
“Yang tadi namanya Mar. Awalnya asisten rumah tangga, sekarang jadi babysitter yang jagain Chika. Mar selalu sopan, kok. Enggak pernah ada masalah. Kamu sudah bisa pakai toiletnya.” Harris menunjuk pintu toilet yang terbuka.
Hanya sedetik saja Harris memperhatikan Karin yang masuk ke toilet dengan enggan. Selebihnya Harris berdiri dengan dua tangan berada di saku dan memandang ke tempat Mar menghilang. Ia sudah membuka jas dan vest yang ia kenakan. Tinggal kemeja abu-abu dan celana bahan hitam dengan alas kaki sandal sport karet yang menunjukkan jemarinya yang pucat. Kedatangan Karin siang itu...