Dunia Cermin

Dunia Cermin
Desa? [16 part: 2]


..."Kau gila? Darah yang telah menodai tangan mu adalah darah dagingku sendiri, dia adalah bentuk cinta diantara kami berdua! Tapi kau tanpa memandang bulu dan dengan teganya membunuh dia! DIA HANYA ANAK KECIL! ANAK-KU!"...


...Pemilik villa kemudian membungkukkan badan-nya sebelum tertawa dengan di iringi dua lintas air mata darah, pemilik villa sekarang benar-benar tidak memiliki penampilan sebagai seorang manusia sama sekali dan ini membuat semua bulu kuduk-ku berdiri....


...Seperti kehilangan akal sehatnya pemilik villa teratwa dan menangis, dengan baju hitamnya yang sudah ternoda dengan darah kali ini yang berdiri di depan-ku bukanlah manusia lagi tetapi hanya hantu yang haus akan balas dendam....


...Tanpa gerakan tambahan pisau yang ada di tangan pemilik villa langsung menusuk kearah pria itu tepat pada dada-nya seperti pisau pencabut nyawa, kau bisa mendengarkan tusukan pemilik villa tidak terlalu dalam tetapi aku tau jika tusukan ini hanyakan membuat pria itu mati tersesak karna paru-paru miliknya tenggelam oleh darahnya sendiri....


..."Apa kau sudah siap? Jika kau menusukan pisau ini ke diri-mu sendiri maka satu desa ini akan langsung terkena musibah yang akan bertahan selamanya kecuali ada orang yang memberhentikan sumber energi kutakan ini, selain itu jika kau melanggar salah satu perkataan ku dalam melaksanakan ritual ini harga yang harus kau bayar sangatlah besar"...


...Wujud yang buram itu kini berdiri di dekat pemilik villa yang sudah terlihat tidak seperti manusia dan memberikan sesuatu kepada pemilik villa, pemilik villa yang mendapatkan sesuatu dari wujud buram itu kembali terlihat tenang dan ini membuat ku ingin tau apa yang diterima oleh pemilik villa tetapi bagaimana pun aku mencoba melihatnya benda itu seperti ditutupi oleh kabut seperti ada seseorang yang dengan sengaja menyembunyikan-nya. ...


...Setelah mencoba berkali-kali dan gagal akhirnya aku menyerah untuk melihat benda apa yang diterima oleh pemilik villa, pemilik villa yang tadinya hanya memegang benda itu sekarang menaruhnya pada leher ramping miliknya dan ini membuat ku bisa menebak benda apa yang di pegang oleh pemilik villa. Setelah berterima kasih kepada wujud tanpa buram pemilik villa dengan elegan berjalan ke tengah lingkaran yang ada di taman, Dengan senyum yang terlihat manis dan tanpa tergesa pemilik villa langsung menusukan pisau yang ia pegang di kedua tangan-nya tepat pada jantungnya....


...Seketika seperti sesuatu di dunia pecah dan membuat semuanya tidak harmonis, walau aku tidak bisa melihat wajah milik wujud yang buram itu aku bisa merasakan perasaan yang kompleks darinya. Tetapi setelah menunggu beberapa lama aku tidak bisa melihat adanya perbedaan dan pemilik villa juga terlihat kebingungan saat melihat tidak ada perubahan lain selain perasaan yang tidak harmonis, pemilik villa berdiri dari tempatnya menuju wujud yang buram itu tanpa menarik pisau yang ada pada dada-nya dan mengengam kerah milik wujud yang buram itu dengan muka yang gelap....


..."Kau...KAU MENIPU KU! KAU BERKATA MEREKA SEMUA AKAN TERKENA KUTUKAN YANG SELAMANYA MENYIKSA MEREKA! KAU! KAU!"...


...Tetapi wujud yang buram itu hanya membiarkan pemilik villa terus memperlakukan-nya seperti itu dan menjelaskan dengan tenang ke pemilik villa....


...Setelah berkata seperti itu sosok buram itu langsung hilang dan meninggalkan pemilik villa menangis dengan histeris di tenggah hujan yang terasa sedih, kemudian semua yang ada di depan-ku berubah menjadi ruang putih di saat yang bersamaan aku bisa merasakan seseorang di belakang-ku dan sebelum aku bisa menggerakkan tubuhku aku secara paksa di dudukan kepada kursi yang tiba-tiba muncul....


..."Anggaplah ini adalah hadiah dari diriku untuk kau, kau tidak perlu bertanya siapa aku tetapi aku harap kau bisa menyelesaikan 'dunia cermin' dan sampai pada salah satu kesimpulan yang ada di tempat ini"...


...Bagaimanapun aku mencoba bergerak tubuhku seperti ditahan oleh tangan yang terlihat, hal ini membuat semakin ingin melawan tekanan yang dikeluarkan oleh orang ini. Jika melawan dengan kekuatan tidak berguna mungkin aku bisa berbicara kepada orang ini, tetapi saat aku mencoba berbicara tidak ada satu katapun yang bisa terdengar....


..."Hahaha kau sungguh unik, 05? Ya kan? Kau tidak perlu terlalu waspada dengan-ku karena aku tidak bermaksud jahat. Sepertinya jika aku menahan mu lebih lama disini para peserta lain akan khawatir dengan mu jadi aku akan melepaskan kau sekarang, oh ya aku akan memberikan satu hadiah lagi bagi-mu"...


...Selesai mengatakan itu orang yang berdiri di belakang ku berjalan maju dan menunjukan dirinya, yang berdiri didepan-ku sekarang adalah wujud buram yang memberikan ritual aneh pada pemilik villa. Setelah berdiri di depan-ku wujud yang buram ini menjulurkan tanggannya dan menyentuh kening-ku, seketika mata ku terasa berat dan ingin menutupnya tetapi aku terus mencoba melawan perasaan ini....


..."Kau tidak akan bisa melawan rasa menggantuk ini, aku harap kau akan keluar dari tempat ini dan menemukan jawaban yang kau cari"...


...Seberapa kuat aku mencoba melawan yang aku rasakan hanyalah ke-tidak berdayaan....


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa untuk Vote, Like, Komen, dan Share cerita ini agar author tetap bersemangat membuatnya!