mudah dan tidak ada yang mampu menahan kekuatan Heavenly Immortal.
"Begitu." Mo Lian bisa menebak mengapa ada celah yang muncul di Bintang Xanzan.
Karena hancurnya Sekte Racun Minghai, Aliansi Surgawi Emas mempercepat rencana mereka di salah satu bintang, dan bintang itu adalah Bintang Xanzan. Gerbang Iblis, hanya terbuka setengahnya saja, karena itulah nampak gelap tanpa bisa menggunakan indra.
"Apakah kau mengetahuinya?" Hong Xi Jiang menoleh ke kiri menatap Mo Lian.
Mo Lian menganggukkan kepalanya, lalu menoleh ke kanan. "Gerbang Iblis, meski hanya setengah terbuka. Jika kita biarkan saja, dalam waktu dua tahun, Alam Hanzi akan terhubung dengan Alam Semesta."
Hong Xi Jiang tersentak saat mendengarnya, kemudian kembali melihat Bintang Xanzan. "Ayo pergi." Ia melesat bagaikan kilat menuju Bintang Xanzan.
Jika ini benar-benar Gerbang Iblis, tentunya tidak boleh dibiarkan terlalu lama dan harus dihancurkan secepat mungkin, atau turun sendiri ke Alam Hanzi untuk membunuh semua Iblis.
Mo Lian mengikutinya dari belakang, dengan Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning yang juga pergi.
Tidak ada penjagaan di Bintang Xanzan, karena memang di Galaxy Pusat sangat jarang ada yang menjaga bintang mereka, mengingat sangat jarang ada yang mencari masalah di Galaxy Pusat, kecuali memang yang hobi mencari masalah. Contohnya, Mo Lian.
Kelompok empat orang itu tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke salah satu hutan di Bintang Xanzan, tapi masih jauh dari tempat di mana celah hitam itu berada.
Kedatangan mereka di hutan ini menciptakan suasana yang mengerikan, yang mana pepohonan mulai bergerak-gerak karena tiupan angin kencang, serta monster-monster yang berlarian ke segala arah karena tekanan aura yang sangat kuat.
Hingga belasan detik berlalu, mereka sudah tiba di gunung-gunung batu yang tajam, di antara ratusan gunung batu itu ada celah ruang selebar setengah meter dengan tinggi dua meter. Celah itu benar-benar hitam pekat tanpa ada titik cahaya lain, dan ada aura yang cukup tajam keluar dari sana.
Mo Lian cukup familiar dengan aura ini, aura yang sama seperti bocah gila yang sudah ia bunuh saat di Bintang Yanjing. Yang artinya, celah ini benar-benar menghubungkan antara Alam Hanzi dan Semesta.
Mo Lian mendekati celah ruang yang hanya berjarak beberapa meter darinya. "Memang benar ada aura iblis di dalamnya." Ia menoleh ke kanan menatap Hong Xi Jiang. "Ayo masuk, pastikan langsung lepaskan seluruh kekuatan sesaat setelah masuk."
Kesensitifan Mo Lian terhadap energi spiritual cukup tinggi, seharusnya sesaat setelah masuk, ia masih bisa merasakan keberadaan mereka.
"Jika kita terpisah dan selama satu jam tidak berkumpul, lebih baik hilangkan klon ini dan tunggu dua tahun lagi," sambung Mo Lian.
Hong Xi Jiang, Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning menganggukkan kepala secara bersamaan, kemudian memasuki celah ruang dengan Mo Lian yang memimpin jalan.
...
***
*Bersambung...