ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 19. Kepergian Pelangi


Pagi ini Pelangi bangun sangat pagi sekali, ia membuatkan sarapan buat adik adiknya. Mencuci pakaian dan membersihkan panti. Bunda yang sehabis sholat subuh keluar dari kamarnya kaget melihat semuanya telah siap.


Sarapan sudah tersedia,begitu juga panti sudah tampak sangat rapi..


"Assalamualaikum nak... rajin benar kamu hari ini. Pagi pagi sarapan sudah selesai dan panti sudah bersih.. "


"Waalaikumsalam bunda. Kebetulan hari ini aku nggak kerja bun.. "


"Kamu tampak sangat bersemangat sekali nak.. "


"Bunda... duduklah.. "


"Ada apa nak.. "


"Bunda... jika suatu saat aku tak ada lagi disini, bunda harus bisa menjaga kesehatan bunda... jangan terlalu capek... dan jangan terlalu banyak pikiran... "


"Memangnya kamu mau meninggalkan bunda nak... "


"Suatu saat.. aku pasti akan meninggalkan bunda... jika aku berkeluarga dan suamiku mengajak aku pergi... aku harus ikut dia kan bunda.. "


"Pelangi... seperti nya bunda belum mempersiapkan diri bunda... saat kamu harus meninggalkan bunda... "


"Bunda.. jika dibilang siap... aku sampai kapanpun tak siap juga berpisah dengan bunda... tapi siap tak siap aku harus siap"Pelangi sudah tak bisa membendung air matanya.


"Pelangi... bunda merasa kamu seakan ingin pamit"


"Bunda... aku hanya ingin bunda tahu jika aku sangat memcintai bunda... "


"Apa kamu ada masalah nak... "


"Tidak ada bunda... oh ya... nanti siang aku keluar sebentar bun. Aku ada perlu .."


"Ya.. hati hati nak... "


Jam satu siang Pelangi pergi keluar panti, menemui bu Merry.


"Selamat siang bu... "


"Silakan duduk.. ini surat perjanjian yang menyatakan jika kamu masih ada dikota ini besok, saya akan menuntut bunda kamu karena tidak mau membayar uang kontrak "


"Dan ini juga surat perjanjian, yang meyatakan kalau ibu membebaskan kontrak panti selama tiga tahun. Ini silakan ibu tanda tangan... "


Pelangi dan bu Merry menanda tangani surat perjanjian yang dibuat mereka.


"Ini uang untuk kamu menggugurkan atau untuk biaya hidup kamu menjelang dapat pekerjaan. Aku tak mau dibilang wanita kejam dan jahat..."


"Saya terima buat biaya bunda dan adik adik dipanti..terima kasih atas kebaikan ibu.... saya bisa mencari biaya hidup buat saya.. "


"Aku terpaksa mengambil uang ini karena sangat diperlukan buat kebutuhan bunda.. "


"Saya permisi... semoga ibu bisa hidup tenang setelah kepergian saya"ucap Pelangi dan pergi meninggalkan bu Merry sendiri


##############


Malam harinya Pelangi baru sampai di panti. Ia pergi membeli keperluan buat adik adik dan bunda. Setelah malam baru Pelangi pulang.


Sampai di panti bunda dan adik adik lainnya sudah tidur. Pelangi meletakan semua yang dibelinya di kulkas dan lemari kitchen set.


Pelangi masuk perlahan ke dalam kamar bunda. Ia mengusap wajah bunda


"Bunda... maaf jika aku harus meninggalkan bunda dan semua adik adik disini"


Pelangi kembali ke kamarnya ia takut membangunkan bunda.


Tengah malam mobil yang sudah Pelangi rental tiba di panti. Pelangi membuka pintu kamar adik adiknya satu persatu. Dilihatnya semua lagi tertidur pulas.


"Maafkan kak Pelangi... kakak harus pergi demi kebaikan kalian semua... kakak nggak ada pilihan lain... "


Setelah melihat adik adiknya Pelangi keluar dari panti dan masuk ke mobil. Ia meminta supir segera menjalankan mobilnya. Ia sudah menetapkan akan tinggal di kota cirebon.


Tempat dimana ia dulu pernah melakukan KKN.


Sepanjang perjalanannya Pelangi menangisi nasib yang harus ia jalani.. jika ia dapat mengulang waktu, tak mau ia bertemu Langit.


############


Pagi harinya bunda terbangun. Ia melihat ada surat diatas nakas sebelah tempat tidur.


Bunda mengambil surat itu dan membukanya


Buat bunda tersayang....


Assalamualaikum


Maaf aku terpaksa harus pergi. Ini semua demi kebaikan kita semua... Jika aku tetap bertahan..aku takut bu Merry akan tambah mempersulit bunda... bu Merry tak mau jika aku tetap berada di kota ini. Ia takut aku nanti bertemu Langit kembali. Bunda maafkan semua kesalahanku... aku belum bisa membalas semua kebaikan bunda. Jaga kesehatan bunda. Ini ada uang dari bu Merry, tapi bunda jangan pernah bicarakan ini jika suatu saat bunda bertemu dengan Langit.


Bunda aku harap bunda dan adik adik selalu sehat... sampaikan maaf aku buat adik adik semua.. aku sayang mereka semua...


Bunda doakan aku bisa kuat menjalani semua ini... jika aku boleh memilih aku pasti akan memilih untuk tetap berada disamping bunda selamanya...


waalaikumsalam


Bunda menangis setelah membaca surat dari Pelangi.


"Ada apa sebenarnya Pelangi... mengapa kamu harus pergi nak... kemanakah kamu pergi. Pantas kamu kemarin bertingkah aneh. Bunda harap kamu bahagia dimanapun kamu berada. Bunda harap seperti namamu... kamu akan bahagia setelah mengalami berbagai cobaan hidup... karena Pelangi tak akan muncul jika hujan tak turun... "


**********************


Terima kasih telah membaca novel ini.