Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
127. Rasa Penasaran


Terlihat sekali sekarang seorang istri yang dari dulu begitu amat mencintai suaminya bahkan ia rela tersakit untuk yang kesekian kalinya ,


" Hiks..hiks... harus dengan cara apalagi aku harus mempertahankan rumah tangga kita mas, dengan apa ...". Ucapnya disela-sela tangisnya .


" Rasanya begitu cape aku melihatmu ..begitu , kamu bilang kamu telah melupakannya tapi kenapa tetep saja kamu dekat-dekat dengannya , padahal kamu tahu sendiri bila aku melihatmu bersamanya hati ini rasanya sakit sekali, sakit mas hiks...hiks...". Ucapnya sambil menangis duduk dilantai dan menyandarkan kepalanya disisi ranjangnya .


" Apa salah jika sikapku yang begitu terlalu posesif padamu mas, maaf memang jika sikapku itu salah dan malah membuatmu risih , tapi aku hanya ingin kamu mengerti aku melakukan hal itu hanya ingin melindungi kamu , melindungi keutuhan rumah tangga kita mas ... aku tahu betul sekali sekarang sikap Reva padamu , ya memang dulu ia menghindarimu tapi apa sekarang , dia bahkan mulai berani mendekati kamu mas ...dan itu membuatku muak ...muak sekali ". Ucapnya .


" Dan aku hanya tak ingin membuat Reva berhasil dengan rencananya untuk memisahkan kita , dan aku tahu betul setengah hatimu masih ada rasa empati padanya , aku hanya takut rasa peduli kamu terhadapnya akan membuatmu secara perlahan-lahan menyukainya lagi, dan tergila-gila lagi padanya mas ". Ucapnya .


" Aku tahu betul gimana sikap kamu , perilaku kamu selama ini , aku hanya merasa cape mas...cape aku jika harus menerima rasa sakit hati lagi untuk kesekian kalinya , dan aku tak ingin menjadi wanita bodoh yang begitu saja merelakan harga diriku disakiti terus oleh sikapmu ". Ucapnya lalu berdiri dari duduknya dilantai dan menyeka air matanya .


" Reva... ". Ucapnya sambil mengepalkan tangannya .


Sedangkan ditempat lain kini terlihat Angga sedang menyandarkan dirinya didepan mobilnya .


" Arghhh.....". Teriaknya .


" Mia......". Sambungnya .


" Ck... kenapa sih kamu itu selalu saja bersikap berlebihan gini hah... sumpah aku harus gimana lagi supaya bisa membuatmu percaya padaku bahwa aku memang sudah melupakannya , dan...dan..." .


" Dan... ah... Poto itu hanya diambil saat aku memang sedang duduk dengannya , dan aku duduk saat itu hanya sedang menunggu kedatangan Aldo , dan setelah Aldo datang aku beneran sumpah aku langsung pergi dari sana , tapi kenapa cuma karena hal sepele dan salah pahammu sangat-sangat membuat mu bersikap keterlaluan seperti ini Mia ... kenapa ? argh...sial ". Ucap Angga yang masih kesal dengan sikap Mia yang berlebihan .


" Kenapa sih , rasa cemburunya itu terlalu berlebihan setiap kali gua dekat sama Reva , padahal gua dan Reva hanya sekedar rekan bisnis gak lebih, tapi Mia selalu saja menyimpulkan kalau gua dan Reva ia ada apa-apa nya padahal kan gak , hadehh... pusing banget dah pala gua...argh...". Ucapnya sambil menjengut rambutnya .


" Mana anak sekarang anak gua ... dekat lagi sama bajingan itu , argh... sial ".


" Hidup gua benar-benar gak akan tenang jika orang itu masih berkeliaran di sekitar keluarga gua... gua harus benar-benar membuatnya berhenti mengganggu keluarga gua, tapi gimana ". Ucapnya sambil mencari ide .


Kini terlihat kumpulan para anak-anak remaja sedang bernyanyi ditempat karoke , terlihat seorang gadis sedang meminum minuman berakohol .


" Sudah dong Dan..ih.. Lo udah terlalu banyak minum tahu..". Ujar temannya .


" Iya nih ah... sudahlah , Lo entar mabok lagi ah ..". Timpal temannya lagi .


" Hahaha... biarin gua mabok , gak ada yang ...per...duli ini sama gua heee...". Ucapnya meracau .


" Wahh...bener-bener mabok ini anak... gimana nih jeng ". Tanyanya .


" Ya mana gua tahu.. ah mending kita telpon si Rama aja gimana ". Ujarnya .


" Ah... iya bener biar Rama aja yang bawa dia pulang ke rumahnya , bentar-bentar gua telpon dulu ". Ucapnya sambil meronggoh ponselnya yang ada di tas selempang nya itu .


Sedangkan Rama kini tengah dirumah pohon dekat danau yang sering ia kunjungi bersama kedua orang tuanya , dan tempat itu sampai sekarang pun masih menjadi rahasia mereka bertiga ,yang ia lakukan disana adalah tengah mencari tahu soal orang tuanya .


" Mungkin saja disini ". Ucapnya mengambil sebuah kotak yang berdebu .


Rama membuka kotak itu, tapi yang ia dapat disana hanya poto-poto ibunya yaitu Mia .


" Ini mah Poto mama , hadehhh... eh...tapi bentar tapi kok Poto mama ini sama om Adam , tapi disini kenapa tidak ada Poto papa ". Ucapnya menerka-nerka .


" Dan kenapa Poto ini disimpan disini, sebenarnya apa sih yang terjadi diantara mereka, kenapa mama begitu amat membenci Tante Reva , karena setahu gua Tante Reva itu hanya rekan bisnisnya papa dan ya Tante pernah bilang kalau dia dulunya temannya papa, tapi yang bikin gua amat-amat penasaran kenapa gitu mama marah bila melihatnya bersama papa , sebenarnya apa sih yang terjadi , dan apa yang gak aku ketahui ?". Ucapnya dengan rasa penasaran .


***


" Yahh... gak diangkat jeng , gimana nih ". Ucap Rena .


" Ck... coba telepon lagi atau gak tulis pesan aja , siapa tahu dibaca sama dia ". sahut Ajeng .


" Oke...". Timpalnya .


Lalu Rena pun berusaha lagi untuk menelepon Rama , namun tak kunjung juga Rama mengangkat panggilan darinya .


Dan terpaksa Rena menulis pesan saja untuk Rama ,


' Rama, ini Dania ada ditempat karoke Kenanga tolong jemput dia ya, dia agak mabuk dikit , plisss Dateng ya ' .


itu pesan dari Rena untuk Rama .


Rama yang baru saja turun dari rumah pohon, karena tidak menemukan bahan bukti apapun dia pun memutuskan pergi dari sana, namun saat ia hendak mengayuh sepedanya , ponselnya berdering tanda ada notif pesan masuk lalu ia pun langsung membaca pesan itu .


" Hadehh... cewek ini bisanya nyusahin aja , terpaksa deh gua kesana, bagaimana pun dia udah baik sama gua ". Ucapnya lalu mengayuh sepedanya menuju tempat karoke yang disebutkan didalam pesan itu .


Angga yang sudah tenang pikirannya kini,hendak pulang namun ia tidak pulang ke rumahnya melainkan ke apartemennya karena ia tak mau pulang dulu hanya untuk bertengkar lagi dengan istrinya .


Namun saat ia hendak membuka pintu mobilnya seseorang memukul pundaknya, membuat Angga merasa kesakitan , Angga hendak menghajar orang yang memukulnya itu namun sayang sekali orang itu keburu membiusnya pakai sapu tangannya .


membuat Angga pingsan , lalu dibawa lah Angga ketempat yang sudah direncanakan oleh Adam musuh terbesar Angga .


" Sudah aku bawakan dia kemari , sekarang giliran tugasmu ". Ucap Adam tersenyum licik .


" Siap mantan kakak ipar ". Ucap seorang wanita tersenyum licik siapa lagi kalau bukan Reva .


" Kali ini hancur hidup Lo Angga, dan Mia pasti gak akan bertahan lagi sama Lo ". Ucapnya tersenyum licik .


Lalu meninggalkan Angga dan Reva disana .


. . . . . . .


Jangan Lupa, Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍