Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Festifal


Happy reading all, maaf kalau ceritanya sedikit gak nyangkut di otak kali ini.


" Sayang boleh yah," bujuk Riana lagi.


" Hemm," masih tidak mau menjawab dengan pasti.


" Sayang, suamiku Regha sayang. Boleh yah sedikit saja," menampakkan wajah mengiba.


" Baiklah tapi pastikan kau menjaga jarak dengan semua orang yang ada disana,"


Riana tersenyum puas, akhirnya Regha mengizinkannya untuk ikut kedalam festifal musik tahunan, milik salah satu cabang perusahaan Tanjung


Riana mengecup pipi Regha sekilas.


"Terimakasih banyak sayang,"


" Apa yang kau lakukan, kau menodai wajah tampanku," ucap Regha kesal, sambil memegang pipinya yang terasa menghangat.


" Ehhh maafkan aku, beraninya bibir ini menyentuh pipi mulus nan sempurna itu," menunduk takut.


Regha sekuat tenaga menahan tawanya yang ingin meledak, melihat wajah menggemaskan Riana. Padahal mah bilang aja dia mau lagi digituin sama Riana.


" Cepat kau bersihkan," menyodorkan pipinya lagi kedekat wajah Riana.


Gadis yang bingung bukan kepayang itu, menatap Regha sebentar sebelum bibirnya kembali ia daratkan lagi dipipi tampan Regha.


Inikan yang dia maksudkan, jika bukan kenapa dia mendekatkan pipinya seperti itu.


" Kau itu benar-benar mesum yah, lihat saja wajahmu yang memerah akibat fikiranmu yang kotor itu," ucap Regha lagi.


Riana terkejut bukan main, pria dihadapannya ini benar-benar tidak bisa ditebak apa maunya.


Jika penggadaian dan tukar tambah untuk suami itu ada aku benar-benar sudah menggadaikanmu sejak dulu. Jerit Riana dalam hati.


" Apa yang kau lihat dengan wajah mesummu itu, cepat siapkan makan malam untukku," ucap Regha lagi.


Tanpa menjawab Riana segera pergi, sambil menghentakkan kakinya kasar kelantai.


" Kau tidak akan mampu mengganti lantai itu jika rusak," teriak Regha lagi dari dalam kamar.


Bukannya berhenti Riana semakin menghentakkan kakinya dilantai dengan kasar, membuat Regha yang didalam kamar tertawa sangat keras.


***


Festifal musik tahunan salah satu agensi musik terbesar akan segera diadakan. Riana mendengar akan banyak sekali artis terkenal yang akan hadir di acara itu, tentu saja dengan memanfaatkan suami kayanya itu Riana akan pergi kesana sebagai tamu terhormat dan berstatus sebagai istri dari direktur utama Tanjung.


Dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya, Riana memakai gaun sepadan yang dikenakan oleh suaminya.


Regha yang melihat senyum itu sejak pagi sedikit merasa risih, tidak rela rasanya jika wajah cantik istrinya saat tersenyum akan dilihat oleh seluruh dunia. Wajah itu beserta senyumannya hanya milik Regha seorang saja tidak ada yang boleh menikmatinya selain Regha.


" Apakah kau sesenang itu hingga melupakan sesuatu," bermain dileher Riana.


" Apa aku rasa semuanya sudah pas," menatap dirinya sekali lagi didepan cermin.


" Kau belum memiliki label milikku sayang. Sudah lama aku tidak membuatnya bukan,"


Pria ini terus saja mengataiku mesum sepanjang hari, padahal otaknya sendiri lah yang dipenuhi oleh kotoran itu.


" Bisakah kau tidak membuatnya hari ini, aku memakai gaun yang sedikit terekspos. Jika media mengetahui ada tanda label milikmu pasti mereka akan membicarakan ku bukan,"


Regha menarik nafasnya kesal.


" Bilang saja kau tidak mau, tidak perlu membuat alasan seperti itu," melepaskan pelukannya dan berbalik membelakangi Riana.


Apakah dia marah lagi sekarang, sabar Riana anggap saja kau sedang berlatih menjadi seorang ibu. Ehhh seorang ibu apa yang aku fikirkan sebenarnya.


" Sayang kau marah yah, bukannya aku tidak mau tapi apa kau ingin melihatku tranding di berita nanti," kini dirinya lah yang memeluk Riana.


Baik kali ini kau kumaafkan, tapi nanti malam akan kupastikan seluruh tubuhmu akan penuh dengan label milikku. Gumam Regha denga. seringai liciknya.


" Ayo pergi sekarang, makin cepat kita pergi makin cepat kita kembali," menggandeng tangan Riana.


" Tunggu dulu kau sudah memaafkan ku bukan, kau tidak marah padaku lagikan,"


" Tergantung,"


" Apanya yang tergantung,"


" Jika kau berani melirik pria lain disana maka aku akan memakanmu saat itu juga," menunjukkan seringai liciknya lagi.


Riana dengan susah paya menelan salivanya.


***


Semua media tampak sudah berkumpul berbaris didepan sebuah panggung besar, untuk meliput semua kegitan festifal yang hanya datang setahun ini saja.


Semua orang baik dari kalangan atas hingga masyarakat biasa ikut meramaikan festifal itu, tidak terkecuali keluarga besar Tanjung yang kini sudah menempati posisi duduk mereka masing-masing.


" Suamiku, dimana putramu dan putriku kenapa mereka belum datang juga," bisik mama Regha kepada suaminya yang tampak menikmati acara pembukaan.


" Kenapa kau terus menyebut Regha putraku dan Riana putrimu,"


" Regha itu sangat mirip denganmu, sama-sama keras kepala dan sulit diatur. Tidak seperti Rianaku," tersenyum sendiri.


" Baiklah banggakanlah putrimu itu, tapi ketika putraku sudah berhasil mendapatkan seorang anak laki-laki nantinya maka dia hanya akan menjadi cucukku saja,"


" Tidak mereka pasti memiliki anak perempuan yang mirip dengan ibunya, tidak mungkin anaknya mirip dengan Regha si manusia es itu,"


Perdebatan kecil nyonya dan tuan besar Tanjung itu hanya membuat seorang pria dibelakang mereka menggelengkan kepalanya.


Acara dihentikan seketika, dan jalanan dibuka untuk sebuah mobil khusus yang diketahui milik dari Regha Tanjung.


" Wahhhh sangat ramai sekali disini," Riana sangat antusias sekarang ketika melibat kerumunan orang disana.


" Ingat perjanjian awal kita, awas saja jika kau berani melirik pria disini," bisik Regha.


" Cih seharusnya aku lah yang mengucapkan hal itu agar kau menjaga pandangan matamu itu,"


" Apa kau bilang," menatap Riana kesal.


" Hehehehe tidak sayang tidak, lihat bukankah sudah saatnya untuk kita turun,"


Saat mobil itu berhenti, beberapa pria bertubuh kekar langsung berbaris.


Asisten Sam juga langsung berlari dan membuka pintu mobil itu.


Regha keluar dengan gagahnya, begitu wajahnya tampak semua pandangan dan kamera langsung tertuju kearahnya.


" Wahhhh sayang lihatlah itu putraku, dia sudah seperti seorang pangeran di negeri dongeng saja kan," memukul bahu suaminya pelan.


" Bukankah itu putra yang sama yang tidak kau akui tadi," membalas perlakuan istrinya.


" Kau berani Kepaku hah," memelototkan matanya.


***


Asisten Sam ingin membantu Riana keluar dari mobil juga, namun mendapatkan tatapan tajam dari tuannya. Mengatakan jangan beraninya kau menyentuh istriku.


Akhirnya Regha lah yang mengulurkan tangannya untuk membantu Riana genggam.


" Sayang apakah aku tidak terlihat aneh,


aku merasa tidak nyaman dengan semua perhatian disini,"


" Bukankah sudah ku katakan jika kau tidak akan suka tempat ini hah," menggandeng Riana kuat.


Riana berusaha menampakkan senyum terbaiknya, saat kamera menyorot wajahnya.


" Jangan tersenyum seperti itu, bagaimana jika para wartawan itu menyukaimu nantinya," mengecup kening Riana sebentar.


Membuat semua orang yang ada disana bertepuk tangan ria.


Acara dimulai, Regha naik keatas panggung dan membuka acara festifal ini secara resmi.


" Semua hadirin, kali ini saya hanya mengatakan jika saya sangat mencintai istri saya. Sekian dan terimakasih,"


" Hei sambutan macam apa itu, dia membuatku semakin malu saja Disini," merasa risih karena Regha malah mengedipkan matanya kearah Riana sekilas.


Dasar mesum. Balas Riana.


" Wah beruntungnya Riana, suaminya sangat romantis tidak seperti suamiku yang kaku dan hanya sibuk dengan pekerjaannya saja," seorang wanita dibelakang Riana bergumam sendiri sambil menatap suaminya.


Anda hanya tidak tau saja, bagaimana menyebalkannya pria yang ada didepan itu. Gumam Riana sambil terus tersenyum, mengingat betapa berbedanya sikap Regha yang selalu silih berganti.


Regha kembali duduk didekat Riana, setelah sambutannya selesai.


" ahhh rasanya aku ingin pulang saja sekarang," menyadarkan kepalanya tepat dibahu Riana.


" Sayang banyak orang disini,"


Tindakan Regha itu berhasil membuat semua hati patah, termasuk para gadis yang pernah merasa dekat dengan Regha dan berkencan dengannya.


Biasanya setelah ini akan ada seorang gadis mengamuk, karena tidak terima jika Regha direnggut darinya. Jika aku membaca di novel-novel cinta gadis itu akan datang dari masa lalu sang pangeran dan akan berusaha merenggut sang pangeran lagi dari tangan sang pujaan hati. Bergumam tidak jelas.


" Singkirkanlah fikiran kotormu itu sekarang, semua mata kini sedang tertuju kearahmu,"


" Apakah kau sedang menceramahi dirimu sendiri sayang," berbalas perkataan Regha.


" Tidak aku hanya bosan, aku tidak sabar menebus semua tatapan mata orang- orang itu nanti malam diatas ranjang,"


" Lihatlah fikiranmu itu yang haruslah di obati,"


" Benar sekali, kau harus mengobatiku nanti malam diatas ranjang,"


Ingin sekali rasanya Riana menukar otak milik Regha dengan permen gulali dipasar, setidaknya itu lebih sedikit menghibur dari pada otak mesum milik Regha.


Dipertengahan acara Riana tersenyum sangat lebar ketika mendapati seorang pria dengan wajah tampannya mulai bernyanyi diatas panggung.


" Wajah yang sempurna seperti biasa, Ahhh Leon kau selalu berhasil membuat semua orang jatuh cinta," gumam Riana pelan, namun kata-katanya itu berhasil membuat Regha kesal.


Regha langsung berdiri dari duduknya dan membuat otomatis semua kegiatan berhenti.


" Sayang ada apa, kemari duduklah," berusaha menarik Regha agar duduk lagi ditempatnya.


" Sam," memanggil asisten pribadinya.


" Iya tuan muda,"


" Pastikan tahun depan acara festifal seperti ini tidak ada lagi, ayo pulang Riana," menarik tangan istrinya.


Tidak ada yang berani mengomentari apa yang terjadi barusan.


" Lihatlah putramu itu, sekarang aku lah lagi yang harus turun tangan,"


" Dia sama saja dengan mu suamiku, jika cemburnya sudah berada di ujung tanduk maka dia tidak akan mengenal bulu,"


Akhirnya acara tetap dilanjutkan, Semua ketegangan yang sempat terjadi tadi kini berangsur terlupakan. Karena sang ayah dari Regha Tanjung berhasil mencairkan suasana lagi.