Cinta Anisa

Cinta Anisa
NARA


Sesuai rencana Siang ini Afnan membawa Anisa ke salah satu Restoran yang cukup di manjakan oleh Pemandangan, Pemandangan Langit yang cukup cerah berwarna biru tidak lupa hamparan gedung-gedung yang terlihat kecil Padahal Kalo di lihat dari bawah Sangat tunggi


Anisa dan Afnan sangat menyukai Tempat yang seperti ini apa lagi jika senja telah tiba Mereka akan sangat betah dan Akan mengabadikan Momen itu.


" Ayah sudah pesan makanan? " Tanya Anisa karena Ada seorang Pelayan yang mengantarkan makanan ke meja mereka


" Sudah Sayang. Tadi sebelum Samapi Ayah Sudah pesan lewat Online " jawab Afnan


Anisa mengangguk mengerti. Bagi Suaminya semua akan terlihat mudah Tinggal pencet-pencet jadi.


Afnan menyuapi Anisa " buka mulutnya Sayang "


Dengan senang hati Anisa membuka mulut nya " Terimakasih Ayah " Kata Anisa dengan manis nya


Afnan dan Anisa terlihat sangat Romantis Seperti ABG yang baru jatuh cinta sepertinya dunia milik berdua


Tidak hanya makan Afnan dan Anisa menunggu senja datang Mereka ingin menikmati senja


Anisa menyenderkan kepalanya di bahu sang suami. Anisa sangat menyukai momen-momen yang seperti ini Apa lagi mereka bisa bicara dari hati ke hati.


'' Ayah ''


'' Iya Bunda '' jawab Afnan sambil mengelus kepala sang istri dengan lembut


'' Jika nanti anak-anak kita sudah lahir apa Ayah akan tetap bersikap manis seperti ini? '' Tanya Anisa karena setau Anisa para suami akan memanjakan Istrinya yang sedang hamil tapi setelah melahirkan pasti sikap si suami berubah menjadi biasa saja.


'' Bunda ngomong apa, Ayah Tidak akan merubah sikap Ayah kepada Bunda Jangan samakan Ayah dengan para lelaki di luar sana ''


'' Ayah menyayangi bunda itu tulus Bukan karena Bunda yang sedang mengandung anak-anak kita '' Kata Afnan yang mencium punggung tangan Anisa


Anisa tersenyum iya bersyukur jika sang suami tidak sama seperti pria lain yang akan menyayangi istrinya hanya karena sedang mengandung


'' Terimakasih Ayah '' Kata Anisa tulus


'' Sama-sama Sayang ''


Karena senja mulai terlihat indah Merekapun menikmati senja terlebih dahulu sebelum pulang kerumah


~ RUMAH ADAM


Malam ini setelah makan malam Adam membawa sang istri untuk istirahat lebih awal karena Resti yang belum seutuh nya sembuh


" Istirahat Sayang " kata Adam menegur Resti yang masih saja main handphone


" Aku sudah baik-baik saja By, lagian Seharian ini Aku tidur terus membuat aku lelah " protes Resti yang merasa lelah harus terus menerus tidur di atas tempat tidur


Adam menaruh laptop di atas meja lalu mengambil handphone milik sang istri " tidur " kata Adam yang langsung menyelimuti tubuhnya dan juga Tubun Resti


Mau tidak mau Resti harus memejamkan mata nya apa lagi Adam udah memeluk dirinya dengan Erat.


~ PAGI HARI


Adam bangun lebih awal ia melihat sang istri yang masih tertidur lelap di samping Ujung bibir Adam terangkat lalu mengelus wajah cantik Resti dengan lembut tidak lupa untuk mengecup Bi-r


Adam turun dari tempat tidur ia Langsung melaksanakan Kewajiban nya sebagai seorang muslim lalu pergi berolahraga di


Resti yang baru bangun langsung mencari keberadaan sang suami


." Haby " panggil Resti sambil berjalan ke bawah


Namun yang di panggil tidak ada suara " Bi. Suamiku kemana? " Tanya Resti kepada bibi yang mau buang sampah ke depan


" Oh Aden sedang pergi Joging Non " jawab Bibi dan di balas anggukan oleh Resti


Resti yang sudah mulai sehat Ia pun pergi ke dapur untuk mencari makana yang mau ia makan


" Non mah di buatkan apa? "


" Roti Bakar Aja Bi sekalian buat dua ya buat Suamiku juga " kata Resti


" Baik non "


Resti tersenyum ia Langsung duduk di kursi meja makan sambil menunggu Roti bakar nya jadi


" Sayang " panggil Adam yang melihat Sang istri yang duduk di kursi meja makan


" Udah pulang " kata Resti yang menoleh ke arah sang suami


Adam membuka Kulkas lalu mengambil Air dingin sambil Berjalan Adam membawa Air minum nya


" Sudah Hanya dua putaran saja " Jawab Adam Yang sudah duduk di samping Sang istri


" Den, Non, Ini sarapan nya sudah jadi " kata Bibi


" Terimakasih ya Bi " kata Resti sambil tersenyum


" Haby mau mandi dulu atau sarapan dulu? " Tanya Resti


" Sarapan saja dulu Sayang. Hari ini Aku Pergi agak siang soalnya jadwalku agak senggang " kata Adam


Dan di balas anggukan oleh Resti. Akhirnya mereka sarapan terlebih dahulu Mereka sarapan tanpa ada suara


Setelah sarapan Resti pergi ke taman untuk menyiram tanama yang ia Tanam Waktu itu " wah kamu sudah Berbunga ternyata " Kata Resti yang melihat Bunga lili nya sudah bermekaran


Resti sangat heboh ketika melihat Bunga nya sudah mulai bermekaran


" Ada apa Sayang kamu teriak-teriak seperti itu? " tanya Adam heran


" By. Hany lihat Bunga lili milikku Sudah mekar " kata Resti sangat antusias


Adam tersenyum " istriku memang pintar merawat Tanaman " puji Adam


" Iyah Dong kan mamah yang ajarin aku " jawab Resti bangga


Dulu ketika masih gadis Resti sering sekali melihat Bu Ani merawat semua tanaman miliknya.


" Oh iya Sayang, bagai mana dengan kabar Mamah dan papah sudah lama Aku tidak mendengar kabar nya? " Tanya Adam


" Oh Mamah dan papah baik-baik saja Haby, kemarin Habis Vidio cal dengan Ku dan kata mamah, Mamah masih betah berada di Sana Dan mungkin Akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk tinggal di sana Maklum lah Mamah dan papah kan sudah lama menginginkan Bepergian seperti itu " jawab Resti sambil tersenyum


" Oh begitu ya, Ya sukur deh kalo baik-baik saja " Ucap Adam


" Mereka sangat harmonis ya sayang, Aku jadi ingin seperti Mamah dan papah Harmonis sampai tua nanti " kata Adam memeluk sang istri dari belakang


Resti yang sudah terbiasa dengan serangan Adam hanya bisa membuang napas pelan


" Amin.. mudah-mudahan saja kita bisa seperti Mamah dan Papah menua bersama hanya maut yang bisa memisahkan kita " jawab Resti sambil tersenyum


" Amin.. "


Di perusahaan Leon sedang fokus dengan pekerjaan nya Ia sudah bertekad akan sungguh-sungguh Melakukan perkejaan nya


" Hai Honey " panggil seorang perempuan yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan Leon dan duduk di pangkuan nya


" Pergilah Sudah ku katakan Aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi " kata Leon sambil mendorong tubuh si wanita


" Hiks.. Honey kenapa kamu tega kepadaku, Apa salah ku kepadamu? " Tanya Wanita itu yang memasang wajah memelas


" Cih.. jangan so sedih Lagian suruh siapa kau datang ke sini Sudah ku katakan Jika aku tidak ingin berhubungan lagi dengan mu " kata Leon


" Selagi aku masih bersikap baik pergilah " usir nya


Wanita itu langsung bangkit lalu menghentikan Kaki lalu pergi dari ruangan Leon


Leon menatap Sinis Kepergian wanita Bekas mainan nya itu. Kemarin setelah keluar dari ruangan kerja Adam, Leon langsung Mengirim pesan kepada para wanita nya agar tidak menggangu dirinya lagi. Kali ini Leon benar-benar ingin berubah dan Ingin memiliki hidup baru.


Tok.. tok.. tok...


" Iya masuk " jawab Leon Di dalam ruangan nya


" Pak ini saya membawakan Kopi untuk bapak " jawab OG wanita itu


" Heum.. " kata Leon


Dengan rasa takut OG wanita itu masuk kedalam ruangan Leon lalu menaruh kopi di meja kerja nya


Siapa yang tidak takut Untuk masuk ke ruangan Leon apa lagi Leon sangat terkenal Pria playboy dan juga Suka mempermainkan Wanita


" Pak saya permisi " kata OG perempuan itu


" Tunggu "


OG itu langsung memutarkan tubuhnya " Iyah apa ada yang bisa saya bantu pak? "


" Belikan saya sarapan, Tadi saya tidak sempat sarapan di rumah. Dan ini uang nya " kata Leon memberikan dua lembar berwarna merah kepada OG


" Baik pak. Tapi Bapak mau sarapan apa? " Tanya Nya bingung


" Terserah kamu saja Yang penting bisa mengisi perut saya " jawab Leon Dingin


OG itu mengangguk mengerti Lalu meninggalkan ruangan Leon Dengan dua lembar uang merah di tangan nya.


Nara OG yang bernama Nara itu Bingung ia harus beli apa Untuk Leon " beli apa ya, ko aku jadi bingung sendiri " gumam Nara


Dari pada salah Nara bertanya kepada salah satu Resepsionis " Mbak mau tanya dong "


" Tanya Apa? " Tanya Nya


" Ini Pak Lemon eh Leon heheh maaf salah " kata Nara Cengengesan " beliau menyuruh saya beli Sarpan untuk nya tapi saya bingung beli apa ya? " Tanya Nara menggaruk kepala yang tidak gatal


Walaupun Nara bekerja di perusahaan ini baru beberapa Bulan tapi Nara sudah di kenal baik oleh para Karyawan, sudah paras nya yang cantik Nara juga sangat ramah kepada semua orang membuat Orang-orang senang jika menyuruh Nara Terutama Nara wanita yang jujur.


" Kamu belikan saja Lontong kari di kantin " usul nya


Nara manggut-manggut " Oh baik lah. Terimakasih Mbak cantik " kata Nara sambil tersenyum


Resepsionis itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sudah jelas Dirinya yang lebih cantik masih saja memuji wanita lain Cantik


Tidak butuh waktu lama Nara membawa satu nampan Ke ruangan Leon


Tok.. tok.. tok..


" Masuk "


" Pak, ini saya bawakan Pesanan bapak " kata Nara Di ambang pintu


" Heum.. taruhlah di Meja sana " jawab Leon yang masih sibuk dengan pekerjaan di meja nya


Nara dengan patuh menaruh Isi nampan itu di meja " pak ini kembalian nya " kata Nara


" Ambil saja "


Nara mengerutkan keningnya " tapi ini terlalu besar pak " pasalnya harga Lontong kari hanya Dua puluh ribu jadi ada kembalian seratus delapan puluh ribu lagi


" Aku bilang ambil saja! " Kata Tegas Leon


Karena tidak ingin Berlama-lama di dalam ruangan Leon Nara Langsung keluar dari ruangan Leon


Di depan ruangan Leon Nara Menggerutu Melihat sikap Angkuh nya Leon " Untung ganteng Kalo tidak sudah aku suapi dia hehehe.. tapi lumayan Uang tips nya gede " Gumam Nara Sambil tersenyum lalu pergi melakukan aktivitas nya


Adam baru saja datang di perusahaannya Adam benar-benar datang siang Karena menang tidak ada kerjaan di kantor


" Selamat siang Pak " sapa Nara yang baru keluar dari ruangan Leon


" Heum.. " jawab Adam cuek lalu masuk kedalam Life


" Dih kenapa di perusahaan ini atasan nya pada dingin semau apa Di rumah tidak ada yang menghangatkannya " kata Nara sambil terkekeh


" Nara " panggil kepala OG


" Iya Bu " jawab Nara yang langsung mendekat ke arah Kepala OG


" Tolong kamu bersihkan Lantai lima belas ya soalnya Mawar tidak Masuk hari ini "


" Oh siap Bu " jawab Nara semangat


Seperti biasa Nara akan melakukan pekerjaan nya dengan semangat Ia tidak ingin membuat bos atau kepala OG kecewa dengan pekerjaan yang ia lakukan, Nara ingin membuat mereka puas dengan apa yang Nara Kerjakan makanya tidak heran Jika ada Karyawan yang suka Memberikan Tips atau pun makanan kepada Nara karena kerjaan Nara yang selalu Bagus.


Leon yang menatap Sarapan nya hanya Bisa mengerutkan kening Nya


" Makanan Apa ini? " Kata Leon heran


Mana mungkin Leon Tau Apa Lontong kari karena biasanya dia akan Sarapan dengan Roti kalo tidak Sandwich yang di buat oleh pelayan di rumah


Tapi karena penasaran dengan Makanan yang di beli oleh OG Leon pun mencoba nya sedikit namun lama kelamaan kandas juga semua nya


" Tidak buruk " kata Leon sambil tersenyum miring lalu meminum Air Aqua yang ada di sana.


Di ruangan Adam. Adam di beritahu Oleh Asisten jika lusa Adam harus pergi ke Kota M untuk menghadiri Pembukaan cabang perusahaan nya


" Apa tidak bisa di wakilkan? " Tanya Adam


" Tidak bisa bos soalnya ini kan pembukaan Jadi mana bisa di wakilkan " jawab nya


Adam membuang napas nya pelan " Heum baiklah Lusa kita berangkat ke sana " Jawab Adam


Mau tidak mau Adam harus pergi ke Kota M. Lagian Mana mungkin pembukaan perusahaan bisa di wakilkan Adam suka ngaco saja.


" Kamu persiapkanlah semaunya " kata Adam


" Siap Bos " jawab Asisten Adam patuh


" Silahkan keluar " usir Adam


Adam memijit pelipisnya Mana mungkin dirinya meninggalkan istrinya yang sedang hamil muda sendirian " apa Aku suruh istriku untuk menginap di Rumah Afnan saja kali ya biar aku tenang di Kota M "


Adam meninggalkan Perusahaan nya lalu pergi ke perusahaan Afnan


~ Perusahaan Afnan


Di loby kantor Adam berjalan dengan gagah Ia Langsung pergi keruangan Afnan karena tadi sebelum Samapi Adam sempat Mengirim pesan kepada Afnan Dan ternyata Afnan sedang senggang di kantor nya


Tanpa ijin ataupun bertanya Lagi Adam langsung masuk ke dalam Ruangan Afnan


" Kakak " Kata Afnan yang masih duduk di kursi kebesaran nya


" Heum " jawab Adam yang langsung duduk di Sopa


Afnan berjalan ke sopa lalu menyalami Adam " Ada apa Tumben sekali kakak Datang ke perusahaan ku? " Tanya Afnan


" Ada yang ingin kakak Bicarakan " jawab Adam


" Oh ada apa, sepertinya penting sekali "


Adam mengangguk " Lusa kakak harus pergi ke Kota M untuk menghadiri Pembukaan perusahaan baru tapi Kakak tidak tenang Jika meninggalkan istri kakak sendirian di rumah, Maka dari itu Kakak Ingin minta ijin kepadamu selama kakak Di kota M kakak ingin menitipkan Resti di rumah mu biar Kakak di sana tenang " ucap Adam


Afnan mengerti maksud Adam, ia pun langsung mengangguk mengerti " kakak ini seperti kepada siapa saja, Resti kan adikku jadi Kenapa harus meminta ijin segala lagian aku senang jika ada Resti di rumah Jadi istriku tidak Kesepian " kata Afnan