
Di kampus Killa berjalan sendiri ia tidak bertemu dengan kedua sahabatnya Entahlah mereka pergi kemana soalnya sedari pagi mereka tidak bisa di hubungi mungkin karena lagi ada kegiatan.
" Heh! Killa "
Killa yang sedang duduk di Taman dengan bukunya langsung menoleh ke arah suara " Iya ada apa? " tanya Killa
" Kamu jangan so polos deh, Awas ya kalo kamu masih dekat-dekat dengan Kak Daren, Aku tidak akan segan-segan kepadamu untuk berbuat nekad " Kata wanita itu yang langsung pergi
Siapa lagi kalo bukan penggemar Daren yang sedari awal selalu nempel kepada Daren karena ia merasa paling Cantik
Killa menggelengkan kepalanya ia merasa heran kepada para wanita di kampusnya setiap mereka suka sama kedua sahabatnya pasti ia menjadi sasaran padahal Mereka hanya sebagai sahabat tidak lebih.
Ting...
Killa membuka handphone miliknya ia tersenyum ketika melihat ada pesan masuk dari Ibunya Daren
Ibu. : Sayang Killa, Nanti siang kita ketemuan di salah satu Salon ya, Di jln xxxx ya sayang.
Killa : Iyah Bu. Nanti Killa langsung ke sana pas udah jam kuliah beres
Killa kembali memasukan handphone miliknya kedalam tas lalu ia masuk ke kelas lagi Karen masih ada satu mata pelajaran.
Setelah beres sesuai janji Killa langsung pergi untuk menemui Ibunya Daren di salah satu Spa yang alamatnya di kirim tadi oleh Ibu Daren.
" mungkin ini " ucap Killa yang menatap Bangunan yang berwarna Pink
" Selamat Datang Mbak " sapa pegawai salon
Killa tersenyum kaku karena baru kali ini ia datang ke tempat seperti ini " Silahkan Mbak " kata si mbak nya
" Ah ia aku ke sini sudah ada janji dengan ibu, bentar ya aku telpon dulu ibu saya nya " Kata Killa yang langsung menelpon sang ibu namun sebelum menelpon Killa malah melihat sang ibu yang sedang berbincang-bincang dengan seorang wanita cantik " itu ibu saya " kata Killa kepada si Mbak nya
" Oh, silahkan Nona " Kata si mbak yang langsung membawa Killa ke ruangan khusu. Killa langsung mengekor dari belakang si mbak nya.
" Ibu " panggil Killa
" Eh sayang, kamu sudah di sini. Ayo duduk " kata Ibu
" perkenalkan ini calon Mantu saya nama nya Killa. Killa perkenalkan ini namanya Lili pemilik Body spa ini " kata Ibu
" Wah cantik ya seperti nama nya " puji Lili " perkenalkan saya Lili, panggil saja kakak karena ku lihat usia kita tidak jauh beda " kata Lili sambil mengulurkan tangannya
" Ah iya kak. Salam kenal juga ya kak " sapa Killa
" Tante pinter banget cari calon mantu, ini mah cantik luar dalam " Puji Lili
" iya dong, siapa dulu anaknya " Jawab Ibu yang merasa bangga kepada Damar karena pintar mencari calon mantu
" Oh iya, Tante. Nanti hari Minggu aku mau tujuh bulanan Tante Dateng ya " kata Lili
" Baik sayang, nanti Tante pasti datang " kata ibu
" kamu juga kil, sayang ya ajak Calon suamimu " ucap Lili
" Iyah kak " jawab Killa malu-malu
Setelah berbincang-bincang Killa dan ibu langsung melakukan perawatan spa karena nanti malam Killa akan pergi dinner bersama Damar.
Killa dan ibu melakukan perawatan Full Body karena ibu ingin jika Killa terlihat cantik nanti malam.
Serangkaian perawatan Killa jalani sampai mereka menghabiskan waktu setengah hari untuk bermanja-manja Ria di dalam salon, di sini juga menyediakan Dokter kecantikan jadi Killa dan ibu bisa konsultasi soal perawatan apa yang cocok untuk kulit mereka.
Jam sudah menunjukan jam Lima sore namun Killa dan Ibu masih belum selesai juga padahal Damar sedari tadi sudah menunggu mereka di ruang tunggu sambil memainkan Game di handphone miliknya
" kenapa wanita sangat lama sekali jika sedang melakukan perawatan " keluh Damar dengan mata yang masih Pokus ke layar handphone " Tau gini, aku tidak akan mengijinkan ibu pergi bersama wanitaku " Damar terus saja menggerutu karena ia kesal menunggu Kedua wanitanya di ruang tunggu.
" Mas.. "
Damar langsung menoleh ia melihat seorang wanita cantik yang menggunakan dress putih " Dear. " kata Damar yang langsung melotot kan kedua matanya lalu ia berdiri menghampiri Killa
Bagai mana tidak pangling melihat wanitanya yang sangat cantik bahkan sangat cantik
" Kamu cantik sekali Dear " puji Damar
plak..
" Ibu " keluh Damar karena mendapatkan pukulan di lengannya
" Habis wanita yang ada di hadapanku sangat Cantik aku jadi ingin...."
Killa hanya tersenyum malu ia benar-benar malu karena wajahnya yang terasa panas dan sudah di pastikan jika wajahnya sudah berubah menjadi merah merona.
" Kamu ini ya, dasar Bujang lapuk. Sudah sana kalian pergi bukanya kalian akan pergi makan malam dan satu lagi jangan kamu macam-macamin calon Mantu Ibu, sebelum kamu mengantongi restu dari kedua orangtuanya " Kata ibu dengan tatapan tajam
Ya Ibu sudah mengetahui tentang Killa, Ibu sangat terharu sekaligus bangga kepada Killa, Walaupun tanpa orang tua kandung Killa tetap tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan juga pintar
" iya iya ibu " ucap Damar mendesah pasrah. bagai manapun Damar belum tau apa nanti kedua orang tua Killa akan menerimanya atau tidak tapi kalo gak di coba gak akan tau.
Damar dan Killa turun dari mobil mereka masuk ke sebuah Restoran mahal di sana ada ruangan privat " Loh ko Mas, kita ke sini? " tanya Killa karena Damar membawa Killa ke sebuah ruangan
" Karena aku sudah memesan Ruangan Privat untuk kita " jawab Damar sambil tersenyum padahal hatinya saat ini sedang Dag Dig dug ser... " kalo di suruh memilih, aku akan lebih memilih bertemu dengan klien dari pada harus tidak karuan seperti ini " Gunma Damar dalam hatinya
Killa menatap heran karena di ruangan yang Damar buka di sana banyak orang " Mas, apa kita salah masuk? " tanya Killa
" Tidak dear, ayo masuk " ajak Damar
Deg..
Killa mematung ketika melihat ada seorang wanita yang sangat mirip dengannya namun ini Versi Muslimah " Ayo masuk " Ajak Damar lagi ia tau jika saat ini Killa sedang bingung bahkan tiba-tiba saja jantungnya berdetak lebih kencang.
Memang benar saja, saat ini jantung Killa berdetak lebih kencang tidak seperti biasanya.
Di ruangan ini tidak hanya ada wanita Versi Muslimah bahkan Killa Melihat ada kedai sahabatnya di sini. banyak yang menatap Killa apa lagi wanita itu..
" Naila sayang hiks.. " Anisa Langsung berlari kecil menghampiri Killa lalu ia memekik Killa dengan erat
Killa yang bingung ia hanya bisa mematung, Killa pikir wanita ini salah orang karena ia juga menyebutkan nama Naila bukan Killa " Maaf nyo.. " Killa menghentikan ucapannya karena Damar memberi kode untung diam saja
suasana di ruangan itu berubah menjadi senyap mereka merasa terharu karena melihat gadis yang selama ini mereka anggap telah tiada tapi nyatanya masih hidup dengan sehat bahkan sangat cantik
Anisa mengurai pelukannya ia terus memandangi wajah gadis cantiknya " Ayah, jika ini mimpi jangan bangunkan bunda Ayah hiks.. "
Tadi anggota keluarga Afnan di kejutkan dengan Hasil tes DNA Killa yang hasilnya Positif jika Killa adalah anak kandung Dari Anisa dan juga Afnan. Awalnya mereka tidak percaya dengan apa yang di tunjukan oleh Daren namun Jika di liat dari hasilnya memang itu sangat cocok dengan sang Ayah.
" Maaf Nyonya, sepertinya anda salah orang " kata Killa pelan karena ia tidak ingin menyakiti hati wanita yang ada di hapdannya
" Ayah.. "
Afnan berjalan ke arah Sang istri dan juga putrinya yang selama ini mereka rindukan " Nak, Putri Ayah. Maafkan kami karena kami telat mencari mu, Maafkan Kami Nak " Afan langsung memeluk sang putri dengan mata yang sudah meneteskan air mata nya lalu ia mengurai pelukannya
Wajah Killa berubah menjadi sendu " Mas " Panggil Killa ia takut jika ia salah
Damar berjalan ke arah Killa " Dear, Ini adalah kedua orang tua mu " Kata Damar mencoba menjelaskan semuanya kepada Killa, walaupun awalnya Killa terkejut namun ia bahagia karena ia bisa menemukan keluarga dan orang tua kandung nya.
" Hai dek " sapa Daren ketika Damar sudah menjelaskan semuanya kepada Killa
" Jadi, aku dan Daren? " tanya Killa yang di balas anggukan oleh Kedua orangtuanya
" Iyah sayang, Daren adalah kakak mu kakak kembar mu " kawab Anisa
Daren berjalan ke arah Killa " Maaf jika aku tidak jujur dari awal " kata Daren sambil mengucek-ngucek rambut Killa
Killa langsung memeluk Daren ia tidak menyangka jika Daren yang selama ini menjadi sahabatnya adalah Kakak kandungnya sendiri.
Di saat suasana sedang haru bahagia Damar mengutarakan Niatnya untuk Menikahi Killa, Ia tidak bisa menunggu lagi apa lagi ini Momen yang menurut dia pas untuk meminta restu dari kedua orang tua kola
Namun semua itu tidak mudah apa lagi Afnan yang detail bertanya kepada Damar, entah itu soal kerjaan, usia, bahkan latar belakang Daren.
Afnan dan anggota keluarga sudah setuju dengan lamaran Damar yang bisa di bilang Tidak pas untuk Afnan dan keluarga namun walaupun begitu Afnan bangga kepada Damar
Killa langsung di bawa pulang oleh Anggota keluarganya karena mereka takut jika Damar akan melakukan hal yang di luar batas apa lagi usia Damar yang sudah tidak muda lagi sudah bisa mereka pastikan jika pengalaman Damar lebih jauh dari pada Killa.
Satu Minggu kemudian, Damar membawa ibu serta Keluarganya untuk melamar Killa. Lamaran Damar di terima oleh anggota keluarga Killa dan akan di selenggarakan Bulan depan dengan pernikahan yang mewah semewah mewahnya.
...******** TAMAT ********...
.
.
.
.
.
Terimakasih pembaca setia Cinta Anisa karena sudah memberikan mendukung kepada Author untuk menyelesaikan Novel Cinta Anisa. Sekali lagi terimakasih Bunda, kakak semaunya 🥰