Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Mertua baik


"Kamu tau kebiasaan Justine?" tanya Pap Hans lagi.


Dan mata Justine menatap tajam ke arah Papa nya, dia sangat yakin jika Papa nya ingin menyindir nya.


"Pap, bisa tidak membahas itu" kesal Justine tiba-tiba sewot.


"Kenapa kau malu?" Papa Hans menatap sinis putra nya.


"Ck, menyebalkan" gumam Justine kesal.


"Pap" Mama Gina menepuk pelan paha suaminya.


Almira merasa sedikit canggung apalagi semua tatapan tertuju pada nya.


"Sebenarnya alasan saya menikah dengan Justine pun sama" Almira menjeda ucapan nya.


Justine sontak melotot, dia tau dan sangat paham ke mana arah pembicaraan Almira sekarang.


"Jangan sampai gadis bodoh itu mengatakan kebenaran nya" batin Justine marah.


Almira melirik Justine yang terlihat melotot ke arah nya.


"Kami saling mengenal di hotel, kebetulan tuan Justine menyelamatkan saya yang hampir jatuh" lanjut Almira dengan wajah tenang nya.


Huh..


Justine menghembuskan nafas lega, dia pikir Almira akan mengatakan kebenarannya.


"*Kenapa a*ku merasa senang melihat wajah tegang nya, uh seperti nya aku tau kelemahan nya" batin Almira merasa senang.


Papa Hans dan Mama Gina mangut-mangut mendengar penjelasan Almira, syukurlah jika Almira tidak tau kelakuan putra nya yang tukang jajan.


Setelah perkenalan singkat itu Almira di ajak ke dapur oleh Mama Gina, sedangkan Justine dia memainkan ponselnya di ruang tengah.


"Papa tidak yakin kau menemukan gadis cantik itu di hotel, apa dia salah satu teman ranjang mu?" tanya Papa Hans yang tak suka basa-basi.


"Jaga bicara Pap, Almira dan aku saling mengenal dua bulan dan bukan nya ini semua keinginan Pap yang mau aku menikah" Justine menjawab agak sewot.


"Ya kau benar, tapi jika sekalipun dia gadis ranjang mu Pap tidak masalah karena dia terlihat manis dan baik" jelas Papa Hans lagi.


Dan Justine tak mendengarkan ucapan Papa nya, dia memilih memainkan ponselnya membuat Papa Hans kesal dan memukul kepala putra nya.


"Pap, stop bersikap seperti itu" kesal Justine.


"Dan kau memainkan ponsel untuk melihat foto-foto seksi, apa itu bagus?" balas Papa Hans tak mau kalah.


"Ck, cari kesenangan Pap sendiri, kenapa sewot dengan hal yang aku sukai" Justine menatap sebal Papa nya.


Papa Hans yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, tidak paham dengan putra nya yang katanya ingin menikah tapi tidak memilki keseriusan pada satu wanita.


"Pap hanya mau cucu, aku akan memberikan banyak" balas Justine santai.


Bukk !


Kali ini paha Justine yang di pukul Papa Hans.


"Pap!" Justine menatap tajam Papa nya.


"Bersikap baik lah atau warisan mu akan Pap sumbangkan ke panti" ancam Papa Hans lalu pergi.


Justine menatap tajam ke arah Papa nya yang menyebalkan.


"Dasar aki-aki tua, aku yakin dia hanya takut jika ketampanan nya ada yang mengalahkan" gerutu Justine kesal.


"Lagi pula siapa yang bermain-main, aku memang menikahi nya untuk dua bulan tapi selama dua bulan dia menjadi milik ku dan akan melayani ku" lanjut Justine lagi.


Sedangkan di dapur nampak Almira yang sedang kebingungan melihat bahan makanan di depan nya.


"Kamu bisa memasak?" tanya Mama Gina.


"Tidak Tan, sebenarnya tidak ada yang mengajari ku" balas Almira apa adanya.


"Kenapa? apa Mama mu sibuk kerja?" tanya Mama Gina kepo.


Almira menggelengkan kepalanya, lalu menjelaskan jika Mama nya sudah meninggal sejak dia masih sangat kecil.


Mendengar itu Mama Gina langsung memeluk Almira dengan penuh sayang.


"Maaf kan Mam, nanti setelah menikah dengan Justine kamu bisa belajar memasak bersama Mam" jelas Mama Gina.


"Benarkah?" tanya merasa Almira terharu.


"Tentu, kamu menantu Mam jadi apapun yang menantu Mam mau pasti akan di lakukan" lanjut Mama Gina lagi.


Almira tersenyum dan memeluk tubuh wanita baik di depan nya, lama tak merasakan pelukan seorang ibu membuat Almira merasa merindukan sosok ibu nya.


Apalagi sikap Mam Gina benar-benar humble yang membuat Almira betah di samping wanita blasteran itu.


"Ayo lanjut masak lagi, Mam akan mengajarkan masakan kesukaan Justine, sebelum mengikat nya kamu harus tau dulu kesukaan nya karena cinta itu biasa nya berawal dari makanan lalu lanjut ke perasaan" jelas Mama Gina lagi.


Almira hanya tersenyum dan dia terus mengamati apa saja yang di lakukan wanita blasteran itu, Almira juga membantu mengupas bawang gombai karena Mam Gina akan masak udang asam manis.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏