
Mang Agus dan Keluarga sudah Tiba Mereka membawa banyak bingkisan dan bermacam-macam Kado Tidak lupa sepasang Handuk yang di buat angsa menambah kesan sekali
Para pengantar duduk di kursi yang sudah di sediakan dan Para tamu pun sudah berdatangan Untuk menyaksikan Acara Pernikahan Ceu idah Banyak yang penasaran dengan pernikahan ke dua Ceu idah Apa lagi selama ini Ceu idah di kenal Tidak pernah dekat dengan pria sontak saja para warga kaget dengan kabar pernikahan Ceu idah yang terkesan mendadak ini.
Pak RT dan yang lain Menyambut Hangat ke dagangan Keluarga Mang Agus. Mang Agus masuk kedalam Rumah Di sana sudah ada meja dan juga Kursi Untuk mengucapkan Ijab kabul
Acara Akad Nikah Berlangsung dengan lancar Tanpa hambatan. Kini Pengantin baru itu sudah duduk di atas pelaminan Mang Agus dan Ceu idah terlihat serasi sekali Bahkan senyum bahagia terlihat Di sana
Ucapan demi ucapan Telah di lontarkan oleh Para undangan Termasuk Anisa dan Keluarga Mereka Mengucapkan selamat Untuk pernikahan Ceu idah
Kini Anisa, Afnan, Resti dan Adam sedang menikmati hidangan yang Di sediakan di Sini, Mereka Cukup Takjub dengan pernikahan Ceu Idah Sederhana Namun masih berkelas Padahal Acara di selenggarakan Malam tapi Tamu lumayan banyak.
" Sepertinya Ceu idah malam Ini akan gagal Malam Pengantin baru " Ledek Resti
" Loh Kenapa? " Tanya Anisa Heran
" Lihat saja, Sekarang aja Ceu idah sedang mukul-mukul kakinya Karena Pegel " Tunjuk Resti, Memang benar Ceu idah sedang memukul-mukul betis nya Mungkin karena Lelah dan Pegal
" Hahaha.. Lagian masih banyak hari esok " Anisa Menggelengkan kepalanya Bisa-bisanya Adiknya itu memikirkan malam Pertama Ceu idah
" Tapi Aku yakin Mang Agus mah Pasti Gas Terusss Apa lagi mereka sama-sama menduda dan menjanda Sudah lama pasti Sudah kebelet tuh Ingin Malam Pertama hihihi "
" Iyah seperti Aku yang ingin segera mengiring mu " Jawab Adam kepada sang istri
Sontak saja Jawaban Adam Membuat Afnan membulatkan kedua Bola Mata nya " Hei Anda, Jangan Membuat Adik saya terus lelah ya Kasian dia sedang mengandung " Tegur Afnan
" ah.. seperti Saudara tidak saja. saya yakin Jika saudara Juga menantikan Mendapatkan Jatah Nanti Malam " Ledek Adam
" Kalo saya mah Emang sudah biasa sebelum tidur ya jenguk Twins dulu Biar mereka tertidur Nyenyak " Elak Afnan Membela diri
Plak..
" Bund " Keluh Afnan yang Mendapatkan Pukulan kecil dari sang istri
" Makanya Kalo ngomong itu di Filter jangan asal Jiplak Aja. Pokonya malam Ini aku tidur bareng Resti Dan Ayah tidur bareng kak Adam Titik " Ucap Anisa. " Ayo Res Kita pulang dan istirahat Biarkan Mereka tidur tanpa Kita " Ajak Anisa kepada Resti
Resti yang ingin ikut mengerjai suaminya Langsung menganggukkan kepalanya " Siap kak, Dadah semua nya " Kata Resti melambaikan tangannya
" Sayang.. Bund.." Seru Adam dan Afnan
" Kamu sih, Ngebahas kaya gitu segala jadikan Aku gak Bisa minum susu Gantung " Keluh Afnan
" Hai apa anda Lupa Jika saya juga tidak bisa Memakan Kue apem Gara-gara Mulut Anda " Kesal Adam dengan tatapan Tajam nya
" dih Nyalahin, Bukan nya Kakak sendiri yang mulai " Ucap Afnan " Ah sudah lah, Dari pada aku debat di sini mending aku mencari cara agar istriku mau tidur bersama ku " Ucap Afnan yang langsung meninggalkan Adam yang masih duduk di kursi
" Kamu Benar, Kakak Juga tidak habis pikir Bisa-bisanya berfikiran seperti Itu " Anisa membersihkan Rasanya dan mengganti pakaian Menjadi Pakaian Tidur
" Ya sudahlah Mending kita tidur kak, Dari pada mikiran mereka Apa lagi aku lelah sekali Dalam satu Minggu kita Harus merayakan pernikahan Dua kali, Yang pertama Leon Dan Nara dan sekarang Ceu idah Sama Mang Agus. Tapi jika di pikir-pikir Ko bisa ya Mang Agus sama Ceu idah Saling jatuh Cinta padahal mereka baru bertemu sekali "
Anisa yang sudah mengganti pakaian nya dengan Pakaian Tidur ia langsung berjalan ke atas tempat Tidur " Mungkin kita saja yang tidak tau, Kan waktu itu Mang Agus sudah sering ke sini dan mungkin saat itu juga Mang Agus menaruh rasa Kepada Ceu idah. Nama nya juga jodoh siapa yang tau, Kita doakan saja Agar Pernikahan mereka langgeng "
Resti menganggukkan Kepalanya " Amin.. Iyah Kak. "
" Sudah ayo tidur atau Kamu juga ingin ikut bersaing dengan Ceu idah buat Malam pertama " Goda Anisa
" Is kakak ada-ada saja iya enggaklah. Mending aku tidur Aku lelah kak "
" yasudah kalo begitu Ayo tidur "
Resti membaringkan tubuhnya di samping Anisa, Resti melihat kakak ipar nya itu sudah tertidur lelap sedangkan dirinya tidak bisa tidur Mungkin karena ini pertama kalinya untuk Resti tidur tanpa sang suami
" Ko aku gak bisa tidur ya " Gumam Resti. Sambil menunggu Ngantuk Resti Memainkan Handphone miliknya Ia membuka Galeri Foto Ada senyum di bibir Resti ketika melihat Foto kebersamaan nya dengan Sang suami " Aku jadi merindukan Haby " Gumam Resti
Sedangkan Di luar kamar Adam Dan Afnan Mereka masih mencari cara agar Bisa tidur dengan istri mereka " Ini gara-gara kakak, Andai saja kakak tidak membahas soal Ranjang mungkin Tidak akan begini ke jadian nya "K keluh Afnan
" Jangan Ngoceh terus mending kamu pikirin bagai mana cara nya bisa tidur dengan istri mu sendiri " Ucap Adam. Adam memotret Foto dirinya yang sedang sedih lalu Mengirim nya kepada Resti dengan Embel-embel tidak bisa tidur
Adam. : Sayang Aku tidak bisa tidur, aku ingin di peluk dan di manja oleh mu hiks.. ( Sand. )
Senyum Adam mengambang di pipinya ia Yakin jika sebentar lagi Istrinya pasti langsung keluar kamar lalu mereka akan tidur Bersama malam ini.
" Apa yang kakak rencanakan? " Tanya Afnan penuh selidik
Adam melirik Afnan dengan santai " jangan kepo "
Afnan memutarkan bola mata malas Ia benar-benar sedang ke habisan akal untuk merayu istrinya itu
Benar saja Setelah di tunggu Beberapa menit Resti keluar dari kamar " Haby " lirih Resti di ambang pintu
" Iyah sayang, Kenapa belum tidur hem.. " Tanya Adam Pura-pura
Resti memainkan jari-jarinya tangan nya " Aku tidak bisa Tidur Haby, Dede nya ingin di peluk dan di elus Ama Haby "
Adam tersenyum lalu ia berjalan kearah sang istri " Yasudah Kalo begitu ayo kita tidur dan aku akan Elus anak kita " Ajak Adam dan membalas anggukan dari Resti
Afnan yang melihat Itu hanya bisa menganga Pantas saja Sedari tadi Adam bisa tenang dan bermain Handphone
" Dadah Aku bobo dulu " Bisik Adam sambil melewati Afnan.