Bukan Antagonis

Bukan Antagonis
Perubahan


Happy Reading


...----------------...


Malam telah datang namun gadis bernama Naomi itu masih tertidur dengan nyenyak, hingga suara seseorang dari arah pintu yang menghampirinya membuat Naomi dengan terpaksa membuka matanya, "Hello, good night papa's little princess, how are you? you are fine right, papa brought a present for you, come on baby wake up, you can sleep later okay" ucap sang papa yang mampu membuat Naomi membuka matanya, di lihatnya sang papa dengan wajah yang terlihat tampan, senyum manis mengembang di wajah Daren, rasa lelahnya menghilang ketika melihat putri tercintanya.


"Look honey, papa bought a new phone and a new laptop, say what honey?"ucap daren memberikan tas putih berisi dua benda tersebut, Naomi menatap daren lalu tersenyum manis, "Thank you Papa, I love you" ucap Naomi lalu memeluk tubuh Daren yang berada didekatnya tak lupa mencium singkat pipinya.


"Has papa's little princess eaten?"tanya Daren, "Papa sok Inggris sekali, Sudah kok tadi Naomi makan disuapi mama"ucapan Naomi berhasil membuat Daren tertawa, putrinya ini sangat lucu, "Biarin, kan papa bisa bahasa Inggris meski gak lancar, iri ya kamu"ucap Daren dengan wajah seakan sedang mengejek Naomi, Naomi memasang wajah cemberut seakan mengatakan bahwa dirinya sedang ngambek.


"Asal papa tau aku lebih jago bahasa Inggris tau, trus Korea juga bisa, Jepang juga, Cina juga dan masih banyak lagi" Ucap Naomi dengan nada sombong, Daren hanya terkekeh, sifat sombongnya ternyata menurun ke Naomi toh.


"Mama kemana?" tanya Daren menatap sekitar ruang inap Naomi, namun tidak menemukan keberadaan sang istri tercinta, "Mama tadi bilang mau ke supermarket di dekat rumah sakit, mama mau beli buah buahan sama aku tadi nitip susu coklat"Daren mengangguk kan kepalanya dua kali, kemudian duduk di kursi yang ada di samping ranjang rumah sakit, sementara Naomi mulai membuka handphone dan laptop barunya.


Naomi mulai mendaftarkan dirinya dibeberapa aplikasi media sosial, seperti instagram, whatsapp, twitter, dan lain-lain, tak lama wanita yang berstatus sebagai mamanya itu datang dari arah pintu sambil menenteng kantong berisi buah-buahan, makanan ringan tak lupa susu coklat titipan Naomi, Daren yang melihat istrinya yang terlihat kesusahan bergegas mengambil alih kantong itu dan meletakkannya di meja.


"Yey mama sudah sampai, mama beli buah apa aja"tanya Naomi "Mama beli buah apel, anggur, jeruk juga" ucap Hana dengan senyum yang terus terbit dari bibirnya, "Stoberi?"Hana meletakkan jari telunjuknya di dagu lalu berekspresi seakan dia sedang berfikir, "Ada dong tidak mungkin mama lupa beli stoberi" Ucap hana pasalnya dua hari ini Naomi terus meminta dibelikan stoberi.


"Ih mama, Naomi kira lupa, Manis tak stoberi nya?"Daren yang mendengar pertanyaan Naomi pun menjawab, "Manis lah, kalo kurang manis, pas makan lihat papa, pasti manis"ucap Daren dengan senyum jahilnya, Naomi yang melihat itupun menatap sinis papanya.


Terlihat cukup harmonis keluarga kecil itu, hanya kurang dua orang yang seharusnya juga ikut bercanda gurau disini, namun kebencian atau rasa kecewa yang membuat kedua orang itu merasa malas ataupun jengah hanya untuk sekedar melihat kondisi putri satu-satunya keluarga Danendra, yang bisa pula disebut satu-satunya adik perempuan mereka.


......................


Pagi pagi sekali Naomi sudah siap dibantu oleh Hana mamanya, selang beberapa detik Daren pun datang dan membantu membawa barang-barang Naomi, sedang Naomi hanya membawa tas putih berisi laptop dan handphonenya, semalam setelah puas mengotak-atik handphone nya ia kembali meletakkan handphone itu ke kardusnya, sedangkan untuk laptop Naomi belum menyentuhnya sama sekali, masih tersegel.


Setelah sampai di lobby rumah sakit Naomi dapat melihat sebuah mobil yang sudah terparkir rapi di sana, sopir yang tadinya duduk diam, dengan cepat mulai membantu kedua orang tuanya untuk memasukkan barang-barang Naomi kedalam mobil, setelah dirasa sudah semua mereka pun memasuki mobil dengan Daren, Hana, dan Naomi yang duduk di kursi belakang, sopir yang bernama Tejo pun melajukan mobil setelah mendapat instruksi dari Daren.


Sepanjang perjalanan Naomi bercanda gurau dengan mama dan papanya, sesekali memakan buah-buahan yang masih tersisa malam tadi, hingga rasa kantuk pun menyerang membuatnya menyandarkan kepalanya ke bahu Hana, Daren yang merasa cemburu pun mengusulkan untuk mengganti posisi, biar dia yang menjadi sandaran putri tercintanya, namun ditolak mentah-mentah oleh Hana.


Setelah sampai di kediaman Danendra, Daren menatap putri tercintanya yang masih tertidur pulas, karena tidak tega untuk membangunkan Naomi Daren pun berinisiatif untuk mengendong Naomi, namun entah mendapat bisikan dari mana Naomi perlahan membuka matanya, menatap linglung kearah sekitar, "Sudah sampai ya pa?" tanya Naomi sambil mengucek matanya.


"Jangan dikucek gitu nanti merah matanya, Ayo papa gendong sampai ke kamar, nanti lanjut tidur di sana"Ucap Daren, Naomi hanya pasrah ketika tubuhnya digendong oleh Daren, sesekali hati kecilnya berkata 'mungkinkah ayah tercinta Valerie juga akan seperti ini jika Valerie bangun setelah kecelakaan menimpanya?' Sikap Daren yang begitu menyayangi Naomi membuat sosok Valerie iri, beruntung sekali tubuh ini memiliki Orang tua yang begitu mencintainya.


"Papa, aku sayang papa"ucap Naomi dengan suara pelan yang masih bisa Daren dengar, "Papa juga sayang kamu"ucap Daren, sesampainya dikamar Naomi, Daren segera meletakkan tubuh Naomi diatas ranjang, tangannya menepuk sayang kepala Naomi, "Tidur yang nyenyak kesayangan Papa, Mimpi indah ya, Hari ini harus istirahat dulu, katanya besok mau sekolah, Papa pergi kerja dulu, kalau ada apa-apa langsung panggil mama ya sayang"Ucap Daren yang diangguki oleh Naomi.


Setelah dirasa Daren sudah keluar dari kamarnya, Naomi kembali menutup matanya, niatnya hendak tidur melanjutkan mimpi indah nya tadi, namun rasa kantuknya tiba-tiba menghilang entah kemana, Naomi mengganti posisi tidurnya dengan duduk bersandar kepala ranjang, matanya meneliti kamar milik Naomi, ruangan yang berwarna hitam dengan beberapa corak emas yang terlihat sangat elegan, ranjang yang sudah seperti milik kerajaan, sangat indah dengan ukiran-ukiran yang cantik, saat matanya menatap keatas terlihat kain-kain yang menghias atap ranjangnya.


Di tengah-tengah ada lampu gantung yang cukup besar, disamping ranjangnya terdapat meja kecil yang tingginya sejajar dengan ranjang, di sana diletakkan lampu tidur yang terlihat mewah lalu disisi lainnya ada almari kecil dengan tiga laci, semua perabotan dikamar ini terlihat mewah dan elegan, seakan-akan kalian dibawa ke negri dongeng, mungkinkah keluarga Naomi suka dengan hal-hal berbau kerajaan?


Hah, mungkin jika menjelaskan secara rinci semua yang ada dikamar Naomi, akan menghabiskan sekitar dua lembar buku? atau mungkin lebih? Ntah lah lebih baik ia melihat ruang pakaian Naomi atau bisa disebut Walk in closet.


Disisi lain berjejer sepatu dari sepatu berhak tinggi hingga sepatu sneakers, lalu ada pula jejeran tas bermerek dan jam tangan, di sebelahnya ada beberapa kotak perhiasan seperti kalung, gelang Anting dan masih banyak lagi, setelah puas melihat isi kamar Naomi, Naomi duduk di kursi belajar miliknya, kali ini dia akan menyiapkan keperluan sekolah, Naomi mulai melihat jadwal yang ditempel di dinding, lalu mencari buku sesuai dengan jadwal nya besok, sesekali ia melihat isi dari buku paket miliknya, yah isinya sama saja seperti bukunya dulu atau mungkin lebih rinci bukunya yang dulu.


Setelah selesai menyiapkan buku Naomi kembali merebahkan dirinya di ranjang empuk itu, seakan bingung hendak melakukan kegiatan apa, dia benar-benar merasa sangat bosan, hingga sebuah ketukan pintu membuatnya menatap jengah pintu kamar yang menjulang tinggi itu, "Siapa?" tanya Naomi, "Saya maid di kediaman ini nona, saya Mina, saya hendak memberikan barang nona, kata nyonya, saya harus mengantarkannya"Ucap seseorang dari balik pintu yang diketahui bernama Mina.


"Masuk aja"Ucap Naomi, "Baik Non, permisi izin masuk" Ucap Mina lalu membuka pintu itu perlahan dan memasuki kamar Naomi, Mina menghampiri Naomi dengan membawa sebuah tas berwarna putih, "Oh ini toh, terimakasih Mina" Ucap Naomi ketika mengambil alih tas tersebut, sedangkan Mina tertegun ketika mendengar ucapan terimakasih dari majikannya, Seperti bukan Naomi, "Kenapa lagi?"lamunan Mina buyar ketika mendengar perkataan Naomi, "A-ah i-tu nyonya tadi berpesan bahwa nyonya sedang membuat bolu coklat untuk nona, a-ah jadi jika nona sudah bangun dari tidur nona bisa mencicipi nya" Ucap maid tersebut yang hanya di angguki oleh Naomi.


"Kalau begitu saya permisi"Ucap maid tersebut, berjalan keluar setelah mendapat persetujuan dari Naomi, Masih dengan segala pertanyaan yang hadir di kepalanya, seperti 'apakah nona kecilnya kembali seperti dulu?' , meski tidak keseluruhan, Naomi yang dulu sebelum mengenal cinta adalah gadis yang penuh senyum, ramah dan baik hati, meski tadi Naomi menatap Mina tanpa ekspresi namun kata-katanya masih sopan tidak ada nada membentak seperti biasanya, yah semoga nona. kecil kediaman ini kembali seceria dulu sebelum mengenal Sadewa.


Setelah Mina keluar dan menutup kembali kamar Naomi, Naomi mengambil handphone nya yang ia letakkan di kardus handphone, seperti biasa sepi tak ada satupun notifikasi seperti ada yang tidak sengaja men chat dirinya, ia beralih ke instagram miliknya, Sama-sama sepi yah orang bodoh mana yang mau mem follow akun tanpa foto profil bahkan tanpa postingan?


Sebenarnya Naomi mau memposting foto miliknya namun ia belum memiliki satupun foto karena dia baru saja dibelikan handphone, sudahlah daripada melakukan hal yang sia-sia lebih baik iya turun ke dapur untuk mencicipi bolu buatan sang mama tercinta, sebelum itu ia akan mandi terlebih dahulu.


Setelah mandi kini Naomi menggenakan kaos hitam oversize dengan celana pendek yang tertutupi oleh kaosnya, ia segera turun untuk menemui mama tercinta, kaki jenjangnya perlahan menuruni satu persatu anak tangga, kini kaki jenjang itu melangkah memasuki dapur dilihatnya Hana yang duduk sambil menatap oven didepannya, "Jangan ditatap terus dong ma, gak akan hilang kok kuenya"ucap Naomi yang kini memeluk sayang mamanya.


Dengan senyum ramah Hana menatap Naomi lalu memeluk kembali Naomi, "Bukan Hilang, takut lupa terus gosong kaya kemarin"ucap Hana dengan tawa kecilnya, "Maklum masih muda" ucapnya kembali, Naomi menatap jengah Hana lalu menyudahi acara pelukan nya, "iyain deh si paling muda"


Beberapa menit kemudian suara dari oven pun terdengar menandakan bahwa makanan yang ada didalamnya telah matang, Hana mengambil sarung tangan lalu mengambil kue bolu tersebut dan meletakkannya di meja, Naomi mengambil piring lalu memberikannya pada Hana.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya kue bolu buatan Hana pun jadi, Naomi memakan kue tersebut dengan lahap, ini benar-benar sangat enak, Hana yang melihat itupun tersenyum bahagia, beginilah ketika melihat seseorang yang dicintai memakan dengan lahap makanan yang telah dibuat dengan kerja keras.


"Mama ke kamar dulu ya mau mandi"ucap Hana yang diangguki oleh Naomi, beberapa menit setelah Hana pergi suara yang asing di indra pendengarannya terdengar, suara laki-laki yang Naomi sendiri tak tahu dia siapa, "Mana buat ap- cih, masih hidup lo"ucap laki-laki tersebut, sedangkan laki-laki yang berdiri disebelahnya menatap datar Naomi, wajah mereka terlihat sama, mungkinkah mereka kakak kembar Naomi?


Naomi tak berbicara sedikitpun ia lebih memilih memakan bolu coklat buatan Hana, "Setelah kecelakaan lo jadi tuli? kenapa gak sekalian mati sih sampah"ucapnya lagi, seandainya laki-laki didepannya ini tau bahwa adik perempuan mereka satu-satunya telah meninggal dan hanya menyisakan tubuh yang diisi oleh jiwa asing bagaimana perasaan mereka, sedih? atau justru senang?


"Gw ngomong sama lo anjing, tuli lo, atau bisu?" sarkas nya sambil menunjuk Naomi, "Ngomong sama gw toh, gw kira ngomongin diri sendiri"ucap Naomi dengan santainya, Laki-laki bernama Sergio Laskar Danendra itu menatap penuh benci kearah Naomi, "gw gak pernah mempermalukan nama keluarga ini, lo yang selalu mempermalukan nama keluarga ini, kalau bukan sampah apa?"Ucap laskar.


"Yakin gak pernah mempermalukan? koreksi diri lo sendiri dulu, belajar sopan santunnya tambahin, biar tau gimana caranya ngomong sama sesama manusia"ucap Naomi, sebenarnya Naomi tadi ingin mengganti 'sesama manusia' menjadi 'sesama saudara' namun dilihat-lihat laki-laki bernama Laskar itu sepertinya tak menganggap nya sebagai saudara.


Saat Laskar Ingin kembali menjawab laki-laki disebelahnya yang bernama Aska Adelion Danendra yang diketahui sebagai saudara kembar Laskar menarik Laskar untuk segera pergi dari dapur, jika percakapan itu terus berlanjut mungkin saja akan terjadi aksi adu jotos, yah meski Aska tau pemenangnya adalah Laskar.


Tetapi setelah Aska pikir-pikir ada yang berbeda dari Naomi, yah Naomi tak lagi berbicara lembut yang lebih terkesan menjijikkan, Naomi juga tak bereaksi seperti biasanya, biasanya ketika melihat Laskar ataupun Aska pulang dari manapun itu, ia akan langsung berlari dan memeluk nya meski akan mendapat penolakan dari keduanya, sebenarnya apakah perbuatan Aska benar dengan menjauhi Naomi dan membiarkan Naomi melakukan apapun yang dia mau, apakah tindakannya benar? atau justru salah?


Sebenarnya setiap malam Aska selalu berpikir bagaimana caranya ia menghadapi Naomi, ada perasaan marah ketika semua teman-temanya ataupun teman laskar menghina adik perempuan satu-satunya, ingin membela namun ia takut Naomi akan semakin menjadi ketika ia membelanya, apakah dia salah telah berfikir demikian? Apa seharusnya aska tetap berada di sisi naomi merubah sikap adiknya secara perlahan menjadi seperti dulu lagi? Apa dia salah telah menjauh dari naomi? Ayo katakan apa dia salah?


Beberapa hari lalu mamanya pernah berkata bahwa adiknya itu mengalami amnesia, sedih? Tentu siapa yang tidak sedih ketika seseorang yang kalian sayang melupakan kalian bahkan sikap yang biasanya manja sekarang terasa begitu dingin dan acuh tak acuh, namun apa dengan cara ini Naomi bisa melupakan Sadewa?


...----------------...


Jangan lupa like dan komentar nya sayang, see you.