Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Calon penerus Tanjung


Happy reading, author pengen kasi tau kalau cerita ini sudah ada secuelnya dengan judul" Istri kecil sang presedir 2,"


Pagi ini adalah awal baru untuk dua insan manusia ini, memadu kasih dipagi yang begitu cerah secerah wajah mereka yang tampak begitu berseri.


" Sayang Ku Tina, apakah kau bahagia sekarang," Pria itu tampak berbeda hari ini, kini senyuman itu tampak tergambar jelas di wajahnya.


Tina hanya mengangguk mengiyakan, memangnya apa lagi yang bisa membuatnya lebih bahagia dari pagi ini.


"Apakah bulan madu kita tidak akan diadakan dalam waktu dekat ini," gadis itu bertanya didalam dekapan sang suami.


Senyum di wajah Sam memudar, tuntutan pekerjaan bahkan masih menunggunya siang ini.


" Maaf Tina sayang, tapi aku masih harus bekerja. Aku tidak mungkin bisa meninggalkan tuan muda, apa lagi dengan kondisi nona Riana yang hamil muda," Mencoba memberi pengertian kepada gadisnya.


Rena hanya tersenyum, mengerti betul jika pria yang dinikahinya adalah pria yang memiliki tanggung jawab besar.


" Tidak masalah, aku akan menemani Riana, selagi kau bekerja di kantor bersama dengan tuan Regha," menghilangkan rasa bersalah yang tampak jelas terukir diwajah suaminya kini.


Pagi itu mereka lalui dengan tenang tanpa pertengkaran seperti hari-hari sebelumnya.


***


Dilain sisi pasangan yang sebentar lagi akan kedatangan malaikat kecil itu justru malah memulai hari dengan pertengkaran kecil.


Dimulai dari Riana yang tidak menyukai selera pakaian Regha, sampai dengan keinginan untuk ikut Regha kekantor.


" Ina kau tidak boleh ikut kekantor, kau harus banyak beristirahat Ina. Dikantor nanti pasti banyak yang akan mengajakmu berbincang dan kesana kemari, jadi tetaplah dirumah. Aku juga tidak bisa fokus jika kau ada di hadapanku," Regha mencoba memberi pengertian kepada sang istri.


" Apa kau menganggap ku sebagai pengganggu begitu, ahhh kau sudah tidak menyayangiku. Aku mau minta cerai saja kalau begitu," Riana yang kesal menghentakkan kakinya kelantai.


Jangan salahkan sikap Riana ini, karena sutuhnya merupakan bawaan hormoh kehamilan.


" Ina kau tau jika aku tidak suka kau mengucapkan kata-kata seperti itu bukan," Regha bicara dengan nada yang cukup tenang namun dianggap sebuah bentakan oleh Riana yang memang sangatlah sensitif.


" Hemm kau membentakku lagi, aku ingin cerai pokoknya aku ingin cerai," menangis kencang.


Regha kebingungan, kemudian menarik sang istri kedalam dekapannya. Sepertinya kesabarannya ini harus ditingkatkan dua kali lipat lagi.


"Maaf sayang aku tidak bermaksud membentakmu, kau ingin ikut kekantorkan baiklah tapi berjanjilah jangan sampai kelelahan oke," Regha menghapus buliran bening itu dari kening istrinya yang kini sudah tersenyum lebar lagi.


***


" Sekedar info guys untuk istri kecil sang miliyader 2 udah mulai up loh. klik profil author untuk membaca yah. karakter cowoknya lebih parah dari pada Regha pokoknya deh dan yang wanita utamanya lebih bobrok dan ngelunjak ketimbang Riana".


***


Nasib buruk sepertinya sedang menimpa Carly, kini gadis itu berakhir dengan menyaksikan keromantisan Regha dan Riana yang tanpa ragu memperlihatkannya keseluruh dunia.


Regha yang setia memeluk erat pinggang sang istri, serta percakapan ringan antara mereka terdengar begitu hangat ditelinga.


Namun Carly tidak merasakan demikian, kenapa kedua sahabat itu begitu beruntung bisa mendapatkan sosok seperti sekertaris Sam juga Regha yang kaya dan tampan.


" Carly jika kau sudah bosan hidup tolong jangan libatkan kami, jaga ucapanmu itu. Atau jika tidak entah apa yang akan terjadi padamu nanti," salah seorang karyawan memperingati wanita itu.


" Kenapa?, apakah aku tidak bisa mendapatkan pria hebat seperti asisten Sam dan Regha. Jika aku tidak bisa mendapatkan asisten Sam aku akan mencoba dengan tuannya saja. Tidak aku harus mendapatkan keduanya, " manusia seperti apakah wanita ini sebenarnya, kenapa hidupnya tidak pernah bisa tenang sedikitpun.


Para karyawan yang ada disekitarnyapun memilih menghindar, lebih baik menghindari masalah. Sudah jelas sekali seperti apa gambaran nasib Carly kedepannya.


Untuk memutar hati Regha itu membutuhkan usaha dan perasaan yang besar yang jelas tidak dimiliki oleh gadis sepertinya. Hanya ada pandangan akan hidup nyaman didalam diri gadis ini, sehingga hatinya dibutakan oleh semua itu. Lupa siapa jasa seseorang yang menyelamatkan nyawanya.


***


Sekali lagi author mengingatkan untuk mampir di cerita lain author oke makasih semuanya.


***


Beralih ke kediaman utama keluarga Tanjung. mama dan nenek Regha sedang sibuk berbincang hangat.


Mereka sudah sibuk membicarakan cucuk pertama keluarga Tanjung, bahkan sudah memanggil beberapa desainer pakaian untuk mendesain baju khusus untuk anak Regha dan Riana, menyiapkan satu ruangan besar dirumah itu untuk tempat baby Tanjung nanti.


Seperti sebuah kuncup bunga yang begitu ditunggu untuk waktu mekarnya, seperti itulah seluruh keluarga Tanjung sudah mulai menyiapkan segalanya, meski yang dimaksud masih berupa janin kecil di rahim sang ibu.


" Ibu kita belum tahu jenis kelamin cucuk kita, bagaimana kita menentukan pakaian apa yang cocok untuknya," Mama Regha mengingatkan sang mertua untuk melakukan hal yang seperlunya saja


" Kalau begitu buatkan seratus pasang pakaian bayi perempuan dan seratus pakaian bayi laki-laki. Buatkan desaian terbaik kalian aku mau cicitku nanti terlihat sempurna dengan semua pakaian yang dia kenakan," biarkan saja nenek ini melakukan apa yang dia suka, jika tidak dituruti akan membuatnya stres dan tertekan nantinya.


" Kalian mengerti kan, kami sudah mempercayakan semua pakaian keluarga Tanjung pada kalian jadi tolong lakukan yang terbaik untuk penerus Tanjung," lanjut mama Regha lagi.


Semua orang yang hadir disitu mengangguk tanda mengerti, tidak tahu akan seperti apa gambaran penerus Tanjung itu nantinya. Tapi yang pasti dia akan selalu dihujani oleh cinta dan kasih sayang semua orang.


"Ahh iya, bukankah kita juga harus membuat pesta kejutan untuk anak Regha,"


" Ibu Regha menyarankan untuk tidak mengadakan pesta sambutan apapun dulu, dirinya hanya ingin kita semua fokus dulu kepada kesehatan Riana dan calon bayi mereka. Regha tidak ingin kejadian yang sama terulang kedua kalinya," mama Regha menimpali lagi membuat mertuanya itu mengangguk tanda mengerti yang dimaksudkan.


***


" Asisten Sam apa ini!, " Riana yang melihat asisten Regha yang sudah ada ruangan suaminya.


" Maaf nona apa ada yang salah?," pria itu tampak bingung terutama mendapatkan pelototan dari Riana yang duduk dipangkuan Regha.


" Tentu saja, kau melakukan kesalahan besar. Kau meninggalkan sahabtku di hari pertama pekerjaan kalian, Sayang bukan kau yang menyuruhnya untuk bekerja bukan," bergantian menatap kedua pria itu.


Regha mengusap punggung sang istri yang masih setia bertengger dipangkuannya agar sedikit lebih tenang.


" Aku tidak menyuruhnya Ina, dia suka rela melakukannya sendiri," Regha membela dirinya, tidak mau mendapatkan masalah seperti tadi pagi lagi.


****


Mengingatkan kembali, kalau cerita ini sudah mempunyai secuel dengan judul "Istri kecil sang presedir 2," author berharap kalian masih mau baca cerita author yah.