
Setelah tiga hari di rawat Pelangi kembali ke rumah. Langit mempekerjakan satu perawat dan juga meminta Melati membantunya. Setelah nanti Mentari berusia tiga bulan, Langit bermaksud mempekerjakan Melati diperusahaannya.
Pagi ini Melati membantu bibi memasak buat sarapan. Langit yang sudah selesai berpakaian duduk di meja makan sambil menyantap hidangan yang disediakan.
"Selamat pagi kak.. apa kak Pelangi sudah bangun"
"Sudah Melati"
"Aku izin mau ke kamar mengantar sarapan buat kak Pelangi ya kak"
"Silakan.. mengapa kamu selalu minta izin setiap mau mengantar sarapan. Lain kali masuk aja.. nggak perlu minta izin. Oh ya.. Mela.. nanti ada pertemuan wali murid, aku nggak bisa hadir karena ada meeting, kamu bisa kan mewakili kami ke sekolah Langit. Papi dan mami aku lagi ke luar negeri"
"Bisa kak. Nanti biar aku yang mewakili jika kak Langit nggak keberatan "
"Pertemuannya nanti jam sepuluh. Kamu minta antar supir aja ke sekolah Bumi ya. Dan tolong berikan amplop ini buat kepala sekolah Bumi. "
"Baik kak... "
"Aku mau berangkat dulu. Jangan lupa jam sepuluh Mela. Terima kasih"
"Sama sama Kak.. "ucap Melati. Dan ia pun naik ke lantai atas menuju kamar Pelangi membawakan sarapan buatnya.
Setelah membantu Pelangi, dan memandikan bayinya Melati pamit mau ke sekolah Bumi.
"Kak Pelangi, aku pamit mau ke sekolah Bumi ya. Nanti jika ada yang kakak butuhkan, minta tolong dengan perawat aja. Maaf aku harus tinggalkan kakak dulu"
"Nggak apa Mela. Kamu jangan sungkan begitu. Masih banyak orang di rumah ini yang bisa bantu kakak, jika kak Pelangi minta bantuan. Kamu hati hati ya.. "
"Iya kak.. "
Melati pergi di antar supir. Ia sampai disekolah Bumi tepat ketika acara akan di mulai.
"Tante Melati.. datang juga ya"ucap Bumi ketika melihat Melati
"Emangnya daddy nggak ngomong ya dengan Bumi jika tante yang mewakili orang tua Bumi"
"Nggak, cuma Daddy bilang jika daddy ada rapat penting hari ini. Nggak bisa ditinggalkan. Bumi pikir nggak ada yang mewakili. Ayo tante, rapatnya akan di mulai"
"Selamat siang Bumi yang ganteng"
"Om Kevin.. "ucap Bumi berlari mengejar Kevin
"Apa om terlambat... "
"Nggak om, acara baru akan di mulai"
"Ada Melati.. Bumi bilang nggak ada yang mewakili Daddy dan bunda, ini ada tante Melati"
"Bumi nggak tahu jika daddy minta bantuan tante Melati buat gantiin bunda. Ya, udah om biar om gantiin daddy.. jadi lengkapkan ada yang mewakili daddy dan bunda"
"Kamu, bisa aja"
"Mas nggak kerja... "
"Kerjalah Mel, tapi aku tadi sudah minta izin dengan Shinta "
"Kalau belum minta izin, biar aku aja yang mewakili. Takut mengganggu kerjaan mas"
"Nggak apa Mel. Aku juga lagi bosan di kantor"
Kevin dan Melati serta Bumi berjalan memasuki aula sekolahnya Bumi. Guru menyambut kedatangan mereka, karena orang tua Bumi merupakan donatur sekolah.
"Selamat siang bapak, ibu... apakah ini om dan tantenya Bumi ya"tanya guru Bumi
"Selamat siang, iya bu"jawab Melati
"Silakan masuk bu... "
Mereka memilih tempat di tengah ruangan. Rapat segera di mulai yang membahas acara ulang tahun sekolah.
Setelah rapat selesai, Melati izin pada Kevin buat menemui kepala sekolah.
"Maaf mas, mas duluan aja keluarnya. Aku mau menemui kepala sekolah memberikan amanat kak Langit"
"Oh.. baiklah. Aku tunggu di luar ya"
"Iya mas... "
Melati menemui kepala sekolah dan memberikan amplop titipan dari Langit. Setelah itu ia pamit pulang.
Bumi pulang sekolah sore hari. Melati menemui Bumi, mengatakan jika ia akan pulang tanpa menunggu Bumi.
Melati menuju mobil yang mengantarnya tadi. Melati mengitari parkir tapi ia tak melihat juga supirnya Pelangi.
"Melati.. kamu cari apa"ucap Kevin yang membuat Melati kaget
"Sudah pulang Mel. Aku yang minta tadi. Jadi kamu biar aku yang antar "
"Loh, kan jadi merepotkan mas Kevin.. "
"Nggak apa Mel, aku juga sekalian mau ngajak kamu makan siang. Temani aku ya"
"Tapi benar nggak merepotkan mas Kevin nih.. "
"Kan aku yang ngajak Mel, berarti itu tak merepotkan "
"Aku hubungi Kak Pelangi dulu ya mas, takut kak Pelangi kuatir jika aku pulang telat"
"Ya mel.. "
Melati lalu menghubungi Pelangi melalui sambungan ponselnya.
"Assalamualaikum kak... "
"Waalaikumsalam salam Mel, ada apa. Apa ada masalah di sekolah Bumi"
"Nggak kak, aku mau minta izin menemani mas Kevin makan siang"
"Memangnya ada Kevin juga hadir di sekolah Bumi ya, Mel"
"Iya kak, Bumi kira tak ada yang mewakili daddy dan bundanya, jadi ia minta tolong Kevin mewakili"
"Oh gitu ya.. pergilah Mel.. Mel bisa berikan ponselmu pada mas Kevin"
"Bisa kak, tunggu ya kak"
Melati berjalan ke arah Kevin menunggunya.
"Mas Kevin, Kak Pelangi mau bicara"ucap Melati mengulurkan ponselnya.
"Oh.. sini Mel"
"'Mas Kevin apa kabar.. "
"Aku sehat, kamu bagaimana Pelangi. Sehatkan... bayimu juga sehatkan"
"Alhamdulillah sehat semua mas. Mas, maaf ya Bumi jadi merepotkan mas. Apa tak mengganggu kerjanya mas"
"Nggak Pelangi, aku tadi sudah minta izin. Oh ya aku mau ngajak Melati makan siang, kamu nggak keberatan bukan"
"Kenapa aku keberatan mas, aku seharusnya berterima kasih karena mas sudah mau repot datang ke sekolah Bumi dan juga mau lebih dekat dengan Melati "
"Aku tak pernah merasa direpotkan jika itu menyangkut Bumi. Kamu tahukan Mel, aku menyayangi Bumi seprti anakku sendiri. Dan sampai saat ini rasa itu tetap sama. Aku malahan senang ikut terlibat dalam perkembangan Bumi"
"Terima kasih mas, karena masih menyayangi Bumi sampai detik ini. Kalau begitu selamat makan siang mas... "
"Oke.. Pelangi. "
Pelangi menutup sambungan ponselnya.
"Ini ponselmu, kita berangkat sekarang ya"
"Terserah mas Kevin aja"
"Kamu mau makan dimana Melati"
"Terserah mas Kevin aja, aku ngikut aja"
"Terserah itu bukan jawaban Melati. Seharusnya kamu memiliki pendapat sendiri, mau makan dimana"
"Kali ini kau ngikut kemana mas Kevin bawa, jika suatu saat aku yang mengajak mas, baru tempatnya aku yang menentukan"
"Janji ya suatu saat kamu yang mengajak aku"
"Ih mas Kevin, langsung nagih aja"
"Iyalah... mas tunggu kapan kamu mengajak mas"
"Tunggu aku dapat uang ya mas... "
"Oke... mas tunggu .."
Kevin membawa mobilnya menuju salah satu restoran stik favoritnya.
**************************
Terima kasih