
setelah itu suasana hati jadi gak karuan satu apa yang di kata kakek ada benarnya juga , di sisi lain ia kesal karena masak Rama harus belajar bertarung.
“ahhhhhh” Hela nafas Rian
“Rian maaf ”kata Rama yang ada di samping nya
“ untuk ” kata Rian
“ untuk itu ” kata Rama sedih
“ sumpah deh aku gak ada kok bilang sama kakek kalau aku inggin belajar berkelahi ” lanjut Rama
“ yang nuduh kamu bilang kakek inggin berkelahi siapa ” kata Rian
“uahhh uh uh ” Rama menangis
“ kenapa kamu menangis ”kata Rian panik
“ habis dari .......iiik tadi kamu ........iikkk dingin....... kepada ku uahhhhhhh ”kata Rama sambil terisak dan menangis makin kencang
Rian yang takut kalau ada yang lihat Rama nangis lalu spontan memeluknya.
“ Sudah berhenti menangis kalau nanti ada lihat biasa gawat ” kata Rian
“ aku janji, aku tak akan dingin lagi ” lanjut Rian
“ kalau kamu tak mau mengajari ku..............tak apa....... kita bisa bohong ........sama.......... kakek kalau kamu......... sudah......... mengajariku ”kata Rama sedikit terisak
“untuk apa berbohong, aku akan mengajarimu sungguh han kok ”kata Rian masih memeluk Rama dan mengelus kepalanya agar Rama bisa lebih tenang
“ karena itu berhentilah menangis ”lanjut Rian
akhirnya Rama berhenti
“ lantas tadi kamu kenapa menghela nafas ? ”
tanya Rama
“ tadi aku sedang berfikir ” kata Rian sambil menyekat air mata Rama dengan telapak tangan nya
( uh so sweet 😍😍😍😍😍😍 gak tahan aku nulisnya malah aku jomblo lagi 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 )
“ apakah kamu kuat menghadapi nya nanti” lanjut Rian
muka Rama tampak berfikir keras
“ berkelahi itu bukan hal mudah, aku hanya takut kalau kamu gak kuat menghadapi nya ”
“ ayo aku masih harus latihan lagi dan aku harus pastikan kamu pulang baru aku bisa latihan ”
setelah memastikan Rama sampai dengan aman Rian masih saja terpikirkan perkataan kakek
“ aku tak mau kek ” kata Rian
“ kenapa,apa kamu takut tersaingi dengan Rama ”
“ Kakek masa seorang wanita belajar berkelahi ”
“ memang kenapa bukan Lyla juga belajar berkelahi, sayuka malah lebih hebat dalam hal itu ”
“ tapi .......... ” kata Rian
“ Rian aku tau apa yang kamu pikirkan sekarang ” kata kakek memotong
“ kamu merasa gak bergunakan ” lanjut nya
dan Rian hanya diam karena apa yang di bilang kakek itu emang benar
“ Rian kamu tau, kamu gak akan selalu ada di sisi Rama terus kan ”
“ ada kala nya ia harus mengandalkan dirinya sendiri ”
Rian nya termenung
“ untuk melindungi nya kita harus memikirkan kemungkinan paling buruk .......................aku tau kamu hebat dalam berkelahi................... kamu juga hebat dalam mencerna situasi dan menyusun strategi ............. tapi terkadang ada suatu saat dimana kamu mungkin terdesak tak berdaya........... kalau ia bisa paling tidak sedikit menjaga diri nya ......................... kemungkinan terburuk pun bisa kita hindari ”
“ jadi Rian apa kamu mengerti ” kata kakek
Rian hanya bisa mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa
kembali lagi saat ini Rian tengah latihan
''aku harus lebih giat lagi latihannya,biar kemungkinan itu tak akan terjadi '' dalam hati Rian berkata seperti itu
sementara di sisi lain Andika sedang termenung di depan kolam sambil melihat kejadian tadi saat ia melihat Rama dan Rian berpelukan sangat mesra
( jangan kan kamu Andika aku yang nulis aja di bikin galau 😂😂😂😂😂😂😂😂😂)
“ seperti nya aku harus mencari cara mengatasi kekurangan ku ya ” kata Andika
( buat yang pengen tau apa kekurangan Andika baca di novel pertamanya ya )