
Suara Harris yang mengandung banyak tanda seru membuat Mar teringat akan hubungan ‘benci tapi butuh’-nya pada sosok Direktur perusahaan tempatnya bekerja. Nada penuh perintah itu membuat Mar segera menyusul Harris. Ia juga penasaran dengan hal yang akan disampaikan pria itu pada diri seorang Mar.
“Tutup pintu dan duduk di seberang saya.” Harris duduk di balik mejanya dan membuka laptop.
Mar menuruti perkataan Harris. Menutup pintu dan duduk di kursi kantor yang ketinggiannya bisa disetel tinggi atau rendah. Mar duduk dan meraba tuas di bagian bawah kursi dan menyetel ketinggian kursi itu seide...